Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 48 of 48

Thread: Ulat Bulu Bagian Bioteror AS

  1. #41
    padahal si Jerry D. Gray ini asalnya warga Amrik lho... tapi begitu paranoid ke negara asalnya sendiri

    Doi udah nerbitin 3 buku: Trgaedi 11/9; Dosa2 Media Amerika; dan Deadly Mist (ttg konspirasi Amrik menguasai obat2an)
    Mungkin karena Si Jerry hafal betul tabiat negaranya. Serupa John Perkins
    yang mengerti seluk beluk negaranya menjatuhkan suatu negara atau mem-
    bunuh kepala negara yang tak disukai.


    Menuding segala-galanya didalangi AS tentu tidak benar dan berlebihan.
    Prinsipnya, segala sesuatu perlu pembuktian.


    Tapi menolak samasekali peran AS untuk banyak keributan di dunia ini,
    ya salah juga. Pada tahun 1973 ketika Presiden Chili, Salvatore Allende
    menasionalisasi ITT, salah satu perusahaan telekomunikasi AS, segera
    saja ia ditumbangkan oleh AS. Tentu saja ada pra kondisi kejatuhan ini.

    Saya kira kasus semacam ini sudah menjadi pengetahuan umum


    Untuk ulat bebulu ini, saya pikir ini soal kekacauan ekosistem. Manusia
    merusak lingkungan. Kini lingkungan merusaknya. Jadi, selamat menikmati
    invasi kaum berbulu...
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  2. #42
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    Quote Originally Posted by E = mc² View Post
    ^



    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Untuk ulat bebulu ini, saya pikir ini soal kekacauan ekosistem. Manusia
    merusak lingkungan. Kini lingkungan merusaknya. Jadi, selamat menikmati
    invasi kaum berbulu...
    ^
    because, imagination is a part of reality-

  3. #43
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    Quote Originally Posted by DH1M4Z View Post
    yang jelas sekarang kesimbangan alam terganggu , banyak rantai makanan yang terputus.
    jadi ya akhirnya timbul kejadian kayak gini : ulat bulu, hama belalang, keong emas...
    gw malah liat di berita, di Ponorogo ya CMIIW, ada ibu ibu yang ngusir ulat bulu pake sesajen

  4. #44
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    udah pada kalap....
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  5. #45
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by Jack cloning View Post
    tapi menurut beberapa orang disini, pada percaya ini merupakan bagian dari konspirasi amrik tuh
    ya gpp kalo ada yang percaya, ga otomatis kiamat kok dunia. mungkin mereka malas lihat berita, atau punya paranoid berlebihan dengan AS
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  6. #46
    Barista deddy's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Mahakam
    Posts
    2,250
    napa gak ngundang paranormal. ahli nujum, paranoid aja ya .... mereka kan jago meramal 'kira2 sampe kapan ulet bulu menyebar di wilayah ina dan apa bener2 teror dari amrik...? sayang mama lemon sudah gak ada .....

    malah ada berita yang menyebutkan sudah sampe di kaltim tepatnya di sangatha..... tapi setelah kroscek ke teman ternyata ulet bulu itu selalu ada setiap tahun dan popolasinya tidak sebanyak di jawa.....makanya dianggap biasa biasa saja....
    GARUDA DI DADAKU

  7. #47

    Wow, Ulat Bulu di Bali Hasilkan Sutera

    DENPASAR, KOMPAS.com - Namanya nasib memang tidak ke mana. Wabah ulat bulu yang menyerang beberapa wilayah di Bali ternyata bukan ulat sembarangan. Ulat yang berkembang pesat di daerah tersebut ternyata jenis ulat penghasil sutera alami.


    Tim Provinsi Bali yang melakukan pengamatan atas keberadaan ulat bulu di Kabupaten Karangasem, memastikan bahwa binatang yang kini merambah pepohonan di daerah itu adalah jenis ulat sutra emas. Masyarakat bisa memanfaatkan kokonnya untuk bahan baku sutera.

    "Itu justru jenis ulat yang membawa berkah, yakni ulat sutra emas yang benang kepompongnya dapat dipakai bahan baku atau aksesori busana," kata Kepala Dinas Pertanian Bali Ir Made Putra Suryawan di Amlapura, Sabtu (16/4/2011).

    Suryawan yang memimpin langsung tim tersebut, juga melakukan pengamatan serupa di sejumlah desa di Kabupaten Klungkung. Dari hasil pengamatan tim, kata dia, ternyata menemukan jawaban yang cukup menggembirakan dari kemunculan fenomena alam seperti di Kabupaten Karangasem.

    Ia mengadakan pengamatan secara lebih seksama di Banjar Giok, Desa Tumbu, Karangasem, tim menemukan bahwa binatang yang ditakuti masyarakat itu adalah ulat sutera emas spesies Crucula trifenestrata. "Binatang berbulu dan merayap itu adalah ulat sutera emas yang hidup secara liar," ucapnya sambil tersenyum.

    Kadistan mengaku bahwa pihaknya sudah memastikan kalau ulat tersebut adalah jenis ulat sutera emas yang biasa dipelihara orang. Namun, kini ulat tersebut hidup secara liar di alam bebas.

    Seorang pengusaha kain dari Denpasar yang secara khusus datang ke lokasi, bahkan langsung menyatakan kesediaannya membeli kokon atau kepompong dari ulat sutera emas itu dari warga. Ia juga menyatakan keinginannya mengembangbiakkan ulat bulu jenis itu. Satu kilo kepompong yang diperkirakan berisi 400 kokon, siap dihargai hingga Rp 200 ribu.

    Mendengar penegasan Kadistan dan penyampaian dari pengusaha kain itu, seketika membuat masyarakat setempat berubah sikap. Mereka yang semula menginginkan ulat itu dibasmi, kini malah menyatakan ingin memelihara dan mengembangbiakkannya.

    Ulat tersebut selama ini diketahui telah memangsa daun jambu mete, kedondong, dan alpukat yang tumbuh di Banjar Giok, Desa Tumbu. Selain di Desa Tumbu, jenis Crucula trifenestrata yang hidup liar kini juga ditemukan di Desa Susuan, Amlapura, yang juga memakan daun alpukat.

    Dengan temuan itu, Suryawan berharap ada pengusaha lokal yang siap mengembangkan dan memintal menjadi benang sutera emas alami untuk menambah pernak-pernik pada pakaian. Kepada masyarakat di tempat lain di Bali, ia minta untuk tidak resah dan panik ketika di sekitar tempat tinggal menemukan ulat bulu.

    "Siapa tahu, ulat bulu itu bukan hama, akan tetapi suatu berkah seperti yang kini muncul di Karangasem," ujarnya.

    http://regional.kompas.com/read/2011...asilkan.Sutera

  8. #48
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    alpukat itu emang sebelum musim berbuah daunnya habis dimakan ama ulat, ada enzim2 tertentu yang dikeluarkan pohon alpukat yang disukai ulat. jadi ngacoo banget kalo ada yang ketakutan pohon alpukatnya didatangi ulat
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •