Kalau dengan tafsir seperti itu, berarti para anggota dewan yang terhormat dan berbagai anggota kementrian, termasuk kementrian agama, juga sudah bisa dikategorikan sebagai kafir dunk? Apalagi kalau kitab suci aja bisa dikorupsi.
Kalau dengan tafsir seperti itu, berarti para anggota dewan yang terhormat dan berbagai anggota kementrian, termasuk kementrian agama, juga sudah bisa dikategorikan sebagai kafir dunk? Apalagi kalau kitab suci aja bisa dikorupsi.
yup
bentul itu
jika dlm cakupan makna yng lebih luas ya spt itu
krn pada dasarnya kafir itu dari akar kata "kufr" (baca kufur/kufar = ingkar)
- mengingkari kebenaran
- mengingkari sumpah janji
- mengingkari hati nurani
dsb, sudah dapat disebut sbg "kafir"
Last edited by pasingsingan; 21-08-2012 at 11:22 AM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Berarti kalau non-muslim tapi gak mengingkari kebenaran, gak mengingkari sumpah janji, dan gak mengingkari hati nurani, namanya bukan kafir dunk?
yup bentul
jika memaknai istilah kafir dlm cakupan luas
gw salah satu orang yng tdk sependapat jika istilah kafir
dipahami (baca direduksi) hanya sebatas orang non-muslim
pdhl, kafir itu lebih merujuk ke kelakuan/perbuatan seseorang/kelompok
bukan kepercayaan/agama yng dianutnya.
Last edited by pasingsingan; 21-08-2012 at 12:09 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Lho, katanya juga Tuhan itu satu. Jadi biarpun banyak agama, nyembahnya ke satu Tuhan lah, kalo emang mereka meyakini agama mereka 100% ya.![]()
^namanya juga sebagian saja. syukurlah masih ada orang yg bisa berpikir netral...
A kid at heart