Ibadah di Masjid itu tuntunannya memakmurkan mas
jid... jadi jangan cuma komplain, tapi aktiflah disana,
sehingga bisa mengatur arah kebijakan masjid.
Ibadah di Masjid itu tuntunannya memakmurkan mas
jid... jadi jangan cuma komplain, tapi aktiflah disana,
sehingga bisa mengatur arah kebijakan masjid.
Liam Neeson aja seneng denger Adzan..lagian cuma 5 menit ini
![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS At-Taubah ayat 18).
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
Hm, menurutku ini masukan yg bagus. Memang perlu bgt diperhatikan tingkat volume yang dikeluarkan mesjid, lebih2 kalau di wilayah yang sama ada lebih dari 1 mesjid dalam jarak berdekatan.Masyarakat sekarang kan tau waktunya sholat ga hanya dari suara mesjid, tapi juga dari tv, radio, aplikasi hp, dll. Untuk soal kebersihan gw ga bs ikut ngomentarin. Selama ini kalau nemenin temen yg mau sholat, biasa aku nunggu di luar ga ampe masuk ke dalam. Kurasa itu tergantung masing2 mesjidnya ya apakah diurus dengan baik atau ga. Menurutku ini masukan yg bagus dari wapres. Oh iya.... sore2 kalau gw naek busway biasa haltenya deketan sama mesjid. Nah sepertinya disana ada kelas pengajian kalo sore2 menjelang malam. Yang disayangkan, kadang suara anak2 yg ngaji itu lebih mirip teriak2 ga jelas daripada sedang membaca Alquran atau berdoa. Dari jauh pun uda kedengeran suaranya.
"Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation. The old has passed away; behold, the new has come."
2 Corinthians 5:17
aku setuju regulasi/pengaturan suara, tapi bukan buat azan, tapi buat kegiatan lain, kayak tahlil, nyanyi2 sebelum sholat, dll
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
pasti sering gonta~ganti sendal![]()
seuju
anak2 belajar ngaji pakai mikropon, pak ustad marah2 pake mik..
ibu2 baca yasinan pakai mik .. klo suara baca ayatnya saja gak papa..
tapi suara bangku ke geser.. suara mik kena meja yg pletak-pletok itu juga kedengeran![]()
ho oh. bener Om. cukup Adzan aja yg pake pengeras suara. yg lainnya jangan. kayak anak2 belajar ngaji DLL itu
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
setuju banget bro.. rumah gw juga deket mesjid dan gw juga bahagia..
gw juga suka dengerin anak2 ngaji pas ada kegiatan TPA, malah menyedihkan kalo ada mesjid yang tiap
harinya cuman dipake buat adzan doang..
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.”
(HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834. Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf, No. 3. Ad Darimi No. 653)
Hadits ini memiliki perbedaan makna dengan, “Kebersihan sebagian dari iman.” Seorang manusia bisa bersih dengan
mandi, menggunakan pakaian baru, dan lain-lain. Namun itu semua hanya bersih, bukan suci. Sedangkan kesucian
(bersuci) bukan hanya dengan mandi, tetapi dengan berwudhu, mandi wajib, dan tayammum, oleh karena itu wajar
jika kesucian adalah bagian dari iman. Sedangkan, kebersihan belum tentu bagian dari iman.
Last edited by Fere; 30-04-2012 at 04:19 PM.
http://batamtvnews.com/berita/7663/m...ras-adzan.htmlMenteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan pengaturan tentang penggunaan pengeras suara untuk adzan di masjid. Menurutnya, pengaturan tentang suara adzan hanya akan memperumit persoalan.
“Untuk masalah pengaturan pengeras suara adzan itu tidak perlu lah diatu-atur begitu. Nanti kalau diatur, malah makin “njelimet”. Jangan-jangan nanti malah pengeras suara untuk demo juga harus diatur. Jadi semakin aneh kan kalau ada aturannya,” kata Menag kepada wartawan usai rapat koordinasi internal di Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta, Senin (30/4).
Menteri yang juga Ketua Umum PPP ini mengatakan, pengaturan pengeras suara untuk adzan tersebut bisa diatur oleh masing-masing pengelola masjid. Bahkan, bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. “Sehingga, tidak perlu harus pemerintah harus mengeluarkan aturan yang mengatur pengeras suara adzan seperti itu,” imbuhnya.
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
hohoho.. komennya pak menteri keren..![]()
ya, saling brertenggang rasa aja, ada non muslim hidup di indonesia
hemm.. kok pada terganggu dengan suara adzan ya? bukannya itu bagus, dan lagi untuk agama yg lain juga bagus kan, pagi pagi udah dibangunin, biar rejekinya gak dipatok ayam.. hemm kayaknya ini gak bener, gak setuju tuh, biasa ajah, gak terganggu..
you'll never be lonely, if you learn to befriend yourself
^ lo nggak mikirin yang habis kerja malam, lagi nyenyaknya tidur eh dibangunin. Apa nggak emosi tuh?
argumentasi yg dipakai untuk mengeraskan suara waktu adzan :
Dari Abdurrahman bin Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepadanya, "Aku lihat kamu suka kambing dan lembah (penggembalaan). Jika kamu sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." (H.R.Bukhari)
Abu Dawud meriwayatkan; "Dari Urwah bin Az-Zubair dari seorang wanita dari Bani Najjar dia berkata; Rumahku adalah rumah yang paling tinggi di antara rumah-rumah yang lain di sekitar Masjid, dan Bilal mengumandangkan adzan subuh di atasnya" (H.R. Abu Dawud)
Di zaman Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam Mu'adzin sengaja memilih tempat yang tinggi agar suara yang yang dikumandangkan bisa didengar banyak orang.
Iqomah pun demikian
Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang berwibawa dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah." (H.R. Bukhari)
Bahkan Ibnu Umar pernah mendengar Iqomah dari Baqi', padahal jarak antara masjid Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam dengan Baqi cukup jauh.
Dari Nafi', Abdullah bin Umar mendengar Iqamat ketika berada di Baqi', lalu dia bersegera menuju masjid." (H.R.Malik)