kalo gw pribadi sih lebih suka nonton dorama Jepang.....
episode nya pendek jadi ga menghabiskan banyak waktu buat ngikutinnya
kalo gw pribadi sih lebih suka nonton dorama Jepang.....
episode nya pendek jadi ga menghabiskan banyak waktu buat ngikutinnya
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
ada tulisan menarik di hxxp://hiburan.kompasiana.
com/televisi/2012/01/01/asal-njeplak-saja-sinetron
-dibandingkan-dengan-drama-korea/
Asal Njeplak Saja, Sinetron Dibandingkan dengan Drama Korea!
Kenapa Mira Lesmana tidak pernah main kritik Sinetron? Bukan… bukan karena Mathius Muchus, suaminya sering main Sinetron, salah satunya pernah berperan jadi Bapaknya Dude Herlino, tapi Mira Lesmana tahu betul punya rasa terima kasih pada Sinemart, penyokong utama Sinetronnya RCTI.
Tanpa Pak Leo, Film Gie entah bagaimana nasibnya. Bos Sinemart ini memang tahu bagaimana cara memutar uang. Dia produksi Sinetron yang selalu dapat Rating nomor satu di televisi, lalu dari keuntungannya uang digelontorkan untuk menyuntik dana Film sekelas Gie itu.
Kabar terakhir Sinemart menyanggupi mendanai Film Bumi Manusia, Tetraloginya Pramoedya Ananta Toer. Elok bukan? Dengan Sinetron, pecinta Film Indonesia bisa menikmati Film Bermutu. Karena dengan Sinetron, keuntungan juga diputar untuk membiayai Film Dakwah macam Ketika Cinta Bertasbih itu.
Tapi, tak apalah. Di Kompasiana orang bebas menuliskan apa saja. Juga dengan membanding-bandingkan Drama Korea dengan Sinetron. Orang yang menuliskan soal Drama Korea samakan saja dengan ABG yang sedang tergila-gila BOY BAND ala Korea. Orang yang menulis Sinetron Koplak dan Drama Korea Hebat, karena saat menulis sedang berdiam di kamar. Juga sambil menonton Sinetron yang dibencinya itu dan dikoplak-koplakan.
Saya yang sudah lama menjadi pemerhati Televisi, Sinetron juga termasuknya, memaklumi karena saat menulis soal Sinetron Koplak, Kompasianer itu sambil duduk manis di kamar ber-AC, hingga lupa akan survey, akan fakta di lapangan, bagaimana itu orang ndeso, di pelosok kampung yang tak ada namanya di Peta pula, saban lepas Maghrib menongkrongi televisi untuk melihat Dude Herlino di RCTI, lalu dilanjutkan Tutur Tinular di INDOSIAR, dan FTV di SCTV.
Yang mengata-ngatai Sinetron Koplak, Jual Mimpi, dan Cerita yang dipanjang-panjangin saja, semoga tidak hanya menongkrongi Drama Korea di Indonesia, tapi juga sesekalilah menemani pembantu rumah tangga, dong. Dengan sinetron itu pembokat mendapat penghiburan, setelah seharian nyuci, ngepel dan masak, Penduduk Kampung sejenak melupakan problema hidup dengan menongkrongi Sinetron di televisi.
Istri Bapak Habibie yang kuliahnya di Jerman, lho, yang didikannya adalah berpikir Rasional, sebelum sakit keras dan kemudian meninggal dunia, logika darimana kok, bisa ya, demen sama CINTA FITRI? Padahal Mantan Ibu Negara, ya, ternyata tontonannya Sinetron Koplak.
Sebenarnya tanpa menjelek-jelekan Sinetron, ketimbang dibuat senewen dengan Sinetron, TIDAK USAH NONTON. Sudah cukup. Kalau mau menonton dan maniak drama korea, silakan nonton, tapi jangan lantas melecehkan produk bangsa sendiri. Lagian soal tontonan tak sesuai logika, bahkan Amerika membuat Film lebih dari melecehkan logika.
RAMBO, bisa seorang diri mengobrak-abrik markas dan menembaki warga yang tak berdosa dan tentara Vietnam. Masih kurang hebat toh, padahal aslinya si Amerika dan Rambonya itu, kalah.
waakakakaa, alay penggemar korea...
knp penggemar korea banyak yg alay?
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
ketika jumlahnya udah terlalu banyak, jadinya bakal keliatan alay kayaknya![]()
gara2 kalian.. aku jadi nyari2 film action yang dibilangin si cursed, ronggolawe, ama si nudel... eh malah diketawain ama temen2ku.. katanya film2 lama...
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….
Keluhan utama sinetron adalah aujubilah dipanjang-panjanginya cerita kalo serialnya lumayan disukai.
Serial sinetron yg bagus malah jadi ga karuan sebelum akhirnya dipaksain habis.
Rasanya greget banget padahal sdh nikmatin bener nontonnya, eh, perlahan-lahan ceritanya hancur ga keruan.
Seharusnya selain berusaha mendapat keuntungan dari serial itu itu aja, pembuat serial sinetron jg berani mengambil keputusan, stop produksi serial ini, kita buat serial yg baru.
Sinetron korea banyak jg yg main ratusan seri, tapi berani cut cerita ga panjang-panjangin lagi.
Membanding-bandingkan?
Tidak, seharusnya kita berani belajar dari orang lain.
yg bagus itu serial barat. konsisten. kalo dia bilang udahan sampe season 10 ya udahan. ga peduli walopun tuh cerita laku keras.
dah gitu ide ceritanya bagus2.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
season 10sama aja lah banyak
tapi: dipanjangkan-panjangkan karena banyak yg nonton <-- ini pikiran global lho, jangan berpikir cuman terjadi di sini, ini "strategi" yg lumrah
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
Spoiler for suka korea?:
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
^
jadi setiap bulannya cuman sekitar 2 kali tayang?
jadi yg lama itu waktunya ya
maaf saya belum begitu mengerti
jika saya mengambil patokan dari tayangan anime di jepang, pada umumnya satu season itu sekitar 12-13 episode, dan itu durasinya setiap 3 bulan selama 1 musim tertentu
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
di indonesia kan sinetron itu modelnya udah kejar tayang, stripping...tiap hari nongol, sering malah bintangnya dikasih skenario di tempat. Jadi bener2 blank tanpa persiapan.
dan saya gak tau, di k-drama, pilem barat ada acara kek di indonesia gak ya?
ttg yg diposting si ronggo-
gw malah anggep sinemart itu benalu.
dia dominasi membuat sinetron yg membodohkan masyarakat.
okelah, muter duit buat bikin film bermutu,
tapi, apakah dgn sinetron tak layak tonton agar bisa bikin 1 film bermutu?
10 sinetron tak realistis utk 1 film bermutu.
hasilnya : 1000 org jd tak realistis dan 100 jd lebih bermutu.
dia bilang itu hiburan utk pembokat. tp apakah pembokat tak berhak jd pintar?
jika terus dijejali tayangan sampah siapa yg harus disalahkan jika ibu2 rumah tangga atau babu2 macam mereka menjadi tidak bahagia krn berpikir tdk realistis spt sinetron?
final. jadi bangsa ini harus dibodohkan dgn tayangan sampah sebelum memproduksi film bermutu?
because, imagination is a part of reality-
awal2nya ada beberapa sinetron lumayan bagus lho, mungkin skenarionya udah jelas dan sempat dipelajari...kayak ABAD 21 jaman dulu di Indosiar. Tapi begitu ngetop trus dipanjang2in...udah dah...gak pokus lagi ceritanya.
Itu Putri Yang diTukar akhirnya disudahi karena lama2 gak laku ya? kebayang gak sih seumuran Nikita Willy punya dua anak balita?![]()
persis seperti tulisan Nayato yang diberikan link
nya oleh rumus?, bahwa produser mendapatkan
keuntungan besar dari film sampah, lalu diguna
kan untuk membuat film bermutu.
menurut gw, kalau loe peduli dengan pembokat,
ya ajak saja pembokat loe ikut nonton film ber
mutu di bioskop, atau kalau loe punya TV kabel
di rumah, hapus semua channel sinetro, loe pu
tar serial barat yang ada terjemahannya, gw
yakin itu akan membuat pembokat loe pintar.
Kecuali barangkali kita punya sutradara sekelas
Gareth Evan, yang bisa membuat film bagus wa
laupun tidak didukung produser besar.
kalau berharap pada Garin Nugroho, gw rasa ter
lalu idealis lah, secara gw pun sering ngga mam
pu memahami film-film Garin![]()
dengan jeda lho itu yuki. Jadi ada penyegaran
permasalahannnya, adalah, jalan cerita di sinetron2 yg tidak realistik
saya tidak membicarakan film sastra atau idealis2 sempurna dengan jalan cerita yg jelimet tapi perpanjangan episode itu bikin film yg semakin merusak penontonnya
baiklah ini lingkaran setan yg gw line...
gw bilang tidak realistik, bukan pintar jika lw pikir gadis super baik yg masih memaafkan supir truk yg menabrak dirinya dgn senyuman paling tulus sambil bilang "hati2 ya pak..." itu realistis, tak ada yg bisa dikatakan
*eh @etca, setelah gw edit kok jd acak kadut ya?
Last edited by beastmen85; 02-01-2012 at 10:31 PM.
because, imagination is a part of reality-