dengan belajar lebih awal, tentu mempunyai kesempatan praktek lebih lama.
sebentar lagi kita bakalan masuk ke era free trade loh.
di bali anak2 SD sudah pada cas cis cus bicara english, sementara di jakarta bisa ngomong yes/no/ayem sori/ai lap yu aja udah bagus.
lingkungan ? dengan mengajarkan dari kecil, lingkungan akan pelan2 berubah.
generasi pertama yang belajar english dari SD bakalan sengsara, tapi generasi2 berikutnya akan mudah karena kakak2 kelasnya bisa diajak berkomunikasi dalam bahasa inggris.
seperti yg gw katakan : gw blon pernah ketemu sama orang yg toeflnya diatas 550 diumur 20 tahun klo belajar english terlambat. kalau untuk u dan kasus adik u itu karena kalian tumbuh dilingkungan yg special.
lingkungan gw ga special, ga ada yg bisa bahasa inggris dilingkungan gw. tante gw aja sampai harus cari orang buta untuk mengajarkan dia bahasa inggris dalam braille karena sudah ga ada lagi yg bisa ngajarin dia bahasa inggris saat itu.
keinginan belajar emang jadi faktor. itu gw setuju banget.
tapi klo semakin banyak orang disekitar yg bisa bahasa inggris, faktor lingkungan akan membantu juga toh ? contohnya aja u dan adik u. coba u dan adik u tinggal di lingkungan gw, boro2 bisa punya toefl 590 dan 610. kalian bahkan belum tentu bisa sampai 500 karena tidak tersedianya buku ataupun orang2 yg bisa diajak bicara bahasa inggris. tv ? lha siaran cuma TVRI yg pake bahasa jawa dan indonesia koq.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote

)





