kalo masalah ribet, kayaknya ndugu lebih ribet dari gw deh.
coba aja baca renungan ndugu, disitu kan hal2 yg aneh2 juga dipusingin oleh dia![]()
eh.. eh...
apa hubungannya denganku![]()
saya kan mengamati aja, objek apa lagi yang paling menghibur kalo bukan mahkluk hidup bernama manusia dengan tingkah laku mereka yang lucu2![]()
nduugu kayanya cuma sebatas pengamat aja deh
kalo aslan bukan cuma mengamati, tapi terjun langsung ke masalah yg diribetin
makanya g bilang...aslan itu super duper ribet
ngapain coba ngurusin asmara bawahan...
ngurus kerjaan mereka aja udah ribet
ditambah lagi dengan urusan di luar pekerjaan
Popo Nest
hahahah aslan ngambek nih..
semua ada porsinya lah. jadi disesuaikan dengan kondisi masing2.
ketika dalam taraf perencanaan semua kemungkinan dipikirkan, semua dibuat ribet. tapi ketika menjalani pilih solusi seefektif mungkin jangan cari yang ribet.
kalau saya sih ga ada poinnya mau sembunyikan diri ribet ato ngga.
dalam kasus tertentu harus diterangkan bahwa prosesnya emang ribet supaya orang bisa lebih menghargai.
misal tenunan, ukiran jepara dll. itu kan kerjaan ribet, dihargai karena keribetannya.
untuk hal tidur aku selalu iri sama orang simpel.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
mungkin definisi orang simple adalah: mereka yg jarang posting lewat tengah malam![]()
orang simple nggak posting apa2.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Tuh.. Renungkan yang ditulis Lily. Be yourself saja, ndak perlu jaim.
Hidup akan menjadi rumit ketika anda hidup dengan ketakutan, takut dijudge orang, takut dianggap kere, takut ndak disukai orang lain, takut kalau kopdaran ketahuan aslinya, dst dst.
Sebodo teuing apa pendapat orang lain dan jangan suka kege-eran gitu ah..
untung ya gw baca trit ini, bisa nyadar bahwa hidup gw gak ribet kek aslangw gak pernah ngurusin asmaranya temen gw, ribetin mau pake apa ke kantor.. ya paling milih baju urusan 5 menit deh
mandi juga cuma 15 menit... OMG... gw cewek apa cowok sih![]()
koq bisa sampe mikir kesitu mbok ?
ini nih tulisan awalnya TS...
---------- Post Merged at 10:08 PM ----------Kayaknya gw gak bisa hidup secara simple Ðαn sederhana.
Bukan berarti ƍώ hidup mewah, Ƈuma ƍώ merasa hidup ƍώ ♏αƙiƞ disesaki berbagai macam accesories.
Jadi ϐαnγαƙ wåƙτυ terbuang υή†̃υƙ ngurus macem2 Чåηƍ dulu kelihatannya ƍαќ penting.
Misalnya urusan komputer, internet, android, hp, bb, baju, parfum, dvd, buku, tinju, cewek, service mobil, dll
Disamping urusan yg benar2 penting seperti keluarga Ðαn pekerjaan.
Kalo ditanya "bisakah ƍώ hidup dengan simple" Ðαn melepaskan berbagai accesories tersebut, gw ƍαќ yakin bisa.
ini agak kontradiksi deh ca...
lu hidup dengan berbagai taktik, logika, konsep dll artinya hidup lu rumit
memang hebat kalo semua konsep taktis logis lu bisa berhasil menyederhanakan masalah, tapi untuk berkembang ke atas kan lu harus terus menemukan tantangan2 baru.
artinya kalo lu sudah berhasil mencapai simple life sebenarnya lu sedang berhenti, lu harus menemukan masalah/tantangan baru yg harus lu hadapi lagi dengan konsep taktis logis lu, yg harus lu kalahkan dan jadikan sebuah kesederhanaan.
atau pendeknya: semua tantangan itu awalnya terasa rumit, tapi setelah berhasil di selesaikan maka akan terasa simple.
jadi kalo pake cara pandang ini, maka simple life bisa dianggap sebagai suatu keberhasilan, tapi kalau terlalu lama berada di tahap simple life artinya hidup lu gak maju lagi.
Bener tu kata mbok jamu. Reveal your anonimity first
Gw sih menganalogikan hidup kayak latian beladiri. Pas awal2 kan diajari tuh kuda2nya gimana, kakinya seberapa lebar, membentuk berapa derajat, dan hal2 detil lainnya. Belum kalo pas latian jurus yg nyampe detil banget sampe puteran pergelangan tangannya ngarah kemana. Makin naik tingkatannya, gerakan jurusnya jadi makin simpel karena feel-nya udah dapet.
Nah sama kayak hidup, klo udah dapet feel-nya dan merasa nyaman, hidup berasa makin simpel. It sounds cliche though![]()
Ya juga, beladiri awalnya susah tapi lama2 menjadi mudah dan nyaman.
tapi gak ada urusan dengan anonimity di internet, banyak koq anak KM yg anonim.
sebetulnya anggota2 KM yg berasal dari forum Ajang Kita sudah cukup baik mengenal gw koq.
back to simple life:
mau dipandang dengan analogi bela diri atau analogi apapun, sepertinya simple life cocok dideskripsikan sebagai keberhasilan dalam mengatasi suatu masalah.
Misalnya saat menghadapi UN, seorang anak akan merasa tertekan dan memaksa diri untuk belajar sebaik2nya, setelah selesai UN dan lulus, dia akan merasakan Simple Life.
Tapi orang kan tidak seharusnya terlalu lama dibuai oleh simple life, suatu saat ia harus mencari tantangan baru yang membuat dirinya merasa ribet dan tidak nyaman.
justru ke tidak nyamanan inilah yg akan membuat orang maju.
gw baca 3x tetep blank
buat gw simple life itu suatu proses, bukan hasil.
jadi simple life tidak bisa dianggap suatu keberhasilan.
ya seterah lo kalau bilang hidup gw rumit. itu kan sudut pandang lo,
gw aja yng jalanin berusaha belajar untuk enjoy aja.
even saat ini gw status belum merit, tinggal cuma berdua ama keponaan.
ketiban sampur harus mengurus, mendidik dan membiayai hidup ponaan dan segala kebutuhan rumah ini.
sebenarnya ini bukan hal baru, ketika kakak ga bisa gawe karena sakit,
ya otomatis berbulan2 kudu mencover segala kebutuhan.
tapi sejauh ini ya Thx God ga ada masalah even udah 4 tahun berlangsung
oia, ini permisalan yg jadi suatu dasar buat hidup gw :
1. taktik = tidur cukup, gizi cukup menghasilkan stamina kuat, emosi stabil #eh
2. logika = apapun itu ga boleh melulu hanyut pake perasaan. kalau pake perasaan bisa galau ga jelas dan itu wasting time bukan solusi.
3. konsep = jujur, ga bole kuatir berlebihan krn Gusti bakal menata ini semua.
simple life itu relatif, tergantung cara pandang seseorang.![]()
nah kalo ini bisa dibilang perbedaan cara pandang.
cara hidup lu kalo dijelaskan dengan kata2 akan terlihat rumit.
tapi kalo dijalanin oleh lu sendiri mungkin terasa simple, karena banyak skill yg lu pake itu sudah ada dibawah sadar, jadi banyak hal yg gak perlu lu pikirin pun sudah bisa berjalan dengan sendirinya.
contoh, kalo sudah biasa bawa mobil, kita gak usah mikir kapan musti injek kopling, kapan injek gas, kapan ngelirik spion, semua bisa kita lakukan sambil dengerin radio, ngobrol, mikir macem2.
itu namanya skillnya udah masuk ke bawah sadar, sudah terprogram.
bagi orang yg belum memiliki program tersebut, nyetir sambil ngobrol dan denger radio adalah sebuah kerumitan yg luar biasa.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
sejauh ini, saya ngerasa paling cocok dengan pemikiran etca mengenai kehidupan simpel ini![]()
soalnya kupikir kesimpelan hidup itu tidak melulu harus terikat pada hal2 superficial seperti atribut kehidupan ini itu. yang terpenting kupikir itu lebih ke pemikiran dan pandangan hidup, yang lalu secara ga langsung akan mengefek lifestylenya, biarpun pada saat yang sama dari luar juga mungkin keliatan ribet.
that's the art of zen![]()
[QUOTE=AsLan;298350]koq bisa sampe mikir kesitu mbok ?
ini nih tulisan awalnya TS...
Coz I can see you through your writing.
Aslan yang mbok kenal dulu adalah Aslan yang simple, tenang dan punya filosofi hidup. Aslan yang sekarang (maaf) ribet, sensi dan ndak punya pendirian. Kemana si Aslan yang dulu?
Dari tulisan awal, Aslan sebenarnya tahu mana yang simple tapi kenapa akhirnya mengerjakan hal-hal yang kontradiktif dengan jalan pemikirannya sendiri? Kenapa membiarkan hidup disesaki berbagai macam accessories? Karena tuntutan skenario kah? Skenario siapa? Kalau Aslan MEMANG seorang yang simple, Aslan ndak akan membiarkan accessories tersebut membuat hidup Aslan menjadi ribet.
You would be strong enough to say to yourself, 'Heck, I don't need more than 1 bottle of perfume' or 'I got better things to do than arguing about my Blackberry'
Sepertinya Aslan memang bukan orang yang simple, mungkin pernah berusaha menjadi orang yang simple. You tried and it didn't work, so live with it. Ada yang bilang mbok ini sometimes deep and complicated. So I'm deep, so I'm complicated, so what? I am what I am and I am comfortable in my own skin.
Kalau Aslan ndak bisa jadi orang yang simple, yasud. Ndak usah galau berkepanjangan karena ada suatu masa ketika manusia jengah dengan keribetannya sendiri. Ndak perlu nulis di KM, pelan-pelan dia akan melepaskan accessories itu satu per satu.
kalo masalah ribut2 di forum, kayaknya itu memang tergantung dari mood.
atau mungkin bisa juga gw mengalami kemerosotan rohani jadi kurang lembut dan kurang mengasihi orang lain, dan otomatis juga jadi condong ke arus materialism,
ini pe-er yg harus gw perbaiki.
btw thx atas semua saran dan kritikannya.