Sebetulnya tidak aneh juga. Selama ini banyak orang mengira nyaris semua penduduk di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara itu beragama Islam. Namun sebenarnya ada kantung-kantung dimana populasi non muslim cukup signifikan. Di antara kantung-kantung tersebut adalah Lebanon dan Palestina.
Untuk Lebanon, berdasarkan sensus tahun 1932, sebanyak 54% dari penduduk beragama Kristen. Persentase ini menurut CIA Factbook kemudian menurun menjadi 39,5%. Menurut riset terbaru sekarang persentase penduduk Kristen naik sedikit menjadi 41%. Penurunan drastis tersebut terjadi karena migrasi besar-besaran orang Kristen ke negara-negara barat pada masa kacau. Selain itu pertambahan penduduk penduduk Kristen jauh lebih sedikit daripada penduduk muslim. Rata-rata keluarga kristen mempunyai anak lebih sedikit daripada keluarga Islam.
Situasi di Palestina juga kurang lebih sama. Banyak orang Kristen Palestina yang mengungsi, biasanya ke negara-negara barat. Yang tetap tinggal di Palestina, baik di Jalur Gaza, Tepi Barat, maupun daerah-daerah yang diperintah Israel, mempunyai jumlah anak yang relatif sedikit sehingga persentase mereka merosot dibanding pemeluk Islam dan Yahudi. Yang agak konstan jumlahnya mungkin penganut Druze.
Itu kan logis menurut anda. Begini saja, saya ambil contoh Malaysia. Di dalam pikiran orang Malaysia, yang namanya Melayu itu identik dengan Islam. Jadi kalau ada Melayu yang non Islam itu berarti anomali yang luar biasa. Logika seperti itu tidak masuk di benak orang Indonesia. Penduduk Indonesia yang mayoritas sub-ras Melayu (walaupun secara etnis menyatakan diri bukan Melayu) memang mayoritas beragama Islam, namun di kantung-kantung tertentu, yang non Islam cukup dominan.Palestina juga didominasi oleh Arab, yang secara logisnya mayoritas beragama Islam.
Sesuatu yang belum pernah anda dengar atau lihat, bukan berarti tidak ada kan ? Ajaib sekali kalau anda belum pernah mendengar nama Edward Said [Idwārd Wadīʿ Saʿīd] seorang professor Palestina di Columbia University yang beragama Kristen. Pendapatnya banyak dikutip di media massa, termasuk media di Indonesia, misalnya Kompas. Tokoh-tokoh lain yang merupakan diaspora Palestina misalnya Joe Hockey [Politisi Australia], Antonio Saca [Mantan Presiden El Savador], Justin Amash [Politisi AS dari Partai Republik], George Saliba [Profesor di Columbia University], Joseph Massad [juga Profesor di Columbia University], Karl Sabbagh [Jurnalis Inggris], Mubarak Awad [Pendiri Nonviolence International].Kalau memang 50% penduduk Palestina itu non-muslim, kenapa tidak ada tokoh Palestina yang beragama Kristen hingga saat ini?
Tokoh Palestina yang beragama Kristen yang tinggal di Palestina misalnya Karim Khalaf [Mantan walikota Ramallah], Janet Mikhail [Walikota Ramallah], Victor Batarseh [Walikota Bethlehem], Elias Bandak, Hanna Nasser, Elias Freij [Ketiganya adalah mantan walikota Bethlehem], George Habash [Pendiri Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) dan Arab Nationalist Movement (Harakat al-Qawmiyyin al-Arab), Hanan Ashrawi [Politisi Palestina, Jurubicara Arafat], Nayif Hawatmeh [Politisi Palestina], Afif Safieh [Duta Besar Palestina untuk Rusia], Joudeh George Murqos [Mantan Menteri], Kamal Nasser [Tokoh PLO]. Daftar ini bisa panjang sekali. Intinya adalah banyak sekali tokoh-tokoh Kristen Palestina. Tentu saja ada lebih banyak tokoh-tokoh Palestina yang beragama Islam karena faktanya saat ini jumlah orang Kristen jauh di bawah jumlah orang Islam.
jadi sekarang persentase nya 75% muslim?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Kalau yang dihitung hanya Tepi Barat (termasuk Jerusalem Timur] dan Jalur Gaza, memang persentasenya 75%. Dalam CIA Factbook yang dihitung sebagai penduduk Palestina adalah penduduk dari kedua wilayah tersebut.
Selain di Tepi Barat dan Jalur Gaza, ada hampir 1,5 juta orang Arab yang tinggal di wilayah yang diperintah langsung oleh Israel, seperti misalnya Tel Aviv, dsb. CIA Factbook memasukan mereka sebagai penduduk Israel, bukan Palestina.
Nah, ini maksudnya. Saya tahu tokoh2 Palestina yang kristen kok. dan saya juga tahu bahwa tidak semua bangsa Arab itu Muslim. Masalah kantung2 tertentu, tidak menjadikan Palestina menjadi negara dengan mayoritas penduduk non-Islam. di Indonesia bagian timur juga isinya mayoritas Kristen, tapi secara keseluruhan Indonesia tetap negara dengan mayoritas penduduk Islam.
Lagipula, kita bicara Palestina pada saat ini dan tidak merujuk ke penduduk Palestina yang berdiaspora ke luar negeri. Hence, mayoritas penduduk Palestina saat ini itu ya beragama Islam.
See? I rest my case.
---------- Post Merged at 10:04 AM ----------
tentu harus dibedakan antara orang Arab dan penduduk Palestina donk.
ketika mereka Arab, tak berarti mereka orang Palestina juga. Apalagi ada beberapa partai Arab yang memiliki kursi di Knesset (United Arab List-Ta'al, Arab Democratic Party, Hadash, dll). Bukan hal yang tidak lazim ketika ada orang Arab yang berkewarganegaraan Israel.
jadi wajar saja kalau CIA Factbook memasukkan mereka sebagai warga negara Israel, bukan Palestina.