mantau aja deh ah
mau komen juga bingung, yg komen disini benar sesuai versinya masing2
mantau aja deh ah
mau komen juga bingung, yg komen disini benar sesuai versinya masing2
ngapain sih nanggepin Ishaputra, dia kan tendensius sok intelek dan islamphobia. kemaren si isha belum masuk KM, keliatannya damai2 aja, kita hepi2 komentar postingan tanpa perlu SARA menyinggung, ngeflame dan sok2an pahamnya paling bener, meski itu Purba atau meli ikutan komentar. ishaputra? ah provokator kog dibahas, ke laut aja, gak guna mahkluk kayak gini dipiara di KM
---------- Post added at 05:16 PM ---------- Previous post was at 05:15 PM ----------
saya OOT dan personal atack, karena setelah saya liat2, dia masuk, KM langsung kebanyakan postingan tendensius
kog mau diadu domba sih...nih keliatan banget provokatornya
Kebalik.
Geng motor yang nggak punya ideologi agama saja bisa bringas begitu, apalagi kalo mereka punya ideologi agama, wah.. bisa makin bringas! Malah mungkin bisa punya jaringan internasional!Karena kuasa Alloh SWT.
Kayaknya kalo non Muslim belum pada masuk Islam, mereka belum puas.
MUI dan Islam saya kira saling berkorelasi. :p
Dalam membuat pernyataan tersebut, MUI tidak sadar bahwa soal "aksi kekerasan", umatnya sendiri bahkan lebih sering melakukannya. Kasus 'geng motor' itu belum seberapa. Pertanyaannya: Lha kok MUI nggak ngaca dulu sebelum ngomong?ketauan banget idup di pedalaman. Saya SD, SMP sampe kuliah di negeri. guru agama lengkap, dosen agama juga. Lu tinggal dimana? belantara mana? kesian, pantes cuma benci...benci...benci yang ada di otakmuAgama non Islam gak masuk kurikulum sekolah negeri, berarti menurut logikanya MUI orang non Muslim lebih berpotensi geng motor ya? (Tapi kenyataannya?)
---------- Post added at 05:24 PM ---------- Previous post was at 05:22 PM ----------
ya saya ngerti banget. Kita sering pake opini masing2, tapi buat saya Ishaputra udah pantes dibanned dari KM karena sorry, dia bukan mengajak orang berintelektual, tapi memprovokasi orang buat saling menyerang. Debat itu kultur akademis kata dia? omongan yang saya quote diatas isi orang intelek? masih mending pembantu di rumah saya ngomongnya
serahkan ama otoritas tertinggi disini saja Bun, kita boleh usul tapi beliau yang memutuskan![]()
Tidak setuju Ishaputra di-ban.
Sebagai non-muslim,
dia melihat bahwa kekerasan karena ideologi agama juga banyak. Jadi memperbanyak pelajaran agama bukan solusi menurutnya.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
yeah, terus saja pupuk budaya mengejek seperti di AK, kandalf. im outta from here
Di kurikulum ada ajaran agama 'resmi'.
Tapi gak ada kewajiban buat sekolah negeri untuk menyediakan pengajar buat setiap agama. Jadi yang Buddha dan Hindu di Jakarta harus belajar di tempat lain.
Ishaputra cuma nunjukin,
kalau pernyataan 'kurangnya pelajaran agama membuat geng motor' maka otomatis, yang beragama selain mayoritas di sekolah negeri, yang fasilitasnya tidak disediakan oleh sekolahnya, itu berpotensi menjadi geng motor.
Ini kita belum bicara tentang agama 'gak resmi' seperti KHC di zaman orde baru, atau seperti 'Parmalim' atau 'Aliran Kepercayaan', yang akhirnya mengikuti kelas agama tertentu dengan setengah hati.
Ishaputra memang Islamophob,
tetapi sampai saat ini, aku menilai komentarnya masih dalam batas kewajaran.
Karena itu, aku sangat tidak setuju kalau Ishaputra di-ban.
Bahkan sebenarnya, pernyataan 'kurangnya pelajaran agama di sekolah', yang menurutku 'klise', justru sebenarnya sangat menyinggung buat aliran kepercayaan yang sering dituding sesat, diusir dari rumahnya, diajukan ke pengadilan atas dasar 'Penghinaan Agama', dipukuli di Monas.
Silakan menilai sikap saya 'memupuk budaya mengejek'.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
harusnya loe memandang MUI sebagai lembaga de
ngan wilayah kerja hanyalah umat Islam, karena se
jak awal MUI memang wewenangnya cuma umat Is
lam, jadi tidak dapat digeneralisir pada semua umat
beragama.
justru pertanyaannya adalah, barangkali lembagaIshaputra cuma nunjukin,
kalau pernyataan 'kurangnya pelajaran agama membuat geng motor' maka otomatis, yang beragama selain mayoritas di sekolah negeri, yang fasilitasnya tidak disediakan oleh sekolahnya, itu berpotensi menjadi geng motor.
keagamaan lain, barangkali berpendapat porsi pen
didikan agama di sekolah bagi siswa yang menjadi
umat mereka sudah cukup, sehingga mereka tidak
ngomong begitu.
syukurlah loe peduli... sayangnya kalau lembagaDi kurikulum ada ajaran agama 'resmi'.
Tapi gak ada kewajiban buat sekolah negeri untuk menyediakan pengajar buat setiap agama. Jadi yang Buddha dan Hindu di Jakarta harus belajar di tempat lain.
keagamaan Buddha dan Hindu sependapat dengan
loe, maka seharusnya mereka menggerakan sebagi
an umatnya yang berprofesi sebagai pendidik untuk
lebih banyak lagi yang mengambil spesialiasi guru
agama, sehingga disetiap negeri bisa disediakan gu
ru agama yang sesuai.
ini sih persoalan teknis saja, kalau peraturan perunIni kita belum bicara tentang agama 'gak resmi' seperti KHC di zaman orde baru, atau seperti 'Parmalim' atau 'Aliran Kepercayaan', yang akhirnya mengikuti kelas agama tertentu dengan setengah hati.
dangan yang mengatur soal itu sudah ada, silahkan
lembaga keagamaan/kebatinan/kepercayaan terkait
untuk mengambil langkah, seperti yang gw usulkan
di atas.
soal ishaputra di banned?
bagi gw sih ngga urgen, di banned juga dia bakal
balik lagi Bund, bisa Ishaputra seri I, II, III sampai
capek nulisnya, atau varian seperti Darmogandul,
dan lain-lain![]()
AK = ?
bundana kenapa to?
---------- Post added at 08:16 PM ---------- Previous post was at 08:02 PM ----------
btw ga liat ada alesan buat ishaputra di ban
diakritisfobia.. ronggo seolah tinggal di utopia, bundana apologetik..
emang paradigmanya beda2.. tapi apa kudu depak salah satu?
United til the end
what's your favorite browser? | be nice to one another | life's too short, race a little
menurut gw, ishaputra masih on the track kok
dlm arti, boleh kan mengkritisi MUI sbg lembaga?
jadi tdk perlu ada ketersinggungan.
kembali keleptop:
klo perilaku geng motor dikatakan sbg salah satu bentuk kegagalan
dalam pelajaran budi pekerti disekolah, sptnya ada benarnya jg yak
btw, budaya keteladanan jg ada hubungannya tuh![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
hmmmm banyak negara yg tidak mengajarkan agama di kurikulumnya tapi geng motor nya juga sedikit tuh
sudah saatnya dewasa dengan tidak menggunakan agama sebagai alasan di balik semua hal
tapi susah karena banyak orang di indonesia sukanya teriak azab dan menuding orang lain salah sementara dirinya sendiri dianggap sudah benar
hahaha..
jadi menurut loe Stalin dan Polpot telah berlaku de
wasa karena menggenocide warga negaranya sen
diri bukan karena alasan agama
aya aya wae loe ah...
weleh om ancur ternyata doyan yang beginian yak.........
untuk negara2 yang masyarakatnya banyak pemeluk agama dan agama merupakan nilai dan norma yang menjadi patokan benar dan salah, jelas apabila terjadi suatu kerunyaman atau masalah sosial maka semuanya akan dikembalikan kepada kurangnya pemahaman dan pengajaran agama itu sendiri.. nah bagi negara2 yang tidak tebntu tolak ukur mereka akan berbeda sesuai dengan ideologi masing2 negara.. kita tidak bisa menyamaratakan kondisi dan struktur masyarakat negara yang satu dengan yang lain.....
Gw baca kamsud si slowrelaks itu bukan begitu, jd klo ada yg menganggap stalin dan polpot itu genocide karena kurang didikan agamanya itu gak benar, jd ini anggapan pihak ketiga bukan si pelaku.
Imho, sebenarnya tepatnya sih didikan moral dan berkehidupan sosial yg baik. Ada org yg dikit pendidikan agamanya tp berbudi pekerti bagus karena diajarkan sopan santun dan moral yg strict, tp ada jg org2 yg getol ngajarin agama tp lupa ngajarin konsep moral (yg benar) misal pesantren para "pengantin".
Tp gw ngerti maksud mui di sini, karena imo di indonesia, agama lebih bisa melebur ke konsep ajaran moral juga.
Bukan main kompaknya bapak2 polri dan tni di SOLO
untungnya, walikotanya gak ngacungin jari tengah ke mereka
![]()
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
^ gw nangkepnya sih ga gitu maksudnya. ini masalah pihak ketiga (seperti mui) menanggapi kasus2 penyimpangan moral yg ada di masyarakat, yang mana bukan karena faktor agama saja yang berperan. kalo orang berpikir dewasa, tentu kurangnya didikan agama bukan satu2nya faktor adanya penyakit masyarakat, masih banyak faktor lain, ekonomi, pendidikan etc etc.
ah imo lagi, jadi dewasa sih bukan masalah ada tidaknya motif agama dalam diri seseorang.