Page 64 of 84 FirstFirst ... 1454626364656674 ... LastLast
Results 1,261 to 1,280 of 1664

Thread: All About Timnas Indonesia (dan PSSI)

  1. #1261
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    ga tau gw musti seneng apa sedih
    geblek...

    ini dukun nya PSSI sapa sih?
    pasti hebat nih, mungkin Ki Gendeng ma si Joko Bodo musti belajar ma die

  2. #1262
    FIFA, Ini Kesempatan Terakhir untuk Indonesia



    Pernyataan Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, yang menyebut bahwa FIFA urung menjatuhkan sanksi, benar adanya. Dalam laman resminya, FIFA sendiri membenarkan memberi perpanjangan waktu kepada sepak bola Indonesia hingga tiga bulan ke depan.

    "PSSI sendiri telah mengajukan roadmap program penyelesaian untuk tiga bulan ke depan," kata FIFA dalam situs resminya, FIFA.com.

    Namun, FIFA meminta PSSI untuk benar-benar menjalankan program itu dengan baik dan segera menyelesaikan permasalahan yang ada. FIFA menyebut bahwa keputusan untuk memberi perpanjangan waktu kepada PSSI hingga Maret 2013 merupakan kesempatan terakhir dari FIFA.

    "Oleh itu, situasi di PSSI akan dilihat kembali Komite Asosiasi dan Komite Eksekutif FIFA di rapat selanjutnya. Ini adalah batas waktu yang paling terakhir yang diberikan kepada PSSI untuk benar-benar menormalkan situasi," jelas FIFA.

    Buat Indonesia, perpanjangan waktu ini merupakan kali ketiga. Pada Maret 2012, FIFA telah memberi tambahan waktu agar Indonesia menyelesaikan permasalahan hingga 15 Juni 2012, sebelum akhirnya kembali diundur hingga 10 Desember 2012.

    Namun, dalam rapat Komite Eksekutif, Jumat (14/12), Indonesia akhirnya lolos dari sanksi. Dalam laman resminya, FIFA menyebut bahwa selanjutnya akan mengadakan rapat Komite Eksekutif pada 20 dan 21 Maret 2013.
    moga2 FIFA ga asal ngomong doang
    sebagai pecinta bola, gw udah muak ama dualisme yang makin lama justru makin parah

    jujur gw kecewa kenapa pssi ga langsung aja di banned ama fifa
    pengurus2nya udah ga niat nyelesaiin kisruh di persepakbolaan Indonesia


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  3. #1263
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kenapa kasus PSSi sama brunei, FIFA beda ngatasinnya ya?

  4. #1264
    pelanggan Melonpan's Avatar
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    Shunshine Sakae
    Posts
    465
    FIFA, Tolong Hukum Kami

    Dua hari setelah tragedi Stadion Heysel Belgia yang menewaskan 39 suporter di final Liga Champions, FA Inggris dengan dukungan Perdana Menteri Margaret Thatcher mengeluarkan keputusan keras (31 Mei 1985). Mereka melarang seluruh klub Inggris bermain di Eropa.

    FA sadar dan mau mengakui bahwa sepak bola Inggris ketika itu penuh dengan masalah, terutama kekerasan suporter (hooliganisme). "Kita harus membersihkan sepak bola dalam negeri dari hooliganisme, baru setelah itu mungkin kita bisa bermain lagi di luar negeri," kata Thatcher ketika itu.

    UEFA sendiri kala itu hanya menghukum Liverpool yang dinilai tak mampu mengendalikan suporternya di Belgia. Tetapi FA meminta dan menyatakan hukuman diterapkan kepada seluruh klub Inggris dengan durasi yang lebih panjang: 5 tahun.

    Hebatnya, tidak satu pun klub Inggris protes. Tidak Manchester United, Arsenal, Southampton, Everton, atau siapa pun. Tidak ada ucapan: "Mengapa kami ikut disalahkan, bukankah hanya Liverpool yang terkait tragedi itu?" Ini menandakan, klub juga sadar bahwa sepak bola mereka, khususnya saat itu, penuh masalah.

    Masalah. Itulah yang dimiliki dunia sepak bola Indonesia sementara ini. Masalah yang sudah terjadi dalam dua dekade. Tetapi para pengelola sepak bola negeri ini begitu jumawa dan mati-matian mempertahankan atau memperebutkan PSSI. Bila dipikir menggunakan akal sehat, konflik ini tidak logis.

    Memperebutkan ladang minyak dan emas bisa dipahami karena ada peluang keuntungan yang besar di sana. Tetapi memperebutkan pengelolaan sepak bola Indonesia yang tidak berprestasi, tidak membanggakan, serta penuh keributan dan penganiayaan wasit atau pemain? Patut dipertanyakan.

    Konflik sepak bola Indonesia dimulai sejak kemunculan Liga Prima Indonesia (IPL). Secara umum, IPL memiliki konsep dan manajemen pertandingan yang ideal beserta pendekatan statistik. Pertandingan digelar di akhir pekan. Sesekali di tengah pekan.

    Konfigurasi pertandingan IPL tidak berantakan seperti Liga Super Indonesia (ISL) yang dengan ngawur biasa menggelar pertandingan sepanjang minggu, termasuk di hari dan jam kerja. Tapi konsep pertandingan saja tak cukup karena secara tatanan tidak tepat. Desain besar IPL tak cukup untuk mendapat kredit bagus.

    Lalu, rezim PSSI pimpinan Nurdin Halid (NH) tidak mengakui IPL. Dia dianggap kompetisi sempalan sehingga diadukan ke FIFA. IPL pun terpaksa berhenti di tengah jalan karena dihentikan oleh Komite Normalisasi yang dirujuk FIFA untuk menyelesaikan konflik.

    Lanjutan cerita seperti sinetron yang mudah ditebak. Rezim pengusung IPL (Djohar Arifin) melakukan balas dendam saat berhasil menduduki kursi kepengurusan PSSI. Mereka mencuci bersih produk rezim lama PSSI, termasuk ISL.

    Inilah lingkaran konflik berikutnya. PSSI rezim baru memang keliru melangkah. Mereka gagal merawat luka yang belum kering. Ironisnya, mereka pun lebih senang meladeni KPSI ketimbang mengurus sepak bola sendiri. Kloning sebagian kecil klub ISL bernama besar, apa pun alasan dan kronologisnya, menjadi senjata makan tuan yang sangat empuk.

    PSSI memang tak mahir menyikapi konflik yang terjadi. Mereka memanggil para pemain ISL ke timnas. Mereka mau mengambil para pemainnya, tetapi tidak menjelaskan posisi klub dan ISL-nya di dalam yurisdiksi PSSI.

    Makin runyam, rival PSSI adalah mereka yang sudah pengalaman dalam "bermain". KPSI mampu menggoreng isu, terutama menggunakan media lingkaran internal. Mereka ahli memainkan opini (spin doctor) dan mahir menggunakan metode psikologi terbalik (reverse psychology). Pendeknya, KPSI punya modal cukup untuk bertempur dan sekaligus "mengalahkan" PSSI.

    Lalu, apakah KPSI benar-benar pintar mengelola sepak bola? Sayang sekali, sama sekali tidak! KPSI yang dulunya adalah rezim lama PSSI juga mandul menghasilkan prestasi yang bisa dibanggakan. Pada zaman mereka, sepak bola Indonesia lebih sering diwarnai keributan.

    ISL selalu dihiasi olahraga "bela diri". Bahkan permainan brutal masih mudah ditemui sampai sekarang. Bukti terbaru terjadi ketika Persisam Samarinda bertemu Mitra Kukar di Inter Island Cup 2012 awal Desember lalu. Di zaman PSSI lama, sepak bola jadi praktik dagang sapi.

    KPSI tak pernah berniat membangun sepak bola. Mereka hanya perlu sepak bola sebagai kendaran politik praktis dengan memanfaatkan basis pendukung klub sebagai lumbung suara.

    Sepak bola Indonesia memang salah sejak awal, sejak lama. Masuknya orang-orang pemerintah (daerah) dan partai politik ke dalam tatanan kepengurusan, termasuk klub, tak pernah dibenahi. Andai ada usaha membenahi, itu hanya sekadar pencitraan.

    Dengan segala masalah mendasar itu, memang ada baiknya FIFA menghukum Indonesia. Atau bila mengaca pada Inggris di tahun 1985, sepak bola Indonesia menghukum dirinya sendiri.

    Mendapat sanksi tidak akan merugikan, toh sepak bola Indonesia juga kering prestasi dalam 2 dekade terakhir. Menutup diri bukan berarti Indonesia tidak bisa membangun sepak bola di dalam negeri. Kompetisi masih bisa berjalan seperti biasa. Penonton masih bisa hadir. Pedagang di sekitar stadion masih mungkin mencari nafkah. Hukuman FIFA hanya akan membuat timnas dan klub Indonesia tidak dapat bermain dengan tim asing di mana pun.

    Tetapi konon sanksi malah akan menguntungkan KPSI karena mereka jadi punya kambing hitam. Di sinilah suporter dan pemangku kepentingan sepak bola Indonesia harus memainkan peran. Ayo tuntut pengelolaan sepak bola yang benar.

    Mintalah hiburan dan pertunjukan pertandingan bermartabat. Bukan yang asal tebas kaki dan main pukul tanpa dihukum wasit. Mintalah klub untuk berbenah. Bahkan bila perlu, ajukan mosi tak percaya dengan absen ke stadion (meski ini sangat sulit diharapkan karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan).

    Bila penonton, suporter atau mereka yang di luar kepengurusan ikut membiarkan sepak bola Indonesia terus memburuk, maka lebih baik sepak bola Indonesia dilipat.

    Tutup saja sepak bola prestasi Indonesia. Menyerahkan sepak bola Indonesia ke tangan mereka yang tengah berkonflik saat ini sungguh hanya kesia-siaan.


    12ji made mahou wa tokenai, garasu no kutsu wa nugimasen. SKE no kasumisou, Matsui Rena desu.


  5. #1265
    pelanggan tetap karst's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    benteng speelwijk
    Posts
    1,046
    ini pahlawan sesungguhnya

    Bola.net - Keyakinan akan bebasnya Indonesia dari sanksi FIFA juga datang dari Ketua KPSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya upaya lobi kuat yang dilakukan dua anggota tim task force bentukan Menpora, Rita Subowo dan Agum Gumelar lah yang membuat Indonesia urung kena banned.

    Hal itu diutarakan La Nyalla siang tadi di Kantor KONI Jatim, Jumat (14/12)."Saya yakin, Insya Allah Indonesia tidak akan disanksi, karena sudah ada lobi Bu Rita dan Pak Agum dengan Seep Blatter. Sekarang keduanya menemui Presiden FIFA itu," katanya.

    Selama ini, menurutnya, komunikasi tim task force dengan Seep Blater sangat bagus. Sehingga, kecil kemungkinan Indonesia akan dibanned FIFA. Kalaupun kena banned, maka tidak akan lama waktunya.

    Yang diyakini La Nyalla akhirnya tercipta. FIFA resmi urung menjatuhkan sanksinya pada hari ini. "Itu yang kerja keras task force, bukan PSSI Djohar (Arifin Husin)," sambung La Nyalla.

    "Kita (KPSI) tetap mempercayakan sepenuhnya kepada task force, karena sejak awal kita mendukung task force. Kita sudah punya langkah dan task force juga sudah punya langkah," tambahnya.

    source
    ---------- Post Merged at 03:36 PM ----------

    ini pahlawan sesungguhnya

    Bola.net - Keyakinan akan bebasnya Indonesia dari sanksi FIFA juga datang dari Ketua KPSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya upaya lobi kuat yang dilakukan dua anggota tim task force bentukan Menpora, Rita Subowo dan Agum Gumelar lah yang membuat Indonesia urung kena banned.

    Hal itu diutarakan La Nyalla siang tadi di Kantor KONI Jatim, Jumat (14/12)."Saya yakin, Insya Allah Indonesia tidak akan disanksi, karena sudah ada lobi Bu Rita dan Pak Agum dengan Seep Blatter. Sekarang keduanya menemui Presiden FIFA itu," katanya.

    Selama ini, menurutnya, komunikasi tim task force dengan Seep Blater sangat bagus. Sehingga, kecil kemungkinan Indonesia akan dibanned FIFA. Kalaupun kena banned, maka tidak akan lama waktunya.

    Yang diyakini La Nyalla akhirnya tercipta. FIFA resmi urung menjatuhkan sanksinya pada hari ini. "Itu yang kerja keras task force, bukan PSSI Djohar (Arifin Husin)," sambung La Nyalla.

    "Kita (KPSI) tetap mempercayakan sepenuhnya kepada task force, karena sejak awal kita mendukung task force. Kita sudah punya langkah dan task force juga sudah punya langkah," tambahnya.

    source
    "JAWABNYA ADA DI UJUNG LANGIT"

  6. #1266
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    kenapa kasus PSSi sama brunei, FIFA beda ngatasinnya ya?
    mungkin dulu brunei ga nego2 fifa pas mau diban
    beda ama indonesia yang sok2an, tapi begitu mau dihukum langsung ngemis minta pengampunan

    ---------- Post Merged at 03:44 PM ----------

    Selama ini, menurutnya, komunikasi tim task force dengan Seep Blater sangat bagus. Sehingga, kecil kemungkinan Indonesia akan dibanned FIFA. Kalaupun kena banned, maka tidak akan lama waktunya.
    ini si nyala pernah ngikutin kasus2 federasi yang kena banned gak sih?
    setau gw, kalo federasi kena banned gara2 ada kekisruhan, ntar banned nya ya berlaku sampe federasi yang bersangkutan bisa menyelesaikan masalahnya. itu pun ntar juga musti minta persetujuan dulu dari fifa.

    kalo misal indonesia di banned satu tahun (anggap saja omongan si nyala bener), tapi dalam satu tahun ga bisa menyelesaikan dualismenya, apa gunanya di banned?


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  7. #1267
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Gue rasa mereka nego harga biar indonesia gak dihukum..FIFA juga bukannya bersih2 amat..

  8. #1268
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by opi77 View Post
    Gue rasa mereka nego harga biar indonesia gak dihukum..FIFA juga bukannya bersih2 amat..
    serius gw pikir begini juga
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  9. #1269
    kalo dimata gw sih kurang masuk akal kalo mereka nyuap fifa biar ga dihukum....
    duit yang muter di fifa itu gede banget.....memangnya berapa modal pssi ato pemerintah buat nego ama fifa? apa mereka punya sejumlah duit yang bisa bikin fifa goyah?


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  10. #1270
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    FIFA gak takut ya isu nyogok jadi berkembang?

  11. #1271
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    nyogok menyogok di FIFA bukannya udah biasa yah...kasus bin hamman mo jadi presiden FIFA lawan presiden sekarang gak jadi gara2 bin hamman kena kasus korupsi..ntah bener atau cuma permainan gak tau dah...

    trus komite FIFA juga ada yang ketauan terima duit bukan pas acara bid tuan rumah piala dunia kalo gak salah...modal Indonesia kua kan duitnya dari AP bukan dari kas PSSI sendiri..

  12. #1272
    pelanggan Melonpan's Avatar
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    Shunshine Sakae
    Posts
    465
    Januari, AFC Turun Tangan

    Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) berencana untuk mengunjungi Indonesia pada Januari 2013. Hal itu disampaikan ketua tim task force, Rita Subowo menanggapi keputusan FIFA yang tidak jadi menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia.

    Dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA di Tokyo, Jepang, Jumat (14/12/2012), FIFA tak menjatuhkan sanksi kepada PSSI. Mereka akan menyerahkan kembali penyelesaian masalah dualisme sepak bola Indonesia kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

    “Tadi, Presiden AFC (Zhang Jilong) mengatakan kepada saya kalau akan datang awal Januari. Saya sudah memberitahukan jadwal dan apa yang harus dipersiapkan,” ujar Rita saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat petang.

    Rita mengatakan, kedatangan AFC tersebut diharapkan bisa menyelesaikan sejumlah masalah sepak bola tanah air. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu berharap, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) bisa segera mencari jalan bersama-sama untuk menyelaraskan perbedaan.

    “Saya meminta dalam waktu dekat ini, mereka dapat memberi masukan yang jelas apa yang tidak sesuai untuk persatuan dan kesatuan ini. Mana yang masih bisa dinegosiasikan, sehingga perbedaan itu bisa disatukan,” kata Rita.

    FIFA memberi tenggat waktu kepada Indonesia hingga 10 September lalu untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut. Jika dinilai gagal, FIFA akan menjatuhkan sanksi seusai menggelar pertemuan di Tokyo, Jumat ini.

    Namun, dalam keputusannya hari ini, FIFA akan memperpanjang deadline untuk menyelesaikan sepak bola Indonesia. FIFA dikabarkan akan kembali menggelar rapat Exco pada 13 Februari 2013, sementara PSSI diberi tenggat waktu hingga rapat Exco berikutnya pada 30 Maret 2013.
    Pemerintah Siap Bubarkan KPSI

    Pemerintah melalui Pelaksana Tugas (Plt) Menpora, Agung Laksono menyatakan akan terus membantu sepak bola Indonesia agar bisa masuk ke arah yang lebih baik, menyusul berbagai konflik yang tak kunjung usai hingga saat ini. Pemerintah, katanya, akan mendukung penuh seluruh proses penyelesaian, termasuk membubarkan KPSI untuk mengakhiri dualisme sepak bola di tanah air.

    Pernyataan Agung itu diungkapkan menanggapi keputusan FIFA yang memperpanjang deadline bagi Indonesia untuk membenahi berbagai masalah sepak bolanya. FIFA akan menyerahkan kembali penyelesaian masalah dualisme sepak bola Indonesia kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan memberi tenggat waktu hingga 30 Maret 2013.

    Agung mengungkapkan, tim task force saat ini tengah menyusun sejumlah formula untuk kembali menyatukan sepak bola Indonesia yang saat ini sudah pecah akibat pertikaian PSSI dan KPSI. Ia berharap agar kedua kubu dapat menggunakan momentum keputusan FIFA itu untuk saling berbenah diri.

    “Tim task force tetap berjalan. Mereka sedang membuat formula-formula terbaik untuk menyelesaikan permasalahan sepak bola Indonesia. Jika itu (membubarkan KPSI) adalah salah satu langkah terbaik, pemerintah akan mendukung. Tapi, kita serahkan sepenuhnya penyelesaian ini kepada task force, bagaimana yang terbaik,” ujar Agung kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (14/12/2012) malam.

    Meski demikian, Agung kembali menegaskan tim task force akan tetap berkoordinasi dengan FIFA dan AFC agar langkah-langkahnya tidak dinilai sebagai bentuk intervensi dari pemerintah. Politisi Partai Golkar ini, berharap agar seluruh pihak yang terkait bisa sadar dan lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kelompoknya masing-masing.

    Hati-hati
    Secara terpisah, Ketua tim task force, Rita Subowo mengatakan pihaknya akan hati-hati untuk membantu menyelesaikan persoalan dualisme sepak bola Indonesia. Meski mempunyai kewenangan yang diatur dalam Undang-Undang Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional No. 3 Tahun 2005, task force tidak bisa serta merta membubarkan salah satu pihak yang bertikai.

    “Ada pasal 122 dan 121 dalam UU itu di mana dalam hal-hal tertentu pemerintah berhak untuk menyelesaikan persoalan yang ditimbulkan dengan adanya konflik. Dalam UU itu jelas kewenangan itu dibenarkan. Hanya saja dalam hal ini, kita jangan seakan-akan ada intervensi,” kata Rita.

    Adapun, dalam Pasal 121 disebutkan, “Dalam rangka efektivitas pengawasan, Menteri, gubernur, dan bupati atau walikota dapat mengenakan sanksi administratif kepada setiap orang atau organisasi olahraga yang melakukan pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.”

    Juga ditambah lagi, “Pengenaan sanksi administratif pada tiap pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan tingkat nasional dilaksanakan oleh Menteri.”

    Sementara, dalam pasal 122 disebutkan, “Bentuk sanksi administratif dimaksud meliputi peringatan, teguran tertulis, pembekuan izin sementara, pencabutan izin, pencabutan keputusan atas pengangkatan atau penunjukkan, atau pemberhentian, pengurangan, penundaan, atau penghentian penyaluran dana bantuan, atau kegiatan keolahragaan yang bersangkutan tidak diakui.”

    “Kita akan gabungkan antara kewenangan pemerintah di tanah air dengan statuta FIFA yang memungkinkan untuk menyelesaikan, karena tidak mungkin dua institusi yang berselisih salah satu jadi pemenang. Jadi, harus ada pihak lain yang menyelesaikan,” beber Rita.

    Ia melanjutkan, pihaknya tidak ingin masalah dualisme sepak bola Indonesia berlarut-larut. Rita pun berencana terus melakukan pendekatan dengan FIFA dan AFC agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan. "Jangan kita tinggal begitu saja karena situasinya nanti akan menjadi lebih buruk,” tegasnya.

    PSSi sendiri selama ini menggangap KPSI sebagai organisasi tidak resmi karena FIFA hanya mengakui mereka. FIFA pun beberapa waktu lalu sudah menegaskan bahwa induk resmi sepak bola Indonesia berada di bawah PSSI. Sementara,KPSI pun mengklaim sama, karena menilai mempunyai pemilik suara (voter) yang sah di Kongres Solo.
    semoga pemerintah ga asal omong doang


    12ji made mahou wa tokenai, garasu no kutsu wa nugimasen. SKE no kasumisou, Matsui Rena desu.


  13. #1273
    kalo Gus Dur masih idup, pasti dia bilang "Bubarin aja KPSI. Gitu aja repot" Tapi emang orang Indo lebih suka ngulur2 masalah... ini pemerintahnya gak bisa ambil keputusan.

  14. #1274
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    mau PSSI atau KPSI...harusnya dua2nya dibubarin aja...gak ada bagus2nya semuanya...tapi repotnya kalo dibubarin semua ntar pada bikin PSSI/KPSI lainnya...orang indonesia merasa dirinya paling bener dan orang lain semua salah...susah dech

  15. #1275
    pelanggan Melonpan's Avatar
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    Shunshine Sakae
    Posts
    465
    kalo mau persoalan seleai, singkirkan semua itu petinggi2 PSSI ama KPSI...


    12ji made mahou wa tokenai, garasu no kutsu wa nugimasen. SKE no kasumisou, Matsui Rena desu.


  16. #1276
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^yak! genti sama yang bener2 cinta bola

  17. #1277
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    kayanya gak ngaruh juga dech...liat aja sejarahnya PSSI vs KPSI...dulu AP bikin LPI trus pas NH diturunin yang menang kubunya AP bilank LPI kompetisi resmi trus kubunya NH bikin tandingan KPSI dengan LSInya...

    kalo dua2nya dibubarin ada jaminan gak mereka gak bakal bikin PSSi tandingan dan kompetisi tandingan...kalo gak ada jaminannya susah juga sich mo selesai nich kasus...selama masih pegang ego masing2 dan gak mo ngalah yah bakal gelap trus..

  18. #1278
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Gw dah gedeg banget sama perseteruan PSSI-KPSI, males komen sih sebenernya
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  19. #1279
    pelanggan tetap karst's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    benteng speelwijk
    Posts
    1,046
    Quote Originally Posted by opi77 View Post
    kayanya gak ngaruh juga dech...liat aja sejarahnya PSSI vs KPSI...dulu AP bikin LPI trus pas NH diturunin yang menang kubunya AP bilank LPI kompetisi resmi trus kubunya NH bikin tandingan KPSI dengan LSInya...

    kalo dua2nya dibubarin ada jaminan gak mereka gak bakal bikin PSSi tandingan dan kompetisi tandingan...kalo gak ada jaminannya susah juga sich mo selesai nich kasus...selama masih pegang ego masing2 dan gak mo ngalah yah bakal gelap trus..
    ini nih yang gw setuju , biar kata dibubarin pasti tetep aja nanti ada pssi pssian lagi
    apalagi yang mau jadi presiden , pssi pasti jadi kendaraan politik yg bagus
    "JAWABNYA ADA DI UJUNG LANGIT"

  20. #1280
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Semangat Sumpah Pemuda 1928 nya gak ada nih... mentang-mentang di Sumpah tersebut gak kata-kata "Kami putra dan putri Indonesia, bersepak bola satu, sepak bola Indonesia". Makanya kisruh
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

Page 64 of 84 FirstFirst ... 1454626364656674 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •