^
::nagakak2::
gw nggak bakal mau. karena satu, walopun nih cewek super seksi, tandanya biar hamil, ntar kan MLnya nggak pake kondom. kalo tuh cewek punya STD gmana?iiih serem.
itu kemungkinan pertama.
kemungkinan kedua, jangan2 tuh cewek psycho.
ketiga, tetep nggak mau. karena apa??
karena dosa.
itu klo gw cowok.
Last edited by spears; 07-10-2012 at 11:16 PM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
kalo takut kena STD ya gampang...
keluarin dulu benih2 mu di WC umum, jangan lupa bayar 1000 sama penjaganya supaya gak dijitak.
trus benih ini ditampung pake plastik bekas minum es teh yg tadi pagi lu beli di warung bu tatik itu looh en jangan lupa es tehnya diabisin dulu, jangan kebalik, masa diisi begituan dulu baru diminum... ngaco aja deh...
nah trus plastik yg sudah berisi kode2 DNA mu itu diserahkan ke cewek psyco yg pengen hamil itu, lalu dia bawa pulang dan buru2 di tetesin ke tempat2 yg seharusnya,
tak lama kemudian akan lahirlah psyco2 kecil buah keturunan kalian berdua...
Selamat mencoba![]()
gw mah ga mau...
gw pgn liat anak gw ntar...
gw malah lebih pingin anaknya drpada ortunya meski dia super sekseh. *meski gw co
tp demi seorang anak, gw rela berbagi anak dgn seorang wanita yg dipanggilnya 'ibu'
krn gw tahu dlm perkembangannya si anak dia membutuhkan figur maskulin dan figur feminin/
Kabar gembira untuk kita semua, kini tai ada ekstraknya~
tergantung agamanya. di keyakinan saya, ada fatwa yang membolehkan/mubah untuk pasangan yang
resmi suami istri dengan persyaratan tertentu. jadi kalau mau ikut program bayi tabung, sperma dan
ovum harus dari suami istri dan di rahim sang istri. diluar itu seperti pakai rahim wanita lain dilarang/
haram karena dianggap berzina.
dapet uang dengan nominal lumayan gede. dari cerita senior saya, identitas si donator disembunyikan
tapi sebagian informasi diberikan ke si recipient, misalnya ras, umur, IQ, tinggi & berat badan, riwayat
kesehatan, pendidikan, sebagian wajah (atas/bawah). si donator sendiri cuma dikasih tau kalau benih
dia dipakai, tapi ga tau siapa recipient dia.
setahu gw sih, perzinahan diatur secara detil dalamtergantung agamanya. di keyakinan saya, ada fatwa yang membolehkan/mubah untuk pasangan yang
resmi suami istri dengan persyaratan tertentu. jadi kalau mau ikut program bayi tabung, sperma dan
ovum harus dari suami istri dan di rahim sang istri. diluar itu seperti pakai rahim wanita lain dilarang/
haram karena dianggap berzina.
fiqh Islam, bahkan harus jelas dan tegas ada bukti
dan fakta "keluar masuk" nya
jadi kalau rahim seorang wanita dimasukin janin
bakalan bayi tabung, tidak jatuh hukum perzinah
an atas pemilik telur dan pemilik sperma.
aku pernah melontarkan sebuah kekonyolan.. jika Indonesia mau juara dunia dalam sepak bola, PSSI beli aja spermanya Messi dan Ronaldo.. terus, disemai deh ke wanita2 Indonesia yg minat.. xixiixxi
---------- Post Merged at 11:48 PM ----------
yg repot itu kalau nikah nanti.. lah, bapaknya entah siapa..
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
iya. mnurut gw juga bank sperma (bayi tabung) itu nggak boleh dlm agama Islam. krn utk wanita, kalau mau menikah soal walinya itu ketat bgt.
kecuali bayi tabung yg kayak inul..(sperma suaminya sendiri) itu nggak masalah. no problemo.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
Bisa pake wali hakim, tp tetep merusak silsilah. Gimana klo ternyata calon suaminya adalah saudara satu ayah?? (Krn ayahnya nggak jelas)
@startsmart : klo yg gw liat di infotainment sih, nggak disebutkan ada penyakit apa. Mereka ML ya kayak biasa. Tp ntah mengapa tuh sperma nggak nempel2 di rahim.
Gw lupa, krn spermanya berenangnya lambat, jd mati duluan sblm sampe rahim, atau emang ada ssuatu di rahim yg bikin sperma ga bs berkembang.
Lg males googling. Lg pake hp![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
dalam hal ini, menurut gw Islam menganut asas le
galitas. tidak ada larangan/dosa bila ayah biologis
menikahi anak biologis, sedang mereka tidak menge
tahuinya...
yang salah bukan konsep donor sperma, melainkan
prinsip ke-anonim-annya.
maksudnya di telur kali, Sist@startsmart : klo yg gw liat di infotainment sih, nggak disebutkan ada penyakit apa. Mereka ML ya kayak biasa. Tp ntah mengapa tuh sperma nggak nempel2 di rahim.
---------- Post Merged at 05:38 AM ----------
sepengetahuan gw, belum pernah ada contoh ke
jadian soal bayi tabung di zaman Rasullullah... jadi
menurut gw, status awalnya adalah netral.
soal Zina, definisinya kan perbuatannya yang haram,
produknya tidak haram.
hm.... ini dalam kasus istri sudah diangkat rahimnyatapi apa diperbolehkan pakai rahim wanita lain selain istri om?
karena tumor atau kanker ya? sementara Suaminya
masih kepengen punya anak? kayanya ada kemudah
an untuk menikah lagi deh, dan gw yakin ibu-ibu se
KM atau bahkan diberbagai pengajian ngga akan ma
rah kalau si suami menikah lagi dalam kasus ini![]()
kok ayah biologis menikahi anak biologis sih?
kan yang gw bilang tadi adalah, kalau cpw dan cpl nya adalah saudara kandung.
memang, selama nggak tahu, segala sesuatunya diperbolehkan. tp gw pikir lagi..masa sih hukum islam nggak ada usaha preventif untuk menghindari hal2 spt itu dikemudian hari?? (secara anak yg lahir dr hub inses biasanya cacat mental, cacat fisik, kelainan, dll...)
nah, masa sih..hukum islam nggak ada usaha preventif untuk menghindari hal2 spt itu dikemudian hari?? kayaknya nggak mungkin deh. .
dan ternyata, pertanyaanku sudah terjawab!
ternyata sudah ada fatwanya !
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia
MEMUTUSKAN
Memfatwakan :
1. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama.
2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram beraasarkan kaidah Sadd az-zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).
3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan masala~ yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.
4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari'ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.
Alhamdulillah ya...sudah jelas dmana aku berdiri
Last edited by spears; 08-10-2012 at 10:40 AM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours