Trus tiba2 dapet ilmu tinju bintang utara![]()
Klo buat cewe sih emang lebih simpel. Lha bwt cowo?
Kudu pinter bagi2 waktu (dan finansial) kepada bisnis, diri sendiri, dan keluarga.
saya bilang. dan tau dari mana? tau dari pengalamanku sendiri![]()
by no means, hidup single juga bisa ribet kok. seperti komenmu, aslan memang ada kecenderungan ngerumit2in hidupnya sendiri.![]()
oh ndugu dah merit tah?
oke berarti pola pikirnya yang beda.
@neptunus
sama aja mau cowo mau cewe.
intinya fokus hidup jadi terarah setelah merit. itu bagi saya dan suami ya.
dulu belom merit ga fokus, yang diribetin hal2 ga mutu.
setelah merit punya tanggung jawab jadi lebih fokus.
suamiku mulai bisa ga ngeribetin dirinya dengan diskusi dan debat ngalor ngidul soal sosialisme vs kapitalisme, juga debat sejarah dll karena jelas2 dia anak pertanian dan bidang kerja dia ga ke situ.
mulai fokus pada pekerjaan karena dia punya tanggungan.
hobi masih jalan tapi ga sampe seribet dulu. ada prioritas dalam hidup.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
kalo saya ngeliat dari inti post pertama sih topik pembicaraannya lebih ke kesimpelan hidup dari hal2 duniawi ya, bukan mengenai prioritas ato intrik2 hidup berkeluarga. hidup berkeluarga bisa juga hidup simpel, tidak harus orang single aja. kan ada cerita2 mengenai ortu yang membawa anaknya hidup di hutan dan menjauhi hiruk pikuk kehidupan kota dan konsumerisme.
ini sama halnya seperti kenapa ada "fenomena" asceticism, orang2 hermit, ato yang menjalani kehidupan monastic. setiap agama juga ada orang2 begini.
oh gitu ya gu.
dalam islam ada solat wajib,tahajud tengah malam, puasa dan itikaf (tinggal di masjid pada bulan ramadhan) juga pergi haji.
intinya itu tadi menanggalkan keduniaan dan fokus pada zat yang maha tinggi.
mungkin tiap orang punya cara meditasi sendiri untuk bisa buat hidupnya ga tergantung aksesoris dunia.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
setelah gw nulis topik ini sekarang gw malah bingung sendiri, poinnya "simple" atau "rumit" itu apa ya ?
gw rasa merid bisa dilihat sebagai menyederhanakan hidup (karena harus fokus pada tujuan bersama atau dijitak oleh pasangan)
juga bisa dilihat dari sudut pandang lain sebagai memperumit hidup (karena dulu hanya perlu fokus pada kepentingan diri sendiri lalu sekarang harus memperhitungkan kepentingan banyak orang)
tapi gw pikir hal lain, jangan2 hidup kita adalah cerminan dari pikiran kita, kalo kita pikirannya lurus dan sederhana maka hidup kita juga lurus dan sederhana.
kalo pikiran kita muter2, bercabang2 dan berliku2 ya hidup kita gak jauh dari itu.
gw baru inget dulu di kuliah psikologi ada test bikin gambar pohon.
kalo gambar mahkota pohon (dedaunannya) rumit, artinya orang itu pikirannya juga berliku2, kalo gambar mahkota pohonnya sederhana maka pikirannya juga sederhana.
dulu sebelum dikasi tau interpretasinya, kita mahasiswa disuru gambar dulu dan gambar pohon gw rumit penuh detil.
waktu gw suruh bokap gw gambar pohon, gambarnya sangat sederhana, persis seperti orangnya, lurus dan sangat gamblang.
so, ndugu... yakinkah kamu bahwa orang yg complicated perlu menyederhanakan hidupnya ?
bagaimana kalau kerumitan itu memang sudah tercetak dalam DNA nya ?
chan, memang merid akan memaksa orang untuk lebih fokus pada tujuan utama.
tapi mungkin hal itu tidak akan mengubah bentuk "otak" seseorang, kalau DF suka dengan hal2 yg njelimet, meskipun dia fokus pada pekerjaannya, dia akan tetap memikirkan pekerjaannya itu secara njelimet, dia akan memusingkan hal ini itu, dia akan mengurusi detil ini itu dll
jadi merid hanya akan menfokuskan ke rumitan kedalam beberapa bidang saja, tidak menjadi simple.
Gw liat orang2 yg "katanya" menjauhi keduniawian, misalnya jadi biksu, koq kayaknya pikiran mereka tidak menjadi simple ya ? ajaran2 Budha kalo gw denger2 atau baca2 tetap rumit, sama seperti pikiran para pastor yg "katanya" hidup tenang membiara, malah makin dalam dan makin rumit.
Jangan2 kerumitan adalah tugas yg harus kita tanggung selagi kita masih hidup di dunia ini, sebaliknya simple life adalah sebuah pelarian dari tanggung jawab ?
om.. om...
dari pertanyaan mu aja sudah jelas dirimu memperumit diri sendiri
mungkin harus definisikan dulu rumit sama simpel itu apa.
seperti yang sudah kubilang, pola pikiran ku rumit. buktinya jam segini masih susah tidur. ini itu pusing dipikirkan.
df hidupnya sangat simpel. nempel bantal aja tidur ga mikir apa2.
itu definisi simpel vs rumit dalam kamusku.
hehehe
dan ya, kadang orang simpel kelihatan ga bertanggung jawab, tapi orang ribet juga merepotkan.
itu makanya aku merit ama orang simpel jadi hidup lebih seimbang gitu. kalo udah ruwet bisa diarahkan sama pola pikir orang simpel. jadi ga gampang stres.
begitu juga si simpel harus diajarkan tentang perencanaan dab tanggung jawab
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
slan, coba nonton dokumentary the "monastery"bagus loh. ada di youtube juga.
dan sempat dibahas di http://www.kopimaya.com/forum/showth...raneh-Di-Dunia
![]()
i can't speak for others tentu aja.
kurasa setiap orang mempunyai "kesadaran" itu masing2. untuk yang murni meninggalkan hal duniawi dan mengambil jalan spiritual ini, saya tidak melihatnya sebagai pelarian tanggung jawab. dan kehidupan ini tentu tidak bisa diaplikasikan pada semua orang ato ke semua sikon. kurasa tidak ada rumus bahwa orang yang ribet hidupnya harus menyederhanakannya. dan cara ini pun kupikir belum tentu manjur ke semua orang. kurasa langkah pertama, orang itu harus menyadarinya dulu. dari luar / superficially mungkin keliatan simpel, filosofisnya mungkin juga bisa simpel bisa rumit tergantung orang yang melihatnya kali ya.
i guess "kesadaran" itu yang namanya nirvana
oh, and shameless plug of my own post from a while ago![]()
inti topiknya mirip dengan renungan yang pernah kupost sebelumnya![]()
http://www.kopimaya.com/forum/showth...l=1#post232166
berarti DF mirip bokap gw, chan lebih mirip gw.
mengenai kerumitan dan kesederhanaan, gw pernah denger pendeta gw ngomong bahwa tugas dia salah satunya adalah untuk mencerna hal2 yg rumit dan berat2, ditransformasikan menjadi sederhana lalu dibagikan ke banyak orang.
maka dia baca ribuan buku, lalu menjelaskan inti sari dari semua itu untuk jemaatnya, itupun masih sering di komplen katanya kotbahnya terlalu rumit dan bikin pusing.
orang yg hebat adalah orang yg sudah berhasil mencerna hal2 yg rumit dan sulit menjadi hal2 yg aplikatif, misalnya isinya jam tangan mekanik kan rumit banget, pemakai jam gak perlu tahu cara bikinnya, asal tau cara bacanya, beres.
Jadi semua kerumitan yg kita alami seharusnya gak perlu dicurhatin disiniorang cuma perlu lihat bahwa kita itu simple (kelihatannya)
mungkin ini yg perlu gw usahakan, yaitu menyembunyikan semua kerumitan yg gw lakukan (lain kali gak perlu nulis2 beginian) dan biarkan orang lihat luarnya aja.
misalnya, orang gak perlu tahu cara gw milih2 parfum, mereka cuma perlu tau bahwa gw wangi.
memperlihatkan kerumitan itu seperti membuka isi perut, gak elok dipandang, membuat gw seperti seorang koki yg sedang kerepotan di dapur, mustinya orang cuma tahu masakannya udah jadi dan enak, gak perlu liat daging mentah berdarah2.
hmmm... 1 pelajaran baru hari ini.
biarlah kerumitan untuk kita sendiri saja, kita sajikan hal2 yg sudah simple dan indah untuk orang lain.
gimana? setuju gak?
ga usah menyembunyikan , nyantai aja om , jalani apa adanya...
disini kan ga ada yang pernah ketemu om , tapi semua kayanya menyadari pemikiran om Aslan yang cenderung ribet dari cara om komen ke sebuah thread.
yang terpenting sih bukan ribet ato simple , just be yourself lah om... that's all you need in life.
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Tuh.. Renungkan yang ditulis Lily. Be yourself saja, ndak perlu jaim.
Hidup akan menjadi rumit ketika anda hidup dengan ketakutan, takut dijudge orang, takut dianggap kere, takut ndak disukai orang lain, takut kalau kopdaran ketahuan aslinya, dst dst.
Sebodo teuing apa pendapat orang lain dan jangan suka kege-eran gitu ah..
setuju gimana?what's the point?
menurutku sih ketentraman itu harus datang dari diri dan pemikiran sendiri. dan bukan untuk ditunjukin ato disajikan ke orang laen.
orang laen yang menceramahi mungkin hanya bisa membantu sedikitttt mengarahkan. tapi pencarian itu harus dari diri sendiri. dan jangan cuman murni menerima bulet2 apa yang diceramahin pendeta ato sebangsanya, mereka cuman jual kecapkupikir yang terpenting adalah look into yourself di luar hingar bingar kata orang laen
maksud gw gini...
kerumitan itu adalah proses yg harus dilalui untuk mencapai suatu kualitas.
misalnya lu kuliah, lu akan belajar banyak hal yg susah2 dan rumit, tapi setelah lulus lu jadi seorang yg berguna bagi orang lain, semua kerumitan yg pernah lu lalui itu akhirnya berbuah baik.
nah orang yg menikmati hasil kerja lu, gak perlu tahu berapa banyak kerumitan yg pernah lu lalui semasa di kampus.
contohnya, misalnya lu mau menciptakan sebuah lagu,
dalam proses pembuatannya, lu belajar teori musik selama 10 tahun, lu pergi ke banyak negara mencari inspirasi, mewawancarai kisah cinta dan perasaan banyak orang, mengalami sendiri rasa patah hati dll...
sampe akhirnya lu berhasil membuat sebuah lagu yg sangat indah dan menyentuh hati banyak orang.
orang2 yg menikmati lagu lu, tidak perlu tahu semua kerumitan yg pernah lu alami, mereka hanya perlu tahu hasilnya saja dan menikmatinya.
mereka akan mengira lu seorang yg simple, yg bisa membuat lagu dengan mudah dan sederhana, biarkan saja mereka berpikir seperti itu.
orang melihat kita seperti simple.
seperti seekor bebek yg terlihat tenang di atas air, padahal kakinya sibuk mengayuh dibawah air.
jadi, kerumitan bukan sesuatu yg harus dihindari, kadang kerumitan harus kita jalani untuk menghasilkan sesuatu yg indah dan berguna.
simple life ? kayaknya bukan buat gw, dan bukan buat lu juga ndugu.
bukan buat kita semua, kita yg masih muda dan produktif, harus mau mencari dan menghadapi berbagai kerumitan, kalo gak ada yg rumit ya cari.
karena kerumitan adalah harus dan penting, untuk mencapai keunggulan.
simple life? mungkin nanti kalo kita sudah tua dan tak produktif lagi.
objection!!
gw rasa simple life bukan hanya melulu ttg pernak pernik kehidupan,
tapi juga cara berpikir seseorang, life style seseorang.
hidup itu kan selalu ada problematika dll dsb.
cuma gimana cara menyikapi hal tsb,
bukankah kita selalu diminta menyederhanakan masalah? bukan memperumit keadaan.
menghadapi masalah dengan taktik, logika, konsep dll.
dan yang terpenting bagaimana seseorang mempergunakan waktu yang dia miliki.
saya mengenal seseorang,
kalau dilihat seharihari hidupnya sederhana,
misalnya : makan lebih suka bareng keluarga di rumah.
ga suka entertainment yang berlebihan, teknologi digunakan secukupnya.
kekayaan ditabung atau diinvestasikan dalam bentuk lain.
ketika ada kebutuhan mendadak yg butuh cost gede,
ya dia bisa menyelesaikannya.
anakanaknya kelar semua.
suka ama cara berpikirnya. dan cara hidupnya itu.
gileee..simple life? mungkin nanti kalo kita sudah tua dan tak produktif lagi.
kalau mati muda gimana dong sLan..![]()
koq bisa sampe mikir kesitu mbok ?
ini nih tulisan awalnya TS...
---------- Post Merged at 10:08 PM ----------Kayaknya gw gak bisa hidup secara simple Ðαn sederhana.
Bukan berarti ƍώ hidup mewah, Ƈuma ƍώ merasa hidup ƍώ ♏αƙiƞ disesaki berbagai macam accesories.
Jadi ϐαnγαƙ wåƙτυ terbuang υή†̃υƙ ngurus macem2 Чåηƍ dulu kelihatannya ƍαќ penting.
Misalnya urusan komputer, internet, android, hp, bb, baju, parfum, dvd, buku, tinju, cewek, service mobil, dll
Disamping urusan yg benar2 penting seperti keluarga Ðαn pekerjaan.
Kalo ditanya "bisakah ƍώ hidup dengan simple" Ðαn melepaskan berbagai accesories tersebut, gw ƍαќ yakin bisa.
ini agak kontradiksi deh ca...
lu hidup dengan berbagai taktik, logika, konsep dll artinya hidup lu rumit
memang hebat kalo semua konsep taktis logis lu bisa berhasil menyederhanakan masalah, tapi untuk berkembang ke atas kan lu harus terus menemukan tantangan2 baru.
artinya kalo lu sudah berhasil mencapai simple life sebenarnya lu sedang berhenti, lu harus menemukan masalah/tantangan baru yg harus lu hadapi lagi dengan konsep taktis logis lu, yg harus lu kalahkan dan jadikan sebuah kesederhanaan.
atau pendeknya: semua tantangan itu awalnya terasa rumit, tapi setelah berhasil di selesaikan maka akan terasa simple.
jadi kalo pake cara pandang ini, maka simple life bisa dianggap sebagai suatu keberhasilan, tapi kalau terlalu lama berada di tahap simple life artinya hidup lu gak maju lagi.
gw baca 3x tetep blank
buat gw simple life itu suatu proses, bukan hasil.
jadi simple life tidak bisa dianggap suatu keberhasilan.
ya seterah lo kalau bilang hidup gw rumit. itu kan sudut pandang lo,
gw aja yng jalanin berusaha belajar untuk enjoy aja.
even saat ini gw status belum merit, tinggal cuma berdua ama keponaan.
ketiban sampur harus mengurus, mendidik dan membiayai hidup ponaan dan segala kebutuhan rumah ini.
sebenarnya ini bukan hal baru, ketika kakak ga bisa gawe karena sakit,
ya otomatis berbulan2 kudu mencover segala kebutuhan.
tapi sejauh ini ya Thx God ga ada masalah even udah 4 tahun berlangsung
oia, ini permisalan yg jadi suatu dasar buat hidup gw :
1. taktik = tidur cukup, gizi cukup menghasilkan stamina kuat, emosi stabil #eh
2. logika = apapun itu ga boleh melulu hanyut pake perasaan. kalau pake perasaan bisa galau ga jelas dan itu wasting time bukan solusi.
3. konsep = jujur, ga bole kuatir berlebihan krn Gusti bakal menata ini semua.
simple life itu relatif, tergantung cara pandang seseorang.![]()
![]()
jadi sekarang bahas mengenai kerumitan nih?![]()
kalo saya sih ngga sependapat dengan tulisanmu di atas. but then, sesuai dengan semangat look into yourself, masing2 ada caranya sendiri. so i agree to disagree![]()
aslan semakin merumitkan hal sederhana.
padahal kesederhanaan itu cukup dijalani,
tak perlu banyak dipikirkan![]()