hiks, pertanyaan saya dicuekin
lagian masa segitiga api dipake buat menjelaskan konsep roh/jiwa jika itu jelas-jelas merupakan penjelasan buat anak-anak HSE buat menanggulangi kebakaran di tempat kerja![]()
you can also find me here
^ dibilangnya kotak kosong. yah berarti isinya kosong. gak ada kucingnya. apa definisi "kosong" kita berbeda?
mungkin situh mau bilang kalo kotaknya "tertutup" kali?
Paradoks kucing schrodinger, begitu?![]()
you can also find me here
Gw menyanggah mencari_makna dgn menunjukkan kontradiksi pada pendapatnya. Dia bilang nyawa adalah energi dan energi adalah fisik, tetapi di kalimat berikutnya dia bilang nyawa adalah nonfisik. Lha jadi mana yg bener, nyawa adalah fisik atau nonfisik? Tapi dia gak bisa menjawabnya. Karena apa? Karena dia menggunakan terminologi2 fisika secara serampangan.
Demikian juga ateis menyanggah ttg tuhan karena konsep tuhan penuh dengan kontradiksi2, serba gak jelas.
![]()
bali maning nang topik aja yuk ah !!
apakah tuhan itu pemarah, atau tuhan itu penyayang itu semua dipakai untuk bermacam jenis manusia dengan tingkatan spiritualnya
kalo spiritualnya harus idtakut2 in agar beribadah dan berbuat baik, ya cocoknya menyembah tuhan yang ditakuti
kalo yang gak pake takut mungkin menyembah allah lewat jalan tuhan, sifat tuhan dimata mereka itu pengasih dan penyayang
apakah tuhan itu kejam ? ya kembali lagi kepada prasangka hambanya
prasangka hambanya sesuai tingkatan ruhani sang hamba
saya juga dulu mikirnya gitu, pas pertama2 kenal dunia tasawuf, sufi
pas pertama demen baca2 buku2 sufi
tapi seiring berjalannya waktu saya sadar, dulu saya juga pernah gitu
pernah beragama dengan ditakut2 in
ketika melihat orang yang masih beragama dengan ditakut2 in, saya bercermin dan berkesimpulan, mungkin aja mereka itu sedang berproses
mereka dalam kondisi demikian juga bukan maunya mereka, karena keadaan juga
sejak itu saya berhenti menyalahkan pandangan mereka, berhenti menilai kualitas ibadah mereka
cuma kalo ada yang tanya2/ ajak diskusi sih saya jabanin, sekedar share pengalaman bahwa saya pernah dalam kondisi yang sama dan sekarang punya pandangan yang lain tentang surga neraka
I like thisOriginally Posted by sedgejenar
rasanya dlm hal pengalaman spiritual
semua manusia mengalaminya
masalahnya
ada yng merasa sudah puas n mantab dng pencapaian dititik tertentu
ada yang pengen terus dan terus![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
klo gitu analoginya
lalu apa bedanya dng ahli sejarah yng berdebat ttg kerajaan majapahit berdasarkan sebuah temuan manuskrip misalnya
pertanyaannya, yng menimbulkan kontradiksi itu daya nalar mereka atau manuskrip itu?
lalu, solusinya apakah harus ketemu raja majapahit atau patih gajah mada biar clear yak![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
ya udah maksudnya kotak tertutup, gw salah tulis.
so ? masih suka kabur dari substansi dan berusaha menang dipermainan kata ?
bukan cara hidup yang gentle itu.
---------- Post added at 05:51 PM ---------- Previous post was at 05:48 PM ----------
sip !
kabur drmn ah? situh nanya ttg bedanya sel hidup dan sel mati? kalau situh baca dg baik postingan2 sy sebelumnya, udah saya jelasin tuh konsep jiwa dan hidup versi sains (yg saya fahami). Lalu saya tanya balik. malah situh yg gak mau jawab sama sekali. itu namanya bukan "kabur"?![]()
you can also find me here
laluu pandangan bang segejenar tentang surga dan neraka apa?? apa surga dan neraka itu tidak kekal seperti bukunya siapa itu wa lupa pengarangnya.. terus kalo surga dan neraka gak kekal kemana kita setelah itu???Originally Posted by sedgejenar
sejak itu saya berhenti menyalahkan pandangan mereka, berhenti menilai kualitas ibadah mereka
cuma kalo ada yang tanya2/ ajak diskusi sih saya jabanin, sekedar share pengalaman bahwa saya pernah dalam kondisi yang sama dan sekarang punya pandangan yang lain tentang surga neraka
Kalo mau tanpa keraguan sedikitupun, iya. Tapi kalo masih memberikan ruang untuk keraguan, alias ini hasilnya masih mungkin salah ya nggak perlu.
Btw, analoginya kurang pas. Harusnya yang diributkan itu bagaimanakah sifat dan tampang Gajahmada barus sesuai dengan bahasan kita ini.![]()
@dana:
yayaya ....
betul, lebih tepatnya analoginya spt itu![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
hush jangan salah katanya disini ada yang bisa melihat TUhanGimana nggak kontradiksi, la wong yang ngasih tahu soal apa dan bagaimana itu Tuhan pada belum pernah ketemu Tuhan. Jadinya ya mereka-reka.
@hajime:
mungkin yng dimaksud melihat oleh sedge itu
bukan melihat secara mata telanjang
tapi mata batin/mata hati, atau istilah laen yng semakna.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
bathin itu merasakan bukan melihat.... melihat dalam arti sebenarnya melihat zat.. kalo pake bathin mah jadi kayak ngayal khan.... seperti saya merasa melihat pacar saya padahal orang nya dimana.. tapi bisa dibayangkan zatnya karena pernah melihat pacar saya.. tapi kalo Tuhan di bayangkan aja gak bisa karena kita gak pernah melihat zatnya saja.. jadi hanya bisa merasakan kita diawasi dll...............@hajime:
mungkin yng dimaksud melihat oleh sedge itu
bukan melihat secara mata telanjang
tapi mata batin/mata hati, atau istilah laen yng semakna.
Melihatnya tuh spt memejamkan mata, malah terlihat. See with your third eye.
Ente percaya ada orang buta bisa melihat?