waduh mesti nyari tafsirnya dulu deh ne..... ntar kalo dah ktemu ta informasikan dah...![]()
waduh mesti nyari tafsirnya dulu deh ne..... ntar kalo dah ktemu ta informasikan dah...![]()
ditunggu yak![]()
you can also find me here
setuju ama TSnya. Gw juga punya pikiran klo manusia gua itu cuma satu dari sekian bentuk peradaban.
Mungkin aja kan manusia gua hidup berdampingan ama manusia yg peradabannya sedikit lebih maju, karena kemampuan bahasa yg berbeda maka si manusia gua tersebut tidak bisa langsung menyerap teknologi2 tersebut.
Gw juga percaya alien, tapi bukan seperti penggambaran2 Hollywod yg kepalanya gede, badannya kecil
salam...
teknologi masa lampau itu tidak hilang.....
tetapi itu merupakan dasar-dasar teknologi sekarang.....
teknologi-teknologi yang tercatat masa lampau ada yang mengumpulkannya sekarang....
bacalah.... maka kau akan bertemu....keluarga di balik layar
Sombong Itu Selendang Allah
^ khunthilhanhaaqq ?![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Somehow gw lebih setuju teori siklus kehidupan daripada teori evolusi maupun teori kreasionisme.
Mungkin ribuan taun yang lalu, manusia sudah maju peradabannya seperti kita saat ini. Tapi ada suatu saat di mana manusia menyalahgunakan kemajuan itu demi kepentingan mereka sendiri. Mereka saling menghancurkan dengan menggunakan senjata-senjata yang canggih, sehingga hanya sedikit manusia yang tersisa untuk melanjutkan kehidupan. Segala infrastruktur untuk mendukung berkelanjutannya teknologi yang canggih itu kemudian hilang.
Nah, manusia yang tersisa ini kemudian memulai peradaban dari titik nol kembali. Kita biasanya menganggap mereka sebagai manusia purba yang sangat primitif. Generasi awal mereka mungkin masih mewarisi pemikiran akan adanya mesin-mesin berteknologi canggih yang diturunkan dari nenek moyang mereka. Kemudian, banyak dari mereka yang menggambarkan pesawat, astronot, dan sebagainya di gua-gua, di bebatuan, ataupun di tanah. Namun, mereka tidak punya infrastruktur untuk mewujudkan teknologi itu, serta juga karena jumlah mereka yang sangat terbatas.
Lama-kelamaan, mereka beranak-pinak, dan warisan pemikiran itu hilang ditelan zaman. Manusia kembali mengenal zaman batu, zaman perunggu, zaman besi, dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan hingga kini manusia memiliki teknologi untuk menciptakan senjata nuklir dan sebagainya.
Bukan tidak mungkin, suatu saat, umat manusia akan mengalami kehancuran seperti nenek moyangnya dahulu berkat menyalahgunakan teknologi yang dimilikinya - misalnya menggunakan senjata nuklir untuk meluluhlantakkan dunia. Akibatnya, infrastruktur untuk menunjang berkelanjutannya teknologi pun hancur. Lagipula, hanya sedikit sekali orang yang bisa survive, dan mereka inilah yang kemudian menjadi manusia purba yang sangat primitif.
Siklus kehidupan berlanjut kembali.
Dan ini secara implisit diceritakan dalam kisah-kisah kuno seperti Atlantis.
Gw percaya bahwa Atlantis adalah peradaban yang pernah ada dan hancur karena penyalahgunaan teknologi.
Kemudian, sisa-sisa peradaban mereka berpencar ke seluruh dunia dan kembali menjadi manusia purba yang sama sekali harus berjuang dari titik nol.
er... kalo pemahamanku sih..
dulu memang ada suatu kaum yg hebat, yg buktinya masih bisa dicari sekarang, seperti gambar suku inca, patung wajah-wajah, piramida, atlantis, dll. lalu tiba-tiba mereka menghilang.
di salah satu artikel yg aku baca, kaum itu dinamakan bangsa Nis-nas.
hingga sampai berjayanya mereka, mereka pun berperang antar ras.
terjadi peperangan sengit, hingga banyak terjadi kehancuran. sebagian ras yg hidup berdiam diri menetap di darat, di lautan(yg sekarang katanya atlantis),dan angkasa(alien).
Tuhan pun berkehendak memilih satu hewan, diberinya akal, dan dinamai Adam. itulah kehidupan di era selanjutnya, di era kita.
sedikit nyerempet agama Islam, malaikat bertanya, "Tuhan, apakah Engkau yakin akan menciptakan manusia, padahal mereka gemar melakukan peperangan dan tindakan kotor lainnya di bumi?"
dan Tuhan hanya menimpali, "sesungguhnya kamu tidak mengetahui."
disini dapat diberi konklusi, yang dibicarakan malaikat bukanlah kaum Adam, tapi kaum Nis-nas.
malaikat tidak bisa membaca garis waktu, tidak bisa melihat masa depan, seperti Tuhan yg tahu segalanya.
maka jelas malaikat hanya bisa melihat yg sudah terjadi.
mereka melihat bangsa Nis-nas. ya, kaum manusia sebelum kita dulu, sebelum kaum Adam.
dan buktinya peninggalan maju bangsa Nis-nas masih ada sampai sekarang dan membuat kita termenung bagaimana ini bisa ada...
---------- Post Merged at 06:12 PM ----------
dan, yap, Adam berasal dari manusia purba. apa namanya... itu, homo sapiens dan sebagainya itu lho.
iya, itu hewan.
kaum agama gamau percaya. tapi, ada buktinya lho, kerangka-kerangka homo sapiens. udah ada bukti, kok masih nyangkal?
Adam hanyalah sebuah nama. dari salah satu hewan yg ditunjuk Tuhan, diberinya hitam dan putih hingga menjadi sempurna, yaitu akal dan nafsu. jadilah dia, seorang manusia.
dan dialog antar Adam dan Tuhan terjadi.
karena homo sapiens dari dulu di daratan, maka Adam tidak turun dari surga.
surga di sumber kitab Al-Qur'an lebih bermakna pada bukit yg tinggi.
bertemu dengan seorang hewan yg sama,
dan terjadilah 'itu'.
syajaratun khuldi, atau pohon kuldi. namun istilah pohon ini rupanya hanyalah kiasan. seperti kiasan keimanan yg kuat seperti pohon kokoh, yg dijelaskan pada ayat lain.
ini poinnya: ketika Adam dan Hawa terlihat oleh Tuhan, mereka mulai menyadari adanya Yang Kuasa, mereka pun takjub. kaget dirinya bisa dihasut oleh bisikan syaitan. mereka pun malu lalu menutupi kemaluannya dengan dedaunan.
yg aneh, kalo mereka makan buah, ketahuan, kenapa harus menutupi kemaluannya dengan daun???
jawaban: karena yg dimaksud, mereka melakukan hubungan zina.
iya, itu, seks.
dan mereka malu.
makanya ditutupi.
jadiii~~~ itulah asal muasalnya.
sebenernya kalo mau tafsir kitab itu seru lho.
asal harus open mind.
bisa mikir hitam dan putih juga.
dipikir ala reasonable.
sumber inspirasi dari artikel di Kaskus yg bangsa Nis-nas, dan bukunya Agus Mustofa 'Ternyata Adam Dilahirkan' untuk sejarah Adam.![]()
![]()
![]()
Udah lama ga bsa LD.