Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 44

Thread: Juki marah2 gara2 pidio dpr jalan2 dengan ngaku dinas masuk ke yutub

  1. #1
    pelanggan tetap silverjade's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    589

    Juki marah2 gara2 pidio dpr jalan2 dengan ngaku dinas masuk ke yutub

    Ketua DPR Tuduh KBRI Jerman Penyebar Video Studi Banding
    BERITASATU.COM - Marzuki Alie mengancam akan melaporkan kepada Menlu terkait dugaan Kedubes RI Jerman sengaja mengerjai anggota DPR dari Komisi I.
    Ketua DPR RI Marzuki Alie menuding Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Jerman telah menyebarkan video kegiatan anggota DPR Komisi I selama melakukan studi banding di Jerman.
    "Ini ada apa dengan Duta Besar Indonesia yang ada di Jerman? Kok di Jerman selalu begitu? Berarti ada sesuatu yang salah dengan Duta Besar kita di sana. Dan saya dengar masih perlu dibuktikan ada indikasi ke sana mau mengerjai anggota DPR," kata Marzuki, saat ditemui di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (26/11).
    Menurut Marzuki, video kegiatan anggota Komisi I yang diunggah di YouTube itu bukanlah hasil liputan PPI Jerman. Video tersebut, kata dia, merupakan hasil rekaman yang dimiliki Kedubes RI di Jerman. "Itu liputan daripada staf Kedubes. Ada apa dengan staf Kedubes kita?" tukas dia.
    Marzuki mengancam akan melaporkan hal ini kepada Menteri Luar Negeri (Menlu), terkait dugaan Kedubes RI Jerman yang menurutnya telah mengerjai anggota DPR dari Komisi I.
    "Saya sudah SMS tadi pagi pada menteri (Menlu), untuk diteliti dan lihat, mengapa ada kejadian ini. Jelas kok anggota, DPR siap berkomunikasi. Tapi kok dibilang tidak?" ungkap dia.
    Untuk diketahui, PPI Jerman mengunggah sebuah video anggota DPR Komisi I yang melakukan studi banding terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Keinsinyuran. Nyatanya selama di Jerman, anggota DPR tertangkap kamera tengah berbelanja di sejumlah pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah Hayono Isman dari Partai Demokrat yang terlihat tengah membeli dasi.
    Selain itu, PPI Jerman juga menolak kehadiran anggota DPR, karena kunjungan kerja yang dilakukan dinilai salah alamat. Hal itu karena institusi yang dikunjungi oleh DPR diketahui tidak ada kaitan dengan keinsinyuran. Institusi yang didatangi oleh angota DPR ternyata adalah lembaga yang mengurusi standarisasi produk.
    http://id.berita.yahoo.com/ketua-dpr...105122789.html

    Pidio aslinya dah ga bisa diakses, tapi ada yang ini
    http://www.youtube.com/watch?v=py9g0TIm6vY
    ----------------------------------------------------------
    Bukannya malah bagus ya ada yang ngebocorin....jadi ada bukti kelakuan DPR seenaknya pake uang rakyat

  2. #2
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    gw cari pidionya juga lom dapet

  3. #3
    pelanggan tetap silverjade's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    589
    Emang yang asli dah ga bisa diakses

    MERDEKA.COM, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman mengunggah video 'pelesiran' belasan anggota DPR ke Jerman beberapa waktu lalu ke Youtube. Dalam video yang berdurasi 16 menit tersebut terlihat aktivitas para wakil rakyat itu saat berada di Jerman.

    Namun, saat ini video tersebut sudah tak lagi dapat disaksikan. Saat merdeka.com, Selasa (27/11) pagi, mencoba mencari video dengan tajuk 'Fakta Kunker Baleg DPR-RI ke DIN (Deutsches Institut für Nörmung)' itu di Youtube, yang tampil hanya sebuah layar gelap dengan tulisan 'This video is private.'

    Padahal, Senin (26/11) sekitar pukul 19.45 WIB, video tersebut masih dapat disaksikan. Dalam video tersebut terekam saat 11 anggota DPR rapat dengan DIN di Jerman. Pertemuan dengan DIN tersebut terjadi pada 19 November lalu sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

    Namun saat rapat berlangsung terlihat sebagian anggota DPR ternyata kurang menguasai bahasa Inggris, sehingga pada saat rapat berlangsung mereka meminta translator kepada pihak KBRI yang dikoordinasikan secara mendadak. Dari hasil investigasi PPI, pertemuan antara anggota Baleg DPR dengan DIN terkesan dipaksakan dan tanpa persiapan dengan baik.

    Dalam teks yang ditampilkan dalam video tersebut juga dituliskan bagaimana jalannya rapat yang terkesan tidak dipersiapkan dengan baik. Bahkan dua anggota DPR juga terlambat mengikuti rapat.

    Kunjungan kerja belasan anggota Badan Legislatif DPR itu diakui dalam rangka studi banding terkait RUU tentang Keinsinyuran.

    Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie menduga Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Jerman 'mengerjai' para anggota DPR tersebut. Marzuki menduga Kedubes RI memberikan foto dan video tentang aktivitas anggota DPR kepada Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

    "Berati ada sesuatu yang salah dengan duta besar kita di sana, dan saya dengar tapi masih perlu dibuktikan, ada indikasi ke sana, mau mengerjai anggota DPR. Itu indikasinya," ujarnya di sela-sela Konferensi Internasional 'Principles Anti-Corruption Agencies' di JW Marriott, Jakarta, Senin (26/11).

    Marzuki telah melaporkan hal itu kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa. Seharusnya, Kedubes memfasilitasi para mahasiswa ketika bertanya soal Kunjungan Kerja Anggota DPR.
    http://<a href="http://id.berita.yah...38090.html</a>

  4. #4
    ketua DPR pasti mengerti konstitusi dan birokrasi yang benar ya..
    untuk meminta penyelidikan, dibutuhkan surat yang jelas, bukan sms.
    atau sekarang sms sudah termasuk jalur birokrasi DPR?
    wah canggih betul ya?
    Four tines is a fork. Three tines is a trident. One is for eating, one is for ruling the seven seas.

  5. #5
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    kemarin udah liat, 15 menitan.
    PPI di Jerman selalu kritis, kunjungan DPR sebelumnya kena protes dan disebut kampungan,
    sekarang kegiatannya diungkap. makanya anggota DPR kalau mau liburan gratis pilih negara
    lain aja

  6. #6
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    Marzuki juga mempermasalahkan sumber videonya, bukan isi videonya
    bedanya apa ya kalo video bersumber dari rekaman tim PPI atau staf kedubes

  7. #7
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    kalau sumbernya dari kedubes:

    sesama supir bis jangan saling mendahului


  8. #8
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    ^
    mungkin kalo dari staff kedubes, dianggap tidak bekerja sama, tidak setia kawan. eh...

  9. #9
    pelanggan tetap silverjade's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    589
    Intinya mau ngeles karena ketauan
    Nista bener sih DPR kita

  10. #10
    pelanggan
    Join Date
    May 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    346
    DPR lagi... DPR lagi... mewakili rakyat menghabiskan uang negara

  11. #11
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    ^
    rakyatnya juga sih yg nurut, disuruh bayar pajak ini itu ya mau aja

  12. #12
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    malu ya kesalahannya dibeberkan ke masyarakat
    salah kok malah nuding orang salah...
    Popo Nest

  13. #13
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    lagu lama pak....bosen denger cerita dpr jalan2 keluar negeri mulu hasilnya sama aja..

  14. #14
    pelanggan tetap silverjade's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    589
    Tapi si Juki ini dari dulu ya komennya nggak banget

  15. #15
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    hahahha,, tadi pagi gw liat neh liputan sedikit di TVone. So funny ! Juki bener2 mengkonfirmasi hal yang sebenarnya.
    PPI Jerman memang kek gitu misi-nya. Dah 10-15th terakhir suka bawa kamera dan ngikutin kegiatan pejabat.
    Terorganisir bagus, jaringan underground kuat. Dan tujuannya memang mentransparansi kinerja pemerintahan, karena persepsinya alles muss in ordnung sein. Biasanya PPI Berlin yang aktif berpolitik ginian. Jaman gw di Kiel, kite cuman wayangan, maen gitar, binge drinking, poker, ngegame PES, BBQ, party till drop. Fokus ke culture & tourism.


    Proest PPI !
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  16. #16
    pelanggan Melonpan's Avatar
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    Shunshine Sakae
    Posts
    465
    marah2nya ga masuk akal banget
    kalau ga mau kegiatan plesirannya di videoin ya jangan plesiran dong....


    12ji made mahou wa tokenai, garasu no kutsu wa nugimasen. SKE no kasumisou, Matsui Rena desu.


  17. #17
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Kalo cuma numpang belanja pas dinas seharusnya tak masalah asal pake duit sendiri. Pasti ada sesuatu sampe Juki kebakaran jenggot.
    Oh ya...hasil jalan2 yg jadi tujuan utama buat rakyat yg belum ada.

  18. #18
    pelanggan KanCrut's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Depan Komputer
    Posts
    275
    udah dibantah tuh sama PPI kalo sumbernya dari mereka bukan dari kedutaan Indonesia, sumber; http://www.youtube.com/watch?v=-w7Id3uTIYU&feature=plcp

    dan kocak si marjuki, emosi banget ngomongnya..

  19. #19
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    daripada didemo, lebih baik mengaku salah
    JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat melakukan kunjungan kerja ke Jerman pada tanggal 17-23 November 2012 dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran. Kunjungan Baleg ke Jerman ini sempat mendapat sorotan setelah ada sebuah rekaman video di YouTube yang menggambarkan bahwa salah satu tujuannya ke Deutsches Institut fur Normung (DIN) Jerman salah alamat. Pasalnya, DIN adalah lembaga sertifikasi produk dan tidak terkait keinsinyuran. Salah satu anggota Baleg yang turut dalam rombongan, Ali Wongso H Sinaga, mengakui salah alamat. Namun, ia berdalih bahwa itu hanya bagian kecil dari rangkaian kegiatan Baleg di Jerman. Menurutnya, kunjungan ke Jerman kali ini memberikan manfaat dan gambaran tentang Undang-Undang Keinsinyuran yang telah dimiliki Jerman. Apa saja hasil yang dibawa Baleg?

    "Ya banyak hal, tentu yang terkait dengan Undang-Undang Keinsinyuran, apakah itu tentang kelembagaan pendidikan, sertifikasi profesi insinyur untuk meningkatkan profesionalisme," kata Ali Wongso, Selasa (27/11/2012), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan.

    Gambaran itu, lanjutnya, didapat setelah bertemu dengan Kementerian Teknologi dan Ekonomi Jerman tingkat federal, Persatuan Insinyur di Jerman, Badan Parlemen Jerman, dan Badan Parlemen Jerman di negara bagian.

    "Mereka di sana ada standardisasi atau sertifikasi inisinyur. Tapi masih kami perlu pelajari lagi 1-2 tahun, ini kan kami baru belajar 3 hari," ujar politisi Golkar ini.

    Nantinya, kata Ali, RUU Keinsinyuran yang akan dibuat mencakup soal sertifikasi para lulusan sarjana teknik. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas insinyur Tanah Air yang terkenal rendah di dunia internasional karena ada kasus-kasus robohnya proyek pemerintah, seperti Jembatan Kutai Kertanegara dan proyek Hambalang. Dalam kunjungan ke Jerman itu, Ali Wongso mengatakan, Baleg menghimpun banyak dokumen terkait undang-undang dan kode etik insinyur di Jerman.

    "Yang lainnya, kami juga senang ternyata pemerintah di sana dan juga persatuan Insinyurnya komitmen mau bantu Indonesia. Nanti akan diteruskan oleh Pak Dubes di sana," ujarnya.

    Rombongan Baleg ke Jerman diikuti oleh sembilan anggota, yaitu Sunardi Ayub (Fraksi Hanura), Nanang Samodra (Fraksi Demokrat), Paula Sinjal (Fraksi Demokrat), Ferdyansyah (Fraksi Golkar), Ali Wongso H Sinaga (Fraksi Golkar), Indra (Fraksi PKS), Abdul Hakim (Fraksi PKS), Chairul Naim M Anik (Fraksi PAN), dan Djamal Azis (Fraksi Hanura). Kunjungan kerja ini menghabiskan biaya Rp 2,35 miliar.
    http://goo.gl/ZSmCb

  20. #20
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^kunkernya 30 menit, belanjanya 3 hari

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •