Mini Cooper S memang asyik, punya mbok waktu di Tim-Teng. Paling enak buat racing.
![]()
Mini Cooper S memang asyik, punya mbok waktu di Tim-Teng. Paling enak buat racing.
![]()
sedikit definisi dari Hot Hatch
yang seperti ini, termasuk VW Golf, Scirocco, Mini Cooper S, Peugeot 306 GTi, Renault Megane, dlltaken from Wikipedia
Hot hatch (shortened from hot hatchback) is a high-performance derivative of a car body style consisting of a three- or five-door hatchback automobile.
Vehicles of this class are based on family-oriented automobiles, and are equipped with an uprated more powerful internal combustion engine, improved suspension, and may also include additional 'aerodynamic' body parts and larger wheels and tyres. Front-mounted petrol engines, together with front-wheel drive, is the most common powertrain layout, although some can be specified as diesel-powered, and rear or four-wheel drive hot hatches are also available.
di Indo sayangnya hatchback masih masuk kategori family car, belum ada pabrikan yang berniat memasukan sport compact, Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift, digolongkan sebagai Warm Hatch, yakni hatchback kompromi, antara kebutuhan keluarga dan tampilan sporty
btw, jaman pertengahan 80an, Indonesia pernah kemasukan salah satu legenda hot hatch Asia
Toyota Corolla GT-S, atau yang dikenal di jepang sebagai..... Toyota AE-86 Levin/ Trueno, TEH TRUENO !
Hachi roku ya? Emang keren itu mobilnya si tukang tahu
Entah kenapa gw kurang suka ama hachi roku yg baru. Cuman berasa mobil baru yg ditempeli nama hachi roku (86). Apalagi itu toyota berbagi platform ama subaru.![]()
saya mo tanya ya...
tiap Minggu sering kan ada rally mobil...
semua mobil ditempelin banyak stiker , kemaren ada stiker Pertamina ama Fastron. saya ga pernah tempelin mobil saya pake stiker , selaen stiker tanda masuk perumahan.
next , saya mo tanya , gimana sih cara mereka lepasin stiker segitu banyak ? apa ga merusak mobil ya kayak begitu ? lha stikernya aja gede - gede sampe bisa nutupin body mobil.
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Sama, semenjak FT-86 keluar, sudah ogah banget liat....
apalagi memang ada 3 merek disana, Toyota, Subaru dan Scion, emang Toyota yang bikin konsep, Subaru yang bikin mesin nya, anggep aja Avanza-Xenia lah
daripada dinamain 86, mobil ini lebih pantes dinamain Toyota Supra II
klo cuman rally2 gitu mah gampang banget lepas nya
wong setiker asli pabrik aja gampang ngelepas nya
kemarin habis ganti Balljoint, sayap belakang kiri...
Honda maestro sangat tidak disarankan untuk naik gunung yang jalannya rusak seperti sungai yang kering...
![]()
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Sedan dan mobil2 berpenggerak roda depan memang lemah di kaki.
Soalnya semua urusan numpuk di roda depan, stir di roda depan, putaran mesin di roda depan.
Gw lebih suka sistim yg bagi tugas, stir di roda depan, penggerak roda belakang, biasanya kaki jadi sangat kuat.
Gak tau deh teori ini bener apa gak...
tapi selama pake sedan memang sering gonta ganti tierod-balljoint.
---------- Post Merged at 12:55 PM ----------
Tapi masalah kaki masih kecil dibanding kena kerusakan gir box matik.
Kemarin matik gw rusak, bengkel bilang ancer2 maksimal kena 17jt.
Untung setelah dibongkar akhirnya cuma 8jt an...
Girbox manual paling mahal cuma 1jt an.
Makanya mobil2 matik bekas harganya lbh anjlok.
walau bagaimanapun 8 jt-an itu bukan "cuma" ....
![]()
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Yah e♏Δήƍ nyesek, tapi girbox matik memang suatu hari pasti rusak\aus walaupun rajin ganti oli persnlg. Kira2 ϑĩ 100rb km siap2 keluar dana buάτ ΐťų.
untunglah punyaku manual...
---------- Post Merged at 02:50 PM ----------
untunglah punyaku manual...
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Maestro taun piro Tho ?
maestro ato granci memang agak rewel tuh
Kecelakaan Maut Xenia vs Nissan Juke : Xenia Tidak Aman?
(gambar dari kaskus.co.id)
Ini bukan berita mengenai kecelakaan Nissan Juke vs Daihatsu Xenia yang menelan 5 orang korban dan 1 orang terluka, tetapi sedikit sebuah sudut pandang dari saya yang agak gatal melihat komentar-komentar awam yang kurang bijaksana dalam menyikapi kecelakaan ini. Sebelumnya saya dan seluruh tim redaksi AutonetMagz turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi seluruh keluarga korban dalam kecelakaan ini.
Kecelakaan yang terjadi pada pukul 13.15 hari Minggu 7 April 2013 tersebut terjadi di Tol Purbaleunyi (Kopo) KM 135 Bandung. Kecelakaan tersebut terjadi karena sebuah Nissan Juke menyebrang ke arah berlawanan menabrak sebuah Daihatsu Xenia. Dalam kecelakaan tersebut Daihatsu Xenia yang menjadi korban tabrakan maut tersebut mengalami kerusakan yang amat parah dibandingkan mobil Nissan Juke yang menabrak, mengapa bisa terjadi?
Sebelumnya mari kita lihat gambar Daihatsu Xenia terlebih dahulu. Daihatsu Xenia yang ditabrak memiliki kerusakan yang bisa dibilang hampir tak bersisa pada bagian kanan dan depan mulai dari atap hingga pintu-pintu mobil yang nyaris tidak tersisa. Lantas ada apa dengan sisi keamanan mobil ini? Apakah mobil ini benar-benar sangat tidak aman dan tidak layak? Yap, pasti hal tersebut yang menjadi banyak komentar dan stereotype orang-orang yang kurang paham mengenai permobilan dan kronologi terjadinya kecelakaan.
Ok, apa benar mobil-mobil di Indonesia kurang aman? Pastinya jika dibandingkan dengan mobil-mobil Eropa yang memiliki standar keamanan tinggi pasti mobil Indonesia kalah telak. Tetapi sebenarnya jika melihat kasus-kasus kecelakaan yang ada di Jakarta mulai dari Avanza terbakar dan Nissan Juke terbakar lantaran menabrak dengan kecepatan 120 Km/jam sebenarnya hal tersebut sangat logis sekali. Coba simak video dibawah ini?
Video tersebut ialah video yang menunjukan bagaimana mobil anda jika ditabrakan kepada sebuah dinding yang diam dengan sebuah mobil sedan kelas menengah dengan kecepatan 120 Km/jam. Seram? Pastinya sangat menyeramkan dan sudah dapat dipastikan pengemudi kendaraan akan tewas seketika.
Bagaimana dengan Crash Test Euro NCAP? Euro NCAP memang seringkali menjadi acuan seseorang dalam memilih kendaraan karena mempertimbangkan faktor safety. Tetapi tahukah anda bahwa Crash Test Euro NCAP dilakukan dengan kecepatan 64 km/jam saja (40Mph)? Bagaimana jika kecepatan tersebut dikalikan menjadi 2 kali lipatnya dari 60 km/jam menjadi 120 km/jam? Video diatas adalah jawabannya.
Sekuat-kuatnya mobil pasti tidak akan mampu berkutik ketika ditabrakan dalam kecepatan tinggi, ingat sebesar dan seaman apapun tetap saja akan hancur berkeping-keping. Apalagi kecelakaan yang terjadi antara Nissan Juke vs Daihatsu Xenia ini merupakan kecelakaan frontal crash yang keduanya sama-sama dalam kecepaan tinggi lawan arah. Sehingga dapat dipastikan gaya tabrakan keduanya lebih dari kecelakaan 120 Km/jam.
Dibawah ini saya berikan contoh bagaimana hasil kerusakan antara crash test Toyota Yaris sedan (Vios) menurut IIHS dengan sebuah tembok dan Toyota Camry yang masing-masing memiliki kecepatan 40 Mph (64 Km/h)
Luar biasa bukan perbedaannya? Itulah bedanya antara crash test dengan objek diam dan objek bergerak. Jika pengemudi Vios menghadapi sebuah objek tidak bergerak mungkin sang pengemudi masih selamat, namun jika menabrak mobil yang berlawanan arah, dari video yang ditunjukan oleh IIHS tentunya sudah tidak ada harapan bagi pengguna Toyota Vios.
Misalkan begini, Jika Xenia berjalan dengan kecepatan 100 Km/jam dan Nissan Juke dari lawan arah dengan kecepatan 100 Km/jam. Maka tentunya gaya tabrakan yang terjadi lebih dari 100 Km/jam melawan tembok diam bukan? Mungkin gaya yang diberikan bisa menyamai gaya tabrakan sebuah mobil yang menabrak objek diam dalam kecepatan 160 Km/jam. Oke, saya bukan ahli fisika untuk menghitung kedua gaya tersebut. Namun dibawah ini saya berikan contoh bagaimana kerusakan ketika sebuah mobil menabrak sebuah dinding diam dalam kecepatan 190 Km/jam
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Video tersebut ialah sebuah crash test video yang dilakukan team Fifth Gear kepada Ford Focus generasi pertama yang memiliki nilai 4 bintang Crash Test Euro NCAP. Namun ketika menabrak tembok pada kecepatan 190 km/jam, mobil tersebut nyaris tak bersisa bentuknya, padahal Ford Focus memiliki 4 bintang.
Jadi apapun mobilnya, mobil aman maupun tidak aman pastinya mengalami kerusakan parah ketika mengalami tabrakan melebihi kecepatan 64 Km/jam, segala fitur keselamatan maupun konstruksi mobil tetap saja tidak akan berdaya, apalagi jika menabrak mobil lawan arah.
Lalu bagaimana dengan kecelakaan Nissan Juke vs Xenia di tol Purbaleunyi? Mengapa Nissan Juke tidak memiliki kerusakan yang terlampau parah seperti yang terjadi pada Xenia. Mungkin kesaksian salah satu kaskuser yang menyaksikan secara langsung kejadian tersebut bisa menjelaskannya.
Entah kebenaran yang disampaikan salah satu kaskuser bisa dipertanggung-jawabkan atau tidak. Namun kesaksiannya jika benar menguatkan sebuah teori ilustrasi yang saya perkirakan dalam kecelakaan ini pada gambar berikut.
Jika Nissan Juke terbang dan menimpa bagian atas Daihatsu Xenia, sudah pasti Daihatsu Xenia akan hancur lebur bagian atapnya, hal tersebut dapat terlihat dari gambar kecelakaan sebagai berikut.
(gambar dari detik.com)
Bagian atap Xenia hancur lebur, sedangkan bagian sasis dari depan dan belakang masih terlihat baik. Ini bisa terlihat dari posisi roda depan yang tidak bergeser dari tempat yang semestinya. Ini menandakan frontal crash yang terjadi antara kedua mobil tersebut terjadi pada bagian atap Daihatsu Xenia dan bagian bawah Nissan Juke.
Atap mobil merupakan bagian paling lemah dari struktur bodi mobil karena adanya kaca. Sebutkan saja mobil-mobil yang memiliki atap paling kuat dan tebal sekalipun seperti Land Cruiser, Pajero maupun Hummer. Pasti tidak akan mampu menahan benturan dari sebuah Nissan Juke yang memiliki bobot lebih dari 1.3 Ton. Secara fisika daya yang diterima oleh Daihatsu Xenia dari Nissan Juke terbang tidak hanya gaya tabrakan horizontal, namun ada gaya jatuh bebas vertikal sebuah Nissan Juke dengan bobot 1.3 Ton. Apa yang terjadi? tentunya mobil apapun pasti akan hancur.
Lalu mengapa Nissan Juke tampak baik-baik saja dan penumpangnya selamat? Mungkin karena hantaman yang diterima Nissan Juke mengenai bagian bawah mobil. Bagian bawah yang terdiri dari sasis dan kaki-kaki memiliki struktur paling kuat berbanding terbalik dengan atap, karena disanalah terletak besi-besi baja yang menjadi tulang dari kekuatan mobil. Kerusakan Nissan Juke dapat dilihat pada gambar paling atas.
Jadi yang dapat disimpulkan menurut saya dalam kecelakaan ini adalah bagimana kecelakaan tersebut terjadi, bukan karena jeleknya kualitas mobil yang digunakan. Toh apa yang bisa diharapkan dari safety kendaraan MPV kurang dari 200 jutaan di Indonesia? Yang harga diatas 1 milyar pun belum tentu bisa menjamin keselamatan penumpangnya jika terjadi kecelakaan yang sama seperti yang dialami Nissan Juke vs Daihatsu Xenia ini.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan dalam analisa awam seorang penggiat otomotif Nasional. Mohon ditanggapi dengan bijaksana, karena semua kemungkinan bisa saja terjadi dalam kecelakaan. Tidak harus karena apa mobil yang dibawa, namun bagaimana cara kita membawa kendaraan. Secanggih-canggihnya mobil, se-aman-amannya sebuah mobil tentunya akan lebih aman jika kita membawanya dengan safety driving dan mengikuti rambu-rambu yang ada. Semoga korban diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.
sumber : http://autonetmagz.com/kecelakaan-ma...ia-tidak-aman/
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Hri gini msh demen tin car macem xenia+avanza ? Gak ngerti gwe
Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.
safety memang kepunyaan mobil eropa, mobil jepun mah...... civic aja kesusahan ikutin aturan us soal safety
naek mercy tiger tahun lawas aja rasanya udah lebih nyaman daripada honda city baru