hahaha... itu pemahaman yang tidak tepat, cenBusyet ... setau aku ya, ibadah yg bener itu yg ikhlas bukan yg terpaksa.
derung menjadi alasan untuk meninggalkan ibadah
karena belum ikhlas.
berpuasa secara khusus, atau beribadah secara
umum yang merupakan perintah Allah, hukumnya
adalah Wajib, bila tidak dikerjakan berdosa.
Mengerjakan puasa, atau ibadah lainnya, minimal
balasannya adalah terbebas dari dosa karena me
ninggalkannya. Biarpun ibadah tersebut dikerjakan
tanpa keikhlasan alias terpaksa, dan tidak diterima
oleh Allah, setidaknya ia telah lepas dari ancaman
dosa dan siksa neraka.
Ini yang disebut dengan Gugur Kewajiban.
Dan setiap muslim (dalam kasus ini FPI) berkewaji
ban memastikan setiap muslim terlepas dari siksa
neraka.
Dalam islam, Ibadah itu tidak saja berdimensi perYang ngerti soal makna puasa dan bener tidaknya pemaksaan puasa, tolong jelasin ke aku ...
Sebelum aku anggap serius tulisan Ronggolawe.
sonal/ritual, namun juga berdimensi sosial. Mem
biarkan orang dewasa muslim meninggalkan pua
sa memberikan dampak buruk bagi anak-anak
muslim yang sedang belajar berpuasa.
contoh mudahnya dapat kita lihat saat bu Guru
Jasmin makan sembunyi-sembunyi saat ia berha
langan berpuasa, karena tidak ingin anak-anak
muridnya mendapatkan teladan buruk.
gw pribadi nggak mau membenarkan aksi pengrusakan oleh FPI.memangnya nggak ada jalan lain yg bisa dilakukan selain dengan merusak?
tp gw juga nggak mau menjelekkan seluruhnya. krn memang ada juga hal2 baik yg sudah dilakukan FPI, dan itu tdk bisa disangkal.
cuman, soal kewajiban umat muslim untuk memastikan supaya setiap muslim terlepas dari api neraka..menurut gw its so BS
banyak hadist yg melarang kita utk memberikan vonis masuk neraka utk org lain.
krn masuk surga or nerakaitu hak prerogeratif dari allah SWT. Nabi Muhammad sendiri dlm riwayat2nya tidak pernah memvonis org utk masuk neraka.
kutipan dari link ini and i quote: http://thetrueideas.multiply.com/jou...journal%2Fitem
Demikian sekilas infoMudah-mudahan, dari yang sekelumit ini, menjadi penjelas, bahwa memberikan vonis "kamu masuk Neraka" bukanlah akhlak seorang muslim yang baik, akan tetapi menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukan (jika tak ada contohnya dari Nabi) adalah perbuatan yang diancam dengan siksa dari Allah ta'ala.
Maka jikalau ada orang yang menggunakan terminologi seperti itu, yakni menuduh yang mengingatkan kesalahannya atas melakukan satu perbuatan bid'ah dengan klaim masuk neraka, maka ini tak lepas dari 2 kondisi. Pertama, ia memang jahil atas agama ini, dan yang kedua, subhat ada di kepalanya sehingga ia tidak memahami atas apa yang diucapkannya itu.![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
kalo bahas hukumnya m'gugurkan kewajiban muslim bs ke DLA. ts m'bahas penolakan atas nama org dayak ttg fpi
Rite.... Trus kalo ada temanmu islam ga puasa trus kamu obrak abrik makanannya, tempat dia makan (misal rumahnya) kamu hancurin juga?
Berapa sih umur para fpi? Beragama itu memang saling mengingatkan, tapi hey kita sudah dewasa! Apakah perlu mengingatkan sodara kita akan agama dengan kekerasan? Oke, kalo kamu jawab ini iya, berarti kita ga sependapat. Dan ibadah macam puasa itu tanggung jawab individu masing, sapa fpi berhak menghukum? Emang Tuhan?
Heran gw masih ada yg berpendapat kalo rm buka pas puasa itu pantas dihancurkanBelum lagi yg dihancurkan rm kecil, kenapa rm hotel bintang 5 yg buka 24 jam ga sekalian?
Gw maw nanya ronggo, kalo teman gw muslim ga puasa, trus gw ngingetin dia dan negor trus dia tetap ga puasa gw masih tetap dosa nih? Setahu gw nggak loh![]()
gw udah saranin sebelumnya, buka lapak baru di
forum yang sesuai.
masalah p'guguran kewajiban itu topik baru, krn udah masuk area fiqh n syari'at. sedang ini topik lagi, serenade
benar pak itu adalah aksi spontan warga, mungkin karena kasus tragedi sampit kemaren banyak yang masih menganggap dayak bengis.
kalau bro/sis sekalian tinggal di kalimantan atau berkunjung di hari2 besar keagamaan saya yakin anda bakal terkejut dengan bsarnya toleransi disini, prinsip huma betang(rumah betang) itu filosofi kuno kami suku dayak.
rumah betang adalah sebuah rumah besar yang dihuni beberapa kepala keluarga.
di dalam rumah yang ditinggali beberapa keluarga(ada yang sampai puluhan) dulu dibutuhkan toleransi yang tinggi.
nah prinsip toleransi itulah yang masih kami pegang teguh sampai saat ini, suku dayak kalimantan gak pernah menolak islam, kristen, jawa, sunda, tionghoa. selama masih bisa hidup berdampingan dan saling menghormati kenapa tidak?
mungkin kasus besar yang terjadi yaitu kasus dayak vs suku "itu" dayak terlihat arogan dan sadis, saya gak bisa memungkiri bahwa tragedi berdarah itu pernah terjadi dan masih menyisakan luka yang dalam bagi kami.
tapi kalau teman2 sekalian sempat datang ke sampit atau ke kalimantan tengah cobalah sedikit bertanya tentang kondisi yang terjadi saat itu, syukur2 kalau bisa dapat informasi tentang sebab tragedi besar itu. gak perlu dari suku dayak, yang mungkin bakal dianggap gak netral. tanyakan pada orang2 suku lain yang mengetahui dan mengalami tragedi itu.
maka anda akan mendapatkan informasi yang berbeda dari yang sering anda dengar di media.
kembali ke topik, kenapa dayak menolak FPI?
karena dikhawatirkan jika "ajaran" arogan yang dibawa FPI itu ada di kalimantan maka bakal terjadi konflik, dan kami sangat menghindari itu. cukup sekali hidup dalam suasana perang yang mencekam, dan jangan ganggu kerukunan yang telah kami jaga(dari semua suku dan agama di kalimantan) dengan paham2 arogan dan kekerasan yang selama ini mereka bawa.
oh ya, ada pernyataan sikap dari Majelis NU Kalimantan tengah
Sumber : http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_...rasan_FPI.htmlNU Kalteng Tolak Kekerasan FPI
Jakarta, NU Online
Ketua PWNU Kalimantan Tengah H Abdul Wahid Aha menjelaskan bahwa yang ditolak dari FPI adalah kekerasannya, bukan organisasinya karena kebebasan berserikat dan berkumpul dilindungi oleh UU.
“FPI jangan dilantik duluan karena Dewan Adat Dayat masih trauma dengan kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu. Jadi dalam pernyataan bersama ormas Islam, yang ditolak kekerasannya,” katanya ketika dihubungi NU Online.
Ia menjelaskan masyarakat lokal mengkhawatirkan, jika timbul suatu front, maka akan muncul front lain sebagai tandingannya, sehingga FPI diharapkan tidak memaksakan diri segera dilantik.
Sekretaris PWNU HM Wahyudie juga menegaskan NU dan ormas Islam lainnya, seperti Muhammadiyah menegaskan secara UU memang dimungkinkan untuk mendirikan organisasi. Kekhawatiran yang terjadi dari kelompok yang menolak keberadaan FPI adalah, Kalteng saat ini sudah aman dan tenteram dengan hubungan antar agama yang harmonis.
“Yang mereka lihat adalah tindakan FPI di media massa, mereka khawatir, kalau masuk ke Kalteng, menghancurkan tatanan budaya yang ada.
Penulis: Mukafi Niam
segala sesuatu yang diawali oleh kekerasan tidak akan dapat tempat di masyarakat
kayaknya masalah ini jadi meluas.. tadi pagi saya nontong berita di yogya ada seniman yang berdemonstrasi secara tetrikal di depan markaz Majelis Mujahidin Indonesia.. sehingga terjadi kericuhan.. sepertinya masalah FPI nantinya akan meluas menjadi seuatu sentimen terhadap Ormas2 yang berdasarkan agama... dan di didukung oleh tingkah polah masyarakat yang akhir2 ini cenderung anarkis... semoga deh Indonesia aman2 aja dan