ini udah ada jurnal ilmiahya blm ya? curiganya seperti yang dibilang aslan, ini pseudoscience![]()
ini udah ada jurnal ilmiahya blm ya? curiganya seperti yang dibilang aslan, ini pseudoscience![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
oh, emang kalo masup thread sini musti pake jurnal ilmiah ya?![]()
gw pernah dapat dongeng, ada orang yg berlatih menghipnotis, dia pakai latihan dirinya sendiri,
trus berhasil, dirinya terhipnotis & hasilnya dia cuma diem doank, tanpa ekspresi, cuma mlongo.
sampai ada orang guru hipnotis yg nolong dirinya untuk sadar
so, don't try hipnotis2an at home!!
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
percuma dipikir, utamanya dicoba dulu, ato googling aja
ini jauh dari otak tengah kok
mungkin ini perlu dibaca
http://www.binauralbeatsgeek.com/bin...-research.html
http://www.ascension-beats.com/Guide...%20Science.pdf
tp toh tetep perlu coba dulu sebelum percaya bukan? jgn mengimani sesuatu tanpa mencoba
ini dari forum sebelah
Spoiler for sebelah kamar mayat:
---------- Post added at 10:54 PM ---------- Previous post was at 10:53 PM ----------
gw jg pernah coba yg lucid ma awakening, bawaannya malah pusing....
tp klo yg attract love entah kenapa berhasil, well iseng2 sing... ato efek placebo ya? ato emg gw yg ganteng dr dulu?![]()
because, imagination is a part of reality-
gw malah ditantangin ama temen kantor, jajalin white noise
berani ga lu cobain itu?
kalau ga salah bikin jalanjalan,
wiiddiihhh ogah... gw mah ogah kalau gitu2an.
ga ada efek samping kata dia,
trus tinggal setting aja alarm, buat bangunin kalau emang ude pengen bangun
sik gw lupa artikelnya.. gugling dulu![]()
err keknya emang default bodi orang ada anti imun yah
*serasa main games
artinya kalau ga suka ama orang, meski secara logika disuka2in.
tapi kalau bawah sadarnya pasti ga bisa boong klo ga suka ama orang, *katanyaaaaaaaa..
katanya loh yah... ada sesuatu yang bakalan ngenolak.
coba buka iso-tones.com non
trus di bagian tones
di sana ada banyak materi, tinggal disesuai dengan yang kamu butuhin
hehehhe coba deh saling share aja, itu beastmen ude kasi link
eh hipnotis emang kaga boleh dilakuin sembarang deh.
apalagi kalau main regresi, buat tahu masa lalu.
waahhh itu bisa menyalahi hukum alam
thx for link.
ga tahu juga, gw ngejajal dengerin lagu2 ini.
kok fine2 aja yah. kaga ada pusingnya.. atau otak gw yang ude bebal?
soal white noise gw spoiler aja yah
Spoiler for white noise:
bedain antara gendam sm hipnotis ya![]()
@etca: braunwavwpe buat manajemen emosi kyk gwe bisa kali ya?
terutama kalo lagi pms, gw kan emosinya up n down bikin rumah dalam siaga 1 neh![]()
TSnya sopo seh
gw sih disaranin ama kawan buat ngademin sifat temperamental gw
dengerin yang ini :
inner place.
This 15-minute long tone has been reported to create a blissful feeling of complete inner peace and harmony.
link mp3nya
ok barusan gw bacabaca lagi...Code:http://www.iso-tones.com/InnerPeace.mp3
Ada sebuah alat namanya EEG (Elektroensefalografi)
yaitu sebuah teknologi yang digunakan untuk mengukur getaran listrik otak dari permukaan kulit kepala.
Pola EEG yang dihasilkan akan berisi elemen frekuensi terutama di bawah 30Hz.
Frekuensi dikelompokkan ke dalam empat golongan sebagai berikut:
Area Rentang Frekuensi Kondisi Pikiran Delta 1 - 3 Hz Tidur Theta 4 - 8 Hz Mengantuk (tahapan awal tidur) Alfa 9 - 13 Hz Santai tapi waspada Beta 14 - 30 Hz Sangat waspada dan terfokus
Frekuensi dominan dalam pola EEG menentukan keadaan otak kita.
Jika amplitudo dari rentang frekuensi alpha tertinggi, maka otak dikatakan dalam tahap alpha.
Menstimulus Otak Untuk Keadaan yang Diinginkan
Jika stimulus eksternal diterapkan ke otak, maka ada kemungkinan frekuensi otak berubah dari satu tahap ke tahap lainnya.
Contoh jika seseorang berada dalam tahap beta (sangat waspada) dan stimulus dari 10Hz diterapkan pada otaknya untuk beberapa waktu,
frekuensi otak kemungkinan akan berubah terhadap stimulus diterapkan.
Efeknya akan santai untuk orang tersebut.
Dalam prakteknya, sulit untuk menentukan keadaan otak tanpa peralatan tambahan (seperti perangkat EEG).
Merangsang otak dengan frekuensi binaural beat
Cara termudah untuk menerapkan stimulus untuk otak adalah melalui telinga.
Indera lainnya dapat digunakan juga, yaitu indra penglihatan.
Namun, manusia tidak dapat mendengar suara cukup rendah untuk dianggap berguna untuk stimulasi otak,
Sehingga harus menggunakan teknik khusus yaitu binaural beats.
Jika telinga kiri disajikan dengan nada mantap 500Hz dan telinga kanan nada mantap 510Hz, kedua menggabungkan nada di otak.
Bedanya, 10Hz, dirasakan oleh otak dan merupakan stimulus yang sangat efektif untuk entrainment gelombang otak.
10Hz ini dibentuk sepenuhnya oleh otak.
Bila menggunakan headphone stereo, suara kiri dan kanan tidak bercampur sampai di otak Anda.
Perbedaan frekuensi, ketika dirasakan oleh otak dengan cara ini, disebut binaural beat.
Perlu diketahui bahwa dengan mendengarkan secara pasif dengung Binaural beats ini tidak selalu mengubah keadaan kesadaran.
Misalnya, kemauan dan kemampuan untuk bersantai dan fokus perhatian mempengaruhi seberapa efektif stimulus Binaural beat ini akan melakukan perubahan.
Manfaat :
Menambah konsentrasi
Tahap theta (4Hz - 7Hz) telah ditemukan untuk meningkatkan kemampuan belajar.
Bahkan, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu dalam tahap theta daripada orang dewasa,
yang mungkin menjelaskan kemampuan belajar dipercepat anak.
Frekuensi alpha juga berguna untuk tujuan belajar.
Meningkatkan kualitas tidur
Dari data penelitian, ditemukan bahwa dalam setengah jam sehari dari tahap Theta dapat menggantikan hingga 4 jam tidur.
saus kecap
err kalau buat saya pribadi,
Tidur tetap diperlukan guna mengistirahatkan organ tubuh.
kalau dimampatkan terus menerus dengan frekuensi Theta keknya bakalan cepet ringsek juga.![]()
Last edited by etca; 22-03-2012 at 09:59 AM.
klo noise2 macam itu coba googling GANZFELD EXPRIMENT
skedar info, iso tone, binaural ma monaural cara kerjanya beda, efeknya jg beda.
tp eike lbh ok ma iso
because, imagination is a part of reality-
apa karena medianya ada tambahan lagi yah..
di Ganzfeld expriment kan pakai bola lampu warna merah,
dan mata dipaksa fokus dengan ditemplokin kaca mata bantu yang dimodifikasi khusus.
belum mentelaah atau mengupas jauh satu persatu nih.
tapi tadi sempat ngobrol ama kawan yang binaural tadi, kalau pake earphone yang stereo, makanya bisa jadi frekuensi kanan kiri beda.
kalau earphonenya dibuat mono. ya bakalan beda. mungkin ini yang disebut moaural yah? *cmiiw.
oh ya pernah denger soal tibetan songs bowl? apakah ini juga bisa dimasukkan dalam kategori brainwave?
kebetulan saya ada 5 koleksi albumnya danny becher, biasa digunakan utk meditasi *hasil copy koleksi vihara sebelah,
danny becher ini spealisasi bikin musik dari mangkok. dan itu hasilnya berupa denting.
Spoiler for album danny becher:
hihihii gw jajalnya juga baru yang inner peace.
itu karena punya tujuan biar agak bisa cooling down menghadapi hidup. tsahhhhhhhhhhhj/k
yang aura, err itu beneran bisa ngefek?
soalnya sempat melihat kek kabut lembut di belakang kepala kawan warna ijo muda semburat gitu.
cuma gw ga yakin ama yang gw liat.
soalnya dengerinnya juga sambil iseng dan itu cuma 3x putaran. abis itu ude. ga pernah dengerin sambil hening
yang berulang2 sih inner peace
oia terus terang gw penasaran pengen ngukur frekuensi musik yang diupload oleh iso tones dll itu.
cuma kata kawan kudu pake frekuensimeter.
di ruangan gw adanya osiloskop, alat pengukur frekuensi listrik![]()
blm pernah denger soal tibetan songs bowl.
tp ga tau jg yak, soalnya kalo binaural kan maenin frekuensi yg berbeda di left n right
jd misal dimaenin di hedset mono keknya malah percuma
trus klo song bowl sih ga tau... emg song bowl ada frekuensi2 khusus yg punya efek khusus?
because, imagination is a part of reality-
sekedar dengerin whitenoise atau brainwave OBE lainnya ga akan
secara otomatis bisa memiliki kemampuan telepati atau bisa mraga sukma
cukup dengerin satu atau dua yang kira-kira dapat berguna, dengan
gelombang frekuensi yang ga berbeda jauh. kalau coba-coba ga akan efektif
Ada satu macam logika yg ingin saya tanyakan.
Otak yg tenang menghasilkan gelombang dengan frekwensi Theta.
Tapi apakah memberikan suara dengan frekwensi Theta akan membuat otak menjadi tenang ?
Analogikanya begini:
Anak yg pintar matematika akan menghasilkan Raport dengan angka 9 di bidang tersebut.
Tapi apakah mengubah angka 5 menjadi 9 diraport anak lainnya akan membuat dia jadi pandai matematika ?
atau analogi yg lebih ekstrimnya begini :
Seekor kucing akan menghasilkan suara "meong"
apakah membanjiri seekor anjing dengan suara "meong" akan mengubah anjing itu menjadi kucing ?
Orang yg jatuh cinta akan menghasilkan gelaombang otak yg special, tapi apakah membanjiri otak orang lain dengan gelombang2 yg sama akan membuatnya menjadi jatuh cinta ?
Analogi lagi yuk...
Orang yg sedang jatuh cinta, jantungnya akan berdebar dan wajahnya akan bersemu merah saat bertemu kekasihnya.
Apakah memerahkan muka seseorang dan mendebarkan jantungnya dengan cafein akan membuat seorang menjadi jatuh cinta ?
@etca: tadinya diniatin buat tandingan tips2 monan thread gw malah b'kembang ke banyak aspek
![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
di KM harus segala ilmiah ya, keterkaitan brainwave dan cinta jelas bukan science
penggunaan brainwave/binural beats sebagai terapi masuk ke penelitian psikobiologi
atau psikologi kognitif, contoh penelitiannya penggunaan EGG untuk treatment anak AD/HD
terapi untuk post-war syndrome, schizophrenia dan lainnya.
kalau psikologi dianggap bukan cabang science... ya tetap pseudoscience![]()
tarzan sejak kecil di hutan, suaranya cuma "uk ak ukkkk" kek kawanan sekelilingnya kan?
kalau ditanya soal macam di atas, ya gw jawab ga bisa.
semua kan butuh proses n banyak parameter lain yang mendukung agar tujuannya tercapai.
brainwave hanya salah satu unsur pembantu.
musik ini kan gunanya cuma menstimulasi doank cha_n,
namanya juga pake trik ala marketing
bikin trik dengan judul dibumbui dikit supaya laku,
kalau cuman brainwave, keknya cuma dikit orang yang tertarik karena materinya dirasa berat.
musik ala tibet yang dihasilkan dari denting mangkok ini sebenarnya ada beberapa orang yang berkarya ke arah sana.
salah satunya Danny Becher.
Dia ini tidak mengklaim berdasar frekuensi sih.
musik dia ini keknya frekuensinya tinggi, ga tahu juga yah ga ngukur.born 1953 in braunschweig, germany,is giving seminars on musical phenomena, concerts and classes since 1981 in different european countries.
Before that he had been living in India for 9 years, working in an Ayurvedic Institute, and as a designer in a multi-cultural-centre. Side by that he studied yoga and indian classical music. -
Since childhood he is interrested and trained in music and absolved studies in western classical music theory, classical music-history, church music and conducting 4-part classical choirs. Training the voice in belcanto classical singing style, gregorian interpretation and overtone chanting resulted in a synthesis of voice expression and he developed his own style.
'Using the voice is a means of setting oneself into different vibrational patterns, for a better well being on physical, mental and emotional level.
sumber : dannybecher.com
tapi gw pusing dengerin musik dia ini.
kalau iso tones enggak.
di DVDnya Danny Becher yang berjudul Message of Sound,
tiap musiknya disertai pattern2 abstract seperti gambar di atas.
sepertinya memang buat membantu secara visual untuk meditasi.
Dari apa yang sudah dibahas,
saya sih nangkepnya dengan media suara, digunakan untuk menstimulasi otak dengan tujuan tertentu.
dan metodenya sendiri ada banyak variasi.
klo yang ini contoh isinya dengung dan dengung denting mangkok karya dari Danny Becher.
Gelombang Otak
saus kecap
Jaringan otak manusia hidup menghasilkan gelombang listrik yang berfluktuasi. Gelombang listrik inilah disebut brainwave atau gelombang otak. Dalam satu waktu, otak manusia menghasilkan berbagai gelombang otak secara bersamaan. Empat gelombang otak yang diproduksi oleh otak umumnya manusia yaitu beta, alpha, tetha, delta. Akan tetapi selalu ada jenis gelombang otak yang paling dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Gelombang otak menandakan aktifitas pikiran seseorang.
![]()
Gelombang otak diukur dengan alat yang dinamakan Electro Encephalograph (EEG). EEG ditemukan pada tahun 1929 oleh psikiater Jerman, Hans Berger. Sampai saat ini, EEG adalah alat yang sering diandalkan para peneliti yang ingin mengetahui aktivitas pikiran seseorang.
Beta, frekuensi 12 - 25 Hz.
Dominan pada saat kita dalam kondisi terjaga, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisa tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olah raga, dan memikirkan hal-hal yang rumit. Gelombang beta memungkinkan seseorang memikirkan sampai 9 obyek secara bersamaan.
Alpha, frekuensi 8 - 12 Hz.
Dominan pada saat tubuh dan pikiran rileks dan tetap waspada. Misalnya ketika kita sedang membaca, menulis, berdoa dan ketika kita fokus pada suatu obyek. Gelombang alpha berfungsi sebagai penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa juga menandakan bahwa seseorang dalam kondisi light trance atau kondisi hypnosis yang ringan.
Theta, frekuensi 4 - 8 Hz
Dominan saat kita dalam kondisi hypnosis, meditasi dalam, hampir tidur, atau tidur disertai mimpi. Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar.
Delta, frekuensi 0,1 - 4 Hz.
Dominan saat tidur lelap tanpa mimpi.
Penemuan alat untuk mengukur gelombang otak berpengaruh positif terhadap perkembangan hypnosis. Hypnosis yang semula dianggap sebagai hal yang misterius, menakutkan, dan dianggap fenomena supranatural, sekarang sudah diterima secara ilmiah sebagai kondisi alami manusia.
Telah dilakukan penelitian pada sejumlah subjek dan diperoleh hasil bahwa subyek yang sedang dalam kondisi hypnosis, gelombang otaknya antara alpha dan theta. Dalam kondisi terjaga, gelombang otak subyek umumnya adalah beta. Begitu dilakukan induksi, maka gelombang otak subyek secara cepat turun ke alpha, dan setelah dilakukan teknik deepening, otak subyek menunjukkan gelombang theta. Diyakini oleh para ilmuan bahwa apabila otak memproduksi gelombang otak theta yang dominan, maka sedang terjadi aktifitas pikiran bawah sadar.
Sekarang anda sudah tahu bahwa seorang dalam kondisi trance hypnosis gelombang otaknya adalah antara alpha dan theta. Pertanyaannya, apakah gelombang otak alpha dan theta hanya terjadi pada kondisi trance hypnosis saja?
Ternyata tidak. Secara alami anda memasuki kondisi alpha dan theta setiap akan tidur dan bangun tidur. Ketika anda sudah merasa sangat rileks, tenang, dan hampir tertidur, tapi anda masih menyadari keberadaan anda, maka seperti itulah kondisi hypnosis. Ketika anda terjaga dari tidur, dan masih malas untuk beranjak dari tempat tidur karena masih ingin melanjutkan tidur lagi, maka seperti itulah kondisi hypnosis.
Bedanya ketika anda akan tidur yaitu anda hanya mengalami kondisi alpha-theta dalam beberapa menit saja, kemudian gelombang otak anda turun ke delta (tanda bahwa tubuh dan pikiran anda beristirahat total). Sedangkan dalam kondisi hypnosis, anda bisa mengalami kondisi trance (gelombang otak alpha-theta) dalam waktu yang lama.
Orang yang bermeditasi, berdoa dengan khusyuk, terpana melihat sesuatu, terhanyut membaca novel atau suatu cerita, melamun dan semacamnya juga menghasilkan gelombang otak alpha sampai theta.
Dengan mengetahui bahwa kondisi hypnosis adalah kondisi yang alami bagi manusia, maka tidak perlu ada ketakutan lagi bahwa hypnosis itu berbahaya. Kecurigaan bahwa ada unsur magic/sihir/paranormal dalam hypnosis sudah lenyap sejak diketahui bahwa hypnosis itu fenomena mental yang alami.
Last edited by etca; 22-03-2012 at 09:45 PM.