Results 1 to 17 of 17

Thread: Tuhan adalah Seorang penyair?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1

    Tuhan adalah Seorang penyair?

    ahahaha


    just joke

    abis dr bahasa2 yg ada di kitab kitab suci, kok gaya bahasa baku, kdg pake kiasan kiasan n 'berbunga' gitu

    apa terjemahannya aja yg baku gitu dan kdg suka ga to the point...apa bener Tuhan di jaman dahulu kala bisa lsg ngobrol sama manusia? apa saat itu manusia sdh menemukan tulisan?


  2. #2
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    tuhan lebih dari seorang penyair. Jaman dulu di tanah Arab, mereka sering bertanding syair, oleh krn itu Muhammad saw pernah dituduh sbg seorang penyair.

    Gaya sastra al-Quran itu tinggi, dan itu pula yg membuat Umar luluh hatinya ketika mendengar lantunan ayat suci al-Quran.

    Bangsa Arab dikenal sbg kaum yg ummiy (buta huruf), shg budaya hapalan merupakan andalan mereka dan menjadi adat kebiasaan mereka.

    btw, berpantun lebih mudah diingat loh

  3. #3
    Tuhan bukan Nabi Nya maksudku

    makanya aku tanya Firman2 itu yg secara lsg itu lalu di tulis/disampaikan Nabi ke pada umat dgn gaya bahasa sendiri atwkah lsg copas dr kata2nya Tuhan?

    gt
    heheh

  4. #4
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Bisa dijelaskan dengan cara ilmiah (atawa sekuler) sebenarnya.

    Pertama, manusia cenderung mengingat sesuatu yang berpola dan unik. Itu sebabnya, pepatah, kata-kata yang dibuat dalam bentuk rima, analogi, metafora, cenderung lebih mudah diingat dan diwariskan beberapa generasi;

    Kedua, bahasa menunjukkan tingkat pendidikan. Coba bandingkan antara tulisan Sun Tzu, Machiavelli, dan Musashi, kau pasti akan menemukan perasaan beda. Musashi adalah yang paling kasar, Machiavelli di tengah-tengah, dan Sun Tzu yang paling halus. Kemampuan untuk merangkai kata akan menunjukkan pendidikannya dan itu akan membuatnya didengarkan orang.


    Nah, bila Tuhan itu ada (karena ada anggota Kopimaya yang atheis), seandainya dia menurunkan wahyu, pasti dia mau menunjukkan kecerdasannya. Salah satunya adalah dengan bersyair-syair ria.

    Tentu saja tiap agama dan pemahaman pemeluknya beda-beda.
    Ada yang percaya bahwa kitab sucinya benar-benar salin-rekat dari kata-kata Tuhan.
    Ada yang percaya bahwa kitab sucinya adalah buatan manusia yang diilhami oleh Roh Tuhan dan hasilnya adalah upaya maksimal dari manusia terpilih itu.

  5. #5
    ooh, jd selama belum ditemukan tulisan, manusia2 pilihan itu menyampaikan ucapan Tuhan melalui kata2 yg 'mudah diingat' seperti dlm bntk sabda sabda yg puitis ya..ehmm..i see

    berarti ada kemungkinan diberi 'bunga bunga' donk?

    agar indah, terlihat 'tinggi' dan agung

    aku jg tau sedikit mantra2 dlm agama hindu bali, yg kata2 nya sangat indah

    tapi kdg aku agak tergelitik : apa bener ini Tuhan yg bikin? hehhehehhe..kok bagus banget..hahah...bahkan kdg terasa agak berlebihan dan di buat buat

    aku kdg berfikir Tuhan itu simple, sederhana dan apa adanya

    selama aku hidup dan kadang berdoa (kadang loh..hehe) aku ga pernah tuh dengar suara2 puitis...

    apa ada yg pernah dlm doanya berhasil mendengar suara tuhan dlm bntk syair2??

    kalau ada yg pernah, bagi2 donk pengalamannya

  6. #6
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by adinda View Post
    berarti ada kemungkinan diberi 'bunga bunga' donk?

    agar indah, terlihat 'tinggi' dan agung
    Bergantung tuhan dan otoritas yang diberikan tuhan kepada utusannya. Ada yng harus disampaikan apa adanya, ada yang boleh disampaikan berdasarkan maknanya saja dengan redaksi yang bebas selama tidak merubah makna firman tuhan tsb.

    Quote Originally Posted by adinda View Post
    aku jg tau sedikit mantra2 dlm agama hindu bali, yg kata2 nya sangat indah

    tapi kdg aku agak tergelitik : apa bener ini Tuhan yg bikin? hehhehehhe..kok bagus banget..hahah...bahkan kdg terasa agak berlebihan dan di buat buat
    Selama itu memang diyakini berasal dari tuhan, kenapa harus ragu ? apakah tuhan tidak bisa dan tidak boleh bersyair dan berlebihan memuji dirinya ?

    Quote Originally Posted by adinda View Post
    aku kdg berfikir Tuhan itu simple, sederhana dan apa adanya

    selama aku hidup dan kadang berdoa (kadang loh..hehe) aku ga pernah tuh dengar suara2 puitis...

    apa ada yg pernah dlm doanya berhasil mendengar suara tuhan dlm bntk syair2??

    kalau ada yg pernah, bagi2 donk pengalamannya
    Oh kalau ada yang berdo'a kemudian berhasil mendengar suara tuhan, maka dia adalah penerima berita dari tuhan (nabi). Dan berdo'a itu kan tidak selalu harus bersya'ir, namanya do'a kan memohon ... boleh2 saja tanpa sya'ir.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  7. #7
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by kandalf
    Kedua, bahasa menunjukkan tingkat pendidikan. Coba bandingkan antara tulisan Sun Tzu, Machiavelli, dan Musashi, kau pasti akan menemukan perasaan beda. Musashi adalah yang paling kasar, Machiavelli di tengah-tengah, dan Sun Tzu yang paling halus. Kemampuan untuk merangkai kata akan menunjukkan pendidikannya dan itu akan membuatnya didengarkan orang.
    Ah masa sih? Biasanya makin halus bahasa, makin feodal.

  8. #8
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Katakanlah kita bisa menjelajahi ruang waktu dan sampailah kita di jaman 2000 taun sebelum masehi. Lalu ketemu sama orang2 lalu mencoba menjelaskan ttg masa depan mereka pada manusia2 jadul tsb.

    Bagaimanakah anda menjelaskan iPhone?












    Tak kasih rahasianya.. mungkin anda perlu bersyair.

  9. #9
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Katakanlah kita bisa menjelajahi ruang waktu dan sampailah kita di jaman 2000 taun sebelum masehi. Lalu ketemu sama orang2 lalu mencoba menjelaskan ttg masa depan mereka pada manusia2 jadul tsb.

    Bagaimanakah anda menjelaskan iPhone?

    Tak kasih rahasianya.. mungkin anda perlu bersyair.
    Setidaknya sejak jaman manusia2 jadul sudah ada buah apel. Ane kasih aja buah apel somplak tiap hari. Ntar lama2 mereka juga ngerti apa itu iPhone. Gak perlu syair.


  10. #10
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Setidaknya sejak jaman manusia2 jadul sudah ada buah apel. Ane kasih aja buah apel somplak tiap hari. Ntar lama2 mereka juga ngerti apa itu iPhone. Gak perlu syair.

    Yah.. ndak punya yaa..

  11. #11
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by adinda View Post
    ahahaha


    just joke

    abis dr bahasa2 yg ada di kitab kitab suci, kok gaya bahasa baku, kdg pake kiasan kiasan n 'berbunga' gitu

    apa terjemahannya aja yg baku gitu dan kdg suka ga to the point...apa bener Tuhan di jaman dahulu kala bisa lsg ngobrol sama manusia? apa saat itu manusia sdh menemukan tulisan?

    Hush... Kalo tuhan adalah seorang penyair berarti tuhan sama dengan burung merak. Aya-aya wae sampeyan ini....

  12. #12
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845
    Tuhan adalah seorang penyair?
    fail


    tapi, kata guru ngajiku, bahasa dalam alqur'an memang bahasa sastra arab tingkat tinggi.
    sengaja diturunkan dengan bahasa seperti itu karena pada jaman Nabi Muhammad banyak sekali para penyair jempolan di kaum quraisy
    bahkan sampe ada "pasar penyair" di mana para penyair saling berkumpul untuk mengadu keahlian mereka
    mirip berbalas pantun gitu kali ya, cuman pake bahasa sastra
    hehe..
    Last edited by gogon; 13-04-2011 at 10:45 AM.

  13. #13
    ah rese nih gugun

    daripada gw bilang 'sebuah'..atau sekerat..atau sepotong?


  14. #14
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    betul dinda, kmu dah betul dgn mempersonifikasikan tuhan dgn seorang BUKAN seekor atau sebutir atau sesuatu, krn kata ganti bhs inggris buat tuhan adalah "HE" (dia), klo bhs arabnya "huwa". klo yesus manggilnya "Bapa".

  15. #15
    penjelasn mb/maz kandalf masuk akal ya..tku. keknya syair dlm bahasa2 tinggi itu agak susah dipahami org awam

    misalnya wktu denger pemuka agama mengutip ayat2 di kitab suci, gw kdg berpikir " what the heck are you talking about, dude? ( maaph..tapi boleh donk sdkt jujur) apalgi kdg artinya jadi buram..dan dijelaskan secara harfiah menurut pemahaman si pemuka agama itu sendiri.

    bahkan disini, kitab dlm bahasa sansekerta itu ga boleh di bacain terjemahannya..dan si pendeta menyandungkan syair2 itu pas upacara keagamaan..tanpa ada umat yg mngerti artinya, bahkan isi kitab itu ga bisa semua org tau. sigh:

    --

    ya itulah sdkt keluh kesah dr gw.

    gw pgn bilang ke Tuhan, God..please rewrite this book in a simple way, could you? hehhhehe
    Last edited by adinda; 13-04-2011 at 04:58 PM.

  16. #16
    Kalo saya lihat sih Tuhan bukan penyari melaikan sosok yang senang berteka-teki dengan memberikan text yang multi-tafsir.

  17. #17
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    kandalf itu cowoq dari Bali ...

    Tidak selalu bahwa semua yang memiliki intonasi nada itu musti ditafsirkan. Misal al-Qur'an, teks ini "Qul huwa Allahu ahad" dibaca Qulhuwalloohu ahad <<< ada intonasi panjang pendek, tinggi rendah. Apakah dengan ini maka harus multi tafsir atau susah dipahami oleh orang Awam ?

    Berbeda jika kasusnya, kata-kata atau kalimat tsb mengandung arti yang samar atau mengandung majas, maka ini perlu pemahaman supaya tidak salah mengerti.

    Kalau untuk mengerti bahasanya saja susah (bhs Sansekerta, hindu ya ?), bagaimana bisa tau artinya ? kan repot dan pada akhirnya mengandalkan pemahaman orang lain.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •