Page 5 of 5 FirstFirst ... 345
Results 81 to 89 of 89

Thread: Pidato Yang Menampar Dunia Pendidikan

  1. #81
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    ortu hailee kaya ortuku dulu nih
    dulu juga cukup stress dengan sekolah (partly juga memang gampang stres dan merasa harus memikul beban sendiri, padahal yang laen santai aja. but that was my own issue ), jadi ortu malah sering suruh saya bolos aja kuatir kali mereka saya jadi sinting gara2 depresi

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    At the end of the day, it is YOUR life.

    Only YOU can make the best of it, NOT your teachers, NOT even your parents.
    bener. im not disagreeing.
    orang tua maupun guru hanya bisa membuka jendela dan pintu
    tapi murid lah yang harus bisa mengambil langkah untuk melangkah keluar

    but that's besides the point

    ---------- Post Merged at 10:04 AM ----------

    seren + thecursed + hailee:

    kalo saya melihatnya itu seperti complacency ya. dan kurasa perspektif hidup juga beda antara orang yang selama ini taunya itu2 aja, dengan orang yang udah pernah 'melihat dunia'.

  2. #82
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by Hai_Lee View Post
    entah sekolah membuat pintar atau membuat 'bodoh' orang2
    sebenernya membuat pintar kalao mau jujur pasti ada gunanya, gak mungkin yg kita pelajari sia sia

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post

    Kata kunci dari ceritanya Seren, mungkin, adalah 'orang2 jaman sekarang'. Kita hidup di jaman yang relatif tenang dan stabil. So, mengambil jalur beresiko ngga' terbayang di kepala kita.

    Sementara kakeknya Seren mungkin mikirnya, "Meh, cuma rugi,... masih idup dan nggak nyempil di torture camp entah di mana tau... ".

    Itu mirip kayak respon orang Indonesia di komper sama orang US saat nonton Fear Factor, misalnya. Orang US mungkin nontonnya sambil begidik, sementara orang Indo.. "Jalan di atas kereta, pake harness ? Meh, kita nyebutnya di sni cuma 'berangkat sekolah'. Tanpa Harness."
    yup. Gw pernah dapet pelajaran leadership pas di kampus, harus survive di hutan dan nyebrang pake satu tali. kesannya fun, tp sebenernya itu pelajaran supaya orang gak cepet down atau putus asa

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    dulu juga cukup stress dengan sekolah (partly juga memang gampang stres dan merasa harus memikul beban sendiri, padahal yang laen santai aja. but that was my own issue ), jadi ortu malah sering suruh saya bolos aja kuatir kali mereka saya jadi sinting gara2 depresi

    but that's besides the point

    seren + thecursed + hailee:

    kalo saya melihatnya itu seperti complacency ya. dan kurasa perspektif hidup juga beda antara orang yang selama ini taunya itu2 aja, dengan orang yang udah pernah 'melihat dunia'.
    hihi sama donk kaya mama ku, juga suka nyuruh bolos pas SD kayanya dia juga takut liat anaknya stress. Ternyata beberapa ortu suka kasian ama anak-anaknya kali ya

  3. #83
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    unngg mungkin pada salah tangkep. Maksud saya, sekolah ada yang membuat pintar dengan ilmu2nya namun ada juga yang blunder.

    Misal yah contoh resiko itu. Yang, dulu disebut 'resiko', sekarang bahkan udah bisa dipelajari, bisa dilkalkulasikan. Buat beberapa murid, itu tambahan ilmu, berguna untuk mereka. Mereka berusaha buat meminimalisirkan (<--- ini kata susah banget yak ) resiko itu, dibuatlah plan2 sedemikian rupa. Ada yang sukses, ada yang enggak. Seenggaknya kalo ada yang gagal, mereka masih belajar dari kesalahan mereka. yang penting nyali mereka.

    Nah, buat yang lain, mengetahui resiko malah membuat nyali mereka menciut. ini yang saya bilang membuat mereka 'bodoh'. Berarti sebenernya attitude murid2 pada pelajaran sekolah itu sendiri.

  4. #84
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by Hai_Lee View Post
    Nah, buat yang lain, mengetahui resiko malah membuat nyali mereka menciut. ini yang saya bilang membuat mereka 'bodoh'. Berarti sebenernya attitude murid2 pada pelajaran sekolah itu sendiri.
    ho oh setuju kak
    Ada owner resto burger, si owner ini cuma lulusan SMP doank.
    Gak ngerti ilmu akuntansi, manajemen, SDM, marketing. Yang dia ngerti cuma cara membuat burger yg enak, komposisinya apa aja. Itu tok.
    Tapi usahanya berhasil banget. Bahkan dr usahanya itu dia bisa menyekolahkan anaknya sampe S2.

    Karna dia udah berpikir anaknya lulusan S 2 universitas terkenal, dia percaya'in restonya ama anaknya itu.
    Yang ada omsetnya makin menurun. makin dikit orang yg beli burgernya.
    Ternyata si anak mengurangi komposisi burgernya, dagingnya dibuat kecil dan bumbu juga dikurangin
    Setelah bapaknya tau, baru bapaknya mengambil alih lagi usahanya. Dan omset pun kembali naik

    itu cerita nyata, emang lulusan S 2 harus banyak belajar sama orang yg berpengalaman

  5. #85
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Mungkin karena si anak cuman tau teori doang. Praktek nol, plus sombong kali ye.. mentang2 S2..

  6. #86
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    wah..parah tuh. klo emang jelas kelebihan resto bapaknya karena di kualitas burgernya, kenapa justru itu yang di 'downgrade'
    mikir si anak mau cepat untung aja...ga mempertimbangkan apakah customer bakal balik lagi.
    A kid at heart

  7. #87
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Karna si anak mikir teori-teori di kampus jauh lebih berguna daripada di resto, secara dia udah belajar setengah hidup ya dia lebih percaya ama dosennya.

    Padahal jelas bapaknya yg udah memberikan bukti di depan mata seperti apa bikin resto yg banyak pelanggan. Ya gitu deh namanya juga udah mind set

  8. #88
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Terlalu 'dikendalikan' dgn terlalu 'dibebaskan' itu sama aja dampak negatifnya...

    Kasusku mirip dgn Kandalf tapi alasannya bertolak belakang... Terlalu dibebaskan menjadikan ndak bertanggung-jawab.

    Saya pernah buang waktu 3 thn percuma pas awal kuliah (di UGM),...ujung2nya sampe setuwir sekarang boro2 pidato di acara wisuda, lha wong yg namanya pake toga aja saya belum pernah. (Duh padahal bungsuku aja udah dua kali pernah ikut wisuda pas lulus playgroup dan TK)

    Pernah juga dapet nilai merah untuk 9 mapel dari 13 mapel di raport pas SMA klas 2 semester 1. Punya catatan rekor 'Sakit=0 Ijin=0 Alpa=31' yg tercatat resmi di rapor SMP kelas 1 semester 1. Pernah membuktikan bahwa untuk mendapatkan nilai 4 mapel matematika itu ternyata sangat mudah semudah mendapatkan nilai 10 untuk mapel yg sama.

    Dan meskipun se-umur2 ndak pernah menyandang predikat siswa teladan (boro2), waktu jaman sekolah isu yg beredar di kalangan guru2 dan temen2 bahwa saya pintar.

    Itulah...kebebasan eh kebablasan ding.

    ***
    Anyway, menurutku apa yg disampaikan si cewek valedictorian tsb anggap aja sebagai pemicu untuk membenahi sistem pendidikan yg ada, lebih khususnya di negara kita.

    Nah kebetulan bulan lalu (Juni '13) Kurikulum Pendidikan 2013 baru saja disahkan oleh DPR.

    Dan kebetulan pula saya baru saja menyekolahkan sulungku masuk SMA dan minggu lalu saya sempat datang sbg orang tua siswa di acara sosialisasi kurikulum baru tsb di sekolah (ada 4 SMA Negeri eks RSBI di Jogja yg siap menerapkan kurikulum tsb mulai kelas X yg masuk thn ini).

    Terlepas banyak pihak yg skeptis bahkan sinis n apatis, mudah2an pernyataan2 dalam contoh kutipan2 dibawah ini benar adanya...

    Perbedaan inti kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, yakni pada unsur kreativitas. Dengan kurikulum baru, maka diharapkan lulusan sekolah/madrasah bisa menghadapi kondisi dunia yang semakin berubah.
    Dalam Kurikulum 2013, pendidikan prakarya dan kewirausahaan diajarkan kepada semua siswa SMA, MA, dan SMK. Pemberian materi ini, antara lain, untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  9. #89
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Mungkin karena si anak cuman tau teori doang. Praktek nol, plus sombong kali ye.. mentang2 S2..
    S2 apa dulu nih. Jangan2 S2 teknik elektro. ... di suruh dagang burger, ya mana mudeng.

    apalagi makin banyak S-nya, skill orang jadi makin terspesialisasi.
    A proud SpaceBattler now.

Page 5 of 5 FirstFirst ... 345

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •