Page 3 of 5 FirstFirst 12345 LastLast
Results 41 to 60 of 82

Thread: silang-siur seputar HADITS

  1. #41
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    gw baru tahu kalau judul topik ini sudah berubah
    menjadi Silang Siur Seputar Al Quran

    Maka jawaban gua adalah merujuk ke al-Qur'annya bukan perkara haditsnya sesuai judul topik.


    Sayang sekali, kelincahan lidah anda tidak dibarengi kemampuan nalar anda dengan baik.
    keknya loe deh yang ngga bisa menyesuaikan ba-
    hasan dengan judul topik

  2. #42
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    keknya loe deh yang ngga bisa menyesuaikan ba-
    hasan dengan judul topik
    Emang lo bisa ?

    Salahkan saja pasing, krn ybs nyinggung hal-hal di luar topik.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  3. #43
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Emang lo bisa ?

    Salahkan saja pasing, krn ybs nyinggung hal-hal di luar topik.
    hahahaha... juru dakwah kok nyalahin umat

    contoh teladan Rasullullah SAW yang sabar mena
    ngani umat yang jahil... jangan ulangi kesalahan
    Dzunnun AS

  4. #44
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    hahahaha... juru dakwah kok nyalahin umat
    Siapa bilang saya juru da'wah ?

    Saya cuman orang yang ikutan dalam suatu diskusi saja.

    Quote Originally Posted by Ronggolawe
    contoh teladan Rasullullah SAW yang sabar mena
    ngani umat yang jahil... jangan ulangi kesalahan
    Dzunnun AS
    Look who's talking ?

    ntar saya tunjukin Rasulullah saw marah, gak percaya lagi ... tapi sudahlah ... itu kan cuman dugaan elo aja. Mudah2an ke depan lo tambah rajin buka terjemahan Al-Qur'an dan Al-Hadits.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  5. #45
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Siapa bilang saya juru da'wah ?

    Saya cuman orang yang ikutan dalam suatu diskusi saja.


    Look who's talking ?

    ntar saya tunjukin Rasulullah saw marah, gak percaya lagi ... tapi sudahlah ... itu kan cuman dugaan elo aja. Mudah2an ke depan lo tambah rajin buka terjemahan Al-Qur'an dan Al-Hadits.
    tunjukkan saja.. ngga baik menyembunyikan ilmu,
    apalagi kalam-kalam Ilahi

  6. #46
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    tunjukkan saja.. ngga baik menyembunyikan ilmu,
    apalagi kalam-kalam Ilahi
    Tanyakan saja di forum agama Islam. Tidak sulit untuk bertanya di sana, klo lo mau ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  7. #47
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Tanyakan saja di forum agama Islam. Tidak sulit untuk bertanya di sana, klo lo mau ...
    yang pasti sih, gw ngga tahu gw punya akses atau
    tidak di forum khas Islam, terakhir gw kesana, gw
    masih harus di moderasi/di approved oleh admin/
    moderator sebelum post gw di publish

  8. #48
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Minta dong akses ke sana, jika lo merasa orang Islam dan perlu mencari / berbagi ilmu di sana.

    Akses terbatas (walau dulu gua ngusulin tuh forum dibuka bebas), mungkin karena jadi diri lo gak jelas. Gaul sama tukang sampah, ya baunya kayak tukang sampah. Gaul sama tukang parfum, ya kecipratan lah wanginya.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  9. #49
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Minta dong akses ke sana, jika lo merasa orang Islam dan perlu mencari / berbagi ilmu di sana.

    Akses terbatas (walau dulu gua ngusulin tuh forum dibuka bebas), mungkin karena jadi diri lo gak jelas. Gaul sama tukang sampah, ya baunya kayak tukang sampah. Gaul sama tukang parfum, ya kecipratan lah wanginya.
    kekekeke....
    loe orang kedua di forum ini yang menyatakan jati
    diri gw ngga jelas

    Thank you deh, bro... atas pujiannya

  10. #50
    @ronggo & asum:

    maksud saya hanya menjelaskan kpd kop gogon
    mengapa topik ini saya letakkan disini, yakni dng pertimbangan
    jgnkan hadits, quran saja dikaji/dikritisi oleh berbagai kalangan kok?
    mengapa harus alergi klo quran/hadits dibahas diforum umum (DLA)?
    jadi bukan hendak merubah/melebarkan topik bahasan
    Last edited by pasingsingan; 04-01-2012 at 08:41 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  11. #51
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    @ronggo & asum:

    maksud saya hanya menjelaskan kpd kop gogon
    mengapa topik ini saya letakkan disini, yakni dng pertimbangan
    jgnkan hadits, quran saja dikaji/dikritisi oleh berbagai kalangan kok?
    mengapa harus alergi klo quran/hadits dibahas diforum umum (DLA)?
    jadi bukan hendak merubah/melebarkan topik bahasan
    Maka saya jawab di atas
    Tidak etislah... jika keabsahan suatu kitab suci dinilai oleh kelompok yang kontra ...
    Itu kan jawaban contoh yang ekstremnya saja saya menyebut al-Qur'an, dan tidak tiba2 ada pahlawan kesiangan yang memahami dan membaca saja masih dieja melakukan kritik, jadinya bahasan melebar kemana-mana karena ketidaktahuannya


    Ntar juga bentar lagi ybs nyamber ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  12. #52
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    Hadist secara umum dapat dimaknai : kabar, berita, riwayat CMIIW
    Klo tak salah ni mbah hadist tuh segala ucapan , perbuatan dan keadaan nabi Muhammad.
    Yg mbah sampaikan itu adalah "pisik" dari hadist , atau pengertian dalam phrasa spt ini "Buku kumpulan hadist nabi" , "Mutiara hadist Shahih Bukhari MusliM'

    Quote Originally Posted by pasingsingan
    Didalam literatur/study islam, hadist memiliki peran sentral manakala
    menyangkut masalah ajaran pokok maupun cabang dalam islam.
    ada kalangan yng berpendapat bhw hadist sbg pelengkap/penjelas qur'an.
    Lebih jauh lagi, dlm jurisprudensi islam, jika qur'an dianalogikan sbg JUKLAK
    maka JUKNISnya adalah Hadist. Oleh karenanya hadist tdk dapat dipisahkan
    dng qur'an.

    Namun ada kalangan yng berpendapat sebaliknya bhw
    qur’an sbg JUKLAK (baca pedoman/petunjuk) sudah lengkap
    oleh karenanya tdk memerlukan yng lain.

    Lalu bgmn pendapat anda dng silang pendapat diatas?
    Mau dipandang sebagai juklak kah , juknis kah , keberadaan hadist nabi adalah merupakan hal yg tidak bisa dipungkiri.

    Rasanya tak berlebihan kalau saya kutip salah satu ayat AQ ini :'wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil'aalamiin"
    [21:107] Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
    .
    Dan adalah fakta sejarah bahwa sang Nabi dan para sahabat dalam waktu kurang dari 30 tahun dengan seizin Allah telah membuktikan firman Allah , sebagai rahmatan lil alamin merubah masyarakat umat dari kelompok kelompok suku yg mengandalkan kekuatan dan kelompok , menjadi suatu negara yg berpemerintahan yg terorganisir dg baik dan diperhitungkan oleh negara lain. Dari masyarakat yg hanya diatur oleh kekuatan , menjadi suatu kekuatan sosial yg diatur dengan aturan yg baku.
    Suatu masyarakat yg dimanage oleh seorang utusan (dan dilanjutkan oleh para sahabatnya) yg telah menterjemahkan dg baik aturan Allah yg dibawanya.

    Ajaran itu jelas tidak "jatuh" disuatu masyarakat yg tanpa adat istiadat , tatacara , irama hidup kebiasaan bahkan agama kepercayaan pendahulunya. Suatu kondisi lokal yg punya kekususan disamping ciri yg umum dari kelompok sosial lainnya.

    Nabi berkewajiban menyampaikan risalah ilahiyah yg sifatnya universal itu (banyak ayat ayat yg dimulai dg "Yaa ayyuhannas "----> wahai manusia , disamping dengan seruan wahai kaum yg beriman", ayat ayat yg memberitakan kaum yg lalu , ayat ayat mengenai alam proses reproduksi dll) ,dengan seterang terangnya kepada kelompok yg sudah punya "aturan" ataupun "pengetahuan" yg mungkin sudah dipraktekkan puluhan atau ratusan tahun lamanya.

    Maka jelas dalam kegiatannya --menyampaikan aturan yg bersifat universal ini -- , nabi harus menjelaskan dengan idiom idiom yg bisa difahami oleh masyarakatnya. Hal inipun sangat dibantu oleh Allah sendiri yg menurunkan AQ dalam bahasa Arab. Dalam perintah perintahnyapun sering menggunakan ungkapan yg sekiranya bisa ditangkap oleh umat/mastarakat seperti kapan saat umat harus tidak boleh makan minum dan larangan lain dibulan puasa , yaitu dengan ungkapan "manakala kamu sudah bisa membedakan benang hitam dari yg putih". Pelarangan miras yg bertahap.
    Demikian juga sang nabi "menterjemahkan" aturan dengan cara yg sangat arief , seperti mentolerir perbuatan seorang badui yg kencing dalam mesdjit dengan menyuruh menyiram dengan air dan melarang para sahabat untuk memarahi orang tersebut. Memberikan contoh amalan ibadah sholat , mengajarkan bagaimana umat seharusnya berpakaian dll dll dll.

    Dengan memahami setting sosial yg dihadapai nabi saat itu , maka menjadi masuk akal manakala nabi melarang membuat catatan tertulis terhadap hadistnya seperti yg dilakukan, diperintahkannya kepada para sahabat thdp wahyu wahyu yg beliau dapatkan.
    Beliau tidak mau hadist hadist beliau --yg kadang kadang bermuatkan kelokalan-- tercampur dengan ayat AQ yg umumnya bersifat universal !
    Bukan kemudian harus diartikan -- larangan pencatatn atau perikodan hadist dengan tertulis itu-- bermakna : contoh itu tidah usah dirujuk dan hanya berpegang pada AQ saja sesuai dengan penafsiran masing masing ! Jelas bukan begitu .

    Keberadaan hadist yg tidak langsugn dicatat dalam media tulis itu memang kemudian memunculkan masalah . Ternyata pembukuan perikod an hadist dalam suatu media tulis (buku/kitab) sebagai sarana pewarisan dianggap perlu oleh para ulama yg sadar akan penting hadist ini. Maka meskipun ratusan tahun kemudian baru dilakukan. Ini dipicu karena terjadinya peredaran ajaran ajaran yg dinisbatkan kepada nabi ,dengan berbagai tujuan yg tidak jarang untuk kepentingan pribadi politis maupun golongan sehingga jumlah hadist menjadi sedemikian banyak ratusan ribu. Maka munculah para mudawwin untuk mencoba meneliti kesahihan kevalidan dari hadist hadist yg beredar di masyarakat kala itu.
    KIta kenal kemudian Al Kutub as sittah. Umum mengganggap kumpulan hadist yg disusun oleh Bukhari Muslim dan 4 orang lainnya itu merupakan kumpulan hadist yg telah terseleksi dengan sistimatika yg sangat ketat.

    Quote Originally Posted by pasingsingan
    nah, dengan prolog yng minim/sepintas ini
    silakan obrolan warkopnya dihangatkan
    smoga sharing yg sedikit tsbt bisa bermanfaat. Amin.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  13. #53
    Salam

    nubi izin nyimak gan....

  14. #54
    Quote Originally Posted by watcher View Post
    Salam

    nubi izin nyimak gan....
    ini watcher from AS yak?
    met datang, met gabung dimari kop
    moga makin meriah
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  15. #55
    Konon keraguan terhadap hadits tidak terjadi pada kisaran abad 19 M, melainkan jauh sebelum itu kisaran abad 2 H atau 3 H, karena banyak hadits yang meragukan itulah para ahli hadits mengumpulkan dan memilah hadits-hadits.

    konon pula yang meragukan hadits-hadits secara total terjadi pada masa ahli fiqih Imam Syafii, dan belakangan lebih berkembang seiring sinyalir itu berasal dari pendapat orientalis. kelompok penolak hadits-hadits ini belakangan saya ketahui dinamakan ingkar hadits atau ingkar sunnah, kemudian adapula istilah yang serupa yaitu qur'aniyyin.

    kurang tahu siapa pencetus pertama istilah-istilah tersebut.

  16. #56
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    ini watcher from AS yak?
    met datang, met gabung dimari kop
    moga makin meriah


    lagi nyimak dulu nih, lagi belajar dulu gan..

  17. #57
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    Hadist secara umum dapat dimaknai : kabar, berita, riwayat CMIIW
    Didalam literatur/study islam, hadist memiliki peran sentral manakala
    menyangkut masalah ajaran pokok maupun cabang dalam islam.
    ada kalangan yng berpendapat bhw hadist sbg pelengkap/penjelas qur'an.
    Lebih jauh lagi, dlm jurisprudensi islam, jika qur'an dianalogikan sbg JUKLAK
    maka JUKNISnya adalah Hadist. Oleh karenanya hadist tdk dapat dipisahkan
    dng qur'an.

    Namun ada kalangan yng berpendapat sebaliknya bhw
    qur’an sbg JUKLAK (baca pedoman/petunjuk) sudah lengkap
    oleh karenanya tdk memerlukan yng lain.

    Lalu bgmn pendapat anda dng silang pendapat diatas?

    nah, dengan prolog yng minim/sepintas ini
    silakan obrolan warkopnya dihangatkan
    Gw coba berpendapat secara singkat dan secara umum dulu bror.

    Apa yang gw dapati secara umum berlaku dimasyarakat tentang diri Rasul yaitu sabda Rasul includ perbuatan adalah berdasarkan wahyu (in huwa illa wahyuy-yuuha).

    keyakinan yang cukup kuat ini dasarnya adalah seorang nabi atau seorang rasul itu semua tindakannya terpelihara sebagai suri teladan dalam rangka menyampaikan dan menjalankan atau mengimplementasikan kitab suci. sehingga tindakan seorang nabi/rasul ketika keliru akan mendapat teguran dari Sang Pengutus.

    sampai disitu gw fikir pada sepakat antara yang prohadits dengan yang antihadits


    permasalahan lebih lanjut menuju pada tahap pengumpulan dan pemilahan hadits pada masanya.

    1. golongan prohadits

    Bagi prohadits hadits-hadits yang telah lulus seleksi keshahihan umumnya menganggap itu sebagai kebenaran sehingga bisa dihubungkan langsung kepada Sang Rasul. Apa kata hadits begitulah Sang Rasul berkata-kata dan atau bertindak includ tindakan diam (taqrir).

    Sedikit kelemahan penilaian gw bila hadits-hadits yang sampai pada hari ini dinilai sebagai bagian dari wahyu, tentunya penentu wahyu atau bukan adalah para ahli hadits sebagai pengumpul dan pemilahnya atau penilai ke-shahih-an hadits-hadits, akhirnya tanpa disadari ada wahyu yang derajadnya mutawatir, shahih, hasan, daif dan palsu.


    2. golongan antihadits

    Umumnya penolakannya kepada hadits-hadits sering terbawa fokus kepada Sang Rasul meskipun pada tahap awalnya meragukan krediblitas penyeleksian hadits-hadits karena beberapa hadits atau banyak hadits dinilai tidak mencerminkan diri Sang Rasul mulai dari merendahkan sifat Sang Rasul juga adanya hukum-hukum yang menggantikan hukum dalam Qur'an.

    Dari situ sering terlihat bahwa pada akhirnya banyak komentar malah tertuju kepada Sang Rasul, bahwa Sang Rasul tugasnya hanya penyampai pesan tak lebih dan tak kurang, Sang Rasul ibarat mesin fax hanya menerima wahyu kemudian beliau sampaikan, kelemahannya adalah bahwa Sang Rasul selain penyampai sudah barang tentu mengimplementasikan Qur'an itu sendiri, menjadi hakim pemutus suatu perkara berdasar Qur'an.

    3. result

    Prohadits belakangan pada tahap lebih lanjut tak segan-segan menyematkan istilah kafir dan sesat kepada antihadits karena menilai hadits bagian dari wahyu yang wajib untuk ditaati ataupun diikuti. Bahwa periwayat hadits juga sekaligus mentransmisikan Qur'an, kalau menolak hadits kenapa menerima Qur'an padahal jalurnya sama.

    Antihadits belakangan juga ikut mempelajari ilmu-ilmu hadits dan didapatinya apa yang sering disebut metoda ilmiah penyeleksian hadits lebih banyak pada persangkaan, bahwa perawi hadits pada akhir rantai periwayatan (sanad) tidak bisa melakukan penilaian obyektif pada perawi rantai diatasnya yang tidak pernah bertemu muka.
    kalau digambarkan : Ahli hadits - dari B - dari C - dari D - dari E - Sang Rasul
    Ahli hadits tidak pernah bertemu dengan C, D, E dan Sang Rasul.

    cmiiw

  18. #58
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    gw sih ummatan wa sahtan saja... menerima ha
    dits, sepanjang hadits itu bermanfaat, kalau ha
    dits tersebut ngga jelas apalagi subyektif, buat
    apa digunakan.

    contoh hadits yang ngga jelas menurut gw, ada
    lah hadits tentang Nabi menyayangi kucing... he
    he he.... ya jelas lah, yang nyampaian penyayang
    kucing


    Alhasil, gw sering dicap anti-hadits oleh pro-hadits
    dan sering dicap penyembah Bukhari oleh Inkarus-
    Sunnah

    dua-duanya kelompok ini punya ilmu ngecap nomor
    wahid
    .

  19. #59
    Berarti gw ada yang kurang bro Ronggo,

    Ada prohadits ada antihadits apa seharusnya ada pula semihadits?
    keknya istilah semihadits apa bisa match ya...


  20. #60
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    sebut saja opportunis-hadits

Page 3 of 5 FirstFirst 12345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •