Bandingkan dg yg setimpal, jangan bandingkan dg yg korbannya lebih banyak.
Bandingkan saja FPI dg mahasiswa UKI yg sering tawuran, jangan bandingkan dg preman Ambon.

Quote Originally Posted by Alethia View Post
iye..jgn liat dr korban mati nya doonk..liat kuantitas kekerasaannya...untung ga mati dah


---------- Post added at 01:51 PM ---------- Previous post was at 01:47 PM ----------

Quote Originally Posted by jebret View Post
waduh, kalau sudah perang. atau rusuh mah hampir-hampir selalu ada yang namanya colateral damage bro. orang yg kaga ikut2an kena imbas juga. toko2 dijarah. masih ingat kan kerusuhan tahun 98. massa merusak fasilitas umum, juga rumah2 orang chinese, sekaligus memperkosa perempuan2nya beramai-ramai. dan ga ada yang bisa menghentikan, termasuk aparat keamanan kita.
Masalah pemerkosaan th 98 terhadap chinese mungkin saja terjadi, tapi jika levelnya semasif yg selama ini selalu digambarkan sampai saat ini belum terungkap bukti2nya.
Dan lebih banyak pribumi yg mati saat kerusuhan 98, jauh lebih banyak. Silahkan Anda konfirmasi sendiri ke orang-orang di kota Solo.

---------- Post added at 01:53 PM ---------- Previous post was at 01:51 PM ----------

Pak ancur, kerusuhan monas yg memulai bukan FPI, bahkan massa tandingan FPI ada yg membawa senjata api.

jadi berapa Pak, korban jiwa FPI? Sebanding tidak dg korban2nya preman Ambon?

---------- Post added at 02:00 PM ---------- Previous post was at 01:53 PM ----------

Quote Originally Posted by AsLan View Post
Kalo masalah kerusuhan ambon, gw yakin itu direkayasa.
Awal mulanya terjadi pembantaian orang2 Ambon di Jakarta, di jalan ketapang, foto2 orang ambon dibantai oleh kelompok yg menggunakan atribut muslim ini kemudian menyebar di media massa dan memprovokasi bentrokan lebih lanjut.
Lalu dikirimlah laskar2 islam ke tanah Ambon yg sedang bergolak.
Saat perang terjadi sangat panas, korban2nya tidak bisa dipilah pilah, laki perempuan ataupun anak2 tetap jadi korban, ibarat api sudah berkobar ya sulit dikendalikan.

Jadi, masalahnya adalah aktor intelektual dibalik kerusuhan itulah yg bertanggung jawab atas pembantaian tersebut, mereka inilah yg membentrokkan komunitas Ambon dan jawara muslim di Jakarta, dan menyebarkan foto2nya.

Orang2 macam ini masih ada di indonesia, bisa saja suatu hari mereka mengulangi strategi yg sama.
Awal mulanya bukan pembantaian preman Ambon, tapi orang Ambon yg nyerbu sampe masuk daerah pemukiman dan menyerang warga, termasuk juga menyerbu salah satu masjid.
Adapun korban wanita dan anak2 di Ambon itu dari pihak muslim, bukan sebaliknya.

---------- Post added at 02:10 PM ---------- Previous post was at 02:00 PM ----------

Berarti FPI yg salah, tapi FPI menuduh penolaknya sebagai preman juga ada alasannya, dan alasannya cukup kuat menurut saya.
Buat saya, FPI itu juga preman. Tapi preman dibutuhkan dalam kondisi penegakan hukum morat-marit. Saran saya, kalau ada yg kehilangan motor di Jakarta, lebih baik minta tolong ke FBR daripada lapor Polisi.

Quote Originally Posted by jebret View Post
tenang masbro, masyarakat kalteng tidak pernah memfitnah FPI. yang ada justru sebaliknya, masyarakat Kalteng yang nolak difitnah preman sama FPI


---------- Post added at 02:12 PM ---------- Previous post was at 02:10 PM ----------

Quote Originally Posted by noeheedayat View Post
silahkan dinilai sendiri, saya juga mau menambahkan info ada sekitar lebih dari 80 suku dayak yang tersebar di kalimantan seperti Dayak Bakumpai, Dayak Ngaju, Dayak Ot Danum, dll tapi saya belum pernah tahu ada suku Dayak Seruyan di kabupaten seruyan. mungkin yang dimaksud adalah masyarakat suku dayak yang tinggal di kabupaten seruyan.
Jika berita itu benar, belum tentu FPI tahu kejadian yg sebenarnya.