Page 8 of 9 FirstFirst ... 6789 LastLast
Results 141 to 160 of 179

Thread: Mungkinkah ajaran agama salah?

  1. #141
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    setuju....
    setuju banget.....

  2. #142
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    23. Diriwayatkan dari Yusuf bin Musa Al Ghadadiy, beliau berkata,

    قيل لأبي عبد الله احمد بن حنبل الله عز و جل فوق السمآء السابعة على عرشه بائن من خلقه وقدرته وعلمه بكل مكان قال نعم على العرش و لايخلو منه مكان

    Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanyakan, “Apakah Allah ‘azza wa jalla berada di atas langit ketujuh, di atas ‘Arsy-Nya, terpisah dari makhluk-Nya, sedangkan kemampuan dan ilmu-Nya di setiap tempat (di mana-mana)?” Imam Ahmad pun menjawab, “Betul sekali. Allah berada di atas ‘Arsy-Nya, setiap tempat tidaklah lepas dari ilmu-Nya.” [ Lihat Itsbat Sifatil ‘Uluw, hal. 116].

    24. Al Auza’i Abu ‘Amr ‘Abdurrahman bin ‘Amr [hidup sebelum tahun 157 H], Seorang Alim di Negeri Syam di Masanya Berbicara Mengenai Keyakinannya:

    قال أبو عبد الله الحاكم أخبرني محمد بن علي الجوهري ببغداد قال حدثنا إبراهيم بن الهيثم البلدي قال حدثنا محمد بن كثير المصيصي قال سمعت الأوزاعي يقول كنا والتابعون متوافرون نقول إن الله عزوجل فوق عرشه ونؤمن بما وردت به السنة من صفاته

    Abu ‘Abdillah Al Hakim mengatakan, Muhammad bin Ali Al Jauhari telah mengabarkan kepadaku di Bagdad. Ia mengatakan, Ibrahim bin Al Haitsam Al Baladi telah menceritakan pada kami. Ia mengatakan, Muhammd bin Katsir Al Missisiy telah menceritakan pada kami. Ia berkata, aku mendengar Al Auza’i mengatakan, “Kami dan pengikut kami mengatakan bahwa Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy-Nya. Kami beriman terhadap sifat-Nya yang ditunjukkan oleh As Sunnah.” [Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Kitab Al Asma’ wa Ash Shifat. Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 136. Ibnu Taimiyah sebagaimana dalam Al Aqidah Al Hamawiyah menyatakan bahwa sanadnya shahih, sebagaimana pula hal ini diikuti oleh muridnya (Ibnul Qayyim) dalam Al Juyusy Al Islamiyah].

    25. Diriwayatkan dari Abu Ishaq Ats Tsa’labi –seorang pakar tafsir, ia berkata, “Al Auza’i pernah ditanya mengenai firman Allah Ta’ala,

    ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

    “Kemudian Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya”. Al Auza’iy mengatakan, “Allah berada di atas ‘Arsy-Nya sebagaimana yang Dia sifati bagi Diri-Nya.” [ Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137].

    26. Muqaatil bin Hayyaan (semasa dengan Imam Al Auza’i, beliau hidup sebelum tahun 150 H).

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Ahmad, dari ayahnya, dari Nuuh bin Maimuun, dari Bukair bin Ma’ruuf, dari Muqaatil bin Hayyaan tentang firman Allah ta’ala : ‘Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya’ (QS. Al-Mujaadalah : 7), ia berkata :

    هو على عرشه، وعلمه معهم.

    “Allah berada di atas ‘Arsy, dan ilmu-Nya bersama mereka”. [Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Ahmad dalam As-Sunnah hal. 71, Abu Dawud dalam Al-Masaail hal. 263, dan yang lainnya dengan sanad hasan melalui perantaraan Mukhtashar Al-‘Ulluw, hal. 138 no. 124].

    27. Diriwayatkan dari Al Baihaqi dengan sanad darinya, dari Muqotil bin Hayyan. Ia berkata, “Allah-lah yang lebih memahami firman-Nya:

    هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآَخِرُ

    Huwal awwalu wal akhiru … (Allah adalah Al Awwal dan Al Akhir …) (QS. Al Hadiid: 3). Makna Al Awwalu adalah sebelum segala sesuatu. Al Akhir adalah setelah segala sesuatu. Azh Zhohir adalah di atas segala sesuatu. Al Bathin adalah lebih dekat dari segala sesuatu. Kedekatan Allah adalah dengan ilmu-Nya. Sedangkan Allah sendiri berada di atas ‘Arsy-Nya.”

    Adz Dzahabi mengatakan, “Muqotil adalah ulama yang tsiqoh dan dia adalah imam besar yang semasa dengan Al Auza’i.” [ Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa dalam sanad yang disebutkan oleh Al Baihaqi (hal. 430-431) terdapat Ismail bin Qutaibah. Ibnu Abi Hatim tidak memberikan penilaian positif (ta’dil) atau negatif (jarh) terhadapnya. Telah diriwayatkan pula oleh Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Musa Al Ka’bi, rowi dari atsar ini darinya. Beliau merupakan guru dari Al Hakim. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 138].

    28. Sufyan Ats Tsauri [hidup pada tahun 97-161 H].

    روى غير واحد عن معدان الذي يقول فيه ابن المبارك هو أحد الأبدال قال سألت سفيان الثوري عن قوله عزوجل وهو معكم أينما كنتم قال علمه

    Diriwayatkan lebih dari satu orang dari Mi’dan, yang Ibnul Mubarok juga mengatakan hal ini. Ia mengatakan bahwa ia bertanya pada Sufyan Ats Tsauri mengenai firman Allah ‘azza wa jalla,

    وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ

    “Dia (Allah) bersama kalian di mana saja kalian berada.” (QS. Al Hadid: 4). Sufyan Ats Tsauri menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah ilmu Allah (yang berada bersama kalian, bukan dzat Allah, pen). [ Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137-138].

    29. Abdullah bin Al Mubarok [Seorang Alim Besar Negeri Khurosan tahun 118 - 181 H], Menyatakan Allah Berada di Atas Langit Ketujuh,

    صح عن علي بن الحسن بن شقيق قال قلت لعبد الله بن المبارك كيف نعرف ربنا عزوجل قال في السماء السابعة على عرشه ولا نقول كما تقول الجهمية إنه هاهنا في الأرض فقيل هذا لأحمد بن حنبل فقال هكذا هو عندنا

    Telah shahih dari ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, dia berkata, “Aku berkata kepada Abdullah bin Al Mubarok, bagaimana kita mengenal Rabb kita ‘azza wa jalla. Ibnul Mubarok menjawab, “Rabb kita berada di atas langit ketujuh dan di atasnya adalah ‘Arsy. Tidak boleh kita mengatakan sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Jahmiyah yang mengatakan bahwa Allah berada di sini yaitu di muka bumi.” Kemudian ada yang menanyakan tentang pendapat Imam Ahmad bin Hambal mengenai hal ini. Ibnul Mubarok menjawab, “Begitulah Imam Ahmad sependapat dengan kami.” [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 149. Riwayat ini dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dalam Al Hamawiyah dan Ibnul Qayyim dalam Al Juyusy. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 152].

    30. Abu Bakr Al Atsrom mengatakan bahwa Muhammad bin Ibrahim Al Qoisi mengabarkan padanya, ia berkata bahwa Imam Ahmad bin Hambal menceritakan dari Ibnul Mubarok ketika ada yang bertanya padanya,

    كيف نعرف ربنا

    “Bagaimana kami bisa mengetahui Rabb kami?” Ibnul Mubarok menjawab,

    في السماء السابعة على عرشه

    “Allah di atas langit yang tujuh, di atas ‘Arsy-Nya.” Imam Ahmad lantas mengatakan,

    هكذا هو عندنا

    “Begitu juga keyakinan kami.” [ Lihat Itsbat Sifatil ‘Uluw, hal. 118].

    31. Diriwayatkan dari Abdullah bin Ahmad ketika membantah pendapat Jahmiyah dan beliau membawakan sanadnya dari Ibnul Mubarok. Ia ceritakan bahwa ada seseorang yang mengatakan pada Ibnul Mubarok, “Wahai Abu ‘Abdirrahman (Ibnul Mubarok), sungguh pengenalan tentang Allah menjadi samar karena pemikiran-pemikiran yang diklaim oleh Jahmiyah.” Ibnul Mubarok lantas menjawab, “Tidak usah khawatir. Mereka mengklaim bahwa Allah sebagai sesembahanmu yang sebenarnya berada di atas langit sana, namun mereka katakan Allah tidak di atas langit.” [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 150. Syaikh Al Albani mengatakan dikeluarkan dalam As Sunnah (hal. 7) dari Ahmad bin Nashr, dari Malik, telah mengabarkan kepadaku seseorang dari Ibnul Mubarok. Seluruh periwayatnya tsiqoh (terpercaya) kecuali yang tidak disebutkan namanya. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 152].

    32. ‘Abbad bin Al ‘Awwam [ hidup sekitar tahun 185 H], Muhaddits (Pakar Hadits) dari Daerah Wasith.

    قال عباد بن العوام كلمت بشرا المريسي وأصحابه فرأيت آخر كلامهم ينتهي إلى أن يقولوا ليس في السماء شيء أرى أن لا يناكحوا ولا يوارثوا

    ‘Abbad bin Al ‘Awwam mengatakan, “Aku pernah berkata Basyr Al Murosi dan pengikutnya, aku pun melihat bahwa mereka mengatakan, “Di atas langit tidak ada sesuatu pun. Aku menilai bahwa orang semacam ini tidak boleh dinikahi dan diwarisi.” [ Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 151].

    33. ‘Abdurrahman bin Mahdi [hidup pada tahun 125-198 H], Seorang Imam Besar.

    ابن مهدي قال إن الجهمية أرادوا أن ينفوا أن يكون الله كلم موسى وأن يكون على العرش أرى أن يستتابوا فإن تابوا وإلا ضربت أعناقهم

    ‘Abdurrahman bin Mahdi mengatakan bahwa Jahmiyah menginginkan agar dinafikannya pembicaraan Allah dengan Musa, dinafikannya keberedaan Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy. Orang seperti ini mesti dimintai taubat. Jika tidak, maka lehernya pantas dipenggal. [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 159. Dikeluarkan pula oleh Abdullah (hal. 10-11) dari jalannya, disebutkan secara ringkas. Ibnul Qayyim menshahihkan riwayat ini dalam Al Juyusy. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 170].

    34. Syaikhul Islam Yazid bin Harun [hidup sebelum tahun 206 H],

    قال الحافظ أبو عبد الرحمن بن الإمام أحمد في كتاب الرد على الجهمية حدثني عباس العنبري أخبرنا شاذ بن يحيى سمعت يزيد بن هارون وقيل له من الجهمية قال من زعم أن الرحمن على العرش استوى على خلاف ما يقر في قلوب العامة فهو جهمي

    Al Hafizh Abu ‘Abdirrahman bin Al Imam Ahmad dalam kitab bantahan terhadap Jahmiyah, ia mengatakan, ‘Abbas Al Ambari telah menceritakan padaku, ia mengatakan, Syadz bin Yahya telah menceritakan pada kami bahwa ia mendengar Yazid bin Harun ditanya tentang Jahmiyah. Yazid mengatakan, “Siapa yang mengklaim bahwa Allah Yang Maha Pengasih menetap tinggi di atas ‘Arsy namun menyelisih apa yang diyakini oleh hati mayoritas manusia, maka ia adalah Jahmi.” [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 157. Abdullah bin Ahmad mengeluarkan dalam As Sunnah (hal. 11-12) dari jalannya. Namun Adz Dzahabi menyebutkan dari selain kitab itu yaitu dalam kitab Ar Rodd ‘alal Jahmiyah (bantahan terhadap Jahmiyah), Abdullah berkata, Abbas bin Al ‘Azhim Al Ambari telah mengabarkan pada kamim Syadz bin Yahya telah menceritakan pada kami. Juga riwayat ini dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Masail (hal. 268), ia berkata, Ahmad bin Sinan telah menceritakan pada kami, ia berkata: Aku mendengar Syadz bin Yahya. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 168].

    35. Sa’id bin ‘Amir Adh Dhuba’i [hidup pada tahun 122-208 H], Ulama Bashroh.

    قال عبد الرحمن بن أبي حاتم حدثنا أبي قال حدثت عن سعيد ابن عامر الضبعي أنه ذكر الجهمية فقال هم شر قولا من اليهود والنصارى قد إجتمع اليهود والنصارى وأهل الأديان مع المسلمين على أن الله عزوجل على العرش وقالوا هم ليس على شيء

    ‘Abdurrahman bin Abi Hatim berkata, ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata aku diceritakan dari Sa’id bin ‘Amir Adh Dhuba’I bahwa ia berbicara mengenai Jahmiyah. Beliau berkata, “Jahmiyah lebih jelek dari Yahudi dan Nashrani. Telah diketahui bahwa Yahudi dan Nashrani serta agama lainnya bersama kaum muslimin bersepakat bahwa Allah ‘azza wa jalla menetap tinggi di atas ‘Arsy. Sedangkan Jahmiyah, mereka katakan bahwa Allah tidak di atas sesuatu pun.” [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 157 dan Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 168].

    36. Wahb bin Jarir [meninggal tahun 206 H], Ulama Besar Bashroh,

    محمد بن حماد قال سمعت وهب بن جرير يقول إياكم ورأي جهم فإنهم يحاولون أنه ليس شيء في السماء وما هو إلا من وحي إبليس ما هو إلا الكفر

    Muhammad bin Hammad mengatakan bahwa ia mendengar Wahb bin Jarir berkata, “Waspadalah dengan pemikiran Jahmiyam. Sesungguhnya mereka memalingkan makna bahwa di atas langit sesuatu pun (berarti Allah tidak di atas langit, pen). Sesungguhnya pemikiran semacam ini hanyalah wahyu dari Iblis. Perkataan semacam tidak lain hanyalah perkataan kekufuran.” [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 159. Atsar ini dishahihkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al Juyusy. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 170].

    37. Al Qo’nabi [meninggal tahun 221 H], Ulama Besar di Masanya,

    قال بنان بن أحمد كنا عند القعنبي رحمه الله فسمع رجلا من الجهمية يقول الرحمن على العرش استوى فقال القعنبي من لا يوقن أن الرحمن على العرش استوى كما يقر في قلوب العامة فهو جهمي أخرجهما عبد العزيز القحيطي في تصانيفه والمراد بالعامة عامة أهل العلم كما بيناه في ترجمة يزيد بن هارون إمام أهل واسط ولقد كان القعنبي من أئمة الهدى حتى لقد تغالى فيه بعض الحفاظ وفضله على مالك الإمام

    Bunan bin Ahmad mengatakan, “Aku pernah berada di sisi Al Qo’nabi, ia mendengar seorang yang berpahaman Jahmiyah menyebutkan firman Allah,

    الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

    “Ar Rahman (yaitu Allah) menetap tinggi di atas ‘Arsy.” [ QS. Thoha: 5], Al Qo’nabi lantas mengatakan, “Siapa yang tidak meyakini Ar Rahman (yaitu Allah) menetap tinggi di atas ‘Arsy sebagaimana diyakini oleh para ulama, maka ia adalah Jahmi.” [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 166. Bunan bin Ahmad tidak mengapa, sejarah hidupnya disebutkan di Tarikh Bagdad. Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 178].

    38. Abdullah bin Az Zubair Al Qurosyi Al Asadi Al Humaidi [meninggal tahun 219 H, Ulama Besar Makkah, Murid dari Sufyan bin ‘Uyainah, Guru dari Imam Al Bukhari], mengatakan:

    أصول السنة عندنا فذكر أشياء ثم قال وما نطق به القرآن والحديث مثل وقالت اليهود يد الله مغلولة غلت أيديهم ومثل قوله والسموات مطويات بيمينه وما أشبه هذا من القرآن والحديث لا نزيد فيه ولا نفسره ونقف على ما وقف عليه القرآن والسنة ونقول الرحمن على العرش استوى ومن زعم غير هذا فهو مبطل جهم

    Aqidah yang paling pokok yang kami yakini (lalu beliau menyebutkan beberapa hal): Ayat atau hadits yang menyebutkan (misalnya tangan Allah, pen),

    وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ

    “Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu” [ QS. Al Maidah: 64].

    Semisal pula firman Allah,

    وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ

    “Dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya” [ QS. Az Zumar: 67], dan juga ayat dan hadits yang semisal itu, kami tidak akan menambah dan kami tidak akan menafsirkan (bagaimanakah hakekat sifat tersebut). Kami cukup berdiam diri sebagaimana yang dituntunkan Al Quran dan Hadits Nabawi (yang tidak menyebutkan hakekatnya). Kami pun meyakini,

    الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

    “Ar Rahman (yaitu Allah) menetap tinggi di atas ‘Arsy.” [ QS. Thoha: 5]. Barangsiapa yang tidak meyakini seperti ini, maka dialah Jahmiyah yang penuh kebatilan. [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 168. Ibnu Taimiyah telah menshahihkan atsar ini dari Al Humaidi dalam Kitabnya “Mufashol Al I’tiqod”. Lihat Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 180].

    39. Al-Imam Al-Humaidiy rahimahullah juga berkata :

    وما أشبه هذا من القرآن والحديث، لا نزيد فيه ولا نفسره. نقف على ما وقف عليه القرآن والسنة. ونقول : (الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى)، ومن زعم غير هذا فهو معطل جهمي.

    “Dan ayat-ayat serta hadits-hadits yang serupa dengan ini (tentang Asma dan Shifat Allah), maka kami tidak menambah-nambahi dan tidak pula menafsirkannya (menta’wilkannya). Kami berhenti atas apa-apa yang Al-Qur’an dan As-Sunah berhenti padanya. Dan kami berkata : ‘(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy’ (QS. Thaha : 5). Barangsiapa yang berpendapat selain itu, maka ia seorang Mu’aththil Jahmiy” [Ushuulus-Sunnah oleh Al-Humaidiy, hal. 42, tahqiq : Misy’aal Muhammad Al-Haddaadiy; Daar Ibn Al-Atsiir, Cet. 1/1418].

    ---------- Post added at 09:07 AM ---------- Previous post was at 09:05 AM ----------

    tuh para ulama dan shabat radiyallo hu anh yang paling bagus keislamnnya dan paling dekat dengan Rasullullah shallohu alaihi wasallam saja menegaskan bahwa Allah azza wa jalla itu ada di arsynya bukan dimana.. harap dibaca baik2 ya biar mengerti...


    Waduh bingung bacanya bro....

    dipersingkat aja bisa?

    biar yang awam bisa mengerti maksudnya

    Peace.....

  3. #143
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    anda pahami aja dalilnya, saya gak butuh dalil, kalo anda paham dengan dalil yang anda sajikan ya dijawab
    jawabannya tuh : ada, nggak ada atau gak tau
    sudah saya kasih analogi.. apakah penulis byuku biologi atau buku2 yang lain apakah si penulis ada di buku itu tidak!!! jadi masih bingung lagi mas sedge????

  4. #144
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    sudah saya kasih analogi.. apakah penulis byuku biologi atau buku2 yang lain apakah si penulis ada di buku itu tidak!!! jadi masih bingung lagi mas sedge????
    iya saya masih bingung, makanya jawabnya aja yg jelas gak usah analogi
    dalam ilmu alaah ada allah gak ?
    saya sudah kasih opsi jawabannya kan ? ada, gak ada, atau gak tau ?

    pilih aja salah satu mas

  5. #145
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    anda saja belum menjawab pertanyaan saya dari kemaren.. anda sudah ketemu Tuhan nggak.. jawab dulu baru saya jawab pertanyaan anda...

  6. #146
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    anda saja belum menjawab pertanyaan saya dari kemaren.. anda sudah ketemu Tuhan nggak.. jawab dulu baru saya jawab pertanyaan anda...
    malah muter mbulet gak keruan



    kalo anda mau lihat Allah, saya sampaikan pesan Imam Ali kw
    “Tidaklah ia dapat dicapai oleh penyaksian mata kepala, tetapi ia dapat dicapai oleh hati yang telah dipenuhi hakikat keimanan” (al-Qulub bi haqaiq al-Iman)”

  7. #147
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    kalo anda mau lihat Allah, saya sampaikan pesan Imam Ali kw
    “Tidaklah ia dapat dicapai oleh penyaksian mata kepala, tetapi ia dapat dicapai oleh hati yang telah dipenuhi hakikat keimanan” (al-Qulub bi haqaiq al-Iman)”
    anda khan yang muter2 .. ditanyak nggak jawab... jadi berdasarkan oerkataan diatas Dia tidak dapat disaksikan oleh inderawi?? jadi seperti tuntunan shalat nabi gitu .. shalatlah seakan2 kamu melihat Allah azza wa jalla.. kalo nggak bisa yakin lah bahwa Dia melihatmu" kata seakan2 berarti hati dan bukan inderawi khan... jadi bathin.. sedangkan melihat Allah azza wa jalla di akhirat itu sudah secara jelas inderawi dengan mata kepala, sama seperti ketika nabi Muhammad shallohu alaihi wa sallam dalam peristiwa is`ra mi`raj.. dan hingga saat ini nggak ada manusia yang melihat Allah dengan matanya di dunia....

  8. #148
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    anda khan yang muter2 .. ditanyak nggak jawab... jadi berdasarkan oerkataan diatas Dia tidak dapat disaksikan oleh inderawi?? jadi seperti tuntunan shalat nabi gitu .. shalatlah seakan2 kamu melihat Allah azza wa jalla.. kalo nggak bisa yakin lah bahwa Dia melihatmu" kata seakan2 berarti hati dan bukan inderawi khan... jadi bathin.. sedangkan melihat Allah azza wa jalla di akhirat itu sudah secara jelas inderawi dengan mata kepala, sama seperti ketika nabi Muhammad shallohu alaihi wa sallam dalam peristiwa is`ra mi`raj.. dan hingga saat ini nggak ada manusia yang melihat Allah dengan matanya di dunia....
    makanya belajar kebathinan
    emang yang bilang melihat Allah dengan mata siapa mas ?



    soal pertanyaan anda sudah saya jawab koq di sini

    jadi gimana jawabannya ? ada Allah gak ? kalo gak dijawab juga case closed deh

  9. #149
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    makanya belajar kebathinan
    emang yang bilang melihat Allah dengan mata siapa mas ?
    oohh kebathinan to pantesan..... maaf dah ana gak belajar kebthinan ana lewat aja dah.. ntar ana akan mikir kayak anda yang bilang surga dan nerak itu tidak abadi dll.. soal melihat dengan bathin?? melihat?? bathin itu merasakan bukan melihat....

  10. #150
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    oohh kebathinan to pantesan..... maaf dah ana gak belajar kebthinan ana lewat aja dah.. ntar ana akan mikir kayak anda yang bilang surga dan nerak itu tidak abadi dll.. soal melihat dengan bathin?? melihat?? bathin itu merasakan bukan melihat....
    "sebenarnya bukanlah mata mereka yang buta, tetapi yang buta itu ialah hati yang ada di dalam dada"

    iya mas, lebih baik jangan di jawab pertanyaan saya nanti ikut berpikiran seperti saya lho
    1. surga - neraka itu sudah banyak penghuninya
    2. akherat itu tidak kekal
    3. surga - neraka juga tidak kekal
    4. malam lailatul qodr gak cuma turun sekali dalam 10 hari terakhir romadhon
    5. nabi adam itu gak cuma 1 orang (makanya manusia banyak jenis dan RASnya)


    banyak lagi lha pokoknya ...


  11. #151
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    iya mas, lebih baik jangan di jawab pertanyaan saya nanti ikut berpikiran seperti saya lho

    surga - neraka itu sudah banyak penghuninya
    akherat itu tidak kekal
    surga - neraka juga tidak kekal
    malam lailatul qodr gak cuma turun sekali dalam 10 hari terakhir romadhon
    nabi adam itu gak cuma 1 orang (makanya manusia banyak jenis dan RASnya)
    makanya saya gak mau ikut2an sama anda.. karena paham anda sudah jauh menyimpang dari keyakinan para ulama umumnya.. dari yang diajarkan oleh nabi Muhammad shallohu alaihi wa sallam...

    boleh nanya.. kalo akherat tidak kekal, seelah akherat manusia akan kemana???
    terus malam lailatul qadar yang lain itu kapan??
    nabi adam yang lain siapa saja kapan hidupnya???
    siapakah penghuni surga dan nerak yang anda bilang diatas??

    ayooo... dijawab coba...

    dan bisakah anda melihat zat Allah azza wa jalla dengan hati anada??

  12. #152
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    makanya saya gak mau ikut2an sama anda.. karena paham anda sudah jauh menyimpang dari keyakinan para ulama umumnya.. dari yang diajarkan oleh nabi Muhammad shallohu alaihi wa sallam...

    boleh nanya.. kalo akherat tidak kekal, seelah akherat manusia akan kemana???
    terus malam lailatul qadar yang lain itu kapan??
    nabi adam yang lain siapa saja kapan hidupnya???
    siapakah penghuni surga dan nerak yang anda bilang diatas??

    ayooo... dijawab coba...

    dan bisakah anda melihat zat Allah azza wa jalla dengan hati anada??
    bertahap mas
    anda mau bertanya itu bagus, artinya anda memakai akal yang dianugerahi Allah
    gelas anda sudah penuh, gejalanya adalah : anda alergi dengan perbedaan
    jadi kalo saya jawab nanti luber

    cukup informasi ini anda tau aja dulu, kalo beruntung dalam perjalanan nanti akan tau jawabannya sendiri

    kalo sudah bisa melihat Allah dengan hati, nanti anda kayak orang gila mas
    liat daun nangis (karena yang keliatan Allah), liat hujan nangis, liat batu nangis
    mau gak jadi orang gila ?

  13. #153
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    yah dijawab juga kagak malah balik nanya....

    maaf saya jelas nggak mau jadi orang seperti anda....
    soalnya pernyataan 2 anda diatas sangat bertentangan dengan ajaran Islam.. jadi saya nggak mau ikut2an gila kayak anda...

  14. #154
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    yah dijawab juga kagak malah balik nanya....

    maaf saya jelas nggak mau jadi orang seperti anda....
    soalnya pernyataan 2 anda diatas sangat bertentangan dengan ajaran Islam.. jadi saya nggak mau ikut2an gila kayak anda...


    alhamdulillah, berarti petunjuk yang saya terima benar adanya, katanya jangan dijawab pertanyaannya
    oke mas, selamat jadi orang waras ya


  15. #155
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    alhamdulillah, berarti petunjuk yang saya terima benar adanya, katanya jangan dijawab pertanyaannya
    oke mas, selamat jadi orang waras ya
    wew kapan saya bilang jangan dijawab pertanyaannya????

  16. #156
    salah benar kan tergantung siapa yg melihat

  17. #157
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by ozma 2012 View Post
    salah benar kan tergantung siapa yg melihat
    ada juga yang bilang tergantung mayoritas

  18. #158
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    ada juga yang bilang tergantung mayoritas

    ---------- Post added at 09:08 PM ---------- Previous post was at 09:07 PM ----------



    ada juga yang bilang tergantung mayoritas
    bisa juga begitu (mayoritas), salah benar dalam agama itu tidak bisa matematis, jadi kalo A melihat agama B salah, biar diterangkan berbusa2 oleh B tetap saja bagi A agama B salah..................berhubung alat bukti kebenaran semua tidak ada yg punya, maka salah benar tidak ada yg bisa buktikan

    sebenarnya di agama itu bukan salah benar yg kita debatkan, tapi perlakukan kita atas apa yg kita percayai , misalnya

    kita sangat2 percaya kalo mau selamat musti sholat 5 waktu, mustinya kalo percaya, musti dilakukan..........jangan berkoar2 dimulut itu sebagai hal benar tapi kita tidak lakukan

  19. #159
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Ternyata masalah ber-Tuhan dan tidak ber-Tuhan itu cuma perjudian.

    *ini manusia emang senang berjudi, pantesan bisnis judi laris manis*
    Iya yaaa "cuma perjudian" karena ada unsur "uncertain" nya. Tapi bukannya semua hal itu ada unsur uncertainnya. Hanya masalahnya uncertain contentnya saja yg berbeda beda.
    Kemudian dalam kaitannya dengan topik , dalam agama, beragama , bertuhan , tuh apakah semua dalam bentuk yg uncertain. Rasanya yg uncertain adalah sebagian besar masalah ke akheratan yg ghaib , yg blum terjad . Dan dianggap uncertain karena "blum ada pembuktian". Dan kalau uncertainty tadi didekati dengan keyakinan , dicover dengan keyakinan, maka jadilah agama itu terdiri dari unsur certain dan keyakinan.
    Kemudian kalau pertanyaanya "Mungkinkah ajaran agama salah?" , menurut saya bisa saja salah. Karena agama kan aturan untuk manusia , berarti menggunakan idiom manusia dan salah satunya adalah manusia cenderung berbuat salah. Ajaran agama disini sudah mengandung itu , idiom idiom itu , jadi kemungkinan salahnya jelas ada.
    Ajaran Allah , wahyu Allah itu yg tidak mungkin salah.

    Jadi kalau bicara kemungkinan ya kliatannya salah satu pendekatannya spt itu .
    Last edited by Dadap serep; 02-02-2012 at 08:41 AM.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  20. #160
    coba-coba slowrelax's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    love
    Posts
    27
    entah ane dibilang agama apa
    yg jelas ane percaya bahwa Tuhan bisa diakses dari berbagai agama

Page 8 of 9 FirstFirst ... 6789 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •