gw bilang itu tradisi.... emangnya gw bukan orang?emanknya ada orang yang bilang yasinan dll itu tradisi????![]()
gw bilang itu tradisi.... emangnya gw bukan orang?emanknya ada orang yang bilang yasinan dll itu tradisi????![]()
itulah, nggo, kl ga liat kearifan...mpe ga tau ada tradisi pd masyarakat
---------- Post added at 09:42 PM ---------- Previous post was at 09:40 PM ----------
keluarga saya pun tdk t'biasa m'adakan acara2 itu, tetapi tdk menolak ketika tetangga mau tahlilan saat mama ga ada
---------- Post added at 09:46 PM ---------- Previous post was at 09:42 PM ----------
sy lihat t'nyata tahlilan bs m'hibur bpk yg b'duka n isinya jg m'buat qta b'munajat, sy tdk menolak meski tdk melakukan
Setuju ama bundana, bokap gw bilang, walau dalam agama yg nyampe doa setelah meninggal itu cuman doa anak2nya dan amal jariyah, masa sebagai anak maw nolak orang lain doain ortu kita![]()
Iya nih bahasannya euy
Kalo di sini biasanya klo ibu pergi tasmiyahan bilang "iya ini maw pergi ke tasmiyahan anak si .... " jadi imo tasmiyahan emang acara selamatan anak baru lahir, ga taw beda atau sama sama aqiqah, sekali pernah dateng tasmiyahan keponakan ada acara potong rambut bayinya dikit...
Yo weiss... seperti yang sudah saya katakan sebelumnya... silahkan saudara2 disini melakukan apa yang saudara2 anggap benar (bukan apa yang dianngap Rasulullah Shallollohu 'alaihi wa sallam benar) toh apa yang kita kerjakan akan kembali kepada masing2 kita... mau mengikuti perintah Rasul atau malah membuat sesuatu yang baru dalam hal ibadah ya silahkan..... tugas saya cuman mengingatkan itu saja... sekian wassalam![]()
apakah menghakimi seolah diri loe Rasullullah per
nah dicontohkan oleh Rasullullah? atau oleh saha
bat?
Tahlilan dan Yasinan, bukanlah ibadah. Jadi kalau
gw diundang yasinan/tahlilan dan gw sempat, ma
ka gw datang. Gw sendiri ngga ngadain tahlilan
atau yasinan, karena gw sayang duitnya.
masalah nya, ketakutan loe terhadap tahlilan atau
yasinan, secara tidak loe sadari telah menjadikan
tahlilan/yasinan sebagai tandingan ibadah.
awalnya UlMalik sbg TS cuma bertanya bedanya selamatan tasmiyahan, yasinan aja...trus, justru Hajimeh sendiri yang memancing dengan pertanyaan:
lalu anehnya, ketika yang lain m'coba m'jawab p'tanyaan Ul.malik dan sekedar pandangan seperti yg saya bilangkalo saya sih sekedar nambah nanya... apakah selamatan, tasmiyahan, atau yasinan pernah dilakukan oleh nabi Muhammad Shallollohu 'alaihi wa sallam?...
nah silahkan pakar agama manambahkan.....
lalu Hajimeh lagi malah berani m'beberkan jawaban (yang kemaren dia tanya sendiriapakah itu haram ato bid'ah krn Rasulullah tdk m'laksanakan? kalu itu bs m'teguh iman kita? apakah jatuhnya jd musyrik?
---------- Post added at 03:44 PM ---------- Previous post was at 03:42 PM ----------
lbh ga guna mana, tahlilan n yasinan sm begadang nonton bola sampe tidurnya bablas ga sholat subuh?)
padahal jelas2 kita disini tidak ada yg bilang ketiganya adalah ibadah ritual yg dicontohkan oleh Rasulullah.Dari Aisyah Rhadiyallohu 'anha
"Rasulullah Shallollohu 'alaihi wa sallam bersabda: "barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru (bid'ah) didalam urusan (agama) kami ini, maka itu tertolak." (HSR. Bukhari dan Muslim)
"(Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru (bid'ah) di dalamurusan (agama) kami ini, maka hal itu tertolak). Juga hadits (Barangsiapa yang mengamalkan yang tidak ada perintah (contoh dari kami, maka hal itu tertolak).
(sumber buku Mutiara hikmah penyejuk hati syarah 99 hadits pilihan_penulis Al-Allamah Abdurahman Bin Nashir As-Sa'di_tahqiq Abu Abdirrahman Abdul Karim bin Rasmi Alud Darini_ hal 23_ penerbit Cahaya Tauhid Press)
saya mencoba menukil perkataan ustadz Yazid bin AbdulQadir Jawas dalam sebuah tanya jawab "masalah Ibadah tanyakan dalilnya, kalo masalah muamalah atau keduniaan itu tanyakanlah larangannya"
Pertanyaan selanjutnya, apakah ini jadi bid'ah? (Ronggo juga menguatkan pertanyaan itu). Kemudian kita sama2 bilang, ya ini tradisi, bukan bagian dari ibadah ritual yg wajib dan dicontohkan oleh Rasulullah
Tetapi kalau kita mau bijak, Rasulullah juga mencontohkan bahwa ISlam itu fleksibel dan merangkul masyarakat. Bahwa tradisi bisa dilaksanakan.
CMIIW, seingat saya pernah (guru agama sih yg kasih tau) bahwa tradisi Aqiqah sendiri berlaku sebelum masa keislaman, kemudian Rasulullah melaksanakan dengan dikondisikan sesuai dengan agama Islam, untuk kedua cucunya Hasan dan Husein.
Jadi buat saya tradisi, selama tidak merusak keimanan kita, bahkan membuat hubungan sosial kita bagus, why not?
Itu dimana saya bilang perlu kearifan berpikir dan bermasyarakat untuk tidak selalu memvonis ini bid'ah itu haram, ini gak boleh itu gak dicontohkan Rasulullah. Karena justru secara universal Rasulullah mencontohkan perlunya dimensi sosial sebagai muslim
apakah anda saudara ronggolawe berusaha membuat fitnah yang kejam terhadap diri saya??? kapan saya menghakimi diri saya bahwa saya adalah seolah2 rasul?? na'udzubillah..... bukankah sudah saya tekankan disebelum2nya... bagi anda2 yang memang mau melakukan ritual itu silahkan (padahal Rasulullah shallohu 'alahi wa sallam sendiri tidak pernah mencontohkan).. saya tidak merasa gedeg atau rese....
yup saya takut terhadap tahlilan, yasinan,, karena saya takut kalo2 saya melakukannya mungkin bisa jadi karena hal itu saya dimasukkan keneraka............. dan saya bertaubat darinya.......
demikian terimakasih.....
dengan menganggap itu sebagai ritual, berarti loe
sendiri yang menjadikannya sebagai perkara bid'ah.
dan gw takut kepada Allah SWT, tidak kepada pa
ra makhluk-Nya...
Last edited by Ronggolawe; 28-02-2012 at 07:50 AM.
ada ya masuk neraka gara2 melafalkan asma ALLAH? jgn pernah m'hakimi kalau tdk pernah tahu spt apa kegiatan itu. picik
kondisi masyarakat indonesia waktu islam datang kan gak polos tanpa keyakinan
sudah ada keyakinan dan tradisi aneka ragam yg ada di masyarakat indonesia dulu
sampai sekarang pun di kampung2 masih ada tradisi kalau hajatan kudu buang sajen ke segala penjuru mata angin sambil baca fatihah
untuk menghilangkan sisa2 keyakinan terdahulu dilakukan dengan cara mengubah sedikit demi sedikit isi dari ritual2 non-islami tsb
salah satu ustadz gw pernah bilang jangan menghakimi tradisi itu salah atau benar, jangan cuma lihat luarnya aja tapi lihat dulu isinya
contohnya tradisi halal bi halal (dari sisi bahasa kalau diterjemahkan apakah memiliki arti ?), kegiatannya ini apakah bertentangan atau malah sesuai dg ajaran islam ?
---------- Post added at 08:59 AM ---------- Previous post was at 08:54 AM ----------
yup... tidak ada shalat ba'diah shubuh dan ashar (qiyamul lail setelah ashar juga, menurut gw gak ada)
tapi kudu kita cek ricek dulu, apakah shalat jenazah, muthlaq, gerhana, minta hujan tidak boleh dikerjakan setelah ashar ?
Mungkin klo slametan tuh kelihatannya Kejawen atau biasanya dilakukan oleh mereka yg melaksanakan adat Jawa ya ? Tuh aktris bahenol Jupe juga nglkutin ritual slametan , jelas itu bukan tuntunan Islam.
Kalau "selamatan" saya sendiri kurang jelas itu merujuk kemana. Klo Tasmiyahan dan yasiinan , kliatannya ada bau bau bhs Arabnya , ya sangat mungkin ada kaitannya dengan Islam (agama) ya. Apalagi klau Yaasinan , ada surat dalam Al Qur'an yg diberi nama Yaa Sin.
Kalau dicari persamaannya , yg jelas sama sama "orang pada ngumpul" untuk melakukan kegiatn yg sama , lalu ikutannya ada sajian. Jadi itu adalah merupakan "budaya" manusia , kreasi manusia.
Lha perbedaannya lha banyak , apalagi klo "dilihat" dari berbagai "kacamatabin sudut pandang" , seabreg dah !
Nah kembali kepada TS mas ul.malik deh mo diapain nih topik.
Silahkannnn,.............
ADEM_AYEM_TENTREM
ya namanya agama impor, pendatang
sebelum agama imopr itu datang udah ada budaya, sudah ada tradisi
bahkan ketika agama impor itu masih pabrikasi dan belum jadi, budaya dinusantara sudah lebih dulu ada dan berkembang
terus pas agama impor itu datang, budayanya suruh minggir gitu ?
![]()
diskusi atau debat atau apalah yang terjadi di fordis, berarti masing2 kepala menuangkan apa yg ada di pikirannya, di hatinya. Saya sama Ronggo pernah "duel" habis2an waktu di AK lama dulu, sampe personal attack gak kira2...apakah saya benci Ronggo? tidak! Apakah saya mutung keluar dan minta diban dari AK? tidak, juga Ronggo apa juga begitu? tidak.
c'mon, be wise, dewasalah...tidak semua prinsipmu sama dengan prinsip yang lain. Kalau memang pemikiranmu dibantah, bantahlah pakai logika, dengan baik dan open mind juga, bahwa tidak semua pemikiranmu benar dan tidak semua pemikiran orang lain salah. Jika menurutmu pemikiran itu ngaco, belajarlah buat menghargai dan tidak menilai buruk.
Kenapa saya kerasa sama Hajimeh? selalu bilang ini bukan dari rasulullah, itu bid'ah (ya pake bahasa lain, tapi intinya ke sono), ini gak ada di Islam, itu salah. Well, dunia gak selebar daun kelor, open mind!
Yasinan, tasmiyahan dan selametan itu kultur, tradisi yang ada di masyarakat. Seperti juga Aqiqah yang hadir sebelum masa Islam kemudian oleh Rasulullah dimodifikasi sesuai dengan kultur Islam. Udah dicontohin Rasulullah untuk tidak serta merta menilai buruk tradisi kog, kita umatnya malah gampang menghujat, menjastifikasi? apa gak aneh ya?
Yasinan gak mungkin ada sebelum Islam masuk kan? Arti pada ayat2 di surta Yasin itu bagus sekali, kan? kalau dilafalkan berkali2, mungkin jadi doa bagi si pengucap? Bukankah yang diucap di mulut itu doa?
Tasmiyahan, menghaturkan rasa syukur atas kelahiran buah hati yang sudah di hati. Saat bahagia, memberi sedekah dan mengajarkan ayat2 AL Qur'an si kecil...apa salah?
Selametan sendiri sebenernya kan syukuran, mengucapkan rasa syukur karena kita menikahkan anak kita, kita berulang tahun, kita bersyukur dengan anniversary pernikahan kita. bersyukur anak bisa lulus ujian dll...apa salah?
Yang tidak boleh itu berlebih-lebihan, memang tidak ada biaya, memang tidak mampu...nah tradisi2 itu tidak perlu dilakukan.
bid'ah ya...
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
agama Islam sudah sempurna
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Ma’idah [5] : 3)
mengerjakan ritual dalam Islam itu gampang kok, gak perlu ditambah2 dan dikurang2in...kenapa bid'ah dilarang karena nanti agama Islam tercemar, banyak tradisi2 lokal yg dikait2kan dgn agama dan dikira sesuatu yg diwajibkan dalam Islam padahal cuma perbuatan sia-sia
kalo soal yasinan...baca aja disini http://muslim.or.id/manhaj/yasinan-b...ap-sunnah.html
![]()
Last edited by gergajimesin; 28-02-2012 at 04:06 PM.
first of all cuma pengen tau beda antara ketiganya bukan bertanya tentang dalil atau bid'ahnya.
makanya awalnya saya taruh di OSTS
trus bro hajime nambahin pertanyaan yang juga membuat saya sedikit bertanya".
jadi kebawa kesini.
bukannya bahas beda dan istilah masing", malah pada bahas masalah bid'ah.
my bad, sorry.
dan beginilah endingnya
mod please lock this thread.
Last edited by ul.malik; 28-02-2012 at 06:34 PM.
pertanyaan ul sbg TS sudah t'jwb. dan krn sudah t'jwb, bs dilock.
lain kali jika p'bahasannya melebar, displit aja ya
iya udah biarin aja
dunia gak selebar daun kelor, ilang satu yg model gitu masih banyak yang lain
ntar juga dateng lagi orang yg setype kayak gitu
![]()
you don't have to say sorry...
beginilah sifat warga DLA
cenderung "buas" kalo ngeliat "mangsa" model begini
endingnya akan mirip2 juga: sepakat untuk tidak sepakat
agak jarang yang bisa sampai merubah pikiran/visi seseorang thd topik yg sedang dibahas
(karena semuanya memegang teguh keyakinan terhadap postingannya masing-masing)
ambil sisi positifnya aja, banyak ilmu yang didapet di sini
tinggal kita pintar2 memfilternya![]()