Ane gak bilang gitu.
Ente nanya apa kelebihannya dibanding agama lain kan? Kelebihannya ya membuat bangsa arab lebih beradab sebelumnya. Titik.
Sekarang ente tanya soal cocok apa nggaknya islam buat indonesia itu udah beda chapter. Diatas udah titik, full stop. Jangan dikait2 in.
Agama islam itu cocok buat lingkungan apa aja. Karena agama itu peruntukannya buat manusia. Manusia dengan kondisi jiwa yg kacau, berantakan. Jadi manusianya mau hidup dimana aja, ketika jiwanya kacau ya cocok dijejelin agama.
Terus kenapa islam turunnya di arab, ya karena saat itu kondisi manusia-manusia yg butuh agama ya diarab itu. Sehingga banyak aturan2 nya juga menyesuaikan dengan lingkungan dan budaya disana.
hahahahahaaaaaaaa..pertanyaan gw nggak dijawab. speechless ni yeee Mas Pur....
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
Kalo Nabinya Perempuan kemudian tar punya anak, sementara Nabi memiliki tugas untuk berdakwah, yang merawat dan menyusui anaknya siapa.?
trus pas lagi mengandung / pasca melahirkan dimana kondisi fisik masih lemah, masa mau libur berdakwah untuk sementara.?
AFAIK jumlah Nabi yang ada di Dunia itu ga cuma ada 25, 25 itu cuma yang wajib kita Imani.Ya, tapi tidak semua manusia di bumi ketika itu tahu ada Isa, ada Musa, ada Ibrahim, dst. Nah, atas dasar apa mereka dihakimi utk masuk surga/neraka?
![]()
“Ditampakkan kepadaku umat-umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tidak bersama seorang pun.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Sewaktu Nabi Isa, Musa, Ibrahim hidup, di pelosok bumi lain juga ada Nabi.![]()
Tidak ada,
Mengapa tidak ada?
ini sama saja dengan pertanyaan, "Mengapa Allah tidak memperlihatkan wajahnya ke setiap manusia untuk meyakinkan manusia bahwa Allah itu benar ada, bukan omong kosong?".
setiap pertanyaan ada jawabannya, tetapi tidak semua pertanyaan harus di jawab.
Agama menurutku adalah petunjuk hidup bagi manusia berupa aturan-aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lainnya dan mengatur hubungan manusia terhadap alam. Agama membuat aturan mana yg boleh dan mana yang tidak boleh.
Islam adalah petunjuk bagi manusia untuk hidup selamat di dunia dan akhirat. Islam mengajarkan aturan yang mngatur hubungan dengan sesama manusia, alam dan kepada Allah SWT.
lalu bagaimana dengan orang yg tidak pernah dengar Islam?
Iblis di anggap kafir oleh Allah bukan karena tidak percaya Allah, tetapi karena menolak kebenaran yang Allah tetapkan.
Orang yang masuk neraka itu ya orang kafir. siapakah orang2 kafir itu? orang-orang kafir itu orang yang mengakui dan melihat sebuah kebenaran yg dibenarkan oleh akal dan nurainya, tetapi ia memilih menolak kebenaran itu dikarenakan tdk seusai dengan selera dan gaya hidupnya.
Jika ada orang non muslim yg tdk pernah mendengar Islam tetapi selama hidupnya selalu menerima kebenaran (aturan yg baik, ajaran yg baik) yg dibenarkan oleh akal dan nuraninya, maka kemungkinan besar ia masuk surga, begitu sebaliknya, jika ia menolak kebenaran (aturan yg baik, ajaran yg baik) di lingkungan ia tinggal karena tdk sesuai dengan nafsu dan gaya hidupnya, berarti ia telah mengkafirkan dirinya sendiri.
Jika disederhanakan. Jika agama itu adalah Aturan.. maka orang yang paling beragama adalah orang yang taat aturan, dan hidup teratur.
---------- Post Merged at 08:27 PM ----------
Kalau di jaman nabi mungkin emang repot jika perempuan hendak berdakwah.. tetapi jaman sekarang yg udah digital, tdk ada repot.. apalagi sekarang ada jasa babi sister...
Melihat penjelasan ente di atas, berarti kata "kafir" ditujukan pada mereka yg menolak kebenaran. Utk konfirmasi saja, apakah ente bermaksud mengatakan bahwa istilah "muslim" pun ditujukan pada mereka yg menerima kebenaran? Jadi, mereka yg dikenal sebagai orang Islam pun adalah kafir ketika mereka menolak kebenaran. Juga, mereka yg dikenal sebagai umat Kristen pun adalah muslim ketika mereka menerima kebenaran, begitukah?
![]()
orang kan tdk bisa pesan mau lahir sebagai muslim atau non muslim, mau lahir sebagai yahudi, atau arab... ketika takdir sudah menentukan seperti itu, mereka yg terlahir sebagai muslim atau yahudi dan tumbuh dan dibesarkan oleh keyakinan di luar Islam, apakah rasanya adil ketika mereka mati masuk neraka? sementara semasa hidup mereka, mereka membawa kebaikan bagi sekitar mereka, tdk melakukan kejahatan yg merugikan diri mereka atau orang lain... karena Allah itu punya sifat MAHA BIJAKSANA DAN MAHA ADIL, aku yakin non muslim yg hidup dng benar, dan di jalan yg benar menurut keyakinan mereka.. insya Allah masuk surga atas dasar sifat Allah yg maha adil dan maha Bijaksana...
hanya saja jika tdk ada penekanan istilah kafir atau tidak kafir... ya kacau jugalah.. harus pembeda dong.. polisi dan tentara aja punya kode etik tersendiri..
abu jahal, abu lahab, dan umar memerangi Islam, tetapi mereka tertarik dengan bacaan Al Quran, Abu jahal dan abu lahab, tdk bisa membohongi diri mereka sendiri akan kebenaran Quran dan Islam, tetapi karena mereka para tokoh yg punya kuasa besar dan punya pola hidup yg hidup buruk, wajar mereka menolak ajaran Islam, karena itu sama saja melarang mereka melakukan apa yg sudah menjadi jalan hidup mereka... sedangkan Umat ia seorang tokoh pemberani tetapi pola hidupnya tdk seburuk abu jahal gank, makanya begitu dia mendengar adiknya memabca ayat2 suci Al Quran, ia justru meminta adiknya mengantarkan dirinya ke Nabi Muhammad swa, dan akhirnya karena mendengar ayat2 suci Quran itulah Umat masuk Islam. Semua orang yg masuk Islam di jaman nabi kan bukan karena paksaan tetapi karena keyakinan bahwa apa yg dibawa nabi Muhammad saw adalah sesuatu yg dapat di terima oleh akal dan nurani mereka..
Mulut bisa bohong, ketikan bisa bohong, mata bisa bohong, penampilan bisa bohong, tetapi tdk dengan nurani dan akal pikirannya.. nafsu manusia yg sering sekali melawan kebenaran yg ada di akal dan nurani seseorang karena tdk sejalan dengan kepentingan dan pola hidupnya. Oleh karena itu, aku selalu berpendapat, siapa aja, jika ia melihat, mendengar dan mengetahui sebuah kebenaran yg dibenarkan oleh akal dan nurnainya, tetapi ia menolak, atau menutupi bahkan memerangi kebenarann itu, sesungguhnya ia telah mengkafirkan dirinya sendiri. Berbohong termasuk bagian dari prilaku kafir, karena berbohong masuk katagori menutupi kebenaran. jadi orang-orang yg suka bohong, masuk katagori orang2 kafir. seperti pemimpin2 di negeri ini, meski beragama Islam, sejatinya mereka kafir, karena suka membohongi rakyat.
baru dapat dari google..
Kafir
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kāfir (Bahasa Arab : كافر kāfir; plural كفّار kuffār) secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran.
Etimologi
Kāfir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup.
gw coba jawab dulu ya...
untuk
no.1. adakah nabi yang wanita??
jawabnya:
Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang tidak adanya seorang Rasul dari kalangan para wanita. Adapun tentang masalah apakah ada nabi dari kalangan para wanita, maka sebagian ulama berpendapat dengan adanya nabi dari kalangan para wanita diantara mereka adalah Abul Hasan As-Asy’ari, Al-Qurthubi dan Ibnu Hazm Rahimahumullah. Akan tetapi pendapat ini lemah dan telah dilemahkan oleh ulama lainnya.
Salah satu dalil tentang tidak adanya rasul maupun nabi dari kalangan para wanita adalah firman Allah :
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ الْقُرَى أَفَلَمْ يَسِيرُواْ فِي الأَرْضِ فَيَنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ اتَّقَواْ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
Artinya : Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya? (QS Yusuf : 109)
tertutup dari cahaya Tuhan
dibeberapa versi diterjemahkan tertutup dari kebenaran
seperti lentera yang kacanya banyak jelaga sehingga sinar lenteranya tidak memancar keluar
jelaga itu sebagai perumapamaan dosa
hati adalah kaca bening yang menutupi lentera
lentera adalah nurani manusia tempat memancarnya cahaya ilahi
jadi orang kafir adalah orang yang kacanya tertutup jelaga
yang hatinya penuh dosa
sehingga cahaya ilahi dalam dirinya tertutup, terhijab (kafaro)
jadi, menurut saya
kafir itu ada disemua agama,
yaitu orang yang dalam kehidupannya tidak berperilaku seperti patutnya orang yang beragama
rame bener,,,ayo pada cuci kaki, tidur dan masuk sorga,,hihi![]()
semanis gula aren yang asli
Tujuan pertxan ini ut mencari tau atau mwmenguji..? Tapi Z coba jwb sebatas yg sy ketahui..
1. Dari 25 nabi dan rasul ƔαΏĝ di utus oleh swt tdk ada satupun dari mereka yg perempuan, jd td ada nabi atau rasul perempuan, alasanx karena dalam islam perempuan tdk bisa mjd imam bagi pria dan sebalikx laki2 lah yg mjd imam bagi perempuan..
2. Surga n neraka itu hak prerogatif Allah sbg sang maha pencipta, tidak ada ƔαΏĝ mengetahui 2 perkara tsb selain Dia..
Ukuran ut 2 perkara tsb bknlah islam atau bkn islam, tetapi ƔαΏĝ beriman n tidak beriman.., so semua manusia didunia ini punya kesempatan ut masuk surga yg ptg beriman dan bertaqwa (mematuhi segala perintahx n menjauhi segala laranganx)
orang gila disediakan bangsal sendiri di surga
![]()
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
sedikit tentang orang gila...
Orang gila adalah orang yang hilang akalnya, orang seperti ini dalam Islam tidak dimintai pertanggung jawaban amalnya di Dunia.
(رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَالْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ، وَالصَّغِيْرِ حَتَّى يَبْلُغَ. (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُوْدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه
“Diangkat pena dari tiga orang:. Orang tidur hingga dia bangun, Orang gila hingga dia sadar, Anak-anak sampai ia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah).
1. Gila dari kecil terus sampai meninggalnya
Orang gila ini dapat dimasukkan bagian anak-anak, sedang anak-anak itu ditentukan masuk surga, sebagaimana sabda Rasul dalam HR. Ahmad :”Nabi di dalam surga, orang yang mati sahid di dalam surga dan anak-anak di dalam surga.”
2. Gila dari kecil kemudian sembuh sesudah baligh.
Orang ini nanti ada perhitungan amal baik dan amal buruknya sesudah ia sembuh dari gila dan baligh.
3. Gila sesudah baligh sampai mati
Kalau ia gila sesudah baligh, maka dari waktu baligh sampai ia gila itu ada perhitungan amalnya.
4. Gila yang putus-putus
Menurut hadits diatas dalam masa gila perbuatannya tidak dihitung. Di dalam masa sehatnya yang putus-putus itu akan akan dihitung amal baik-buruknya.
Baru tau ada ptanyaan dimari.
Ikut nanggapi ya, semoga belum basi.
1. Adam yg pertama dicipta dan dari Adam-lah maka diciptakan Hawa. Adam juga yg diberi firman dan dosa Adam-lah yg dihitung sbg original sin.
Krn Tuhan hendak menebus dosa seluruh keturunan Adam, maka Ia datang sebagai laki-laki.
Yesus Kristus adalah keturunan Hawa (krn tidak berayah biologis) yg datang sbg 'Adam' utk menebus dosa kaum keturunan Adam. Jadi siapa lebih hebat dari siapa? Tidak ada. Sama saja.
2. Ini alasannya banyak Sob, mulai dari pembandingan hukum, pemberian simbolisasi, kondisi jaman Romawi yg pas, hingga hitungan saat penghakiman. Rasanya susah djelaskan disini satu per satu.
Ada bbrp referensi di Alkitab mengenai nasib orang-orang pra-Yesus. Orang Yahudi yg hidup benar di jaman PL dikatakan makan-minum bersama di Kerajaan Sorga. Ratu dari Syeba dkatakan akan dbangkitkan, orang Niniwe dkatakan juga akan dbangkitkan, kmudian Kristus mberitakan Injil di dunia orang mati bagi mreka yg hidup dahulu pd jaman Nuh.
Intinya, saya pribadi myakini Tuhan yg adil akan mbri ksempatan pd semua orang yg hidup pra-Yesus di dunia orang mati utk mdengar Injil. Kl masa pasca-Yesus, ksempatan hanya ada saat mreka masih hidup.