Page 5 of 7 FirstFirst ... 34567 LastLast
Results 81 to 100 of 121

Thread: - Punya Anak Ato Enggak ? Ato Aborsi ? -

  1. #81
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    Gw pro choice seh, jangan terlalu nge-judge lah...

    Abortion is real bad news, dan gimana pun caranya jangan sampe deh tindakan medis atau para-klinis, ataupun jampi2 dukun dilakukan.

    Note: gw gak support free se.x karena itu salah kaprah, tpi gw kampanye safe se.x karena kalo gak bisa parah.
    Ini bedanya womanizer/player dengan penjahat kelamin btw. hahahah.... hi Serendipity, Neptunus, Etca, Tuscany, .

    ........ so kalo Mr. BS mau bilang, gini neh:

    Kurang lebih gw suka rasionale nya Ndugu. It makes a lot of sense. banyak hal yg kudu diperhatikan dan berkaca dari kenyataan untuk
    membuat keputusan penting (bahkan sangatlah amatlah, terlalu penting) seperti aborsi. true that, all depends on the female side. Betul, harus mau (berarti siap mental) dan mampu (berarti siap fisik). Kalao ndak siap 2-2nya, sprtinya jauh lebih baik di-keep aja. Apapun decision si perempuan, kudu diterima ikhlas aja dan harusnya kita support2 aja. Gw setuju, Tidak ada yg benar/salah dlm hal ini, cuman pilihan dan konsekuensi yg ada.

    gw gak pengin terlalu filosofis, nyinggung prinsip ethos dan Tuhan dalam isue aborsi. Itu keyakinan lain yg juga mendapatkan ruang untuk dimaklumin bila ada yg terjebak dalam 'conscience' kl melakukan aborsi. Definisi manusia hidup itu secara sudah variatif dan tidak pasti, tergantung perspektif yang kawan-kawan pake disini, mo dari kacamata budaya/kultur, dan medis jg bisa. Ada yg bilang umur sekian bulan/minggu itu udah janin maka sudah memiliki nyawa. Padahal organ-organ vital blm ada.

    Faktanya juga, banyak kejadian orang hamil itu tidak sadar diri kalau dia hamil. Ini common sring banget terjadi. Serius.
    kalao dia nggak tahu dan menkonsumsi obat/minuman/asupan yg membahayakan diri dan apapun yg didalam dirinya,
    dan tahu-tahu keguguran, itu gimana? bukankah bisa diterima/dipersepsikan dia melakukan aborsi?

    Terkait aborsi tuh, fokus kudu tetep pada keselamatan, kelanjutan hidup dan kesejahteraan, terutama, si perempuan yang menghadapi situasi kompleks ini. Dan gw rasa betul tuh, tindakan medis yg proper, benar, dan hati-hati itu memang alternatif terbaik untuk miscarriage/abortion/etc (terserah istilahnya apa)..

    Yang perlu diketahui itu resiko2 yg ada, implikasi ke dampak kesehatan (pengaruh nggak ke kesuburan, dinding rahim, bahaya kanker,etc).
    Terus juga dicari tahu yg bener, siapa sih yg bisa melakukan prosedur ini dengan clear conscience? Tempat klinik/dokter mana yg dg profesional melakukan ini dan berhasil? ini berhubungan dengan beaya juga. gw pernah singgung di thread sebelah.
    kenapa gw jadi disebut disini coba

    ya sejauh ini gw setuju ama lo jox.

    Dan gw gak pernah menyebutkan untuk melakukan aborsi kalo itu terjadi, nah apakah si lelaki punya beban jiwa pas tau hal itu terjadi? sorry gw jadi membahas hal ini

    seperti yang kita tahu even safe s.x sekalipun, yang namanya takdir akan hamil ya hamil aja kale. Pernah kok gw denger org yg ml bisa hamil meski pake alat macem2
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  2. #82
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Gw anti aborsi.

    Tapi kalo hasil perkosaan, ya terserah ibunya, kalo mau 'dikeluarin' ya sudah...
    Karena masuknya pun dipaksakan maka si wanita berhak mengeluarkan.

    Nanti diluar, janin itu bukan tanggung jawab si wanita, kalo tuhan berkehendak dia hidup ya hidup kalo mati ya mati.
    menurut gw juga aborsi itu perbuatan yg paling pengecut, kecuali seperti kata aslan, hasil perkosaan, banyak kejadian walo hamilnya bisa membahayakan kesehatan/keselamatan si ibu, si ibu tetap memilih mempertahankan anaknya

    ---------- Post Merged at 04:58 PM ----------

    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    kenapa gw jadi disebut disini coba

    ya sejauh ini gw setuju ama lo jox.

    Dan gw gak pernah menyebutkan untuk melakukan aborsi kalo itu terjadi, nah apakah si lelaki punya beban jiwa pas tau hal itu terjadi? sorry gw jadi membahas hal ini

    seperti yang kita tahu even safe s.x sekalipun, yang namanya takdir akan hamil ya hamil aja kale. Pernah kok gw denger org yg ml bisa hamil meski pake alat macem2
    yup seperti kata Rachel kepada Ross kontrasepsi cuma 97% aman
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  3. #83
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    ah apaan seh personal attack? ...gw bilang "kalo", what-if, that's merely an attack, or?
    wong gw juga bilang, lihat kasusnya, konteksnya apa? di luar nikah? di dalam nikah? atau yg lain?.
    Yang kedua, lihat situasinya, apakah memang emergency, menyangkut hidup/mati, masa depan, atau hitungan ekonomi kayak Kandalf jg.
    Nobody threw an attack here, Cha_n. katanya loe gak selalu sependapat ma gw, tapi suka gaya gw. gimana seh ah, gw tungguin di Semanggi, kagak muncul wkwkkwkwkw

    kenapa suami bukan merupakan prioritas utama, sederhana toh, karena bukan subjek calon pasien aborsi. atau?

    Peran suami/laki-laki itu sebatas kasih support, motivasi dan tentunya pendanaan prosedur medis, biar dibenarkan publik bahwa dia bertanggungjawab. Selebihnya, itu adalah pengalaman yg mungkin, sangat pahit dan mengerikan, untuk si perempuan.
    gw pernah lihat dan ngurusin anak kos yg kek gini. 2-2nya, cewek, cowok neh, sama-sama pucat.

    Makanya gw bilang, lebih baik jangan sampe lah. Kalapun sampe, amit-amit, harus aborsi, yha lakukan dengan benar; persiapannya, pelaksanaannya, SDMnya, duitnya, mentalnya, fisiknya, semua lah. Ituu situasi yg sulit ya, isinya, kegalauan,y kesakitan, pahit banget lah. Ada dampak besar disini yg kudu disiasatin gimana cara ngelola-nya. at least, itu juga poinnya Ndugu diatas.
    halagh ini mesti dari etca *tepok jidat*

    kayaknya yang dibahas jojox ga sama yang aku maksud.
    aku mempermasalahkan laki2 yang ga bertanggung jawab. bukan soal siapa yang berhak memutuskan aborsi atau tidak.

    pas lu nanya dengan contoh suami gw, itu udah menjadi sebuah pertanyaan personal dan seharusnya dalam diskusi lu ga selayaknya ad hominem (walau kenyataanya Gw juga suka melakukan itu kalau lagi marah) maka dari itu gw anggap sebagai personal attack.
    dan hal itu malah mengaburkan pendapat mu yang sebenarnya (walau tetap gw untuk hal ini ga sepaham)

    gw poin2 aja ngasih pendapatnya. susah nge quote pake hape.
    1. dalan kasus aborsi, gw setuju si perempuan berhak memilih tapi disesuaikan dengan kasusnya. kalau karena perkosaan dan menyangkut nyawa sang ibu maka silakan pilih opsi ini. selainnya tidak.

    2. masalah ini harusnya dikaitkan juga dengan adanya laki2 yang ga bertanggung jawab (misal dengan memaksakan aborsi karena ga mau susah) laki2 macam begini menurut gw ga pantas hidup di dunia.


    oiya sebenarnya pingin banget ketemuan tapi apa daya karena suatu hal (yang gw malu menyebutkan alasannya) jadi g bisa. moga2 masih ada jodoh jadi bisa ketemuan di waktu yang lain
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  4. #84
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    o iya, lelakinya jangan dilupakan.

    intinya siapapun yg mendorong atau menfasilitasi atau memaksakan atau memanipulasi atau ikut ambil bagian dalam suatu peristiwa pembunuhan, ikut berdosa.

    entah itu suami, mertua, tetangga, dokter, suster, bidan dll

  5. #85
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kenapa cuma cuma si wanita doang yg dipikirin?
    Anak juga punya jiwa yg nilainya equal dengan ibunya.

    Kenapa ibunya ga dibunuh sekalian?
    Daripada nantinya dia berkali2 membunuh bayi.

    apa sih yg membuat nyawa si perempuan itu lebih bernilai dari nyawa bayinya?
    i'm gonna open another can of worm here tapi menurutku gini. warning: ini akan kedengaran dingin dan sadis. jadi tolong kesampingkan rasa emosional kalian. kita liat ini secara pragmatis.

    satu.
    kamu ada dua subjek di sini. ibu dan bayi. di antara dua ini, andaikan dengan hidup secara sendirinya tanpa bantuan external apa2, menurutmu antara dua objek ini mana yang bisa hidup sendiri? keberlangsungan hidup ibu yang tergantung pada bayi, ato keberlangsungan hidup bayi yang tergantung pada ibu?

    jelas bayi yang tergantung pada ibu. maka, kembali lagi, si ibu lah yang harus mampu dan mau bayinya. KALO si ibu tidak menginginkannya, or worse, melahirkan lalu menelantarkannya, toh si bayi juga tidak bisa hidup sendiri. like it or not, dalam kasus ini si ibu memang mempunyai suara lebih berat dibandingkan bayi.

    kedua.
    janin adalah bagian dari ibu. seperti jantung, liver, rambut, kuku jari, usus, paru2, semua juga bagian dari tubuh si ibu. they are all living things. organic. grows. bleeds. alive. kalo kita melihatnya secara begitu (ya ya, i hear ya, "tapiiii, janin kan manusiaaaa, punya nyawaaaa" but let's put that side for now), saya rasa si ibu pantes2 aja memutuskan untuk melakukan apa pada bagian dari tubuhnya. it's her body, and part of her body.

    sadis? nothing about aborsi yang tidak sadis tapi kamu perlu memilih antara dua pil pahit.

    Kenapa ibunya ga dibunuh sekalian?
    Daripada nantinya dia berkali2 membunuh bayi.
    nah, here comes the part, penyebaran informasi.
    secara medically pun saya yakin sangat tidak baik melakukan aborsi berkali2. sinting cewenya kalo dia seperti ini. itu kebodohan maksimal deh. informasi ini perlu diketahui oleh setiap wanita.

    another thing, it all comes down to prevention. informasi safe s3x perlu disebarkan juga ke setiap orang. saya bukan supporter free s3x, tapi i'm a big supporter of safes3x.

  6. #86
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    argumen diatas boleh diberlakukan pada wanita korban perkosaan, dimana benih itu dimasukkan secara paksa oleh orang lain.

    tapi kalau bayi itu terjadi karena perbuatan si wanita, maka konskuensinya dia harus melahirkan dan memeliharanya.

    sama seperti kamu nyetir mobil lalu nabrak orang lain, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu itu.
    misalnya si korban jadi cacad dan tak bisa bekerja, lalu pengadilan menjatuhkan hukuman bahwa kamu harus membiayai hidup si korban seumur hidup.
    kamu gak boleh mangkir dari tanggung jawab itu dengan alasan bahwa itu akan membebani kamu.

    bahkan lebih tidak boleh lagi kamu membunuh si korban yg telah cacad supaya kamu terlepas dari beban,
    atau dengan argumen "lebih baik dia mati daripada hidup cacad"...

    tak boleh lari dari tanggung jawab terhadap konsekuensi dari tindakan kita.

    kan ada pepatah yg mengatakan bahwa "kamu bebas melakukan apapun, tapi kamu tidak bebas dari konsekuensi tindakanmu itu"

  7. #87
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    kalau bayi itu terjadi karena perbuatan si wanita, maka konskuensinya dia harus melahirkan dan memeliharanya.
    bener. manusia harus bisa mengambil konsekuensi hidup.
    tapi kulihat ini kembali ke argumen di halaman2 sebelumnya. di sini kamu melibatkan satu kehidupan lagi, yaitu bayi. maka semua kembali lagi ke sikon hidup. lebih baik melahirkan dan membesarkan bayi dengan terlantar (karena berbagai faktor sikon hidup yang tidak siap), atau diaborsi? menurutmu aborsi itu pil yang lebih pait, dan menurutku sebalikanya. kita cuman memilih pil yang terasa lebih kurang pait.

    hal laen yang ingin saya point out juga. sapa sih yang mau aborsi kalo bisa dihindari? ngapain gitu. it is still a surgery. dan pasti sakit. it is a big deal. it's not as if setiap orang berbondong2 ingin melakukan prosedur aborsi dan aborsi pun saya pikir pasti ada dampaknya pada kesehatan. dan itu pun termasuk konsekuensi yang harus diambil si ibu. jangan lupakan itu.

  8. #88
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    ya sama seperti kamu nabrak orang, orang itu cacad.

    sebaik apapun kamu bertanggung jawab membiayai si korban, tetap saja dia cacad kan... kalian berdua sama2 menderita akibat kecelakaan itu.

    tetap gak boleh membunuh si cacad, pil pahit yg harus kalian telan berdua, peristiwa itu sama2 tidak diingini oleh kalian.

    contoh itu masih lebih baik daripada melahirkan bayi...

  9. #89
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    orang yang ditabrak sampe cacat itu pun pasti mempunyai situasi hidupnya sendiri. bisa saja dia punya keluarga sendiri, yang tergantung pada dia. masuk akal aja kalo lalu penabrak perlu mengkompensasi si korban.

    eksistansi orang yang dicacati itu berada di dia sendiri. bukan si penabrak. ini lain dengan si bayi, yang eksistansinya tergantung dan berada di tangan si ibu.

  10. #90
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    tapi tetap harus bertanggung jawab kan ?

    hamil, tanggung jawabnya melahirkan dan merawat sampai dewasa.
    nabrak, tanggung jawabnya membayar biaya hidup sampai seumur hidup.

    bedanya...

    hamil, lari dari tanggung jawab, anak itu mati.
    nabrak, lari dari tanggung jawab, orang itu lebih menderita, tidak bisa mencari nafkah, syukur2 punya keluarga yg bisa merawat, kalo ternyata dia tulang punggung keluarga bisa2 sekeluarga mati kelaparan..

    tapi intinya sama, jangan lari dari tanggung jawab.

    jangan mengorbankan satu pihak demi kenikmatan pihak lainnya.

    meskipun tanggung jawab itu artinya si pelaku maupun si korban tidak bisa lagi hidup dengan sangat enak, kedua pihak sama2 menderita akibat kecelakaan tersebut.

    bayi itu akibat perbuatan si ibu (dan lakinya), kalo dilahirkan dikeluarga yg tidak menghendakinya mungkin dia tidak bisa hidup enak, sama juga si ibu juga tidak hidup enak akibat beban itu.

    tapi membiarkan si anak mati begitu saja ? atau dikuret paksa ? bukan solusi lah itu, bukan option sama sekali...

    minimal cari yg mau adopsi.

    ---------- Post Merged at 12:12 AM ----------

    ah ada contoh lain nih gu...

    lu nabrak orang dijalan yg sepi, orang itu pingsan dan sekarat.

    satu2nya cara buat dia selamat adalah lu musti nolong dia bawa ke RS.

    dan itu artinya lu akan sangat repot dan akan berurusan dengan polisi dsb.

    kalo lu tinggal begitu saja dia akan mati pelan2 dijalan.

    lu liat lukanya parah dan cacad, kalo ditolong dan hidup maka dia akan menderita seumur hidup.
    apakah lebih baik kamu pergi saja, biarkan dia mati dan kamu bisa melanjutkan hidup dengan nyaman ?

    apakah kita bisa pro dengan choice apapun yg diambil ? entah itu kabur atau menolong dan merawat si korban ?

  11. #91
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    again, kamu mengambil contoh subjek yang eksistansinya bukan di tanganmu. dalam kasus orang sekarat itu, dia bukan bagian yang hidup dan besar dalam tubuhmu. sekedar menjawab walo tidak berhubungan dengan kasus aborsi, orang sekarang itu akan kubawa ke RS. kalo orang sekarat itu memutuskan ingin mengakhiri hidupnya nantinya, ato misalnya ada instruksu DNR alias do not resuscitate, then itu pun keputusannya.

    mengenai aborsi = lari dari tanggung jawab, kupikir statement ini bisa dieksplorasi. memang itu pandangan dan penghakiman orang2 pada umumnya. sedangkan saya sendiri melihatnya tidak harus berarti demikian, apalagi kalo saya tidak tau latar belakang kasusnya. bisa jadi, si ibu yang sadar akan ketidakmampuannya, ketidaksiapannya, dan mengaborsi, itu sikap yang lebih bertanggung jawab. seperti yang kubilang dari halaman awal, aborsi itu sangat tergantung konteks dan sikon.

    kalo dia memutuskan untuk melahirkan lalu put it up for adoption, itu pun bagus sekali.

    apapun keputusannya, it's her choice, and i am not going to judge that.

  12. #92
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    bayi itu bukan bagian tubuh si ibu loh gu...

    DNA nya beda.
    itu orang lain, bukan ginjal atau jempol.
    bayi itu punya pikirannya sendiri, punya perasaannya sendiri.

    dan yg pasti, bayi itu terjadi karena tindakan si ibu.

    awalnya si wanita itu bebas melakukan apapun.
    tapi setelah bayi itu ada, wanita itu harus menghadapi konsekuensi dari kebebasannya yg lalu.

  13. #93
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    well, kalo kita melihatnya dari sudut pandang seperti postku di #85, then to me, it is part of her

    saya bukannya ingin membenarkan aborsi ato gimana ya. dan "pembenaran"nya pun tentu bukan hanya berdasarkan post 85. saya cuman ingin mengatakan, aborsi ato ngga itu tergantung dengan sangat banyak faktor. it is not so black and white. itu keputusan serius yang perlu dipikirkan baik2. kalo bisa tentu saja jangan sampe hamil. prevention selalu adalah yang terbaik, then kamu tidak perlu sampe di persimpangan yang mengharuskanmu memilih antara dua pil pahit.

  14. #94
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    kapan si janin mau bergerak atau nendang perut ibunya juga gak bisa dikontrol oleh si ibu, apalagi nanti setelah lahir kan jelas2 bahwa si anak punya kehendak sendiri...

    maka secara biologis maupun secara filosofis, bayi itu bukan bagian tubuhnya si ibu.

    ibarat seperti kembar siam...



    walaupun tubuhnya menyatu tapi mereka dua orang yg berbeda.
    gak boleh yg satu memutuskan untuk membuang yg lain, kecuali yg satu memang sudah terbukti wafat...

  15. #95
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    organ tubuh manusia bisa bermutasi jadi kanker dan menggerogoti organ tubuh laen, dan tumor bisa tumbuh semakin gede, semua tanpa bisa dikontrol si ibu.

    mengenai kapan manusia dikategorikan sebagai manusia, ato bagaimana sesuatu dikategorikan sebagai berjiwa dan bernyawa, semua itu perbahasa filosofis dan i'm not gonna dwell into it. karena ini hal yang sangat subjektif dan ga akan ada abis2nya. saya sendiri pun mempunyai pandanganku sendiri yang mungkin tidak sama dengan pandangan orang laen.

    so putting that aside, maka saya hanya melihat kasus aborsi ini dari sisi pragmatis aja, yang lebih relevan dari aspek dampak sosial kehidupan manusia. keep it down to earth

  16. #96
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    Note: gw gak support free se.x karena itu salah kaprah, tpi gw kampanye safe se.x karena kalo gak bisa parah.
    Ini bedanya womanizer/player dengan penjahat kelamin btw. hahahah.... hi Serendipity, Neptunus, Etca, Tuscany, .
    Ini justifikasi dari tret tetangga ya? Keliatan banget dirimu bangga gitu ditasbihkan sebagai womanizer KM of the year. Mana piring cantiknya?


    Jelasnya sih ada dua aliran besar di sini: yang pro choice dan yang kontra aborsi. Keduanya nggak mutlak against each other, bisa overlap juga. Maka ingat2 saja kata2 Uncle Ben: With great se.x power comes great responsibility.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  17. #97
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Baca thread ini dah kayak baca tentang perdebatan setuju enggaknya Euthanasia (baca:suntik mati)

    Trus si Lily kok dari cerita-ceritanya ada-ada aja pengalaman hidupnya dia dan orang-orang di sekitarnya dia yang sadis yah miris bacanya... yang sabar yah Lily

    Kalo soal kasus yang dikasih Kandalf...

    Quote Originally Posted by Kandalf
    Cowok yang nyuruh pacarnya untuk aborsi adalah cowok brengsek yang harus diinjak-injak di muka bumi.

    Tapi sekarang begini,
    seandainya tiba-tiba Aslan atau Opi didatangi cewek cantik nan kece yang meraung-raung, curhat bahwa dia dipaksa oleh pacarnya ke dukun pijat aborsi berkali-kali dan sudah usaha percobaan aborsi berjalan sebulan. Apakah kalian akan memaksa cewek tersebut untuk mempertahankan hidup bayi?
    Quote Originally Posted by Kandalf
    Pertanyaannya sederhana,
    apakah kalian akan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah wanita tersebut aborsi, kalau perlu menculik paksa, menyeret ke dokter, psikolog, RSJ, pasung, atau apalah yang ada di pikiran kalian...

    ataukah sekedar bicara, menyerah, dan berdoa semoga si wanita berubah pikiran.
    Setuju banget bahwa cowok itu brengsek

    Kayaknya ada variabel yang kurang deh disini... the "love" thing ini bisa mengaburkan cara berpikir dan keputusan yang akan diambil. Pasti bakal beda banget, tapi kalo variabel "L" itu gak dimasukin oke lah. Menurut gw omongan cuma sebatas omongan, saran cuma sebatas saran, pendapat cuma sebatas pendapat, percuma aja kalo ga didengerin. Kalo itu cewek adalah temen gw ya tentu aja gw akan mencegahnya semampu gw, dengan dukungan orang-orang terdekat yang lain tentu saja, temen-temen dia, keluarganya dia, bahkan si cowok brengsek yang udah ngebuntingin itu cewek kalo memungkinkan (orang ini yang paling berpengaruh ke keputusan si cewek sebenernya). Cewek yang lagi rapuh dan hancur lebur kayak gitu pasti sangat butuh dukungan dari orang-orang yang dia sayang dan ada di deket dia. Gw sendiri gak akan bisa ngeyakinin ato mempengaruhi keputusan temen gw, at least I'm trying.


    Ndugu bilang...

    Quote Originally Posted by ndugu
    i am a long time pro-choice supporter when it comes to abortion

    ini andaikan saya ada di posisi begitu ya. even untuk orang dewasa, mempunyai anak itu bukan hal yang mudah. let alone teenage mom, single parent lagi. saya tau saya ngga akan siap, ntah mentally, financially, waktu, tenaga, and perhaps lingkungan. dan realistis aja, si remaja itu juga mungkin masih mempunyai potensi2 laen yang bisa dia realisasikan. untuk apa saya ngotot melahirkan dan membesarkan anak kalau anaknya itu tidak bisa ditaken-care of secara baik? saya ngga akan ingin anak yang jadi terlantar ato jadi anak jalanan, ato malnutrisi, ato ngga terpelajar ato ngga terdidik. sure, aborsi sounds cruel, tapi menurutku membesarkan anak dengan keadaan seperti itu, is more cruel.
    Kalo emang gak siap segala-galanya ya relakan bayinya tetap hidup dan serahkan kepada orang lain. Itu adalah konsekuensi atas kehamilan yang udah terjadi. Ada lebih banyak orang yang mau menghargai nyawa bayi itu kalo si ibu sendiri gak mau menghargai nyawa si gayi. Menyerahkan bayi untuk dirawat orang lain, panti, RS dll menurut gw itu lebih manusiawi daripada menjadi pembunuh (maaf bukan maksudnya PA ke lu ya ndugu, tapi adalah buat mereka yang punya pikiran gila mengaborsi bayinya )


    Quote Originally Posted by ndugu
    kedua.
    janin adalah bagian dari ibu. seperti jantung, liver, rambut, kuku jari, usus, paru2, semua juga bagian dari tubuh si ibu. they are all living things. organic. grows. bleeds. alive. kalo kita melihatnya secara begitu (ya ya, i hear ya, "tapiiii, janin kan manusiaaaa, punya nyawaaaa" but let's put that side for now), saya rasa si ibu pantes2 aja memutuskan untuk melakukan apa pada bagian dari tubuhnya. it's her body, and part of her body.
    Juga kurang setuju, bayi itu hasil perkembangan dari pembuahan ovum dan sperma bahkan DNA nya aja setengah dair emaknya dan setengah lagi dari babenya, cuma emang sih butuh tumpangan media tubuh si emak buat ngembangin itu janin mpe jadi bayi. Menurut gw si emak gak bisa serta merta ngeklaim kalo itu bayi punya dia, bayi itu gak akan pernah ada kalo gak ada sperma lho, kecuali kasusnya Bunda Maria/Maryam. Mukjizat itu mah Bayi sejatinya adalah manusia/makhluk/individu baru jadi gw gak setuju kalo lu misahin parsial bagian-bagian tubuhnya kayak gitu kemudian digabungin layaknya file-file yang dizipped menjadi "bayi.zip"

    What I'm trying to say...

    Gw termasup yang anti aborsi. Nyawa/kehidupan adalah sesuatu yang berharga dan anugrah dari tuhan yang gak boleh disia-siain. Pengaborsi dan yang membantu aborsi menurut gw adalah pembunuh. Membunuh, sampai kapan pun adalah perbuatan jahat. Ini poin pentingnya menurut gw. Apalagi setelah liat pilem "Curious Case of Benjamin Button" (lagi-lagi referensi gw dari pilem ) gw masih inget gimana si kecil Benjamin ketika pertama kali ditemukan dan digendong sama emak angkatnya Queenie, dia bilang "...kamu adalah mukjizat tuhan...". Padahal kalo liat fisiknya sumpeh jelek banget itu bayi, makanya pacarnya si Queenie serta merta gak setuju dengan keputusan pacarnya itu

    Cewek yang hamil menurut gw gak punya hak untuk aborsi, karena bayi itu juga punya hak untuk hidup!
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  18. #98
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Terus kelanjutan cerita Benjamin gimana , dia gedenya ?

    Dulu waktu saya pacaran dan belom nikah , ga pernah mikir punya anak. Tapi juga ga mikir aborsi , ya dulu saya juga ga sebebas sekarang.

    Tapi after saya menikah dan punya anak , liat perkembangan anak saya. Rasanya ga sia - sia , saya memutuskan punya anak dan gedein anak saya.

    Ya sejujurnya saya pernah stres berat abis melahirkan , kena Baby Blue's Syndrome. Tapi udah lewat juga.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  19. #99
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Gedenya? dia jadi ini...



    Gak percaya? tonton aja pilemnya...
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  20. #100
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    ...

    Noodle,
    gw jadi inget member KM ada yg mirip itu tuh . cuman beda nasib aje.

    .... hmm bentar cari penampakannya.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

Page 5 of 7 FirstFirst ... 34567 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •