Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 38 of 38

Thread: Punakawan

  1. #21
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    ternyata Sang Hyang Tunggal dan Istrinya kopimaya'ers juga

  2. #22
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790

  3. #23
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ini Kwartet Punakawan :


  4. #24
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Para Punakawan adalah buah kecerdikan dan kebijaksanaan para juru cerita Jawa. Adaptasi agar kisah yang kental bermuatan budaya India-Hindu bisa dicerna dengan baik oleh rakyat Jawa. Peran para Punakawan yang bahasanya konyol, tol0l, dan ngoko abis ini adalah bentuk keakraban dengan masyarakat penonton di kalangan bawah. Tanpa Punakawan, wayang hanya akan jadi tontonan filsafat kelas atas yang hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan saja (lupa baca referensinya di mana).

    Di sisi lain, sosok Punakawan yang cuma kacung wulu cumbu tapi ternyata merupakan titisan dewa (bahkan diantara dewa, trah mereka tergolong tinggi), adalah bentuk ajaran pula bagi para bangsawan bahwa suara kebenaran datangnya dari rakyat jelata yang nyerocos polos tanpa tedeng aling-aling. Bahwa rakyat, dibalik kesetiaan dan kepolosannya, adalah sumber kebijaksanaan tak terhingga.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  5. #25
    pelanggan Sanghyang Ismaya's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karangkedempel
    Posts
    58
    Wah, membahas silsilah dan asal usul diriku yhaaa....????

    Seperti yang sudah diulas di atas; Sang Hyang Wenang menciptakan sebutir telur; kemudian diremasnya telur itu hingga pecah dan muncullah 3 "derivat" dari Sang Hyang Wenang. Sanghyang Tejamaya terwujud dari pecahan cangkang telur; Sanghyang Ismaya dari putih telur; dan Sanghyang Manikmaya dari kuning telur.

    Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Tejamaya beradu argumen tentang siapa yang paling tua; kemudian mereka adu kesaktian. Siapa yang bisa menelan Bumi akan menjadi yang dianggap paling dihormati. Sanghyang Tejamaya berhasil mengulum Bumi dan kemudian Sanghyang Ismaya berhasil menelan bumi. Sanghyang Wenang yang merasa jengkel atas ulah kedua derivatnya menyabda Tejamaya menjadi lebar mulutnya (jw = dower) dan Ismaya menjadi buncit perutnya. Kemudian Sanghyang Wenang memilih Manikmaya untuk menjadi penguasa triloka.

    Sanghyang Tejamaya setelah berubah wujud turun ke Bumi menjadi Togog; dan disusul Sanghyang Ismaya turun ke bumi dengan nama Semar. Togog menjadi pamong para Kurawa; yang selalu mengingatkan yang diasuhnya agar senantiasa berbuat baik. Semar menjadi pamong para Pandawa yang juga selalu mengingatkan mereka agar selalu berbuat baik. Ini adalah kaca benggala; mereka yang berwatak KSATRIA bukan mereka dilahirkan sebagai golongan ningrat; namun siapapun yang selalu memihak kebenaran patut disebut ksatria. Itu sebabnya Eyang Mangkunagara IV dalam serat Wulangreh menyatakan :

    Poma kaki padha dipun eling
    Mring pitutur ing ong
    Sira uga satriya arane
    Kudu anteng jatmika ing budi
    Ruruh sarta wasis
    Samubarang tanduk


    Artinya:
    Wahai semuanya harap diingat
    Akan nasehatku
    Engkau juga disebut satria
    Harus selalu berbuat baik
    Rajin dan terampil
    di segala perbuatan

    Mengenai sejak kapan munculnya Sanghyang Ismaya ya sejak beliau diciptakan oleh Sanghyang Wenang. Saya pribadi merasa bahwa cerita wayang itu bukan sekedar cerita atau kaca benggala; melainkan pernah di suatu masa terjadi dan kisah mereka dituturkan kepada anak cucu manusia.

    Togog dan Semar juga hadir pada masa pemerintahan Kerajaan2 Besar di Nusantara; yang terdeteksi antara lain pada masa Majapahit menjadi Sabdapalon dan Nayagenggong; kemudian di masa Mataram menjadi Bancak dan Doyok....

    Togog memiliki wilayah di bidang IPTEK sementara Semar di bidang SPIRITUAL; bangsa yang diasuh oleh KEDUANYA akan menjadi bangsa yang besar. Nampaknya saat ini belum ada terlihat dimana Eyang Semar dan Eyang Togog mengasuh...

    Catatan :

    Kalau tidak keliru dari hasil diskusi dengan Bli DB di sebuah bale bengong dekat Pura Silayukti pada pertengahan tahun 2011: Di Bali Sangut - Merdah ; dan Delem - Tualen bukan Semar - Gareng - Petruk - Bagong; tetapi Semar - Bagong dan Togog - Bilung; nampaknya Gareng dan Petruk tidak dikenal di sana...
    Last edited by Sanghyang Ismaya; 31-12-2011 at 01:27 PM. Reason: tambahan inpo
    =================
    Lae... lae... mbegegeg ugeg ugeg sadulita hemel hemel...

  6. #26
    tokoh/penokohan punakawan hanya terdapat
    dalam buku babon (baca pakem pedalangan) hasil kreasi ahli kesenian jawa, cmiiw

    versi aslinya (baca India) baik dlm episode Ramayana maupun Mahabarata
    tokoh punakawan tidak ada, apa benar demikian?

    (mohon pencerahan dari penemban Ismaya)
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  7. #27
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ndak ada mbah *hasil nonton pilem mahabarata versi india*

    malah gak ada itu Srikandi yang digambarkan cewek ksatria. Malah di India Srikand itu bences loh

  8. #28
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ndak ada mbah *hasil nonton pilem mahabarata versi india*

    malah gak ada itu Srikandi yang digambarkan cewek ksatria. Malah di India Srikand itu bences loh
    ingat... gw ingat banget senyum sinis Srikandi pada
    Bhisma saat rapat koordinasi sebelum perang Bara
    tayudha

  9. #29
    pelanggan Sanghyang Ismaya's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karangkedempel
    Posts
    58
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    tokoh/penokohan punakawan hanya terdapat
    dalam buku babon (baca pakem pedalangan) hasil kreasi ahli kesenian jawa, cmiiw

    versi aslinya (baca India) baik dlm episode Ramayana maupun Mahabarata
    tokoh punakawan tidak ada, apa benar demikian?

    (mohon pencerahan dari penemban Ismaya)
    Sepanjang yang saya ketahui, memang benar demikian adanya. Mahabharata maupun Ramayana versi India tidak terdapat para punakawan. Punakawan sendiri yang lengkap (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) pun baru terdeteksi pada jaman kapujanggan. Saya tidak tahu kalau ada catatan yang lebih tua yang memuat kisah tentang punakawan sebelum era Kapujanggan. Masing - masing Punakawan pun membawa sifat2-nya masing masing dan dengan ditambah Pandhawa Lima; maka akan membentuk susunan "sedulur papat kalima pancer".



    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ndak ada mbah *hasil nonton pilem mahabarata versi india*

    malah gak ada itu Srikandi yang digambarkan cewek ksatria. Malah di India Srikand itu bences loh

    Srikandhi Nusantara bertukar kelamin menjadi ksatria pada akhir perang Bharatayudha juga adalah salah satu "kejeniusan" para sastrawan di jaman Kapujanggan. Aselinya memang Srikandhi adalah "wandu"; alias bences. Supaya sinkron dengan ajaran yang pada saat itu sedang ngetrend, dimana hubungan dengan sesama jenis diharamkan maka para Pujangga membuat sosok Srikandhi adalah perempuan titisan dewi Amba; yang karena sumpahnya kelak akan membuat Bisma menemui ajalnya. Oleh karena itu supaya tetap nyambung dengan babon induknya, maka Srikandhi dibuat "bertukar kelamin" dengan seorang resi raksasa.
    =================
    Lae... lae... mbegegeg ugeg ugeg sadulita hemel hemel...

  10. #30
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    eh kalau tokoh Lesmono di TVRI yang ada punawakan jaman dahulu kala itu bences bukan?
    Lesmana itu siapanya punawakan?

  11. #31
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Lesmono itu kalau gak salah putranya Duryudana dan Dewi Banowati.

    Eh,
    aku baru tahu kalau Sangut-Delem-Tualen-Merdah itu lebih menggambarkan Semar-Bagong-Togog-Bilung.

    Oh iya,
    Di versi Bali, bukannya Srikandi itu juga wanita?
    *duh gambarnya kutaruh di mana ya...
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  12. #32
    pelanggan Sanghyang Ismaya's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karangkedempel
    Posts
    58
    Quote Originally Posted by etca View Post
    eh kalau tokoh Lesmono di TVRI yang ada punawakan jaman dahulu kala itu bences bukan?
    Lesmana itu siapanya punawakan?
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Lesmono itu kalau gak salah putranya Duryudana dan Dewi Banowati.
    Betul, Lesmana adalah putra Prabhu Suyudana (Duryudana) dengan Dewi Banowati... Lesmana bukan bences, tetapi lebih ke anak lelaki yang manja dan nggak dewasa. Makanya kelakuannya menye2 kaya gitu.



    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Eh,
    aku baru tahu kalau Sangut-Delem-Tualen-Merdah itu lebih menggambarkan Semar-Bagong-Togog-Bilung.
    Aku juga baru tahu, pas kebetulan ke Bali pertengahan tahun lalu, sempat berdiskusi tentang wayang dan perbedaan wayang Jawa dengan wayang Bali. Saat itu aku sedang mengerjakan script pertunjukan wayang orang dengan judul "Ismaya Jati - Pandhawa Kembar"; dimana konsepnya adalah menggabungkan karakter Wayang Wong Jawa dengan Wayang Wong Bali. Dari hasil diskusi itu terbuka bahwa karakter Sangut, Delem, Tualen, Merdah, justru tidak memiliki karakter Petruk dan Gareng. Tualen-Merdah menjadi pendherek Pandhawa; Sangut-Merdah menjadi pendherek Kurawa... Eh... apa kebalik ya..??? wkwkwkwk...

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Oh iya,
    Di versi Bali, bukannya Srikandi itu juga wanita?
    *duh gambarnya kutaruh di mana ya...
    Bisa jadi ya, karena sastra Jawa kuna kebanyakan lari ke Bali dan disana tidak mendapat pengaruh luar.
    =================
    Lae... lae... mbegegeg ugeg ugeg sadulita hemel hemel...

  13. #33
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Hmm terus terang saya ga gampang inget soal wayang
    kalau punakawan lebih gampang lah,
    dari baju ama postur badan.

    nah kalau duryudana ciri khasnya apa ya?
    Spoiler for Duryudana:


    trus kalau banowati ciri khasnya apa?
    Spoiler for banowati:


    eh kenapa lesmana yang diikutkan dalam acara Punawakannya TVRI?
    kenapa bukan tokoh lain?
    adakah korelasinya antara Lesmana dengan Punakawan?

  14. #34
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    setahu gw, ciri khas kurawa selalu mendongak, se
    dangkan pandawa selalu menunduk.

  15. #35
    pelanggan Sanghyang Ismaya's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karangkedempel
    Posts
    58
    Lesmana ikut di acara itu mungkin karena sosok pemerannya pas betul dengan wujud lesmana mandrakumara...

    Kalo bentuk kaya gitu jadi Wrekodara ya jelas ndak cocog toh om etca? Wkwkwkwk...
    =================
    Lae... lae... mbegegeg ugeg ugeg sadulita hemel hemel...

  16. #36
    pelanggan tetap Parameswara Li's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    天京
    Posts
    1,093
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Sang Hyang Tunggal dan Istrinya melahirkan sebutir telur.
    Lalu lewat tapanya, sebutir telur berubah menjadi tiga
    jabang bayi, dari kulitnya bernama Semaya, dari putihnya
    bernama Ismaya dan dari kuningnya bernama Manikmaya.

    Semaya menjadi Togog, Ismaya menjadi Semar sedang
    Manikmaya menjadi Bathara Guru.
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    ah.. itu nama2nya.. bagus masih inget...
    Kalo orang Jawa biasanya sih tau. Tapi mungkin ada juga generasi muda orang Jawa (yang lahir setelah tahun 80-an) yang nggak tau.

  17. #37
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    kekeke...., kena loe Bleg

  18. #38
    pelanggan Sanghyang Ismaya's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karangkedempel
    Posts
    58
    Quote Originally Posted by Parameswara Li View Post
    Kalo orang Jawa biasanya sih tau. Tapi mungkin ada juga generasi muda orang Jawa (yang lahir setelah tahun 80-an) yang nggak tau.

    Berarti yg tau tuwir2 ya...
    =================
    Lae... lae... mbegegeg ugeg ugeg sadulita hemel hemel...

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •