gangguan mental yg bikin jadi cerdas kan pernah dibahas di KM, sindrom Asperger.
Coba si ibu ngga beli senjata (serbu), cerita ini
ngga terjadi![]()
Kalo nggak sanggup ngawasin, jangan punya.
Itu juga bagian dari tanggung jawab.
Posisi gue tetep. People harm People. Weapons are just means.
Soalnya kepemilikan senpi nggak menjelaskan casualty yang ada di Indonesia.
IMHO, udah nalurinya manusia untuk bertindak 'where there is is a will there is a way'. Tanpa senpi sekalipun, kalo tabiat masyarakatnya emang dekat dengan kekerasan, mereka akan cari cara kok.
Gue pernah liat ketapel yang punya ROF kayak semi-auto, dan berprojektil lebih dari 1. Yang reloading-nya cepet juga ada. Yang nembakin golok, pisau lempar, dan circular saw juga ada. Dan sampe nembus bullet-vest.
Atau mata sumpit dan panah yang bisa di pastikan lethal, di manapun kenanya di badan. Bahkan jika cuma tergores.
Last edited by TheCursed; 16-12-2012 at 12:27 AM.
A proud SpaceBattler now.
Di rumah saya , Papa koleksi senjata... Saya pernah pegang , tapi ga berani pake. Koko saya juga ga pernah berniat pake. Kayanya sekarang udah ditaruh loteng... Dan saya ga berani naek loteng...
Tapi... Pernah ada kejadian sih... Rumah saya dirampok , terus Papa saya pake senjata itu... Tapi perampoknya udah kabur duluan. Dan perampoknya juga bawa senjata.
---------- Post Merged at 11:24 PM ----------
*************************************
Adam Lanza (20), pelaku pembantaian di SD Sandy Hook, bagi teman-temannya, dikenal sebagai sosok pemalu, minder, tetapi pintar. Rasa malunya ini membuat dia juga tidak memiliki Facebook atau jejaring sosial lainnya.
Dalam kenangan teman-temannya, wajahnya selalu terlihat pucat, tubuh yang tinggi, dan kurus kering. Jalannya terlihat kaku dengan tangan selalu di sisi badannya.
Namun, image tentang Adam Lanza yang pemalu dan kaku itu hilang setelah Jumat (14/12/2012) waktu setempat* dia diketahui menembaki siswa Sekolah Dasar Sandy Hook di Negara Bagian Connecticut. Dengan berbekal dua pistol dan senapan otomatis, dia membunuh 20 siswa dan enam orang dewasa di sekolah tempat ibunya mengajar itu. Setelah itu, dia bunuh diri.
Dalam masa remajanya yang singkat itu, Adam hanya meninggalkan sedikit yang bisa diingat. Dia tidak memiliki Facebook, bahkan fotonya tak terpajang di buku tahunan angkatan 2010 SMA-nya. Hanya ada tulisan Camera shy dalam kotak yang seharusnya memajang foto Adam Lanza. Bahkan, beberapa temannya tak yakin bahwa dia lulus dari sekolah tersebut.
Matt Baier, teman sekolah Adam yang sekarang mahasiswa pertama di University of Connecticut, mengingat betapa Adam sangat tidak nyaman dengan pertemanan di sekolah.
Beberapa teman Adam lainnya mengerti bahwa dia mengalami gangguan perkembangan mental, bahkan ada yang menyebutnya menderita sindrom Asperger atau tingkat tertinggi dari autis.
"Dari yang saya lihat, orang-orang membiarkan dia menjadi dirinya sendiri dan memang begitu," kata Baier.
Baier yang duduk di sebelahnya saat pelajaran matematika menceritakan betapa pendiamnya Adam. Meski begitu, dia selalu mendapatkan nilai tertinggi dari pelajaran tersebut.
"Jika melihat dia, kamu tidak akan melihat emosi apa pun di wajahnya," kata mantan teman Adam lainnya.
"Bisa dikatakan bahwa dia merasa tidak nyaman dijadikan pusat perhatian. Mungkin dia tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Sepertinya dia menjadi orang yang tidak terlalu dikenal dan orang juga tidak menyadari bahwa seharusnya dia mendapatkan penanganan mental," kata Olivia DeVivo, teman Adam lainnya.
Sepanjang ingatannya, Olivia mengaku tidak pernah melihat Adam berteman, atau bahkan berbicara dengan seseorang. Menurutnya, Adam seperti bukan bagian dari kota Hoboken, New Jersey, tempat tinggal mereka.
Bahkan, seorang teman Randy Lanza, kakak Adam, mengatakan bahwa Randy menyebut adiknya mengalami gangguan mental. Pihak berwajib yang dimintai tanggapannya mengaku akan menyelidiki kemungkinan tersebut.
---------- Post Merged at 11:30 PM ----------
*******************************
Sabtu, 15 Desember 2012 | 15:22
Adam Lanza, tersangka pelaku Tragedi Sandy Hook
Mengenal Sosok Adam Lanza, Penembak Brutal Tragedi Sandy Hook
Dikenal teman-temannya sebagai sosok yang cerdas.
Lelaki bersenjata dan menembaki murid SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut sudah diidentifikasi bernama Adam Lanza. Adam yang baru berusia 20 tahun itu dengan berdarah dingin memuntahkan peluru dari senjata yang dibawanya kepada anak-anak tak berdosa. Sebagian korban adalah para guru, termasuk kepala sekolah.
Tubuh Adam Lanza, menurut pihak kepolisian sudah ditemukan di lokasi dalam keadaan terluka terkena timah panas. Sebelum melakukan aksinya, Adam Lanza terlebih dahulu menghabisi nyawa sang ibu, di rumahnya.
Siapakah Adam Lanza?
Mantan teman sekelasnya menggambarkan, jika Adam adalah seorang siswa yang pemalu namun cukup cerdas.
Tim Arnone kepada Reuters mengungkapkan, ia pertama kali bertemu Adam di sekolah dasar Sandy Hook dan kemudian melanjutkan studi bersama-sama ke SMU di Newtown. Ia mengaku sama-sama mengikuti klub teknologi di sekolah. Adam, seperti diungkapkan Tim, seringkali "dipaksa" untuk berhasil secara akademis oleh orangtuanya, terutama sang ibu, Nancy Lanza.
Nancy dan suaminya, Peter Lanza bercerai pada tahun 2008. Ia merupakan produk broken home dari kegagalan rumah tangga kedua orangtuanya. Peter Lanza, sang ayah, belum mau berkomentar perihal tragedi berdarah yang terjadi di SD Sandy Hook tersebut.
Teman Adam lainnya, Joshua Milas mengungkapkan kepada AP, jika Adam Lanza adalah sosok yang periang namun belakangan ia tidak pernah lagi bertemu dengannya.
"Kami memang berteman dan dia adalah anak yang baik dan cerdas. Yang saya tahu, dia adalah salah satu teman saya yang cerdas," ujar Joshua.
Salah nama
Awalnya, pihak kepolisian negara bagian salah menyebutkan tersangka pelaku penembakan brutal. Mereka mengira, sosok pelaku adalah Ryan, kakak Adam.
Namun saat pihak penegak hukum menghampiri kediaman Ryan di Hoboken, New Jersey, mereka menemukan Ryan berada di rumahnya. Ryan membantah telah terlibat dalam aksi brutal yang dilakukan adiknya tersebut.
Menurut keterangan Ryan, Adam memiliki sejarah mental yang buruk dan kemungkinan, tanda pengenalnya diambil Adam.*
Senjata Ilegal
Senjata yang digunakan Adam teridentifikasi sebagai senjata ilegal. Ia membeli senjata tersebut mengatasnamakan sang ibu, Nancy Lanza.
Dua pistol 9mm, glock dan Sig Sauer ditemukan di sekolah. Senjata jenis AR-15 rifle juga ditemukan petugas tidak jauh dari tempat tewasnya Adam. Namun ada yang menyebutkan, senjata terakhir tidak digunakan untuk menembaki murid SD Sandy Hook.
Bibi Adam, Marsha Lanza yang tinggal di Crystal Lake, Illinois mengungkapkan kepada AP, jika dirinya sangat dekat dengan ibunda Adam. Ia sempat mengirimkan pesan di Facebook Nancy tentang apa yang terjadi, namun tidak ada tanggapan. Ternyata ia baru mengetahui, jika Nancy menjadi salah satu korban kebrutalan Adam.
Marsha menjelaskan, jika Nancy Lanza adalah ibu yang baik. Bahkan suami Marsha yang belum lama bertemu dengan Adam menceritakan, jika banyak perkembangan yang luar biasa terhadap Adam.
Sementara itu nenek Adam yang tinggal di Brooksville, Florida masih enggak untuk mengomentari apa yang terjadi terhadap anak dan cucunya.
"Saya tidak tahu dan saya tidak bisa berkomentar sekarang," ujar Dorothy Hanson yang sudah berusia 78 tahun itu dengan suara gemetar.
Tiga guru di Sekolah Dasar Sandy Hook meninggal sebagai pahlawan. Salah satunya rela menjadi tameng agar muridnya tidak terkena peluru yang ditembakkan Adam Lanza.
Dialah Victoria Soto, guru muda yang mengajar kelas satu di Sekolah Dasar Sandy Hook, Connecticut. Victoria dikenal amat ramah kepada murid-muridnya.
Sementara yang lainnya, Kepala Sekolah Dawn Hochsprung (47) dan psikolog Mary Sherlach (56) juga tewas untuk melindungi siswa-siswa yang masih bocah tersebut.
Saat Adam mulai menembakkan pelurunya, Dawn dan Mary tidak bersembunyi di bawah meja, seperti guru-guru lainnya.
Mereka berlari ke lorong untuk menghadang bahaya untuk melindungi teman-temannya.
New York Times melaporkan bahwa Dawn sempat mengenali Adam sebagai putra dari Nancy Lanza, guru di sekolah tersebut.
Diane Day, terapis di sekolah tersebut mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa saat awal penembakan dia sedang rapat dengan Kepala Sekolah dan psikolog sekolah.
"Kami baru rapat sekitar lima menit dan kami mendengar, dor.. dor.. dor," kata Diane, yang langsung berlindung di bawah meja.
Sementara Dawn dan Mary, kata Diane, malah mencari sumber tembakan.
"Mereka tidak berpikir dua kali mencari tahu apa yang terjadi," tutur Diane lagi.
Rabbi Shaul Praver mengatakan kepada MSNBC bahwa Dawn dan Mary kemudian ditemukan tewas dengan tembakan jarak dekat.
"Jika ada orang yang dari kualifikasi dan personalitinya mau bekerja untuk anak-anak, menjadi psikolog sekolah, itu pasti Mary," kata mantan pengawas sekolah John Reed kepada Connecticut Post.
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
RIP
Serem kalau senjata api dibiarkan dijual bebas gitu
- just call me kokom -
Shinken & Fude… Jalan pedang dan jalan kuas, antara keharmonisan dan kekerasan kehidupan yang melebur untuk meraih kemurnian yang sempurna…
I get to actually experience what it would be like to be a psycho, which is not a fun one. For me, it suits me. It suits my personality.
Guru2 yg tewas itulah yg bisa disebut sebagai Superhero yg sebenarnya.
ya semuanya harus dikerjakan...
tapi memang jumlah kematian akibat kejahatan dan kecelakaan akibat alkohol di amerika jauh lebih besar dari indonesia,
secara statistik amerika lebih berbahaya.
Gmn caranya dia masuk ke kelas dgn bw senjata ya...
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
Apa dia benci sm ibunya...atau mmg benci seluruh dunia? Tgl drmh sama abang dan ibunya...tau dia aneh kok ga disembuhin...jd pgn tau drmhnya kyk apa. Kamarnya....atau dia pny catatan..jurnal atau apa.
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
Daftar 20 Korban, Bocah Tak Berdosa di Tragedi Sandy Hook
Foto dua korban tragedi Sandy Hook, bocah lugu yang tidak berdosa.
Berusia 6 dan 7 tahun.
Setelah mengumpulkan data, akhirnya pihak kepolisian merilis daftar korban tragedi Sandy Hook yang terjadi Jumat (14/12). Mereka terdiri dari 20 orang siswa yang masih berusia 6 sampai 7 tahun. Terdiri dari 12 anak perempuan dan 8 anak lelaki.
Sisa korban sebanyak 6 orang adalah orang dewasa.
Berikut daftar para korban
Korban anak-anak:
![]()
1. Charlotte Bacon (6)
![]()
2. Daniel Barden (7)
![]()
3. Benjamin Wheeler (6)
![]()
4. Olivia Engel (6)
![]()
5. Josephine Gay (7)
![]()
6. Ana M. Marquez-Greene (6)
![]()
7. Dylan Hockley (6)
8. Madeline F. Hsu (6)
![]()
9. Catherine V Hubbard (6)
![]()
10. Chase Kowalski (7)
Korban dewasa:
![]()
1. Lauren Russeau (30)
![]()
2. Mary Sherlach (56)
![]()
3. Victoria Soto (27)
![]()
4. Anne Marie Murphy (52)
![]()
5. Rachel Davino (29)
![]()
6. Dawn Hochsprung (47)
sumber: News.com.au
Last edited by lily; 17-12-2012 at 12:25 PM.
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
kesian liat anak2 kecil yang gak berdosa ikut jadi korban
Yup... psycho banget nih si Adam ngebantai emaknya sama anak-anak kecil di sekolahan
Presiden Obama mpe nangis waktu nanggepin kejadian ini, dia juga galau antara membatasi penggunaan senjata api atau dibiarkan saja
Bener gak sih ada salah satu negara bagian di AS (gw lupa) yang ngedukung Obama adalah negara bagian yang hukum kepemilikan senjata apinya longgar, info please![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Tragedi Connecticut, Senator AS Ajukan Larangan Kepemilikan Senjata Api
Washington - Seorang senator ternama Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat akan mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang senjata api. Langkah ini diambil menyikapi tragedi penembakan brutal di SD Sandy Hook, Connecticut yang menewaskan 20 anak-anak dan 6 orang dewasa.
Dianne Feinstein, yang merupakan Ketua Komite Inteljien Senat, mengumumkan kepada wartawan setempat, RUU tersebut akan diajukannya sebelum rapat kongres digelar pada 3 Januari 2013 mendatang. Feinstein yakin Presiden Barack Obama akan mendukung RUU tersebut.
"Saya akan mengenalkannya ke Senat dan kemudian RUU yang sama akan dikenalkan ke DPR, ini RUU yang melarang senjata api," ujar senat dari negara bagian California ini dalam acara 'Meet the Press' yang ditayangkan NBC dan dilansir AFP, Senin (17/12/2012).
Dalam RUU tersebut, akan diatur juga ketentuan membawa magasin yang berisi lebih dari 10 peluru sebagai tindakan melanggar hukum. Feinsten menjanjikan akan mengajukan RUU tersebut pada hari pertama rapat kongres digelar.
"Pasti akan ada RUU," tegasnya.
"Di dalamnya akan diatur pelarangan penjualan, pengalihan, impor dan kepemilikan (senjata api). Tidak akan berlaku surut, tapi prospektif. Di dalamnya juga akan melarang clips, drums, atau strips yang berisi lebih dari 10 peluru," imbuh Feinstein.
Lebih lanjut, Feinstein menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Obama ikut mendukung langkahnya ini. "Saya yakin dia akan mendukung," ucapnya.
Perlu diketahui bahwa sebelum disahkan sebagai undang-undang, tentu RUU yang diajukan Feinstein ini harus lolos pada tahapan Kongres terlebih dahulu. Hal ini tentu tidak mudah karena mayoritas parlemen AS didominasi oleh anggota parlemen dari Partai Republik, yang jelas-jelas menentang peraturan yang lebih ketat soal senjata.
Larangan senjata api pernah diterapkan secara nasional di AS pada tahun 1994 lalu dan berakhir pada tahun 2004. Upaya untuk memberlakukan kembali peraturan tersebut selalu gagal. Termasuk Presiden Obama yang sempat menyatakan dukungannya terhadap pelarangan senjata api di AS dalam kampanye presiden tahun 2008 lalu.
Obama banyak dikritik karena tidak menjadikan isu pelarangan senjata tersebut sebagai prioritas dalam kebijakannya. Namun hal ini juga tidak lepas dari banyaknya komunitas masyarakat AS, terutama di Ohio dan Virginia, yang sangat ramah terhadap penggunakan senjata. Bahkan, Asosiasi Senapan Nastional (NRA) AS selama ini berhasil memainkan lobi yang kuat di parlemen.
sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/1...ta-api?9922022
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -