Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 47

Thread: carrefour, giant dan teman2nya

  1. #1
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544

    carrefour, giant dan teman2nya

    kenapa ya bisa jualan lebih murah?
    selain karena beli dalam partai besar lho...
    ada ga sih peranan teknologi informasi yang bisa membuat harga jualan mereka lebih bersaing?

  2. #2
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    kayanya harganya bersaing banget,,,

    foodhall lebih mahal dari carefour
    giant lebih mahal dari carefour
    hero jelas lebih mahal dari carefour

    Yang pasti harga sewa per rak di supermarket itu yang membuat barang lebih mahal atau lebih murah.
    soal peranan teknologi... kayanya bisa sih, mungkin ada informan kali ya yang terus memantau harga disana
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  3. #3
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Biasanya langsung ngambil barang dari produsen
    atau importir untuk barang elektronik dan hardware

    Untuk produk pertanian/peternakan, sudah ada su
    plier langsung dari daerah pertanian/peternakan

  4. #4
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    ada...
    dengan peranan teknologi informasi bisa menghemat karyawan
    dulu dikerjakan 10 karyawan skrg cukup 7 karyawan saja...

  5. #5
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    ^ kalo karyawan dibagian front (kasir) paling engga 4-10 orang tergantung hari/event tertentu.belum bagian selling area biasa sedikit aja cukup. soalnya ada spg2 tambahan dari merk suplier tertentu (biasa yang nawarin barang/promo2)
    Sisanya yang paling banyak dibagian belakang (loading dock-gudang)

    Pengalaman magang di hypermart

  6. #6
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    klo spg kan beban supplier...

  7. #7

  8. #8
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    gw bilang ada unit yg mantau perkembangan harga di pasar2 modern gitu. entah di internal dept masing2 atau dri external kyak SKPD pemerintahana teknis : Disperindagkop.

    kl untuk pasar tradisional, mungkin manajemen programnya beroperasi kayak Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
    Tim ini bentukan pemda biasanya dari dinas2 pasar, indagkop, BI, akademisi, ampe Polda-intelkam.
    Tujuannya cuman bareng2 memonitor data komoditas pasar, sembako, gula pasir dkk. Di update secepat mungkin.
    Cek TPID Jatim, keren tuh, teknologi informasinya kuat strukturnya, tanpa kerjasama antar institusi, bayangin berapa orang surveyor yg supply data primer dri Pasar tradisional kl dilakukan sendiri. Yg diharapkan otomasi supply data, bisa tersistemasi baik, sehingga yah gak perlu bayar org2 banyak.
    Cukup kasih CPU+Internet di pasar tradisional, ntar mereka kirim data tiap hari. Moga2 gak cuman dipake buat maenan Farmville. hahahha.

    Di Jogja baru mau bikin seperti itu, per aplikasi IT, semua data digital masuk database, proses dikit, tampilkan di web. Kayak www.indonesiafinancetoday.com . Jadi pelanggan bisa langsung tahu harga daging sapi (lagi hot neh) itu berapa, dan dimana paling murah. People are tired of getting ripped off !


    Untuk pedagang sendiri, jadi bisa ngerti pola logistiknya, kapan kudu ambil, tahan, berapa lama, dan jual lagi. Kl pasar modern dan chain retailer, gw asumsikan, sistem inventory dan chain management sangat rigid, kompleks dan ada produk IT yg spesifik bgt buat itu. Teknisi IT/, database developer, logistic / Resource Management software & apps yg bisa komen detail teknis arsitekturnya, data flow, sistem security, features and what nots.

    Masalahnya cuman infrastruktur IT itu mahal untuk develop, instalasi, maintenance, update dan ***** bengeknya.
    kudu matang perencanaan dan pembiayaannya, mbak Cha_n
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  9. #9
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Strategi Bersaing Carrefour Dan Giant
    May 9th, 2010 • Related • Filed Under

    http://metrotvnews.com/blog/risma/20.../perang-ritel/

    hypermarket merupakan media promosi hipermarket ini juga dilakukan melalui Katalog belanja berbentuk koran ‘harga murah’ yang dikeluarkan hampir seminggu sekali dengan tema berbeda sesuai dengan agenda promosi.

    Masyarakat awam pasti akan berpikir bagaimana bisa peritel raksasa menawarkan harga ‘sangat murah’ dengan marjin yang sangat tipis? Bagaimana dengan keuntungan sangat kecil bisa membiayai operasional arena sedemikian luas yang memperkerjakan ratusan pekerja, dengan arel parkir luas, AC super dingin, menggaji para expat di jajaran manajemen, dll? Padahal pedagang penjual sayur di pasar becek saja, masih pas-pasan hidupnya walau sudah menjual bawang di atas harga Carrefour.

    Jawabannya sangat bisa. Jaringan peritel raksasa memiliki strategi pemasaran canggih. Karena selain mereka menerapkan strategi mix-margin, subsidi silang antar item, mereka juga mendapatkan extra-discount pembelian karena membeli pada produsen langsung dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu hipermarket juga menjadikan rabat (annual selling incentives), dan marketing income (fee) dengan menyewakan lahan bagi produsen untuk beriklan sebagai sumber pendapatan.

    Meski tingkat harga jual ditekan sedemikian rendahnya. Marjin penjualan bisa dipertahankan sekitar 10-12% per-item barang. Karena peritel raksasa membeli barang dengan jumlah yang sangat besar dan dengan tingkat perputaran barang yang sangat cepat. Faktor ini yang meningkatkan kredibilitas peritel raksasa di mata produsen. Tidak mengherankan banyak produsen yang memasrahkan barangnya langsung didisplay di peritel raksasa tanpa pembayaran di muka. Hal ini membuat peritel raksasa tak ubahnya sebuah gudang raksasa sang produsen.

    Logikanya; saat produsen menyelesaikan tugasnya memproduksi barang. Sang produsen membutuhkan lahan yang cukup sebagai gudang sementara sebelum barang didistribusikan ke peritel. Ini berarti biaya bagi sang produsen. Sang produsen harus memperhitungkan biaya sekian persen dari harga jual per item untuk maintenance gudang, menggaji pegawai gudang, mobilisasi, dll. Nah, jika peritel raksasa bersedia menerimanya, kenapa tidak. Setelah proses produksi, barang langsung diangkut ke lokasi peritel raksasa. Masalah pergudangan biar peritel raksasa yang mengatasinya. Beres!!! Cukup berikan insentif lebih untuk sang peritel raksasa yang sudah mau mengurusi pergudangan, sekaligus menjual. Insentif itu merupakan keuntungan lebih selain menjual dalam jumlah besar bagi peritel raksasa. Toh, kalau dihitung-hitung besarnya insentif tidak sebarapa dibandingkan produsen harus menyediakan gudang sendiri.

    Tanggal 30 Desember 2009 kemarin, hipermarket GIANT mulai beroperasi di Bintaro-Jakarta Selatan. Padahal di area yang sama sudah berdiri CARREFOUR yang selama ini telah memenuhi kebutuhan warga Bintaro dan sekitarnya untuk berbelanja. Kini dua peritel raksasa berebutan kue yang sama. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya persaingan itu. Bagaimana rasanya menjadi CARREFOUR yang harus menelan pil pahit karena pelanggannya satu persatu beralih ke GIANT. Kalau di pikir ini lebih dramatis dibandingkan kisah perseteruan Alfamart, Alfamidi dan Indomaret. Atau CARREFOUR pusat di Lebak Bulus yang dihadang oleh GIANT di seberang jalan.

    masyarakat dibuat terpukau dan melongo dengan GIANT yang tepat di seberang CARREFOUR. Kenapa si CARREFOUR yang sudah cukup besar (eks. Gedung ALFA gudang rabat di era tahun 90-an) terlihat seperti minimarket dibandingkan dengan GIANT yang luasnya hampir lebih besar dari CARREFOUR pusat di Lebak Bulus. Parkirannya menampung puluhan atau malah ratusan kali kendaraan pelanggan dari CARREFOUR di depannya.

    Gedung GIANT Bintaro yang dua lantai itu benar-benar luas dan atraktif. Pengunjung yang ingin berbelanja juga dimanjakan dengan aneka kedai makanan dan butik-butik. Semua tertata rapih.

    Dan perangpun telah dimulai! CARREFOUR yang terlihat mungil memajang reklame, umbul-umbul, spanduk promosi harga murah lebih banyak daripada hari biasanya. GIANT pun membalas dengan memancangkan reklame, umbul-umbul dan spanduk promo tidak hanya di lokasinya. Namun juga hampir di seluruh jalan besar di Bintaro.

    Alih-alih ingin belanja, masyarakat mulai melihat keramaian yang luar biasa di GIANT. Penuh sesak seperti pasar malam. Puluhan kasir nyaris tidak mampu menampung animo pengunjung. Antrean mengular panjang. Di luar parkiran penuh sesak. Bandingkan dengan CARREFOUR di seberang yang ‘sepi-gupi’. Kemudian mampu berspekulasi sebagian besar pelanggan CARREFOUR sudah jadi ‘murtad’ beralih ke GIANT hari ini. Entah nanti. Maklumlah, ini masih awal-awal pembukaan GIANT. Jadi masih ramai. Ada kemungkinan lain hari, pengunjung GIANT hari ini kapok dan tetap setia pada CARREFOUR atau malah jadi pelanggan setia GIANT seumur hidup.

    Mungkin hal pertama yang harus dilakukan, membuka lagi buku teori pemasaran yang seabreg-abreg berjajar di rumah atau bergadang browsing di Internet, sambil berdoa minta petunjuk Allah. Kemudian akan mengusulkan delivery service untuk wilayah Bintaro dan sekitarnya, layanan servis ini melayani selama jam buka CARREFOUR dengan minimal pembelian tertentu (misalkan Rp 100.000, uang tip 5.000). Buat promo “Dengan berbelanja di CARREFOUR, anda sama saja telah peduli pada nasib orang-orang lapar” COINS for POOR. Well, saya pikir CSR macam begini masih ampuh merayu konsumen yang berhati nurani.

    Kalau saingannya GIANT menawarkan kemodernan dengan didukung gedung yang bagus, besar, modern, dll. Bagaimana kalau CARREFOUR menata ulang tokonya dengan desain yang rada nyeleneh, misalkan ala zaman batu Flinstone atau malah gaya kampung, sesuaikan juga dengan kostum pramuniaganya. Tempat ikan segar dibuat seperti kolam ikan. Ada pepohonan di dalam. Pokoknya nuansa berbeda. Kemudian membuat jam buka lebih pagi, dan jam tutup lebih malam. Kalau perlu 24 jam. Promo khusus di pagi dan malam hari, terutama untuk harga bahan-bahan segar. Biar heboh, buat bazaar bahan segar di pagi hari dengan harga heboh untuk menarik perhatian. Mengadakan acara-acara promo dengan hadiah-hadiah heboh. Untuk bahan-bahan segar seperti ikan-daging-ayam-sayur, disediakan layanan masak di tempat. Sediakan item-item produk yang tidak dijual di GIANT. Memaksa supplier memberikan diskon lebih. Dan kalau semuanya masih gagal juga, usulkan pihak manajemen untuk pindah lokasi atau beli saja GIANT yang ada diseberangnya itu.

    Ternyata memang etika bisnis nyaris tidak ada. Dimana-mana berlaku hukum rimba, yang kuat memakan yang lemah. Perang ritel akan terus terjadi, dan mungkin akan lebih parah dibandingkan sekarang. Tapi tenang saja, konsumen tidak akan dirugikan. Justru kita hak-hak kita sebagai konsumen lebih diperhatikan, mengingat mereka para ritel harus berlomba-lomba memberikan servis yang terbaik kepada pelanggannya. Sudah pasti kesempatan konsumen untuk mendapatkan harga lebih murah dan lebih murah lagi akan semakin terbuka lebar.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  10. #10
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    sayuran, daging, singkong, ubi, kelapa, santen, telor, tahu, tempe, bakso lebih murah di pasar becek

    kalo ke supermarket biasanya sabtu/minggu pas ada promo minyak goreng, apel, jeruk, lengkeng, popok

    *udah gak boleh laper mata lagi

  11. #11
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    dulu waktu masi di retail
    ada yang namanya space management

    mengatur tata letak barang yang display sehingga bisa menambah profit.
    ada programnya juga yang bisa diisi dimensi item, harga, laba. kalau digabung dengan item lain (merk) hasilnya seperti apa...


    contoh aja dideretan deterjen bubuk ada beberapa pewangi cair
    orang yang semula hanya ingin membeli deterjen bubuk dan melihat pewangi cair akan ada kemungkinan untuk membelinya
    di sebelah ind*mie dipajang c4mie dengan harga yang lebih murah, akan ada kemungkinan pembeli untuk mencobanya

  12. #12
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    kenapa ya bisa jualan lebih murah?
    selain karena beli dalam partai besar lho...
    ada ga sih peranan teknologi informasi yang bisa membuat harga jualan mereka lebih bersaing?
    Kayaknya ada, di matkul yang gw pernah pelajari khusus untuk Carrefournya nya sendiri ada yang namanya Enterprise Resource Planning, kemudian agar informasi ini bisa ngelink dan dishare dari hulu hingga ke hilir agar proses produksi dan logistik mulai dari supplier hingga distributor lancar cetar-cetar membahana ada yang namanya Supply Chain Management yang lagi ngetrend dan heboh banget. Tapi gw justru malah jadi sangsi sendiri, apa beneran Carrefour udah pake teknologi super canggih ini yah. Belom pernah sidak langsung sih (siapa gw gitu lhooo, heloooow ) tapi mengingat mereka salah satu retail terbesar di dunia asal Perancis sih bisa-jadi


    Quote Originally Posted by jojox View Post
    Masalahnya cuman infrastruktur IT itu mahal untuk develop, instalasi, maintenance, update dan ***** bengeknya.
    kudu matang perencanaan dan pembiayaannya, mbak Cha_n
    Nah dari literatur yang pernah gw baca ERP sama SCM ini emang seperti yang dibilang jojox, karena kebutuhan informasi yang dishare dan resource planning masing-masing perusahaan itu pasti berbeda-beda



    Quote Originally Posted by opera View Post
    dulu waktu masi di retail
    ada yang namanya space management

    mengatur tata letak barang yang display sehingga bisa menambah profit.
    ada programnya juga yang bisa diisi dimensi item, harga, laba. kalau digabung dengan item lain (merk) hasilnya seperti apa...
    Space Management ini hanya bagian kecil dari ERP. Gw aja jadi bingung sendiri pasti bakal sophisticated banget ini programnya, tapi untuk retail seperti Carrefour gw rasa gak masalah ya
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  13. #13
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    jatah thanks abis. besok ya.

    maaf sementara jawab pake hape jadi sedikit2 komennya.

    @nudel
    boleh dijelaskan lagi apa itu supply chain management dan ERP?
    apa kaitannya dengan IT as a business enebler?
    dalam kasus ini peritel2 besar.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  14. #14
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    wah ga salah aku nanya di KM, pada pinter2 nih

    @jojox
    percayalah, kalau buat infrastuktur nya, banyak daerah yang mampu.
    yang ga ada political will, political will udah ada di beberapa daerah, selanjutnya kurang sdm, sejauh ini daerah2 yang kaya banyak tergantung ama konsultan. sayang kan pimpinannya gak melek IT.
    itu sebabnya ada beasiswa gov chief information officer yang dibiayai dari apbn buat mencetak cio2 yang mumpuni...


    yang konsep pasar tradisional berbasis TI itu keren deh. daerah mana yang udah implementasi ? patut disebarkan tuh kisah suksesnya ke daerah lain
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  15. #15
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    @nudel
    boleh dijelaskan lagi apa itu supply chain management dan ERP?
    apa kaitannya dengan IT as a business enebler?
    dalam kasus ini peritel2 besar.
    Gw sih punya buku-bukunya di rumah kalo emang lu tertarik dan kalo udah ngomongin ERP sama SCM itu emang kaitannya erat banget sama dunia IT. Lah gimana enggak? ERP sama SCM ini pake program yang dirancang sama IT developer untuk membagikan informasi yang dibutuhkan internal perusahaan dan cabang-cabangnya (untuk ERP), kemudian antara perusahaan dan rekan eksternal pendukung mereka agar bisnis mereka lancar mantap jaya (khusus untuk SCM). Mungkin penjelasan berikut yang gw copas dari om wiki bisa sedikit mencerahkan...


    Supply Chain Management
    Supply chain management (SCM) is the management of a network of interconnected businesses involved in the provision of product and service packages required by the end customers in a supply chain.[2] Supply chain management spans all movement and storage of raw materials, work-in-process inventory, and finished goods from point of origin to point of consumption.

    Common and accepted definitions of supply chain management are:
    • Managing upstream and down stream value added flow of materials, final goods and related information among suppliers; company; resellers; final consumers is supply chain management.
    • Supply chain management is the systematic, strategic coordination of the traditional business functions and the tactics across these business functions within a particular company and across businesses within the supply chain, for the purposes of improving the long-term performance of the individual companies and the supply chain as a whole (Mentzer et al., 2001).[6]
    • A customer focused definition is given by Hines (2004:p76) "Supply chain strategies require a total systems view of the linkages in the chain that work together efficiently to create customer satisfaction at the end point of delivery to the consumer. As a consequence costs must be lowered throughout the chain by driving out unnecessary costs and focusing attention on adding value. Throughput efficiency must be increased, bottlenecks removed and performance measurement must focus on total systems efficiency and equitable reward distribution to those in the supply chain adding value. The supply chain system must be responsive to customer requirements."[7]
    • Global supply chain forum - supply chain management is the integration of key business processes across the supply chain for the purpose of creating value for customers and stakeholders (Lambert, 2008).[8]
    • According to the Council of Supply Chain Management Professionals (CSCMP), supply chain management encompasses the planning and management of all activities involved in sourcing, procurement, conversion, and logistics management. It also includes the crucial components of coordination and collaboration with channel partners, which can be suppliers, intermediaries, third-party service providers, and customers. In essence, supply chain management integrates supply and demand management within and across companies. More recently, the loosely coupled, self-organizing network of businesses that cooperate to provide product and service offerings has been called the Extended Enterprise.
    Enterprise Resource Planning
    Enterprise resource planning (ERP) systems integrate internal and external management information across an entire organization—embracing finance/accounting, manufacturing, sales and service, customer relationship management, etc. ERP systems automate this activity with an integrated software application. The purpose of ERP is to facilitate the flow of information between all business functions inside the boundaries of the organization and manage the connections to outside stakeholders.[1]
    ERP systems can run on a variety of computer hardware and network configurations, typically employing a database as a repository for information.[2]

    Characteristics ERP
    • ERP (Enterprise Resource Planning) systems typically include the following characteristics:
    • An integrated system that operates in real time (or next to real time), without relying on periodic updates.[citation needed]
    • A common database, which supports all applications.
    • A consistent look and feel throughout each module.
    • Installation of the system without elaborate application/data integration by the Information Technology (IT) department.[14]

    Sumber :
    http://en.wikipedia.org/wiki/Supply_chain_management
    http://en.wikipedia.org/wiki/Enterpr...ource_planning
    Last edited by noodles maniac; 14-02-2013 at 08:09 PM.
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  16. #16
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Gila penjelasannya mantap dan lengkap2 semua...pas dulu ada goro ama satu lagi yang diganti ama lotte mart..kenapa mereka bisa bangkrut yah???..apa nanti carre4,giant dan sejenisnya bakalan bangkrut juga??..

    Malo kata dosen gue dulu sich..mereka beli dari produsen langsung seperti yang udah dijelasin diatas dengan kredit alias hutang dulu tapi konsumen beli dari mereka cash alias langsung bayar..itu juga salah satu faktor kenapa mereka bisa kasih harga lebih rendah daripada toko2 lain yang sejenis..

  17. #17
    pelanggan tetap waks!!'s Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,490
    Quote Originally Posted by opi77 View Post
    Gila penjelasannya mantap dan lengkap2 semua...pas dulu ada goro ama satu lagi yang diganti ama lotte mart..kenapa mereka bisa bangkrut yah???..apa nanti carre4,giant dan sejenisnya bakalan bangkrut juga??..

    Malo kata dosen gue dulu sich..mereka beli dari produsen langsung seperti yang udah dijelasin diatas dengan kredit alias hutang dulu tapi konsumen beli dari mereka cash alias langsung bayar..itu juga salah satu faktor kenapa mereka bisa kasih harga lebih rendah daripada toko2 lain yang sejenis..
    bisa banget...
    klo baca artikel ritel mungkin dah tau kalo carrefour rugi dan banyak yg dijual2in
    termasuk yg di indonesia. udah 100% milik CT tuh.

  18. #18
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Dulu bokap nyokap gw usaha toko kelontong.

    Bokap ngajarin gw satu trik dagang, beberapa barang populer dijual modal.
    Jadi rokok Gudang Garam, sabun Lux, Rinso, Pepsoden dll gak ngambil untung.

    Toko kita jadi terkenal murah, pembeli selalu rame, untung dari barang2 lainnya.

  19. #19
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Cha_n lagi buat tesis S2 yah?
    Curiga..
    Dari tadi sengaja mengarahkan ke sistem informasi melulu.

  20. #20
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by waks!! View Post
    bisa banget...
    klo baca artikel ritel mungkin dah tau kalo carrefour rugi dan banyak yg dijual2in
    termasuk yg di indonesia. udah 100% milik CT tuh.
    Yup Chairul Tanjung udah membeli saham Carrefour, malah katanya namanya mo diganti Trans-Carrefour tapi kok mpe sekarang belom diganti-ganti yah?.


    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dulu bokap nyokap gw usaha toko kelontong.

    Bokap ngajarin gw satu trik dagang, beberapa barang populer dijual modal.
    Jadi rokok Gudang Garam, sabun Lux, Rinso, Pepsoden dll gak ngambil untung.

    Toko kita jadi terkenal murah, pembeli selalu rame, untung dari barang2 lainnya.
    Gw jadi inget dulu dosen pembimbing skripsi gw yang kebetulan selain seorang akademisi juga seorang entrepreneur. Dia ngajarin ke anak-anak bimbingnya kalo ingin sukses menjadi entrepreneur ada tiga faktor kunci yang harus dimiliki :
    1. Otak yang cerdas
    2. Rekan kerja/network yang luas
    3. Mengetahui informasi lebih awal sebagai peluang usaha.


    Gw sendiri kayaknya mesti nambahin faktor yang ke-4, nyali...soalnya gak banyak orang (termasup gw) yang mo keluar dari zona nyaman dan ngambil resiko
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •