Page 2 of 12 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 235

Thread: Apakah Tafsir Itu Harus dilakukan Pemuka Agama?

  1. #21
    Quote Originally Posted by danalingga
    ^Wah, kalo gitu ceritanya sih, saya pastikan yang berhak menafsir adalah orang yang mengerti bahasa Tuhan. Tanpa itu, mau ngerti bahasa arab 1000x juga tidak berhak menafsir.
    emangnya bhs tuhan yng spt apa yak?
    yng jelas, apapun yng diklaim sbg kitab suci
    tentu menggunakan aksara/bahasa yng dimengerti manusia
    klo tdk, dipastikan tuhan akan kehilangan legitimasi.


    [/COLOR]Btw, saya punya pemikiran begini. Bahwa kitab suci itu diturunkan untuk menjawab kebutuhan orang-per-orang yang berbeda-beda. Jadi tafsir untuk seseorang belum tentu applicable buat orang lain. Dalam artian seharusnya tafsir itu nggak saklek harus satu tafsir, bisa banyak tafsir sesuai kondisi masing-masing orang yang unik.
    betul
    namanya aja tafsir/hasil penafsiran
    tentu fleksibel (tidak fix/rigid)
    perbedaan penafsiran orang dulu dng sekarang
    dng sendirinya sudah menunjukkan dinamika ilmu tafsir.
    Last edited by pasingsingan; 23-12-2011 at 02:52 PM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  2. #22
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    @Gogon:

    Kalo Quran itu cuma mushaf, ya nggak bakalan habis tinta selautan donk.
    eh? maksudnya Quran yg berbentuk fisik berupa buku/kitab memang sebutannya mushaf .... mushaf Al-Quran.
    114 surat / 30 Juz / 6236 ayat

  3. #23
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Aya-aya wae ...

    Penjelasan sdr hajime_saitoh itu cukup lengkap, kok gak ada yang komentar atau membahasnya ya ?

    Tafsir itu apa sih ?

    menurut kamus Bahasa Indonesia, tafsir adalah :
    -----------------------
    1. keterangan atau penjelasan tt ayat-ayat Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami;
    -- harfiah tafsir kata demi kata; -- mimpi penggunaan ciri-ciri modern untuk menguraikan arti mimpi;
    me·naf·sir·kan v 1 menerangkan maksud ayat-ayat Alquran atau kitab suci lain; 2 menangkap maksud perkataan (kalimat dsb) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat (dng mengutarakan pendapatnya sendiri); mengartikan: setiap ~ pasal itu menurut kepentingannya sendiri;
    taf·sir·an n penjelasan atau pendapat (tt suatu kata, kalimat, cerita, dsb); interpretasi; hasil menafsirkan;
    pe·naf·sir·an n proses, cara, perbuatan menafsirkan; upaya untuk menjelaskan arti sesuatu yg kurang jelas: ~ nya ditulis dl buku Serat Dewa Ruci
    -----------------------

    Menurut istilah agama Islam, tafsir adalah الإيضاح و التبـيـين (keterangan dan penjelasan). Sebagaimana firman Allah SWT :

    وَلاَ يَأْتـُونَكَ بِمَثـَلٍ إِلاَّ جِئـْنَاكَ بِٱلْحَـقِّ وَأَحْـسـَنَ تـَفْـسِـيراً
    Terjemahan bebas : “Dan tidaklah mereka memberikan kepada engkau dengan suatu pemisalan, melainkan Kami berikan pula kebenaran kepada engkau dengan sebaik-baiknya keterangan/penjelasan”. (QS 25:33)


    Jadi, tafsir itu terkait penjelasan suatu kalimat yang tidak jelas atau samar-samar menjadi jelas. Karena tidak ada gunanya menjelaskan kalimat yang sudah jelas maknanya atau maksudnya.


    Bicara soal "bertanya suatu persoalan", Allah SWT berfirman :

    فَسْـئَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُـنتُمْ لَا تَعْلامُـوْنَ
    Terjemahan bebas : maka bertanyalah kamu kepada orang yang memiliki pengetahuan (akan hal tsb) jika kamu tidak mengetahui (QS 16:43)


    Secara akal, memang seharusnya bertanya itu kepada orang yang punya pengetahuan tentang masalah yang akan ditanyakan sehingga bisa memperoleh jawaban yang jelas, dan ini berlaku bagi siapa saja yang memiliki pengetahuan lebih dibanding orang yang bertanya.


    Dan bagi yang tidak memiliki pengetahuan, berhati-hatilah dalam menjawab. Jika tidak tau bilanglah tidak tau. Karena orang yang bertanya itu membutuhkan jawaban yang benar dan jelas, bukan jawaban kira-kira tanpa dasar yang jelas.


    Rasulullah saw bersabda terkait orang bodoh yang berlaku seolah-olah mengetahui permasalahan sbb :

    إن الله لا يقبض العلم انيزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتي إذا لم يبق عالما اتخذ الناس رُءُوسا جهالا فسئِلُوا فأفتوا بغير علم فضلوا و أضلوا
    "Sesungguhnya Allah tidak mencabut suatu ilmu secara sekaligus setelah dianugrahkan kepadamu. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mencabutnya dari manusia dengan mewafatkan para ulama beserta ilmunya. Maka yang tersisa hanyalah orang-orang jahil. Apabila mereka dimintai fatwa maka mereka memberi fatwa menurut pendapat mereka sendiri. Maka mereka sesat dan menyesatkan" " (HR. Bukhari)


    Jadi, misalnya TS seorang yang memiliki ilmu dan ada yang bertanya, silahkan memberikan jawaban sesuai ilmu yang dimilikinya. Tapi jika TS tidak tau ilmunya, sebaiknya tidak menjawab, cukup katakan "saya tidak tau dasar hukumnya" atau "saya tidak tau cara mengambil hukum dari dasar hukum tsb", dan bukan menjawab "menurut logika saya ..." atau "menurut pendapat (tanpa sandaran dalil) saya ... "
    Last edited by Asum; 23-12-2011 at 03:36 PM.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #24
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    emangnya bhs tuhan yng spt apa yak?
    yng jelas, apapun yng diklaim sbg kitab suci
    tentu menggunakan aksara/bahasa yng dimengerti manusia
    klo tdk, dipastikan tuhan akan kehilangan legitimasi.
    .
    Soal bahasa Tuhan kita bahas lain kali aja ya.

    Kalo soal bahasa arab. Kalo itu bukannya cukup diserahkan kepada penerjemah? Tidak perlu penafsir.

  5. #25
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Aya-aya wae ...

    Penjelasan sdr hajime_saitoh itu cukup lengkap, kok gak ada yang komentar atau membahasnya ya ?
    Pertanyaan yang bagus...
    Mungkin karena orang lain tidak tertarik membahasnya?

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jadi, misalnya TS seorang yang memiliki ilmu dan ada yang bertanya, silahkan memberikan jawaban sesuai ilmu yang dimilikinya. Tapi jika TS tidak tau ilmunya, sebaiknya tidak menjawab, cukup katakan "saya tidak tau dasar hukumnya" atau "saya tidak tau cara mengambil hukum dari dasar hukum tsb", dan bukan menjawab "menurut logika saya ..." atau "menurut pendapat (tanpa sandaran dalil) saya ... "
    Adapun soal bertanya,
    setelah mengajukan pertanyaan, seorang penanya mungkin mendapat insight dan bertanya lebih lanjut, atau mendapat jawaban yang berbeda, setelah mencerna jawaban seseorang melalui pola pikirnya sendiri, karena dia juga punya kemampuan berpikir ... tidak harus pertanyaan itu bersifat vertikal kan, dan tidak harus jawaban diterima mentah-mentah.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  6. #26
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Kalo soal bahasa arab. Kalo itu bukannya cukup diserahkan kepada penerjemah? Tidak perlu penafsir.
    Kalau boleh tau, kenapa anda perlu tafsir ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  7. #27
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845
    dan kitab suci agama apa yg mau ditafsir? Jangan2 bukan Al-Quran

  8. #28
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Kalau boleh tau, kenapa anda perlu tafsir ?
    Saya sih nggak perlu tafsir disini (soale bukan pertanyaan saya juga), saya disini cuma ingin tahu apakah memang hanya "pemuka agama" saja yang berhak menafsir. :lol:

    Btw, kalo secara general saya mungkin bisa menjawab. Tafsir itu diperlukan untuk mengetahui apa sebenarnya maksud dari suatu ajaran agam agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oh iya, tentunya yang memang belum jelas, kalo sudah jelas sih buat apa lagi di-tafsir.
    Last edited by danalingga; 23-12-2011 at 08:29 PM.

  9. #29
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    TApakah penafsiran ajaran suatu agama itu menjadi hak preogratif pemuka agama ya? Sehingga rakyat kebanyakan tidak berhak sama sekali melakukan tafsir sendiri?
    apakah penerbangan suatu pesawat terbang komersil itu menjadi hak prerogatif pilot ya? Sehingga para penumpang tidak berhak sama sekali menerbangkan pesawat terbang
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  10. #30
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Mengenai tafsir, ane sejalan dgn engkong Pasing dan mbah Alip. Menafsirkan suatu teks membutuhkan penguasaan bahasa teks tsb; kapan, dimana, dan dalam situasi apa teks tsb muncul; juga siapa yg memunculkannya. Kemudian hasil dari tafsiran tsb tidak lepas dari siapa yg menafsirkannya dan utk keperluan apa penafsiran itu dilakukan. Misalkan penafsiran ayat-ayat tertentu dlm Quran. Jelas di situ diperlukan penguasaan bhs Arab, pengetahuan ttg sebab-sebab munculnya ayat-ayat tsb, dan siapa Muhammad. Hasil dari penafsiran Quran tsb juga bergantung pada siapa penafsirnya, misalnya apakah Asum atau si purba. Kalau Asum, dia akan menafsirkan ayat-ayat Quran sesuai dgn keyakinannya sebagai muslim, sedangkan purba akan menafsirkannya sesuai keyakinannya sbg ateis.


  11. #31
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    apakah penerbangan suatu pesawat terbang komersil itu menjadi hak prerogatif pilot ya? Sehingga para penumpang tidak berhak sama sekali menerbangkan pesawat terbang
    Emang menafsir sama dengan menerbangkan pesawat?

  12. #32
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Saya sih nggak perlu tafsir disini (soale bukan pertanyaan saya juga), saya disini cuma ingin tahu apakah memang hanya "pemuka agama" saja yang berhak menafsir. :lol:
    Siapa yang mengatakan kepada anda bahwa hanya "pemuka agama" saja yang berhak menafsir ? Apa dasarnya ?

    Kalau ahlul 'ilmi (orang yang punya pengetahuan tentang hal tsb), maka dia boleh menafsir, terlepas apakah ia merupakan pemuka agama, atau bukan. Tapi jika bukan ahlul 'ilmi (orang yang tidak punya pengetahuan tentang hal tsb), maka tidak pantas dan tidak layak untuk menafsir. Justru sesuai petunjuk Allah SWT, diperintahkan bertanya kepada orang yang punya pengetahuan.


    Quote Originally Posted by danalingga
    Btw, kalo secara general saya mungkin bisa menjawab. Tafsir itu diperlukan untuk mengetahui apa sebenarnya maksud dari suatu ajaran agam agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oh iya, tentunya yang memang belum jelas, kalo sudah jelas sih buat apa lagi di-tafsir.
    Kalau begitu beres masalahnya, jadi topik ini bisa ditutup kan


    btw, contoh menurut al-Qur'an dikatakan :

    أَقِمِ الصَّلَوٰةَ
    aqimish sholaata
    Terjemahan bebas : Dirikanlah sholat


    Sholat yang dimaksud apa ya ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  13. #33
    ^seperti yang saya sebutkan di awal thread, saya menangkap hal tersebut dari diskusi di thread sebelah dimana disebutkan harus bersandar pada ulama (yang saya artikan sebagai pemuka agama). Dan saya bertanya disini karena ingin mengkonfirmasi hal tersebut (kalo lain-lainnya sih cuma bunga bunga doank), jadi lucu juga jika saya ditanya dasarnya saya bertanya.

    Btw, jangan tutup dululah, mana tahu ada pendapat lain. Kan bukan Asum yang empunya kebenaran, bukan?
    Last edited by danalingga; 24-12-2011 at 12:11 AM.

  14. #34
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    ^seperti yang saya sebutkan di awal thread, saya menangkap hal tersebut dari diskusi di thread sebelah dimana disebutkan harus bersandar pada ulama (yang saya artikan sebagai pemuka agama). Dan saya bertanya disini karena ingin mengkonfirmasi hal tersebut (kalo lain-lainnya sih cuma bunga bunga doank), jadi lucu juga jika saya ditanya dasarnya saya bertanya.
    ulama itu apa ? artinya apa ?

    Quote Originally Posted by danalingga
    Btw, jangan tutup dululah, mana tahu ada pendapat lain. Kan bukan Asum yang empunya kebenaran, bukan?
    Tentu saja bukan, itu hak TS dan moderator untuk menutup. Saya hanya menyarankan, jika suadh clear masalahnya, buat apa diperpanjang ?

    dan boleh dong saya tau jawaban anda untuk yang saya tanyakan di atas :
    btw, contoh menurut al-Qur'an dikatakan :

    أَقِمِ الصَّلَوٰةَ
    aqimish sholaata
    Terjemahan bebas : Dirikanlah sholat


    Sholat yang dimaksud apa ya ?
    Ini terkait materi awal topik kok, insya Allah.

    Anda gak mau jawab juga gpp. Feel free aja ...

    ---------- Post added at 11:55 PM ---------- Previous post was at 11:37 PM ----------

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    ILMU TAFSIR AL-QUR’AN
    ...
    Juga sabda Rasulullah saw:
    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


    Artinya:
    “ Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, bersabda Rasulullah saw: “Barang siapa menafsirkan Al Qur’an dengan tanpa ilmu, maka siapkanlah tempatnya di neraka”.
    ...
    Sekedar menambahkan saja, hadits di atas ada dalam Kitab Sunan At-Tarmidzi no.2951, dan imam At-Tarmidzi berkata soal hadits tsb di atas : Ini adalah hadits Hasan Shahih
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  15. #35
    Disini threadnya berdasarkan thread sebelah, jadi saya mengartikan ulama sesuai dengan keadaan thread sebelah juga, yang lebih condong bahwa ulama itu maksudnya pemuka agama.

    Soal itu bukan arti ulama sebenarnya sih mungkin Asum bisa menjelaskan (tapi itu diluar kontex pertanyaan saya di-thread ini, jadi mungkin bisa di-thread lainnya). Toh, saya sendiri menganggap Sedgejenar sebagai ulama karena saya anggap memiliki ilmu agama Islam yang mumpuni (tentu dengan pengertian ulama adalah orang yang berilmu Islam. Tapi sekali lagi, ini diluar kontex pertanyaan saya disini.

    Untuk pertanyaan yang lain, saya memilih no comment.

  16. #36
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    dalam hal tafsir,,, dibutuhkan bukan sekedar ulama tapi seseorang yang berilmu sangat tinggi dibidangnya, karena masalah tafsir tanggung jawabnya sangat berat dan ilmu yang dibutuhkan sangatlah banyak... samapai sekarang pun kitab2 tafsir yang utama dipakai teteap pegangannya yang itu-itu juga karena kebakuan dari ilmu tafsir, paling perbedaan antara kitab tafsir yang satu dengan yang lain sangat tipis....

    dalam islam kita berbicara tanpa memiliki ilmu tentang apa yang dibicarakan itu sangat dilarang apalagi sok2 mau nafsirin al-Quranm tanpa punya ilmunya,, itu diancam dengan neraka...

  17. #37
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Soal bahasa Tuhan kita bahas lain kali aja ya.

    Kalo soal bahasa arab. Kalo itu bukannya cukup diserahkan kepada penerjemah? Tidak perlu penafsir.
    its okay, no problem ttg bhs tuhan

    terjemah dng tafsir boleh dibilang serupa tapi tak sama
    terjemah = murni transliteration/alih bahasa
    tafsir = transliteration + interpretation

    kembali ke anologi saya diatas
    klo buku/diktat kedokteran berbahasa inggris
    diserahkan hanya kpd ahli berbahasa inggris semata
    kira2 berapa persen substansi ilmu kedokterannya yng dapat terkuak yak?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  18. #38
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Disini threadnya berdasarkan thread sebelah, jadi saya mengartikan ulama sesuai dengan keadaan thread sebelah juga, yang lebih condong bahwa ulama itu maksudnya pemuka agama.

    Soal itu bukan arti ulama sebenarnya sih mungkin Asum bisa menjelaskan (tapi itu diluar kontex pertanyaan saya di-thread ini, jadi mungkin bisa di-thread lainnya).
    Padahal di sini lah pokok persoalannya. Anda berasumsi atau menduga-duga arti ulama tsb menjadi pemuka agama. Ulama itu kata serapan dari bhs Arab عُلَمَاءُ ('ulama), yang merupakan jamak dari kata benda (isim) عَلِيْمٌُ ('aliim) yang artinya "orang yang memiliki pengetahuan". Berasal dari kata kerja lampau (fi'il madhi) عَلِمَ ('alima=mengetahui).

    Jadi pernyataan yang saya beri warna merah tsb tidak salah secara istilah, karena kata tsb merupakan kata serapan dari bhs Arab. Sama seperti sholat, Zakat, dll.

    Maka kalimat yang berwarna merah tsb, saya kembalikan kepada anda, untuk anda renungkan :
    di thread sebelah dimana disebutkan harus bersandar pada ulama (yang saya artikan sebagai pemuka agama orang yang memiliki pengetahuan).
    Quote Originally Posted by danalingga
    Toh, saya sendiri menganggap Sedgejenar sebagai ulama karena saya anggap memiliki ilmu agama Islam yang mumpuni (tentu dengan pengertian ulama adalah orang yang berilmu Islam. Tapi sekali lagi, ini diluar kontex pertanyaan saya disini.
    Silahkan, jika dia anda anggap sebagai ulama (yang menurut anda "pemuka agama"). Tapi apakah dengan demikian, ybs jadi bahan rujukan anda untuk bertanya atau untuk jadi bahan olok-olok tentang kapasitas keilmuannya ?

    Quote Originally Posted by danalingga
    Untuk pertanyaan yang lain, saya memilih no comment.
    Tidak ada masalah.

    Justru dari jawaban tsb akan jelas apakah pantas awam yang jahil (bodoh) menafsir sedangkan dia bukan termasuk 'ulama ... Maka secara tidak langsung gugatan class action anda gugur dengan sendiri


    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  19. #39
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Jadi maksud Danalingga, ketika kita membuat pengamatan bahwa bumi mengelilingi matahari, dan bukan sebaliknya, apakah para ulama dan pemuka agama berhak untuk mengajukan kita ke pengadilan karena tuduhan heresy dan blasphemy?

    Quote Originally Posted by purba View Post
    sedangkan purba akan menafsirkannya sesuai keyakinannya sbg ateis.
    Nah loh... bakal berapa jilid buku tafsirannya?

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Artinya:
    “ Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, bersabda Rasulullah saw: “Barang siapa menafsirkan Al Qur’an dengan tanpa ilmu, maka siapkanlah tempatnya di neraka”.
    Sekedar menambahkan saja, hadits di atas ada dalam Kitab Sunan At-Tarmidzi no.2951, dan imam At-Tarmidzi berkata soal hadits tsb di atas : Ini adalah hadits Hasan Shahih
    Tanyaaaa.... dan ini beneran nanya...
    Dalam hadits ini, apa saja yang dimaksud dengan ilmu? Secara waktu itu Rasulullah masih hidup dan ilmu tafsir belum dibuat?

    Nanya lagi...
    jika tafsir hanya terbatas pada ayat-ayat yang perlu penafsiran, kenapa buku-buku tafsir volumenya gede-gede? Bukankah lebih banyak ayat yang jelas ketimbang ayat yang samar?

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    ... samapai sekarang pun kitab2 tafsir yang utama dipakai teteap pegangannya yang itu-itu juga karena kebakuan dari ilmu tafsir, paling perbedaan antara kitab tafsir yang satu dengan yang lain sangat tipis....
    Ada nggak kitab tafsir yang di-ban? Dilarang beredar karena dianggap tidak sesuai dan sesat?
    Mungkin itu sebabnya makanya kitab tafsir yang beredar cuma seputar itu-itu saja... misalnya karena pemerintah cuma mengijinkan keberadaan golkar? (lah... kok jadi ngaco gini contohnya?)

    Cuma nanya koqqqq....
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  20. #40
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Alip
    Tanyaaaa.... dan ini beneran nanya...
    Dalam hadits ini, apa saja yang dimaksud dengan ilmu?
    'ilmu itu yang pengetahuan, dan sesuai konteks hadits adalah pengetahuan soal al-Qur'an.

    Quote Originally Posted by Alip
    Secara waktu itu Rasulullah masih hidup dan ilmu tafsir belum dibuat?
    Kata siapa ?

    Coba cek lagi di posting #23

    وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
    “Dan Kami turunkan kepadamu Ad-Dzikra (al-Qur’an), agar kamu menerangkan/menjelaskan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan.” (QS 16:44)

    Quote Originally Posted by Alip
    Nanya lagi...
    jika tafsir hanya terbatas pada ayat-ayat yang perlu penafsiran, kenapa buku-buku tafsir volumenya gede-gede? Bukankah lebih banyak ayat yang jelas ketimbang ayat yang samar?
    Karena tafsir diperuntukkan untuk lebih menjelaskan/menerangkan maksud yang dituju oleh Al-Qur'an bagi bangsa non Arab. Padanan kata, atau majaz dalam bhs Arab, belum tentu sesuai maksudnya dengan bhs aslinya (yaitu Arab).

    Kalau menurut anda sudah jelas, anda gak usah baca buku tafsir saja. Bereskan.

    O-iya, mungkin anda mau bantu menjawab apa yang saya tanya ke danalingga di post #32
    btw, contoh menurut al-Qur'an dikatakan :

    أَقِمِ الصَّلَوٰةَ
    aqimish sholaata
    Terjemahan bebas : Dirikanlah sholat


    Sholat yang dimaksud apa ya ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

Page 2 of 12 FirstFirst 1234 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •