Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 30

Thread: Self-labelling dan Jati Diri

  1. #1
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046

    Self-labelling dan Jati Diri

    Kerana member KM byk yg sudah tuwir tak ada salahnya saya bertanya

    Akhir-akhir ini kita semua tahu ada trit2 macam 'apakah anda spesial?', dan di sisi religius Tuhan menciptkan manusia dgn sempurna.

    Bukankah itu berarti kesempurnaan adalah sebuah hal biasa yg jg berarti ketidaksempurnaan?

    Kata mama semua orang spesial, terlahir sbg seorang superstar. Saya percaya itu. Saya membayangkan seorang ibu atau seorang ayah adalah superstar bagi anaknya, bagi kekasihnya atau bahkan org yg kita tak mengenalnya. Suri tauladan.

    Jadi, apakah perlu adanya self-labeling? saya yakin saat pencarian jati diri kita msh mencari2 baju dan label yg cocok.
    meski di akhir kita malah menanggalkan semuanya, telanjang dan menatap cermin sambil bilang 'Aku adalah aku'

    kita semua spesial, terutama bagi diri sendiri, dan sebuah label yg dibuat manusia tidaklah cukup untuk membuat, membuktikan, dan menunjukkan betapa spesialnya diri kita.

    monggo, pendapat dan pengalamannya mencari jati diri, tua, muda, silahkan

  2. #2
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by beastmen85 View Post
    Kerana member KM byk yg sudah tuwir tak ada salahnya saya bertanya

    Akhir-akhir ini kita semua tahu ada trit2 macam 'apakah anda spesial?', dan di sisi religius Tuhan menciptkan manusia dgn sempurna.

    Bukankah itu berarti kesempurnaan adalah sebuah hal biasa yg jg berarti ketidaksempurnaan?

    Kata mama semua orang spesial, terlahir sbg seorang superstar. Saya percaya itu. Saya membayangkan seorang ibu atau seorang ayah adalah superstar bagi anaknya, bagi kekasihnya atau bahkan org yg kita tak mengenalnya. Suri tauladan.

    Jadi, apakah perlu adanya self-labeling? saya yakin saat pencarian jati diri kita msh mencari2 baju dan label yg cocok.
    meski di akhir kita malah menanggalkan semuanya, telanjang dan menatap cermin sambil bilang 'Aku adalah aku'

    kita semua spesial, terutama bagi diri sendiri, dan sebuah label yg dibuat manusia tidaklah cukup untuk membuat, membuktikan, dan menunjukkan betapa spesialnya diri kita.

    monggo, pendapat dan pengalamannya mencari jati diri, tua, muda, silahkan

    karena saya melabelkan diri masih ABG, berarti saya nyimak aja


  3. #3
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    ^ siyaalll

    ayo sedge, ceritain dong pada cucu dan encit tentang perjuangan semasa muda dulu
    because, imagination is a part of reality-

  4. #4
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    iya aa Sedge ayolah cerita... *ude panggil sesuai rikues situh lohhh*

    atau traktir saya sate di jatinegara sambil situ cari akik...
    ntar ceritanya panjenengan saya posting di sini

  5. #5
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by etca View Post
    iya aa Sedge ayolah cerita... *ude panggil sesuai rikues situh lohhh*

    atau traktir saya sate di jatinegara sambil situ cari akik...
    ntar ceritanya panjenengan saya posting di sini
    Quote Originally Posted by beastmen85 View Post
    ^ siyaalll

    ayo sedge, ceritain dong pada cucu dan encit tentang perjuangan semasa muda dulu
    wani piro ?


  6. #6
    kalo aq gak ada spesial2nya, standard lah, jadi gak ada yang bisa diceritain.

    kalo hubby ceritanya lain,
    ada yang mendiagnosis dia indigo,
    ada yang mendiagnosis ADHD,
    dia sendiri gak percaya dua2nya,
    aq sendiri masih setengah percaya setengah enggak.
    karena di kehidupan sehari2, dia biasa aja ;p

    kalo self labelling, mungkin karena aq
    lumayan baca teori2 konspirasi beberapa
    jadi, gak terlalu menganggap serius.
    people are what they believe.
    kita adalah apa yang kita percaya.
    Last edited by Nowitzki; 13-08-2012 at 12:16 PM.

  7. #7
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    saya berpendapat yg paling tepat bukanlah mencari jati diri, namun sebenarnya seberapa banyak manusia mau menerima dirinya apa adanya

    karena sebenarnya setiap manusia sudah memiliki jati diri, yg menjadi persoalan adalah menerima atau tidak manusia tersebut dengan jati diri yg ada pada dirinya
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  8. #8
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    iya lagian kalau mau mencari jati diri, mau dicari kemana?
    gw sih sempat mengalami masa ababil itu sih.. *blushing*
    -sekarang kadang masih kalau lagi kumat bad moodnya-

    tapi setelah itu ya.. mencoba belajar untuk berdamai dengan diri sendiri.
    melakukan sesuatu apa yang gw rasa itu 'benar' dan 'nyaman' dan 'senang' untuk gw lakukan.
    ya gw bakalan lakuin

    Satu hal yang selalu gw pegang, "Hal hal ga akan berubah, kecuali kamulah yang harus mengubah sudut pandangmu."
    Orang lain ga bisa diubah cuy?!! harus dari diri kamu sendiri

  9. #9
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    ^ umm, saya berpendapat meski kita punya jati diri asli tetaplah kita tetep perlu mencari2 dgn bantuan cermin.

    jika udh, barulah urusan nerimo lan legowo
    because, imagination is a part of reality-

  10. #10
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    hush!! atas postingan bismen itu gw,
    kok dipanggil um

    btw hakikat cermin itu apa?

  11. #11
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    from a cigarette CM

    "jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan"

  12. #12
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    Quote Originally Posted by etca View Post
    hush!! atas postingan bismen itu gw, kok dipanggil um btw hakikat cermin itu apa?
    itu buat si yuki cermin?mungkin utk melihat apakah aku begini ataukah aku begitu? lalu jika aku begini lalu aku mencoba begitu apakah aku merasa nyaman?lalu aku berbalik utk melihat punggungku, oh! ternyata ada luka disitu. lalu aku mencoba berbagai macam salep atau pakaian utk melenyapkan luka tsb.stlh nyoba terus tp gagal jadilah aku nerimo bahwa aku emg punya luka, dan aku sdh tak ambil pusing dgn luka itu.sama spt wanita yg menyadari dirinya menua.
    because, imagination is a part of reality-

  13. #13
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Dulu ... waktu masih ababil... ya gue self-lebeling. Mulai dari 'pemberontak', sama 'golongan kanan'.
    Sekarang, udah ngeh bahwa self-lebeling itu worthless. Orang akan tetep ngasi kita label semau mereka.

    Dan sekarang label gue, dari temen2 kantor, eksentrik.
    Tapi, lagi, siapa sih yang nggak 'aneh' di kantor gue(kayaknya, 'aneh' syarat nggak tertulis buat di terima)...
    A proud SpaceBattler now.

  14. #14
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Quote Originally Posted by beastmen85 View Post
    Kerana member KM byk yg sudah tuwir tak ada salahnya saya bertanya

    Akhir-akhir ini kita semua tahu ada trit2 macam 'apakah anda spesial?', dan di sisi religius Tuhan menciptkan manusia dgn sempurna.

    Bukankah itu berarti kesempurnaan adalah sebuah hal biasa yg jg berarti ketidaksempurnaan?

    Kata mama semua orang spesial, terlahir sbg seorang superstar. Saya percaya itu. Saya membayangkan seorang ibu atau seorang ayah adalah superstar bagi anaknya, bagi kekasihnya atau bahkan org yg kita tak mengenalnya. Suri tauladan.

    Jadi, apakah perlu adanya self-labeling? saya yakin saat pencarian jati diri kita msh mencari2 baju dan label yg cocok.
    meski di akhir kita malah menanggalkan semuanya, telanjang dan menatap cermin sambil bilang 'Aku adalah aku'

    kita semua spesial, terutama bagi diri sendiri, dan sebuah label yg dibuat manusia tidaklah cukup untuk membuat, membuktikan, dan menunjukkan betapa spesialnya diri kita.

    monggo, pendapat dan pengalamannya mencari jati diri, tua, muda, silahkan
    Awalnya kita memang perlu mencari diri kita ini siapa. Sehingga kita mengerti diri kita dan kemudian belajar untuk mengerti orang lain. Seringkali kita berhadapan dg kekurangan kita kemudian org menuntut agar kita berubah. Kalo kita ga mengerti diri kita sendiri, mungkin kita menolak ketika orang kritisi diri kita dan kita pun menolak untuk memperbaiki diri.

    Tapi kemudian ada juga yg namanya menerima diri sendiri apa adanya. Kita ga bahagia kalo kita menolak diri kita sendiri dan menetapkan label diri yg tak sesuai dg kenyataan.

    Rasanya ga gampang menjabarkan bagaimana siklus berubah-menerima-berubah-menerima dalam kehidupan manusia. Mungkin kesadaran kita, bahwa di fase mana kita berada lah yg menentukan keberhasilan kita melewati setiap tahap kehidupan.

  15. #15
    pelanggan KanCrut's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Depan Komputer
    Posts
    275
    Umur gw kalo kata orang-orang psikologi itu masuk di kategori dewasa muda. Yang katanya biasanya sedang labil dalam kehidupan pekerjaan.

    Dan memang itu yg sedang gw rasain, jadi bisa dibilang gw blom bisa komen lebih banyak di trit ini, karena memang gw sendiri masih labil.

  16. #16
    pelanggan tetap RAP's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    920
    Kalau menurut aku pencarian jati diri itu nomor dua
    Nomor satunya sebagai apa saat ini yang paling kamu inginkan
    Yang bikin kamu nyaman n bahagia
    Baru dari situ kamu mendapatkan jati diri kamu

    Mengenai spesial.....
    Siapa sih yang ngak spesial...
    Trus apa spesialnya kalau spesial itu diumbar n dikategorikan
    Itu namanya ngak spesial tapi spesifik

    Kita diciptakan duduk sama rendah berdiri sama tinggi di hadapan Allah
    Jadi bukan masalah label tapi apa yang kita perbuat selama ini dikehidupan ini .... itu yang di lihat Allah

    Aku pribadi ngak peduli penilaian orang terhadapku tapi yang aku peduli nilai apa yang di beri Allah kepadaku

  17. #17
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Label adalah sesuatu yang gampang ditempel dan gampang pula dikelupas... asal lem-nya jangan pakai yang super
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  18. #18
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    ^ ternyata kita semua adalah bunglon yg gonta-ganti kulit sepanjang waktu, naik-turun, pasang-surut spt air laut
    because, imagination is a part of reality-

  19. #19
    Dulu jaman ababil ngerasa risih banget dengan labelling "aneh", "ga normal" sampai sempat marah sama yg memberi hidup. "Kenapa gw harus aneh?"

    Skrg jadi biasa aja. Mulai merasa normal banget dgn apa yg dianggap orang aneh. Mungkin definisi normal buat masing-masing orang itu beda.
    "I think you're magnetic." - Aaron Tyler, Wonderfalls

  20. #20
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Spoiler for mohon dibaca bagi yang belum bisa menemukan jadi diri sendiri:
    coba gabungkan kata "etca" dan kata "yamony" kemudian baca gabungan kedua kata itu terus berulang ulang

    BACA DENGAN KERAS!!! itulah jati diri anda

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •