Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 47

Thread: Buku Bulan Mei: The White Castle (Orhan Pamuk)

  1. #21
    Ikutan.
    Tapi saya harus ubek2 kardus dulu...

    Dulu sempat baca sekilas (saya biasa membaca sebuah buku berkali-kali,
    pertama sekilas, kedua lebih serius, ketiga lebih lagi)

    Salah satu karya Orhan Pamuk yang saya suka itu
    ISTANBUL, memoarnya.

    Liris, sendu, puitis. Seolah dibawah menyisir Istanbul.
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  2. #22
    nb: sembari membaca buku bulan Mei, mod siapin buku bulan Juni dong
    biar kita siap2..Maksudnya, info buku apa.
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  3. #23
    ^ ini masih tanggal 11-an

    entar kalo udah masuk kepala 2, mulai di buka polling agi. sementara baca yg ini dulu, biar dikit yg ngeles

    *padahal saya juga belum nyampe tengah buku*
    you can also find me here

  4. #24
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    eh, saya baru baca bab 1 nih
    ngomong2... pasha itu apa sih?

  5. #25
    pasha itu vokalis band ungu

    tergantung konteks pemakaiannya. kalo nama, artinya laut (bahasa Yunani). Tapi, utk konteks di novel ini, Pasha adalah sebutan/gelar kebangsawanan (politis) tertinggi di kerajaan turki ottoman (mungkin setara gubernur, jenderal, dsb)
    you can also find me here

  6. #26
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    oooo... oke
    iya, saya tadinya kirain nama karakter. tapi dari cara penggunaan istilahnya, sepertinya itu mempunyai arti laen..

    sejauh ini cukup menarik. baru kebaca halaman pertama bab 2 (ga sempat baca lebih jauh karena kereta sudah sampe destinasi ). cuman saya kadang ada masalah dan harus baca berulang2 kalimatnya, ntah susunannya yang kepanjangan dan saya tersesat kehilangan sang subjek dalam kalimatnya ato pada dasarnya kurang begitu ngerti ato kurang fokus

  7. #27
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    ok, saya skarang lagi di bab 3 hampir bab 4 sempetin baca dikit waktu nunggu pesawat di bandara

    gimana nih dengan yang laen? dan gimana komennya sejauh ini?

  8. #28
    pelanggan tetap komporminyak's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,243
    belum sempat review,
    lumayan liris mendayu-dayu yah.
    - just call me kokom -

    Shinken & Fude… Jalan pedang dan jalan kuas, antara keharmonisan dan kekerasan kehidupan yang melebur untuk meraih kemurnian yang sempurna…
    I get to actually experience what it would be like to be a psycho, which is not a fun one. For me, it suits me. It suits my personality.

  9. #29
    Kokom udah kelar? *ngumpet dibalik poon coz bacaan saya lum kelar, keselang-seling ma buku laen
    you can also find me here

  10. #30
    Barista DH1M4Z's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kutaradja
    Posts
    818
    udah kelar lihat covernya..., bagus banged

    dengan cover dan lay out yang menarik akan menarik perhatian konsumen untuk membeli

    Meski tlah jauh....

  11. #31
    *pasang detektor GPS di baju om Dhimaz*

    ditunggu ripiyunya Gan
    you can also find me here

  12. #32
    pelanggan tetap komporminyak's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,243
    Quote Originally Posted by E = mc² View Post
    Kokom udah kelar? *ngumpet dibalik poon coz bacaan saya lum kelar, keselang-seling ma buku laen
    emang repiew kudu kelar semua yak

    belum euy?!! masih jauuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    - just call me kokom -

    Shinken & Fude… Jalan pedang dan jalan kuas, antara keharmonisan dan kekerasan kehidupan yang melebur untuk meraih kemurnian yang sempurna…
    I get to actually experience what it would be like to be a psycho, which is not a fun one. For me, it suits me. It suits my personality.

  13. #33
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Review saya sejauh ini, kesanku orangnya (ato penulisnya) lumayan peka, jeli mengamati, dan menguraikan sifat2 manusia ya sifat hoja ini sifat yang lumayan sering kita temukan di kehidupan sehari2

  14. #34
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Aku sedikit kecewa betapa minimnya dialog di novel ini. Setiap ucapan dituliskan menggunakan bentuk tak langsung dan dinarasikan oleh protagonisnya. Mungkin disengaja oleh Parmuk agar mengesankan bahwa ini tulisan yang ditulis berdasarkan kenangan.

    Karakter Hoja adalah antitesis Hypatia dalam film Spanyol Agora. Hoja dan Hypatia sama-sama cerdas, punya semangat ingin tahu dan haus akan pengetahuan. Tetapi Hypatia versi Amenabar seorang apolitis sementara Hoja di kisah ini memiliki motivasi politik yang kuat. Motivasi politik ini pula tampaknya yang membuatnya menyamarkan sang budak (narator) dari perhatian orang lain dan cemburu ketika ada orang lain, baik itu Pasha atau Sultan, menaruh perhatian pada sang budak.

    Beberapa bagian dari kisah Hoja mengingatkanku pada skenario A Beautiful Mind-nya Akiva Goldman. Seorang ilmuwan yang diminta oleh penguasa bantuannya kemudian diabaikan begitu saja, dan harga dirinya yang tinggi, keinginannya untuk terus terlibat dalam urusan pemerintahan membuat kewarasan dua tokoh beda media ini mulai goyah.

    Cerita ini bisa diakhiri ketika alat perang yang dijanjikan gagal tetapi sebuah bab tambahan di akhir tampaknya sengaja ditaruh oleh Parmuk untuk membuat nuansa misteri.

  15. #35
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ini thread apa sih?


    *kabur*
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #36
    Barista DH1M4Z's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kutaradja
    Posts
    818
    manteb neh buku...... (biar tambah semangad untuk membacanya)

    sudah mulai halaman demi halaman di bab 1

    :banana:
    Meski tlah jauh....

  17. #37
    pelanggan tezar's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    499
    ayo mulai bahas buku bulan juni

  18. #38
    hahaha.. baiklah. tretnya udah saya buka
    you can also find me here

  19. #39
    Saya copy-paste saja tinjauan umum saya atas buku ini, dari blog buku saya sendiri :

    Buku ini cocok bagi pembaca tekun nan tabah. Jangan mengharapkan plot dramatis dan ketegangan. Saya bertaruh, kebanyakan pembaca di dunia ini akan jemu dengan gaya seperti ini. Namun jika seseorang pada akhirnya mampu menghabiskannya, saya pikir akan menangkap nuansa liris dan sendu, dua kata sifat yang yang selalu ada di benak saya ketika membaca karya-karya Orhan Pamuk ( anda sudah membaca Istanbul yang berasa impresionistik itu ?).


    Mengambil latar masa menjelang kejatuhan Imperium Ottoman, cerita ini dimulai ketika sebuah kapal yang berlayar dari Venesia ke Napoli, diserbu pasukan Turki. Sang Narator beserta kru kapal ditangkap. Ia berasal dari Venesia, menguasai sains terkhusus astronomi. Oleh situasi dan berbekal pengetahuan anatomi tubuh manusia, ia kerap berpraktik sebagai dokter dan berhasil memperoleh kepercayaan orang-orang sekitarnya.


    Pada akhirnya ia bertemu hoja (master, guru), seseorang yang kemudian menjadi Sang Majikan, memiliki hasrat membara terhadap ilmu pengetahuan, gelisah, melulu bereksperimen, bujang lapuk, semena-mena terhadap Sang Budak.


    Baik Sang Majikan dan Budak adalah cendekiawan. Saya merasakan mereka bak cendekiawan mbambung yang membutuhkan lembaga dan dukungan finansial Selain sama bernafsu terhadap berbagai penemuan dan eksperimen, keduanya pun mirip secara fisik.

    Ada kejengahan dan manipulasi dalam relasi keduanya. Dinamika relasi ini dituturkan sepanjang cerita. Sang Majikan mencoba menggali pengetahuan Sang Budak. Sang Budak menyembunyikan pengetahuannya. Tarik ulur terjadi.


    Hidup bersama bertahun-tahun, kebencian dan rasa membutuhkan naik-turun. Situasi politik Kekhalifahan Turki berimbas pada karier dan nasib keduanya.


    Awalnya saya mengira kisah pertukaran identitas kedua lelaki ini akan mengambil porsi banyak. Dua orang serupa bertukar identitas, bukankah menarik ? Sang Majikan, Si Hoja itu, pergi ke kampung halaman Sang Budak, mengaku-aku, lalu menikahi tunangan Sang Budak. Sang Budak akan memata-matai simetri dirinya itu.


    Namun soal itu diceritakan sekilas di ujung penghabisan. Pengarang tidak berminat sinetron semacam itu. Eksplorasi novel ini adalah relasi Sang Majikan-Budak dalam sepotong sejarah Turki : intrik kekuasaan, ambisi-ambisi orang-orang seputar Sultan, kekuasaan ilmu-pengetahuan, modernisasi teknologi, dogma agama yang dijadikan mainan kekuasaan.


    Novel ini sangat minim dialog. Seingat saya hanya ada tidak lebih sepuluh kalimat langsung. Gaya penceritaan sudut pandang orang pertama, Aku Sang Budak.


    Yang jelas butuh kesabaran membaca novel berplot lurus-datar ini. Kabar baik-nya, nuansa Turki (yang bagi saya eksotis) terasa kental, membawa pembaca ke masa ketika negara itu terjerembab setelah pernah menjadi penguasa
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  20. #40
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    pantes aku ga beranjak dari bab satu, ternyata memang butuh kesabaran toh bacanya (dan aku orang yang ga sabaran) -> cari2 alasan
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •