saya sih lebih menyukai senjata pemusnah massal ketimbang drone/robot pembunuh/apalah namanya
saya sih lebih menyukai senjata pemusnah massal ketimbang drone/robot pembunuh/apalah namanya
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
piye toh
jaman makin maju harusnya senjata juga makin pintar... kalo bisa besok2 pelurunya polisi bisa belok2 ngejar penjahat... jangan main pukul rata
Makanya gue bilang progress dari teknology drone(dan menggaris bawahi betapa heartless bastard-nya commander A Laws)
BTW, yang kayak gini, teknologi-nya sekarang udah ada. Dan nggak susah. Teknologi ini, beberapa udah di implementasi.
Tinggal ganti beberapa line command dan periferal. Done.
here's and example: autonomously to seek and eliminate fire.
Yang di garis bawah, dengan sensor dan periferal yang di modifikasi, bisa di ganti jadi human.
Yang masih menghambat produksinya cuma regulasi.
AI kayak Skynet masih kejauhan. Tapi betul juga bahwa resiko sinyal di bajak lawan emang gede.
---------- Post Merged at 12:30 AM ----------
Ada. Tapi itu jumlahnya dikit BUANGET. Dan sifat 'Death/Glory Seeker' gitu sebetulnya di anggap 'penyakit', yang sifatnya detrimental terhadap strategi di medan perang.
Rasa takut itu adalah sebutan untuk mekanisme natural makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya(heck, hewan predator aja tau apa artinya takut).
Dan kayak kata yang lain, in combat, the one left standing wins.
Last edited by TheCursed; 01-06-2013 at 01:36 AM.
A proud SpaceBattler now.
kayaknya kalo bicara strategi perang, yg namanya sikap gagah, gentle, heroik dll itu gak punya tempat selain sebuah politik untuk menaikkan moral pasukan.
well.... udah ga jamannya memang perang ala samurai yang one on one dengan katana
sekarang misil aja berteknologi fire and forget, jadi bahkan BVR (beyond visual range) seseorang bisa bunuh lawan
Dan di gambarkan dengan 'indah' sekali dalam "The Last Samurai".
Itu sebabnya main characters-nya jadi 'last', karena setelah itu, Mass Destruction is the way to go.
War is no longer a 'personal affair'.
somehow, diskusi ini jadi bikin gue ngebayangin Harry Potter dengan AS-50... sorry OOT.![]()
Last edited by TheCursed; 01-06-2013 at 07:25 PM.
A proud SpaceBattler now.
kalo urusan strategi dan penyelesaian misi, sebaiknya lihat Ninja daripada Samurai.
Nah kalo ini alasannya apa? bukannya senjata pemusnah massal malah cenderung makan banyak korban kalo udah dieksekusi? dan gak bisa dicancel kalo udah dilaunch?
Nah kesimpulan dari perang era digital kayak sekarang emang...
"the one left standing = wins,
semakin sedikit korban jiwa di pihak sendiri (kalau bisa nol) = win"
Belom lagi sistem operasi intel yang udah berpengalaman, dilengkapi gadget keren, canggih banget
Apa bisa ngalahin negara super yang punya kelebihan-kelebihan kayak gitu?![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
dulu waktu perang vietnam, senjata amrik jauh lebih canggih dari vietcong, kalah juga tuh.
trus ada juga faktor ekonomi, kemerosotan ekonomi equal to kelemahan militer, seperti uni soviet.
kebobrokan moral juga bisa meruntuhkan negara yg militernya kuat seperti Rome.
banyak faktor selain militer.
Moral tentara Amerika yang buruk juga mempengaruhi di perang Vietnam.
VC(Viet Cong) bertempur untuk membela negara.
Tentara Amerika, udah conscript, nggak jelas pula tujuannya nongkrongin Vieatnam. War without a cause. Itu yang gue maksud 'moral buruk'.
Dan bener kayak kata Aslan, perang jaman sekarang nggak cuma di medan tempur pake bedil.
Sering di mulai dari perang informasi dan disinformasi dulu, main di bursa dulu, diplomatik dst... senjata baru keluar sebagai solusi akhir.
Dan sering kali juga semuanya secara bersamaan.
Dan setau gue nggak ada negara yang 'kemampuan perang'nya perfect tanpa bolong.
i.e. US kayaknya punya arsenal yang lengkap dan buanyak. Tapi tau nggak kalo sebagian besar tentaranya itu cuman anak2 yang nyari dana tambahan buat kuliah ? Setelah dana itu kumpul, mereka out dari militer. Dan sebagian besar juga adalah kaum pendatang(kalo nggak salah buat dapet green card ya ?). Belum lagi masalah geng kriminal yang menyusup masuk ke dalam militer... so bottom line, sebagian besar personelnya, loyalitas mereka terhadap pekerjaan sangat di pertanyakan.
Mungkin ini sebabnya US jadi pengen mengembangkan teknologi drone. Dengan lebih sedikit pekerja, yang memiliki loyalitas tinggi, tapi dengan jumlah fire power di lapangan yang tetap sama. Daripada 6 bedil di tangan 6 orang yang loyalitasnya nggak jelas, mendingan 6 bedil di bawah kendali 1 orang yang udah jelas loyalitasnya.
A proud SpaceBattler now.
lebih praktisNah kalo ini alasannya apa? bukannya senjata pemusnah massal malah cenderung makan banyak korban kalo udah dieksekusi? dan gak bisa dicancel kalo udah dilaunch?
walaupun memang ini namanya bukan perang lagi melainkan pemusnahan
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
pada dasarnya gak ada perang yg gentle, perang pasti penuh kebencian.
kalo gak dikontrol oleh oleh masyarakat dunia, israel pasti ingin membasmi semua orang palestine, arab ingin membunuh semua orang israel.
tapi karena masing2 masi butuh dukungan maka masih jaim, masi sok ikut konvensi genewa yg hanya boleh membunuh militer.
perang saudara di suriah sudah mulai brutal, di youtube ada video tentara memakan daging musuh atau tawanan yg digergaji.
Lucunya, negara sebesar USA aja begitu ada 1 aja warga ato tentara nya mati, paniknya udah bukan main ya?trus program revenge nya sering terkesan maksa, gak masup akal yang penting menang dengan mengatasnamakan demokrasi dan keamanan dunia. Udah gak peduli lagi kalo menangnya gak secara fair and square
Mengerikan ya tatanan dunia kayak gini, ketika tombol launch nuklir cuma pencet jempol aja. Bisa beneran kejadian kayak The Judgment Day di pilem Terminator deh
---------- Post Merged at 09:58 AM ----------
Kalo udah dalam kondisi perang kayaknya norma-norma dan kode etik perang aka Konvensi Jenewa udah gak dipeduliin deh. Berapa kali tentara UN ato bantuan kemanusiaan buat korban konflik perang juga ikutan diserang? bahkan jurnalisme pun waktu perang USA vs Irak dulu terbagi dua antara CNN dan Al Jazeera/Al Arabiya. Alm Rosihan Anwar, reporter senior negeri ini mengatakan bahwa dalam kondisi perang bahwa netralitas jurnalisme itu t*i kucing. Ini pas kejadian perang Indonesia vs Tentara Separatis GAM dulu![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
yg gw kuatirkan adalah senjata yg makin canggih dan murah.
jaman dulu orang sulit mendapat bom, sekarang tinggal buka internet dan rakit sendiri.
dimasa depan kalau robot sudah menjadi hal jamak, bisa ada orang yg melepas robot bersenjata ke tengah kota.
belum lagi ditambah dengan senjata massal seperti gas sarin, atau senjata biologi dll mungkin hal itu akan semakin mudah dilakukan dimasa depan.
Senjata canggih dan murah aka Made in China?
Trus gw juga ngeri tuh kalo drone, robot ato serdadu digital kayak gitu bisa jatuh ke tangan sipil dan dipake buat aksi biadab macem tragedi Colorado ato di sekolah-sekolah di USA![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Kan 'perang untuk demokrasi' itu cuma sh1tnetron. Aslinya sih mereka itu perang untuk, biasanya, resource atau, paling jelek, kepentingan perusahaan orang yang saat ini megang kepemimpinan negara( *cough* Bush *cough* ).
Plus lagi salah satu income terbesar Amerika itu ya dari jualan senjata. So, kalo nggak ada perang .....
Paling bagus, IMHO, kritik buat situasi ini di gambarin di Guerilla Radio-nya RATM.
Fair and Square ? Bro, nggak ada orang yang mau memulai perang kalo mereka nggak tau mereka punya kemungkinan besar buat menang. That, atau megalomaniac-with-a-delusion-of-grandeur.
Mindset ini bahkan tercermin sampe level teknik bertarung CQC militer, macam kravmaga atau sambo, yang nggak kaya beladiri sport. Perfectly ok dalam teknik mereka untuk ngehajar lawan yang udah jatuh, nusuk orang dari belakang, nendang di selangkangan, dst.
And, bro, it's not called unfair. It's called pragmatic.
Tapi lagi, perang ini jadi fair, saat semua orang berfikir untuk bertempur secara unfair, oder ?![]()
Yes, di lapangan bakalan susah banget mengontrol penegakan peraturan Jenewa.Kalo udah dalam kondisi perang kayaknya norma-norma dan kode etik perang aka Konvensi Jenewa udah gak dipeduliin deh. Berapa kali tentara UN ato bantuan kemanusiaan buat korban konflik perang juga ikutan diserang? bahkan jurnalisme pun waktu perang USA vs Irak dulu terbagi dua antara CNN dan Al Jazeera/Al Arabiya. Alm Rosihan Anwar, reporter senior negeri ini mengatakan bahwa dalam kondisi perang bahwa netralitas jurnalisme itu t*i kucing. Ini pas kejadian perang Indonesia vs Tentara Separatis GAM dulu![]()
Tapi ada penetap kebijakan yang, dengan berbagai alasan, walaupun susah tetap berusaha menjaga penegakan peraturan tersebut(dengan mengadakan MP, Military tribunal, etc).
Dan ada penetap kebijakan yang downright ngentutin itu peraturan(dengan mengadakan systematic genocide, mendirikan torture camp, slave camp, rape camp, deployment of illegal weaponry...). These are the real bastards.
Last edited by TheCursed; 02-06-2013 at 07:18 PM.
A proud SpaceBattler now.
Gak merhatiin detail lirik Guerilla Radio nya, broOriginally Posted by TheCursed
Ketika lu posting ini malah gw keinget sama lirik lagu Civil War nya GNR![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Yes.. si bush family itu.. the real bastards.. yah.. lolos..
Here's the thing, temen gue seangkatan di Indo bahkan sukses bikin suveilance drone buat materi tugas akhir semester. Bukan buat thesis atau skripsi, sekedar cuma tugas akhir semester. Just because he can. And when he show his work to the class, the how to knowledge spread like wild fire.
so, kalo di antara kami, entah gimana ceritanya, jadi bejad dan nambah load drone itu dengan explosive racikan dari internet. ..
yang serunya lagi pas gue tanya itu bocah source drone-nya dari mana, dia jawab dari internet. Dan gue confirm emang iya.
A proud SpaceBattler now.