Udah ngechek ke halaman2 sebelumnya. Kop hs sendiri yg bawa2 doktrin agama ke sini.
Makanya purba sebagai TS ngacir, karena dia kan paling anti didoktrin![]()
Udah ngechek ke halaman2 sebelumnya. Kop hs sendiri yg bawa2 doktrin agama ke sini.
Makanya purba sebagai TS ngacir, karena dia kan paling anti didoktrin![]()
kan sudah saya bilang,,, dalam islam permasalahan agama gak akan terpisah dari dalil,, jadi ya udah karena saya menyadri hal itu ya saya membawanya... bukankah membawa dalil juga suatu bentuk berpikir.. kita juga memikirkan tetntang dalil2 tersebut jadi tidak menerima begitu saja.....
Sebenarnya dalil bisa diblend dalam logika. Misalnya ketika saya mengatakan di sebelah "Wah, kalo Alquran cuma mushaf itu, berarti tinta selautan tidak akan habis donk", itu berarti kan sudah pake dalil walau tidak disebutkan asal ayatnya. Itu lebih ke logika bukan? Mungkin gitu maksud Bunda itu.
Ya begitu kop dana. Seperti yg dilakukan kop djenar. Kalau mencermati, banyak doktrin yang masuk dalam logikanya, tanpa perlu dia mencopy paste dalil naqli.
Apa sih dalil itu? Faktor atau alasan kenapa suatu hal bisa terjadi, kan?
lha kan sudah saya bilang permasalahan agama saya tidak berani asal2 lan jawab dengan ilmu saya yang seadanya ini.. dan kita sudah diperingatkan bagi yang taat kepada rasullullah shallohu alaihi wa sallam agar tidak berbicara tanpa ilmu.. makanya saya hanya membawakan fatwa ulama bukan kata2 saya yang awam ini mas.. beda dengan anda yang percaya diri dalam menafsirkan ayat al-Quran walaupun itu bersebarangan dengan fatwa para ulama salaf dan khalaf
Sekolah dulu kan diajarin pake dalil aqli dan naqli, mas. Dua2nya sama pentingnya, mas.
Ilmu tanpa akal adalah pohon yang gersang, mas. Bahkan ada yang bilang, ilmu tanpa akal adalah pedang tanpa hati, taqlid buta.
waduh bundana kurang teliti ngeceknya.. coba lihat di halaman lima siapa yang pertama kali membawa-bwa ayat al-Quran, ya saya counter sesuai penafsiran ulama yang mumpuni tentang ayat itu..Udah ngechek ke halaman2 sebelumnya. Kop hs sendiri yg bawa2 doktrin agama ke sini.
Makanya purba sebagai TS ngacir, karena dia kan paling anti didoktrin
dalil apa lagi bundana saya sudah bawa kan dalil yang jelas dan penafsiran yang jelas dari para ahli tafsir dari golongan sahabat tabiin tabiut tabiin dan salaf dan tidak ada pertentangan satu pun diantara mereka tentang bertemunya manusia dengan Allah azza wa jalla, jadi mau pake dalil mana lagi...?????? mau pake dalil tafsir seenak jidat kita gitu yang awam dan bahasa Arab aja kagak ngarti gitu????Sekolah dulu kan diajarin pake dalil aqli dan naqli, mas. Dua2nya sama pentingnya, mas.
Ilmu tanpa akal adalah pohon yang gersang, mas. Bahkan ada yang bilang, ilmu tanpa akal adalah pedang tanpa hati, taqlid buta.
jadi kalau yang bersebrangan dengan anda, lalu anda sebut itu asal2 an jawab dan seenak jidat ?
kalo anda awam, buat apa anda mengajukan dalil yang anda sendiri awam akan hal tsb ? lalu gunanya apa ?
ooo buat bekingan mas ? buat membela ego anda ? itu yang namanya memperkosa dalil mas
buktinya anda awam dengan dalil yg anda sajikan, saya tanya didalam ilmu allah ada allah gak ? anda jawab gak tau
padahal anda pake dalilnya ada kata2 "ilmu allah"
buktinya anda awam, saya bilang quran yg sebenarnya bukan yg bahasa arab lalu anda cari ayat2 yg mendukung opini anda
padahal saya sampaikan quran yang sebenarnya itu ada di dalam dada orang beilmu, itu juga quran yang bilang
nah kalo udah gini, yang sebenernya asal2 an siapa ? yang sebenernya seenak jidat siapa mas ?
anda atau kamu ?
yang saya bawa dan saya ajukan bukan pendapat pribadi saya, karena saya awam.. dan pernahkah saya melakukan penafsiran sendiri seperti anda??? saya selalu membawakan penafsiran dari para ulama salaf dan khalaf... tidak seperti anda yang selalu mebuat penafsiran sendiri, jadi kemabali lg siapa yang seenaknya buat penafsiran sendiri???jadi kalau yang bersebrangan dengan anda, lalu anda sebut itu asal2 an jawab dan seenak jidat ?
kalo anda awam, buat apa anda mengajukan dalil yang anda sendiri awam akan hal tsb ? lalu gunanya apa ?
ooo buat bekingan mas ? buat membela ego anda ? itu yang namanya memperkosa dalil mas
kayaknya bicara kepada anda kudu jelas ya
saya menafsirkan itu berdasarkan pengalaman dan perjalanan, sudah praktek. Dan itu adalah dalil aqli, sudah masuk di dalam akal dan sudah dibuktikan
apa yang sejalan dengan aqli dan naqli itulah yang saya pegang sebagai sebuah kebenaran
anda sendiri buat apa ngajuin dalil yang anda sendiri gak paham ?
coba itu dijawab dulu, buat apa hayo ?
yang jadi masalah penafsiran anda itu sangat bertentangan dengan penafsiran para ulama,, dan kalo menurut pengalaman pun saya tidak pernah bertemu Allah azza wa jalla.. dan saya lebih percaya dengan para ahli tafsir dari kalangan sahabat, tabiin dan tabiut tabiin bang...
saya hanya mencoba membawa penafsiran ulama yang lebih mengerti dibidangnya.. dan memang ketidak mengertian saya tentang yang adan kemukakan adalah karena keawaman saya tentang ilmu agam. dan masalah ini saya tidak berani sok tau kalo gak tau agamanya...
---------- Post added at 12:12 PM ---------- Previous post was at 12:08 PM ----------
Di suatu ayat Allah juga pernah menyebut bahwa Dia menetap tinggi di atas ‘Arsy, namun Allah juga bersama hamba-Nya. Contohnya dalam ayat (yang artinya), “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia menempat tinggi di atas ‘Arsy-Nya. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadid: 4). Ini menunjukkan bahwa kedua sifat tersebut tidaklah bertentangan. Allah itu bersama hamba-Nya dengan ilmu-Nya, namun Dzat-Nya tetap di atas langit sana. Jadi kompromi dalam hal ini adalah suatu hal yang mungkin.saya tanya didalam ilmu allah ada allah gak
Itulah kenapa saya bilang ilmu tanpa akal ibarat pohon yang gersang, ilmu tanpa hati juga tidak seimbang.
Itulah juga yang menyebabkan orang tidak bisa mencintai Tuhan, karena sudah dipotong dengan kekakuan dogma atas nama Tuhan.
Manusia tidak bisa merasakan Tuhan di hatinya, karena memang tidak dibiarkan mengenal Tuhan. Padahal Tuhan itu maha pengasih dan penyayang, mestinya itu dirasakan di hati manusia.
Makanya muncul kaum atheis, karena dalil aqlinya keburu diberangus dengan dogma.
orang dikasih kaca buat bercermin, udah ngomong jelas belum paham juga
mendingan kita ngomong yang gak jelas aja aah..
Seseorang berkata kepada Al Mihlab bin Abu Shafrah : "Hai Abul Mihlab, dengan apa kamu mengetahui apa yang kamu ketahui ?" Al Mihlab bin Abu Shafrah menjawab : "Aku mengetahui ilmu dengan ilmu. Hanya dengan ilmu."
Orang tadi bertanya lagi : "Tetapi aku pernah melihat orang lain yang lebih berilmu dibanding engkau, tetapi ia tidak mengetahui sebagaimana yang kamu ketahui."
Al Mihlab menjawab : "Sebab aku ini jika menggunakan ilmuku, maka aku tidak membawanya. Sedangkan orang selainku, dia selalu membawa ilmunya tetapi tidak pernah digunakan. Maka perumpamaan orang seperti itu bagaikan seekor keledai yang membawa lembaran kitab.
Syarah dari pentahkik :
Anakku, lihatlah seekor keledai yang tidak bisa membaca. Walaupun ratusan kitab itu diangkut di atas punggungnya, seekor keledai tetaplah seekor keledai. Andaikan keledai itu merasa berbangga karena kitab-kitab yang ada di atas punggungnyalah yang paling bernas hebat manfaat isinya, maka kehebatan kitab itu tidaklah banyak berpengaruh baginya, walaupun keledai-keledai itu berperang angan, bahwa kandungan kitab-kitab itu sudah jadi milik mereka, merasuk masuk seutuhnya ke batok otak mereka.
Para keledai larut dalam kalut kemelut angan indah menawan. yang berasal dari nikmat khasiat ilmu kandungan kitab telah melenakan yang dibawa di punggungnya. Sehingga mereka tidak sadar bahwa sebuah lubang hitam galian saluran air buangan yang menganga di tengah jalan. keledai itu sama tersuruk ke dalam lubang. Kitab-kitab semua berhamburan, porak poranda di dalam lubang. Keledai terperanjat, dan seketika tersadar. Ternyata nikmat khasiat ilmu kitab yang selama ini mereka bawa-bawa di punggung mereka, belumlah jadi milik mereka.
Nah anakku, Ilmu yang ada padamu tidak diukur oleh banyaknya kitab / buku yang engkau miliki dan kau bawa ke sana ke mari. Ilmu yang ada di kepalamu, belumlah ilmu yang menjadi milikmu, sampai engkau mengamalkan ilmumu untuk menyelamatkan dirimu dan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari keruntuhan. Semoga Allah memahamkanmu dan memberimu ilmu yang bermanfaat. Amin
Last edited by sedgedjenar; 28-12-2011 at 03:45 PM.
siapa yang nggak paham ya?? ada orang yang terus membela pendapatnya padahal sudah bertentangan dengan ijma para ulama baik dari kalangan sahabat, tabiin tabiut tabiin.. tanya kenapa... saya sudah memberikan fatwa paraulama yang memang ahli dibidangnya tapi tidak diterima. silahkan anda tetap dengan pendirian anda yang menyeklisihi para ulama itu bukan tanggung jawab saya, tanggung jawab saya hanya sampai menyampaikan apa yang ada bukan memaksakannya...
kalau anda merasa lebih berilmu dari para ulama yang fatwanya diikuti oleh jutann umat islam sedunia, ya saya tidak bisa berkata2 lagi, karena hati anda sudah keras..
Well...ini tidak pada tempatnya. Tapi Islam pada awalnya yang diajarkan adalah ilmu Tauhid, ketuhanan yang esa. Artinya di sana pemeluknya diajak dulu mengenal Tuhannya, menyayangi Tuhannya, memaknai cinta dan kasih sayang Tuhannya. Baru kemudian bicara syari'at...bener gak sih?
saya heran siapa yang nggak jelas ya.. awalnya ngomongin Tuhan bisa dilihat di dunia eh pas ditanya udah pernah liat Tuhan nggak malah ngeles.....orang dikasih kaca buat bercermin, udah ngomong jelas belum paham juga
mendingan kita ngomong yang gak jelas aja aah..
terus bawa2 ayat tentang wajah Tuhan ada dimana2 sebagai dalil dengan penasiran seenaknya, padahal isi tafsir sebenarnya adalah masalah kiblat... dll jadi siapa yang nggak jelas ya.. tanya kenapa??
mas, soal melihat Tuhan di dunia. Nabi Muhammad dan orang2 terpilih sudah ada yang melihat Tuhan
Kalo soal saya yang melihat Tuhan, biar jadi rahasia saya aja. Karena kalo saya cerita banyak, rentan di salahartikan dan akan menambah pekerjaan saya karena saya harus melawan rasa riya, ujub, sombong.
Dan apa pentingnya bagi anda untuk mengetahui apakah saya suah melihat Tuhan apa belum ? Toh anda sudah terdogma kalau Tuhan harus dilihat di akherat.
Dan kalo anda merasa jelas, kenapa pertanyaan sederhana : didalam ilmu Allah ada Allah gak ? Jawabannya cuma ada dan tidak ada, atau tidak tau. Semudah itu koq. Lihat diatas, apa jawab yang anda tulis ?
![]()
Di suatu ayat Allah juga pernah menyebut bahwa Dia menetap tinggi di atas ‘Arsy, namun Allah juga bersama hamba-Nya. Contohnya dalam ayat (yang artinya), “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia menempat tinggi di atas ‘Arsy-Nya. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadid: 4). Ini menunjukkan bahwa kedua sifat tersebut tidaklah bertentangan. Allah itu bersama hamba-Nya dengan ilmu-Nya, namun Dzat-Nya tetap di atas langit sana. Jadi kompromi dalam hal ini adalah suatu hal yang mungkin.Dan kalo anda merasa jelas, kenapa pertanyaan sederhana : didalam ilmu Allah ada Allah gak ? Jawabannya cuma ada dan tidak ada, atau tidak tau. Semudah itu koq. Lihat diatas, apa jawab yang anda tulis ?
waduh udah disampaikan fatwa ulama masih gak ngerti juga ya.. yang bersama manusia itu ilmunya Allah azza wa jalla bukan zatnya... sudah saya sampaikan analogi juga di atas masih gak nangkep??? ckckckckck![]()
mas, kalo fatwa ulamanya sendiri anda gak paham
gimana bisa jawab pertanyaan saya ?
jangan2 anda salah comot dalil ?
jelas2 pertanyaannya itu : ada allah nggak di dalam ilmu allah ?
anda sebut2 dzat dzat doang tuh, saya nanyanya : ada Allah nggak didalam ilmu Allah ?
anda pahami aja dalilnya, saya gak butuh dalil, kalo anda paham dengan dalil yang anda sajikan ya dijawab
jawabannya tuh : ada, nggak ada atau gak tau