Page 7 of 9 FirstFirst ... 56789 LastLast
Results 121 to 140 of 172

Thread: Balada Kereta Api Indonesia

  1. #121
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    sekarang pedagang ga boleh msuk di semua kereta. juga ga ada tiket berdiri. termasuk kereta ekonomi semua harus duduk di kursi.

    sepanjang jalan ga ada pedagang kecuali di stasiunnya. tapi pedagang ga ikut kereta.
    ga ada pengemis ga ada tukang ngamen.

  2. #122
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Ups tadi bacanya pedagang ga masuk kereta pas di stasiunnya.
    ternyata kalo bisnis masih masuk k kereta kan ya kalo pas d stasiun.

    Kalo pas mudik lebaran gw pesimis ga ada tiket berdiri.

  3. #123
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    tambahan lagi, berhentinya kereta di stasiun juga tergantung kelasnya
    ada stasiun khusus kelas bisnis dan eksekutif, ada yang untuk ekonomi
    contoh:
    di Jakarta Gambir untuk Eksekutif dan Bisnis, Pasar Senen untuk Bisnis dan Ekonomi
    di Jogja Tugu untuk eksekutif dan bisnis, Lempuyangan untuk ekonomi

    soal pedagang, iya, hanya boleh masuk kereta pas di stasiun, dan kalo yang eksekutif malah ga masuk sama sekali

    di kalangan kaum urban di Jakarta dan sekitarnya yang berasal dari region Jateng dan DIY, biasanya ada istilah PJKA, bukan Perusahaan Jawatan Kereta Api, tapi Pulang Jumat Kembali Ahad pulang Jumat malem kembali Minggu (ahad) malem dari daerah asal, makanya kalo nyari tiket kereta (eksekutif atau bisnis) ke Jogja/Jateng buat Jumat malem dari Jakarta atau ke Jakarta di Minggu malem itu biasanya susah

    btw gosip2nya akan diadakan lagi tiket berdiri, dari sumber yang kurang bisa dipercaya

  4. #124
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    kalau tiket berdiri diberlakukan di KRL commuterline bagus juga

  5. #125
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    kalau tiket berdiri diberlakukan di KRL commuterline bagus juga
    bukannya kalo KRL itu tiketnya bebas ya siapa cepat dia duduk? jarak dekat kan itu? dan harus ada yang berdiri lah kalo di KRL

  6. #126
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    @etca
    di beberapa stasiun, pedagang ga boleh masuk ke kereta. di stasiun lain masih dibolehkan.. makin ke timur makin ga ada pedagang masuk. jadi mereka menjajakan makanan deket pintu.

    aturan penghapusan tiket berdiri ternyata mulai 1 oktober kemaren. itu untuk KA jarak jauh aja

    kalo commuterline mah ga peke nomor kursi. bebas.

    petugas kebersihannya banyak juga. kuhitung sekitar 4-5x tukang pelnya bolak balik ngepel koridor atau bersihin tempat kotor selama perjalanan.

    pinter juga KAnya. yang pesen makan di restoraka jadi banyak. tiket juga jadi mahal. lumayan juga nasi gorengnya. *hancur sudah dietku

  7. #127
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Tiket mahal untuk perjalanan jauh wajar, karena disitulah bisnis yang menguntungkan
    PT KA. Sedangkan untuk komuter, selalu disubsidi karena biaya operasionalnya tinggi
    dan dipastikan merugi. kalau pake tiket berdiri makin rugi PT Commuter Line

  8. #128
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Btw, baru tau tadi kalo gedung lawang sewu dikelola ama pihak pjka.

  9. #129
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Lho lawangsewu kan emang asset pjka hehehehe
    Dilarangnya pedagang masuk gerbon berlaku sejak desember ini, dan ini sudah diprotes para pedagang. Tapi demi kenyamanan penumpang bagus juga

  10. #130
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    amat sangat bagus. kita jadi ngerasa lebih aman dan nyaman. ga merasa rugi bayar rada mahal.
    tadinya dah rada parno bakal ada pedagang tukang ngamen pengemis bakal lalu lalalng

  11. #131
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    nah sekarang tinggal Jakarta- Bogor neh!! masih mirip ikan asin sana sini, mana kemaren gw naek AC ekonomi, AC nya kaga nyala pula, dagitu kipasnya panas banget, plus depan gw penjaga karcisnya keringetan... aga kasian juga gw.

    tapi ga taan, pengen cepet cepet nyampe..

  12. #132
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288

    Kereta Api Di Indonesia

    PT KAI menyiapkan kereta api baru kelas ekonomi yg ber AC...

    Kereta Api Ekonomi Ber-AC Bogowonto Diluncurkan

    Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Jawa Tengah-Yogyakarta meluncurkan kereta api ekonomi ber-AC (air conditioned), yaitu kereta api Bogowonto yang dioperasikan perdana dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Senen, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2012.

    Kereta api kelas ekonomi yang ber-AC itu merupakan kereta api kedua yang diluncur untuk memenuhi kebutuhan transportasi darat bagi masyarakat. Sebelumnya sudah diluncurkan kereta api kelas ekonomi ber-AC Gajah Wong.

    "Awalnya kereta Bogowonto sudah diluncurkan untuk transportasi Kutoarjo-Jakarta. Karena permintaan transportasi kelas ekonomi semakin banyak, maka kami tarik ke Yogyakarta," kata Sinung Tri Nugroho, Kepala Daerah Operasi VI PT Kereta Api Indonesia Jawa Tengah-Yogyakarta.

    Kereta api kelas ekonomi ber-AC itu tarifnya Rp 125 ribu per tiket. Berangkat dari Yogyakarta pada 07.30 WIB dan sampai di Stasiun Senen Jakarta sekitar pukul 16.30 WIB. Sebaliknya, kereta itu berangkat dari Stasiun Senen pada 18.30 WIB dan tiba di Yogyakarta sekitar pukul 04.00 WIB.

    Kapasitas tempat duduk setiap gerbong sebanyak 80 tempat duduk. Meski kereta api kelas ekonomi, tak seperti dulu, saat ini tidak diperbolehkan ada penumpang yang berdiri atau tanpa tempat duduk.

    "Dalam perjalanan, supaya tidak sumuk (gerah), penumpang lebih nyaman dengan fasilitas AC," kata dia.

    Ditambahkan oleh Eko Budiyanto, Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Jawa Tengah-Yogyakarta, permintaan moda transportasi dengan kereta api dengan biaya murah semakin tinggi. Maka perlu ada tambahan kereta api terutama jurusan Jakarta yang nyaman, tapi lebih murah dibandingkan kereta api kelas bisnis ataupun eksekutif yang harga tiketnya jauh lebih tinggi.

    "Untuk sementara pemberangkatan dari Stasiun Tugu nanti akan dipindahkan ke Stasiun Lempuyangan yang khusus kereta api kelas ekonomi," kata Eko.

  13. #133
    pelanggan tetap Parameswara Li's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    天京
    Posts
    1,093

    Cool Kereta Api Di Indonesia

    Spoiler for :


    Sejarah kereta Api di Indonesia

    Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jum'at tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh 'Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij' (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.



    Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen-Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.

    Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), [[ ]] (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawesi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar-Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang-Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.

    Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana.

    Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.

    Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam 'Angkatan Moeda Kereta Api' (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya 'Djawatan Kereta Api Republik Indonesia' (DKARI).

    Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) namanya diubah sejak tanggal 15 September 1971 menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA diubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan sejak tanggal 1 Juni 1999 menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).




  14. #134
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    ow sejarah... kirain ada inovasi terbaru kereta api indonesia...

  15. #135
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Rel kereta di Indonesia rata-rata mengandalkan yang telah dibangun oleh Belanda di masa penjajahan
    pembangunan di masa orde lama lebih ke masalah penyelesaian kebutuhan pokok. prioritas pembangunan
    pemerintah orde baru yang tidak mengutamakan transportasi masal membuat perkembangan kereta di
    indonesia seperti jalan di tempat. banyak rute kereta yang akhirnya mati akibat sepinya penumpang dan/atau
    jalurnya rusak. Di masa saat ini pemerintah mulai berpihak kepada transportasi masal akibat semakin padatnya
    jalan oleh kendaraan pribadi dan ketidakteraturan transportasi publik yang ada. Kualitas pelayanan kereta dibenahi,
    jalur kereta yang mati pun direaktivasi, dan jalur baru seperti Manggarai Soetta, Purukcahu Bankuang dibuat.
    Sebagai pengguna transportasi publik, saya berharap kereta dapat menjadi moda transportasi andalan di Indonesia.

  16. #136
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    konon, pembangunan sarana transportasi di masa orde baru teralu amrik-minded, mengutamakan jalan2 utk automobil, termasuk jalan tol. tapi uniknya pengerjaannya bergaya belanda, muterin gunung ngikutin kontur, beda dg gaya amrik yg terabas gunung/bukit

    baru akhir2 ini pembangunan transportasi eropa-minded yg mengutamakan public transportation dg wahana kereta api. Itupun baru di jawa dan sumatera aja

  17. #137
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    setuju reza..
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  18. #138
    pelanggan tetap Parameswara Li's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    天京
    Posts
    1,093

    Cool

    Quote Originally Posted by heihachiro View Post
    konon, pembangunan sarana transportasi di masa orde baru teralu amrik-minded, mengutamakan jalan2 utk automobil, termasuk jalan tol.
    Karena memang fokusnya antara lain juga untuk memacu bisnis otomotif.

    tapi uniknya pengerjaannya bergaya belanda, muterin gunung ngikutin kontur, beda dg gaya amrik yg terabas gunung/bukit
    Supaya panjang jalan yang dibuat bisa lebih sehingga yang dikorupsi bisa lebih banyak. Kalau nerabas gunung/bukit jelas panjang jalan lebih sedikit, biaya lebih besar karena betul-betul untuk menerabas gunung, nanti tidak ada yang bisa dikorupsi.

  19. #139
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    setuju dengan penjelasan parameswara li bagian terakhir, kecuali cipularang malah dibuat terabas bukit karena kejar tayang

    gara-gara cipularang ini kereta jakarta bandung kehilangan pamor

  20. #140
    pelanggan setia bradon heat's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    ~Yooniverse~ xD
    Posts
    5,057
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    Rel kereta di Indonesia rata-rata mengandalkan yang telah dibangun oleh Belanda di masa penjajahan
    pembangunan di masa orde lama lebih ke masalah penyelesaian kebutuhan pokok. prioritas pembangunan
    pemerintah orde baru yang tidak mengutamakan transportasi masal membuat perkembangan kereta di
    indonesia seperti jalan di tempat. banyak rute kereta yang akhirnya mati akibat sepinya penumpang dan/atau
    jalurnya rusak. Di masa saat ini pemerintah mulai berpihak kepada transportasi masal akibat semakin padatnya
    jalan oleh kendaraan pribadi dan ketidakteraturan transportasi publik yang ada. Kualitas pelayanan kereta dibenahi,
    jalur kereta yang mati pun direaktivasi, dan jalur baru seperti Manggarai Soetta, Purukcahu Bankuang dibuat.
    Sebagai pengguna transportasi publik, saya berharap kereta dapat menjadi moda transportasi andalan di Indonesia.
    sangat setuju dan ini yg terjadi ...
    sayang banget padahal kalau menurut saya kereta bener2 jadi solusi buat angkutan massal
    BEYOND GENIUS !!!!!!!!


Page 7 of 9 FirstFirst ... 56789 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •