Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 44

Thread: Berkebutuhan Khusus

  1. #21
    pelanggan
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    70
    Nama lain asperger kalo ga salah emang functional autisme. Dari luar seperti spt anak nakal tapi benernya karena cara berpikir yg berbeda.

    Mungkin lebih baik yg lain aja yg jelasin
    Mungkin Rumus bisa, terutama kalo pernah baca buku spt Finding Ben atau Insiden Anjing di Tengah Malam.

  2. #22
    pelanggan
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    269
    Kemarin barusan keponakanku mengomentari status saudara sepupuku dengan menggunakan akun Facebook milik papaku. Ternyata akun Facebook papaku, mamaku, Oom dan Tanteku serta kakeknya yang sudah almarhum dia yang buat, terus dikomentari sendiri. Memang ternyata tukang ngarang cerita. Di sekolahnya di Singapura guru2 dan teman2nya sudah mengerti kondisinya, tapi banyak saudara dan kerabatnya yang mengucilkan dia bahkan memblokir akun Facebooknya karena gak tahan dengan ulahnya yang menjengkelkan. Tapi dia malah marah kalau dikucilkan karena anggapannya kok saudara2nya jahat semua gak mau bergaul dengannya, padahal dia sendiri yang mulai buat ulah dulu. Memang sebetulnya kasihan, tapi kalo memanjakannya bukannya menolong tapi justru malah menjerumuskan lebih dalam lagi. Memang alangkah baiknya bila setiap orang bisa menerima kekurangan orang lain dengan apa adanya, tapi yang namanya manusia juga punya perasaan dan emosi, kalo tersinggung tentu akan marah dan jengkel juga walau masih saudara sendiri.

  3. #23
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^menurut gwe ini aneh kalo sampe keluarga ga tau keponakannya menderita asperger, mengingat temen gwe yg anaknya autis semua yg kenal pasti diberitahu untuk warning dan diminta bijak ngadepin anaknya. So far kami yg tahu jadi siap menghadapinya. Logisnya sih kalo keluarga lebih peka dan tahu gimana bersikap sama si asperger. Sampe ngeblock akun? Kenapa ga cukup delete atau diabaikan? Jangankan asperger, orang normal aja ngomongnya bisa nyakitin bisa dimaafin kog

  4. #24
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Yang sudah tau tu anak kena asperger tapi pendapatnya masih kyk gini, ya ga heranlah tu anak diperlakukan gitu, Bun

    Quote Originally Posted by milnalev View Post
    Kemarin barusan keponakanku mengomentari status saudara sepupuku dengan menggunakan akun Facebook milik papaku. Ternyata akun Facebook papaku, mamaku, Oom dan Tanteku serta kakeknya yang sudah almarhum dia yang buat, terus dikomentari sendiri. Memang ternyata tukang ngarang cerita. Di sekolahnya di Singapura guru2 dan teman2nya sudah mengerti kondisinya, tapi banyak saudara dan kerabatnya yang mengucilkan dia bahkan memblokir akun Facebooknya karena gak tahan dengan ulahnya yang menjengkelkan. Tapi dia malah marah kalau dikucilkan karena anggapannya kok saudara2nya jahat semua gak mau bergaul dengannya, padahal dia sendiri yang mulai buat ulah dulu. Memang sebetulnya kasihan, tapi kalo memanjakannya bukannya menolong tapi justru malah menjerumuskan lebih dalam lagi. Memang alangkah baiknya bila setiap orang bisa menerima kekurangan orang lain dengan apa adanya, tapi yang namanya manusia juga punya perasaan dan emosi, kalo tersinggung tentu akan marah dan jengkel juga walau masih saudara sendiri.
    Nah, buat Milnalev ... coba kamu bener" mendalami apa itu sindrom asperger.
    Sebagai seorang yg memiliki tugas penting di bumi, harus mencoba melakukan hal" spt ini juga. Setelah kamu mempelajari sindrom ini, kamu sebarin di antara kaum keluarga kamu, bagaimana sbnrnya isi kepala anak asperger, mengapa mereka spt itu. Dan kemudian bagaimana seharusnya lingkungan menanggapi anak ini.
    Last edited by Serenade; 19-08-2012 at 11:21 AM.

  5. #25
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^like this

    10chars

    Nunggu ketemu kompi ya sernade, gwe kasih luwak deh

  6. #26
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    ^
    Thanks before

  7. #27
    pelanggan
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    269
    Quote Originally Posted by Serenade View Post
    Yang sudah tau tu anak kena asperger tapi pendapatnya masih kyk gini, ya ga heranlah tu anak diperlakukan gitu, Bun



    Nah, buat Milnalev ... coba kamu bener" mendalami apa itu sindrom asperger.
    Sebagai seorang yg memiliki tugas penting di bumi, harus mencoba melakukan hal" spt ini juga. Setelah kamu mempelajari sindrom ini, kamu sebarin di antara kaum keluarga kamu, bagaimana sbnrnya isi kepala anak asperger, mengapa mereka spt itu. Dan kemudian bagaimana seharusnya lingkungan menanggapi anak ini.
    Masalahnya keluarga dari pihak papanya menuntut orang yang sempurna dalam segala hal, jadi kurang bisa menerima kekurangan orang meskipun saudaranya sendiri, jadi kalau didapati ada kekurangan apalagi cacat moral, hukum, lebih2 tuna susila maka dianggap orang gak berguna dan gak punya harapan untuk berubah, malah semakin tua semakin menjadi, meskipun cakep, pandai, kaya. Jadinya dikucilkan begitu saja. Sedangkan keluarga dari pihak mamanya memang banyak yang tingkahnya aneh2 bahkan jahat dan gila, jadi tidak bisa mendidik yang baik dalam segi sosial. Ya, dia dibesarkan di Singapura dan sudah mengikuti pola hidup orang Singapura, sekolahnya saja sudah Sekolah Raffles punya orang Singapura bukan sekolah Indonesia, jadinya gak ngerti tata krama orang Indonesia, meskipun Oom Tantenya dipanggil kamu, bukan Oom atau Tante. Di Singapura kondisi seperti itu sudah bisa ditolerir, tapi di Indonesia harap maklum. Jadi saudara2nya sering bilang dia gak tahu sopan santun dan tata krama serta suka berkata kotor dan jorok.

    Tapi sudah sering saya peringatkan lewat Facebook atau kalau ketemu langsung denganku, atau melalui neneknya agar tidak berkata2 kasar dan kotor lagi, dan dia menurut. Soal masalah asperger, di Singapura tentu ada psikolog yang benar2 profesional dan sedang diterapi dan pelan2 dia harus belajar tata sosial yang berlaku di masyarakat. Memang semua itu butuh waktu dan ketelatenan juga, terutama kehidupan rohaninya juga perlu dibenahi, mumpung dia baru berusia 13 tahun.

    Orang magenta, indigo, pelangi, kristal, starseed, golden hanya sebagai perantara dan memohon ijin, tapi soal kesembuhan juga karya Tuhan. Perlu waktu juga bagi saudara2nya untuk bisa memahami kondisi yang sebenarnya, maklum saudara2nya sendiri juga masih anak muda dan masih emosional, belum matang, jadi belum bisa mengerti kalo merasa tersinggung akibat ulahnya. Sedangkan Oom Tantenya banyak yang maunya sempurna, kurang bisa menerima ketidaksempurnaan orang, jadi semua itu butuh waktu untuk bisa memahami kondisi yang sebenarnya. Semoga ada pemulihan.
    Last edited by milnalev; 21-08-2012 at 03:36 AM.

  8. #28
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^milnalev keluarga dari pihak mana dari si asgerper?

    Baca panjang2 ya ada si asgerper yg jelas2 perlu tuntunan harus ngerti orang normal

    ---------- Post Merged at 05:30 AM ----------

    Anak gwe naomi, usia 6 tahun, normal, bukan indigo ato starseed. Tapi dia paham sejak usia 3 tahun bahwa mas bim, anak temen gwe yg kala itu usianya 8 tahun, lain dari teman2nya dan naomi bisa gwe minta buat ga marah sama bim kalo si mas bim bersikap "lain". Kog naomi bisa ya? Bahkan lebih bisa berteman sama si autis daripada sodara si autis yg normal? Sampe sekarang naomi dan masnya masih berteman baik meski jarang ketemu

  9. #29
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Quote Originally Posted by milnalev View Post
    Masalahnya keluarga dari pihak papanya menuntut orang yang sempurna dalam segala hal, jadi kurang bisa menerima kekurangan orang meskipun saudaranya sendiri, jadi kalau didapati ada kekurangan apalagi cacat moral, hukum, lebih2 tuna susila maka dianggap orang gak berguna dan gak punya harapan untuk berubah, malah semakin tua semakin menjadi, meskipun cakep, pandai, kaya. Jadinya dikucilkan begitu saja. Sedangkan keluarga dari pihak mamanya memang banyak yang tingkahnya aneh2 bahkan jahat dan gila, jadi tidak bisa mendidik yang baik dalam segi sosial. Ya, dia dibesarkan di Singapura dan sudah mengikuti pola hidup orang Singapura, sekolahnya saja sudah Sekolah Raffles punya orang Singapura bukan sekolah Indonesia, jadinya gak ngerti tata krama orang Indonesia, meskipun Oom Tantenya dipanggil kamu, bukan Oom atau Tante. Di Singapura kondisi seperti itu sudah bisa ditolerir, tapi di Indonesia harap maklum. Jadi saudara2nya sering bilang dia gak tahu sopan santun dan tata krama serta suka berkata kotor dan jorok.

    Tapi sudah sering saya peringatkan lewat Facebook atau kalau ketemu langsung denganku, atau melalui neneknya agar tidak berkata2 kasar dan kotor lagi, dan dia menurut. Soal masalah asperger, di Singapura tentu ada psikolog yang benar2 profesional dan sedang diterapi dan pelan2 dia harus belajar tata sosial yang berlaku di masyarakat. Memang semua itu butuh waktu dan ketelatenan juga, terutama kehidupan rohaninya juga perlu dibenahi, mumpung dia baru berusia 13 tahun.

    Orang magenta, indigo, pelangi, kristal, starseed, golden hanya sebagai perantara dan memohon ijin, tapi soal kesembuhan juga karya Tuhan. Perlu waktu juga bagi saudara2nya untuk bisa memahami kondisi yang sebenarnya, maklum saudara2nya sendiri juga masih anak muda dan masih emosional, belum matang, jadi belum bisa mengerti kalo merasa tersinggung akibat ulahnya. Sedangkan Oom Tantenya banyak yang maunya sempurna, kurang bisa menerima ketidaksempurnaan orang, jadi semua itu butuh waktu untuk bisa memahami kondisi yang sebenarnya. Semoga ada pemulihan.
    Baca panjang" gini, satu yg kutangkap ... elu sendiri ga yakin bisa memberi masukan kepada lingkungan elu bgmn menyelesaikan masalah yg ditimbulkan sama ponakan (?) asperger.
    Well ... step by step aja ... yg bisa dikerjakan, dikerjakan ... satu langkah dulu lah, elu sbg org yg terhubung secara fb an aja, bisa kasih dia nasihat serta alasan yg logis (krn ni anak asperger adalah org yg sangat logical) dalam berbagai masalah yg timbul akibat kelakuan dia.

    Tapi, elu, Milnalev, bila kamu ga benerin cara kamu memandang perilaku dia, bahwa dia tuh yg berkelakuan buruk, kamu akan sukar memahami kondisi dia yg sebenarnya dan memberikan solusi yg tepat.

    But, semuanya terserah elu aja. Aku cuma bisa kasih kamu dorongan buat melakukan sesuatu, walaupun kecil dan remeh temeh.

  10. #30
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^bu bu, psikolog ya?

  11. #31
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    ^
    Gw? Bukan... Baca asperger aja baru" ini aja

  12. #32
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Tapi lebih wise yah ngomongnya daripada yang ahli?

  13. #33
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Lho, yg komen di sini ada yg ahlinya, Bun?

    Pastinya enggak lbh wise lah, cuma pandangan umum aja, Bun, yg "aman" aja

  14. #34
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^ahli menyelamatkan dunia

  15. #35
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    ^
    Kirain menyangkut psikolog/psikiater beneran

  16. #36
    pelanggan
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    269
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ^milnalev keluarga dari pihak mana dari si asgerper?

    Baca panjang2 ya ada si asgerper yg jelas2 perlu tuntunan harus ngerti orang normal

    ---------- Post Merged at 05:30 AM ----------

    Anak gwe naomi, usia 6 tahun, normal, bukan indigo ato starseed. Tapi dia paham sejak usia 3 tahun bahwa mas bim, anak temen gwe yg kala itu usianya 8 tahun, lain dari teman2nya dan naomi bisa gwe minta buat ga marah sama bim kalo si mas bim bersikap "lain". Kog naomi bisa ya? Bahkan lebih bisa berteman sama si autis daripada sodara si autis yg normal? Sampe sekarang naomi dan masnya masih berteman baik meski jarang ketemu
    Saya adalah adik misan papanya. Neneknya adalah kakak mamaku. Memang keluarga pihak papanya terlalu mempertahankan kehormatan, jadi menganggap keponakanku itu amoral dan kurang ajar, padahal memang ada kelainan asperger. Mereka masih belum mengerti atau cuek saja, kecuali orang tuaku masih mau menerima dan membantu sebisanya. Suami adik mamaku memang ada gangguan emosional dan sulit berinteraksi dengan orang, dulunya dosen tapi karena berkelahi dengan tukang sapu lantas berhenti dan buka usaha laboratorium sendiri, dan rajin berobat ke psikiater sampai sekarang, sudah puluhan tahun. Tapi masih bisa diterima keluarga karena tidak sampai berbuat amoral apalagi asusila. Sedangkan suami adik mamaku yang lain orangnya ternyata brengsek, punya gundik sehingga istrinya terpaksa cerai, lalu seluruh keluarga mengucilkan dia karena sudah dianggap rusak moral sehingga akhirnya mati mengenaskan. Meskipun dia dan gundiknya berusaha minta maaf tapi gak digubris, dianggap orang buangan dan dihakimi begitu saja.

    Tapi keluarga pihak papaku orangnya baik, meskipun adik bungsu papaku orangnya bejat, suka main wanita, brengsek suka main di bar, bahkan sampai menghamili cewek sehingga terpaksa kawin, tapi karena suka judi dan nipu akhirnya gak bisa menafkahi istri dan akhirnya cerai, lalu 2 anaknya diasuh adik papaku yang tidak menikah, tapi bagaimanapun juga keluarga masih mau menerima dan tidak mengucilkan, meskipun semua orang bilang dia rusak moral dan perilaku.

    ---------- Post Merged at 09:35 PM ----------

    Quote Originally Posted by Serenade View Post
    Baca panjang" gini, satu yg kutangkap ... elu sendiri ga yakin bisa memberi masukan kepada lingkungan elu bgmn menyelesaikan masalah yg ditimbulkan sama ponakan (?) asperger.
    Well ... step by step aja ... yg bisa dikerjakan, dikerjakan ... satu langkah dulu lah, elu sbg org yg terhubung secara fb an aja, bisa kasih dia nasihat serta alasan yg logis (krn ni anak asperger adalah org yg sangat logical) dalam berbagai masalah yg timbul akibat kelakuan dia.

    Tapi, elu, Milnalev, bila kamu ga benerin cara kamu memandang perilaku dia, bahwa dia tuh yg berkelakuan buruk, kamu akan sukar memahami kondisi dia yg sebenarnya dan memberikan solusi yg tepat.

    But, semuanya terserah elu aja. Aku cuma bisa kasih kamu dorongan buat melakukan sesuatu, walaupun kecil dan remeh temeh.
    Keponakan saya sudah mulai berubah, tidak separah dulu, hanya saja memang perlu waktu. Saya tidak pernah mengucilkan dia walau semua saudara dan Oom Tantenya semua mengucilkan dia, malah dia sering sharing dengan saya dan mau menurut dan berubah. Ya, semua itu tentu butuh waktu selain bantuan psikolog di Singapura sana serta dukungan rohaniwan. Soal saudara2 dan Oom Tantenya yang mengucilkan, suatu saat akan bisa mengerti yang sebenarnya, itupun sudah sering saya share-kan kepada mereka semua tentang kondisinya yang menderita asperger. Saya sudah sering jelaskan agar harap maklum dengan kondisinya dan mereka pelan2 akan belajar mengerti yang sebenarnya.

  17. #37
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Mil, aku pikir kalo elu mau ngejawab BundaNa, ga perlu lah kamu itu menguraikan siapa saja di keluarga kamu dan kekurangannya. Bilang aja, ada kendala. Ga usah panjang" ngejelasin sampe segitunya.
    Kesan yg kamu bentuk dari ngejawabin org spt itu cuma nunjukin sifat buruk di diri kamu sendiri.

    Soal keponakanmu ... bagus deh, dia berubah dan kamu jg sdh lakukan sesuatu.

  18. #38
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^justru gw jadi nangkep serenade, dia keluarga dari jalur apa dengan si asperger

    No wonder kalo jadinya chaos gitu sih...

  19. #39
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Gimana, ya, kita emang masih nginjak bumi, sih, Bun. Hal" spt itu sudah cerita umum, tapi intensitas gaya ceritanya Milnalev ini membuat aku nangkep kesan gimana gitu.
    Tapi berusaha pikir positif aja, si Milnalev emang berusaha bgt ngejelasin.

  20. #40
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^hu uh...ya mungkin kita yg salah ngerti kali ya, serenade

    Latar belakang orang emang beda2. Ada yg dididik dengan tingkat permakluman tinggi, ada yg gak. Ada yg selalu dididik untuk positif thinking ada yg tidak.

    Cuma berkebutuhan khusus, memang orang disekelilingnya dituntut untuk maklum.

    Autis, asperger mungkin bermasalah dengan perilaku sosial, karena dari luar tampak biasa2 saja fisik dan bahkan sangat cerdas. Bagaimana dengan berkebutuhan khusus spt down syndrom atau slow learning?

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •