Page 4 of 6 FirstFirst ... 23456 LastLast
Results 61 to 80 of 109

Thread: Sifat Tuhan

  1. #61
    Salam

    wahai tetanggaku yang saya hormati

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Yup, hukum sebab akibat itu berlaku, dan Tuhanlah yg jadi Hakimnya.

    Nah karena ini forum filsafat, maka coba pikirkan apakah adil bila Tuhan menyiksa orang dalam api selama-lamanya karena orang itu tidak percaya agama tertentu ?

    Bagi saya, rasa keadilan itu ada dalam hati tiap orang karena Tuhan sendiri yg memperlengkapi manusia dengan sifat tersebut.

    Maka dengan sifat pemberian Tuhan itu, mari pikirkan apakah Adil bila seorang Atheis yg hidupnya sangat baik dan lembut pada sesama akhirnya dibakar dineraka hanya karena dia menolak percaya agama tertentu ?
    sungguh dari tiap-tiap GOLONGAN terdapat orang-orang yang mendapatkan petunjuk

    tahukah siapa dia...??

    yang selalu WASPADA terhadap dirinya sendiri

    yang menghukum dirinya adalah dirinya sendiri

    pilihan itu ada setelah kamu mampu MEMILIH dan mempertanggung jawabkan apa pilihan itu

    bagai mana kamu menggunakan pilihan itu, bagaimana melakukan pilihan itu

    jika kamu menganggap bahwa SATU TUHAN lah yang menurunkan semua AGAMA, mengapa kamu meremehkan PILIHAN orang itu

    bukankah KEBEBASAN manusia untuk memilih dan setiap pilihan itu KAMU HARUS MEMPERTANGGANG JAWABKAN

    TATAP MUKA LANGSUNG KEPADA TUHAN setelah kita semua meninggal,

    titik inilah yaitu MENINGGAL maka KITA AKAN MENGETAHUI .....BENARKAH PILIHAN KITA ITU...??

  2. #62
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Sebenarnya gak sama antara fabel dan cerita ttg tuhan. Fabel adalah dunia hewan yg diceritakan seperti manusia. Ada alternatif lain, hewan juga bisa diceritakan tanpa seperti manusia, misalnya dlm biologi. Sedangkan tuhan, bahkan dalam teologi pun, tetap saja diceritakan seperti manusia, tidak ada alternatif lain.

    Lah kok dalam biologi? Emang dalam biologi binatang bisa ngomong? Ngomong ama purba suka ngelantur rupanya..

  3. #63
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Lah kok dalam biologi? Emang dalam biologi binatang bisa ngomong? Ngomong ama purba suka ngelantur rupanya..
    Baca yg bener apa yg ane tulis, baru komentar.

  4. #64
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Namanya juga tuhan, maha ini, maha itu. Dia mau berbuat apa, ya suka2 dia.

    Bagi tuhan, manusia adalah robot yg dikasih prosesor dan program. Sayangnya, program yg dibuat tuhan masih memiliki bug (maklum tuhan kerja sendirian), sehingga robot tsb tidak sepenuhnya di bawah kendali program tsb. Bug tsb adalah freewill atau kebebasan manusia utk memilih apa yg dihadapinya. Tuhan sadar ada bug tsb tetapi program sudah terlanjur di-launching di pasar dan bajakannya banyak di jual di glodok dan mangga dua. Sebagai gantinya tuhan membuat arahan-arahan dalam bentuk kitab yg harus dibaca dan dipelajari oleh robot tersebut agar tidak salah jalan akibat bug tsb. Sampe sini ok? Kemudian karena tuhan berencana mau ekspor robot2 tsb ke dunia berikutnya yg juga akan dibuatnya, maka bug tsb diperlakukan juga oleh tuhan sebagai alat seleksi utk robot yg bagus dan yg jelek. Yg bagus akan langsung diekspor ke negeri surga nanti, sedangkan yg jelek akan didaur ulang direbus di neraka.

    setuju dengan analisa anda sejauh yang anda sampaikan. tapi dalam hal ini anda memahami tuhan yang menciptakan manusia. padahal jika anda memahami pikiran tentang Tritunggal. Wahdatul wujud, maka anda yang bukan apa2 karena tidak memiliki "kesadaran" sebagai aku yang ADA, maka wajar saja jika Ego anda setelah mai menjadi debu yang tak bermakna. Namun seperti kata einstain bahwa tidak ada energi yang hilang maka energi yang telah anda ciptakan di bumi ini akan di olah kembali, seperti usur karbon yang di pakai untuk proses pembakaran.

  5. #65
    hukum kekekalan energi (energi tidak dapat dimusnahkan dan diciptakan tapi hanya berubah wujud) rasanya bukan Einstein yg bilang...

    dan jika konsisten dg statemen ini, harusnya penciptaan gak ada, karena sebelumnya gak ada "energi" lalu menjadi ada....

    ---------- Post added at 02:55 PM ---------- Previous post was at 02:36 PM ----------

    sebagai tambahan, seperti kasus ini, kisah "einstein membenarkan pernyataan bahwa hukum kekekalan energi membuktikan adanya kehidupan setelah mati" adalah sesuatu yang... omong kosong... Einstein tak menyatakan hal demikian. Pencatutan nama Einstein hanya sebuah manipulatif untuk menyokong argumen adanya "life after death". Einstein secara tegas menyatakan bahwa dia gak percaya pada kehidupan setelah kematian...

    I cannot conceive of a God who rewards and punishes his creatures, or has a will of the kind that we experience in ourselves. Neither can I nor would I want to conceive of an individual that survives his physical death; let feeble souls, from fear or absurd egoism, cherish such thoughts. I am satisfied with the mystery of the eternity of life and with the awareness and a glimpse of the marvelous structure of the existing world, together with the devoted striving to comprehend a portion, be it ever so tiny, of the Reason that manifests itself in nature.

    - Albert Einstein, The World As I See It
    I cannot imagine a God who rewards and punishes the objects of his creation, whose purposes are modeled after our own -- a God, in short, who is but a reflection of human frailty. Neither can I believe that the individual survives the death of his body, although feeble souls harbor such thoughts through fear or ridiculous egotisms.

    - Albert Einstein, obituary in New York Times, April 19, 1955
    I do not believe in immortality of the individual, and I consider ethics to be an exclusively human concern with no superhuman authority behind it.

    - Albert Einstein, Albert Einstein: The Human Side, edited by Helen Dukas & Banesh Hoffman
    A man's ethical behavior should be based effectually on sympathy, education, and social ties and needs; no religious basis is necessary. Man would indeed be in a poor way if he had to be restrained by fear of punishment and hope of reward after death.

    - Albert Einstein, "Religion and Science," New York Times Magazine, November 9, 1930
    If people are good only because they fear punishment, and hope for reward, then we are a sorry lot indeed. The further the spiritual evolution of mankind advances, the more certain it seems to me that the path to genuine religiosity does not lie through the fear of life, and the fear of death, and blind faith, but through striving after rational knowledge.

    Immortality? There are two kinds. The first lives in the imagination of the people, and is thus an illusion. There is a relative immortality which may conserve the memory of an individual for some generations. But there is only one true immortality, on a cosmic scale, and that is the immortality of the cosmos itself. There is no other.
    - Albert Einstein, quoted in: All the Questions You Ever Wanted to Ask American Atheists, by Madalyn Murray O'Hair
    The mystical trend of our time, which shows itself particularly in the rampant growth of the so-called Theosophy and Spiritualism, is for me no more than a symptom of weakness and confusion. Since our inner experiences consist of reproductions, and combinations of sensory impressions, the concept of a soul without a body seem to me to be empty and devoid of meaning.

    - Albert Einstein, letter of February 5, 1921

    Sekali lagi, nama Einstein sering disalahgunakan secara membabibuta untuk membenarkan klaim dan opini pribadi
    you can also find me here

  6. #66
    Kita hidup melepaskan energi, energi yang kita lepaskan tidak akan pernah hilang bahkan ketika mati pun energi ini tidak hilang (menurut hukum kekekalan energi) tetapi berubah bentuk. Energi yang tidak pernah hilang ini mengambil bentuk yang disebut JIWA. Pada jiwa inilah TUhan melihat kita, bukan pada bentuk pisik. Apakah yang dimaksud dengan jiwa? Jiwa adalah kualitas kesadaran.

  7. #67
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by mencari_makna View Post
    Kita hidup melepaskan energi, energi yang kita lepaskan tidak akan pernah hilang bahkan ketika mati pun energi ini tidak hilang (menurut hukum kekekalan energi) tetapi berubah bentuk. Energi yang tidak pernah hilang ini mengambil bentuk yang disebut JIWA. Pada jiwa inilah TUhan melihat kita, bukan pada bentuk pisik. Apakah yang dimaksud dengan jiwa? Jiwa adalah kualitas kesadaran.
    Ketika ente bilang energi adalah jiwa, maka jiwa adalah sesuatu yg fisik*. Tetapi ketika ente bilang jiwa adalah kualitas kesadaran, maka jiwa adalah sesuatu yg nonfisik. Gimane ente?

    *Ente singgung Einstein. Ente tau kan rumus Einstein yg terkenal, E=Mc^2. M adalah massa yg berarti fisik. Karena E sama dengan (=) Mc^2, maka E (energi) adalah juga fisik.

    Saran ane, kalo mo ngomongin tuhan, gak usah bawa-bawa terminologi fisika segala, makin jaka sembung nanti.

  8. #68
    Quote Originally Posted by mencari_makna View Post
    Kita hidup melepaskan energi, energi yang kita lepaskan tidak akan pernah hilang bahkan ketika mati pun energi ini tidak hilang (menurut hukum kekekalan energi) tetapi berubah bentuk. Energi yang tidak pernah hilang ini mengambil bentuk yang disebut JIWA. Pada jiwa inilah TUhan melihat kita, bukan pada bentuk pisik. Apakah yang dimaksud dengan jiwa? Jiwa adalah kualitas kesadaran.
    jiwa memiliki bentuk? memiliki ukuran? memiliki massa? memiliki atom?
    you can also find me here

  9. #69
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ketika ente bilang energi adalah jiwa, maka jiwa adalah sesuatu yg fisik*. Tetapi ketika ente bilang jiwa adalah kualitas kesadaran, maka jiwa adalah sesuatu yg nonfisik. Gimane ente?

    *Ente singgung Einstein. Ente tau kan rumus Einstein yg terkenal, E=Mc^2. M adalah massa yg berarti fisik. Karena E sama dengan (=) Mc^2, maka E (energi) adalah juga fisik.

    Saran ane, kalo mo ngomongin tuhan, gak usah bawa-bawa terminologi fisika segala, makin jaka sembung nanti.
    Jiwa adalah qualitas dari kesadaran, atau kesadaran adalah esensi dari jiwa. Kita tdak ngomongin Tuhan. Tuhan kata Nietze sudah mati. yang ada adalah Jiwa atau ruh.

    ---------- Post added at 11:23 AM ---------- Previous post was at 11:18 AM ----------

    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    jiwa memiliki bentuk? memiliki ukuran? memiliki massa? memiliki atom?
    Energi yang kita lepaskan pada saat hidup mengambil bentuk menjadi JIWA. Apakah itu bentuk? sesuatu yang bersifat pisik dan menempati ruang. Jiwa yang merupakan perubahan bentuk dari energi pisik menjadi energi ruh tentunya bersipat ruhaniah. Memiliki dimensi yang berbeda dengan dimensi ruang waktu yang dapat kita pahami

  10. #70
    hmmm... saat mati, energi yg terlepas adalah panas... itu sebbanya entropi semesta naik...
    you can also find me here

  11. #71
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    hmmm... saat mati, energi yg terlepas adalah panas... itu sebbanya entropi semesta naik...
    Jika kita melihat segitiga api, yang melahirkan energi. yaitu terdiri dari ; unsur Carbon, panas dan Oxygen. jadi sebelum ada api yang bersifat panas maka harus ada unsur panas untuk menciptakan api.Panas adalah energi dan energi sesungguhnya adalah Roh. (Hipotesa mistikisme)

  12. #72
    panas = energi
    energi = roh

    jadi, panas adalah roh?


    dan ngomong-ngomong, Fire triangle meski konsepnya sederhana, tapi gagal menjabarkan proses pembakaran. makanya direvisi ulang menjadi Fire Tetrahedron. dimana sisi keempat adalah proses rekasi kimia. saya tak pernah menemukan adanya keterlibatan roh dalam proses pembakaran
    you can also find me here

  13. #73
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    nyawa dan kehidupan bukan bersifat fisik.
    tapi nyawa dan kehidupan benar2 real dan tidak bisa disangkal keberadaannya.

    sampai sekarang ilmuwan tidak bisa menjelaskan keberadaan "hidup" apa yg menyebabkan sekumpulan senyawa hidro karbon bisa hidup dan bagaimana menghidupkan sebuah senyawa, sebuah misteri yg belum terjawab oleh science, jadi sulit didiskusikan.

  14. #74
    Sains bertopang pada naturalism metodologis yaitu mencari penjelasan alamiah mengenai dunia. Apabila jiwa ada, maka ia dapat diamati dan dijelaskan secara alamiah. Sekarang, apakah jiwa dapat diamati dengan indera atau sensor lain buatan manusia? Sampai sejauh ini tidak ditemukan adanya jiwa dalam tubuh manusia.

    Sebagian besar pemahaman sains terhadap jiwa memandangnya sebagai kepribadian manusia yang merujuk pada pikiran atau kesadaran. Dengan definisi ulang ini, jiwa dilihat sebagai objek keyakinan manusia, atau konsep yang membentuk kognisi dan pemahaman dunia. Posisinya dapat ditunjuk, yaitu di otak, dan berbentuk sebagai pola-pola interaksi yang muncul dari interaksi manusia dengan alam menggunakan komponen indera, syaraf, dan otak. Dengan pemahaman ini, maka jiwa tidak dapat lepas dari tubuh karena ia dibentuk oleh keempat komponen tersebut. Ketika salah satu dari empat komponen tersebut tidak ada, jiwa tidak ada.

    Sebagian memandang jiwa sebagai zat non materi. Dalam sains, alam semesta disusun oleh dua zat, yaitu materi dan gaya. Jika bukan materi, berarti gaya. Gaya adalah sesuatu yang menyebabkan benda berubah gerakan. Ada empat gaya dasar di alam yaitu gaya nuklir kuat, gaya nuklir lemah, gaya elektromagnetik, dan gaya gravitasi. Untuk dapat menjadikan jiwa sebagai gaya, maka dibutuhkan partikel pembawa gaya. Dengan kata lain, gaya hanya dapat ada jika ada partikelnya (bendanya) berdasarkan definisi. Tanpa benda, gaya tidak ada.

    Jiwa sebagai gaya dapat bermakna ketika manusia memang digerakkan oleh jiwa atau yang disebut orang sebagai gaya hidup. Ketika manusia lenyap, kemana gaya tersebut? Bercerai berai bersama bercerainya jasad? Lalu apa bedanya antara jiwa manusia dengan jiwa batu? Kenapa batu tidak memiliki jiwa? Atau robot, robot dapat bergerak, apakah robot memiliki jiwa?
    you can also find me here

  15. #75
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    masa ilmuwan gak bisa bedain mana sel hidup dan mana sel mati ?

  16. #76
    bukan ilmuwan yg gak bisa bedain mana sel hidup mana sel mati. tapi pihak tertentu yg gak bisa bedain mana energi mana gaya mana materi
    you can also find me here

  17. #77
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    masalah energi dll silahkan kalian diskusikan sendiri, yg saya bicarakan adalah kehidupan sebagai suatu yang nyata, bisa diamati dan bisa dicatat.
    apakah kehidupan diakui sebagai suatu yg nyata oleh ilmu pengetahuan? apakah kehidupan itu ? darimana datangnya kehidupan ?

  18. #78
    Singkatnya sains mengatakan jiwa sebagai zat non materi tidak ada. Sebagai zat materi apa lagi. Bagi sains, konsep jiwa yang dipandang oleh manusia pada umumnya hanyalah suatu proses interaksi biokimia di dalam otak yang memunculkan kesadaran. Kesadaran sendiri adalah interaksi antara otak, syaraf, indera, dan lingkungan. Tanpa otak, tidak ada kesadaran. Tanpa syaraf, tidak ada kesadaran. Tanpa indera, tidak ada kesadaran, dan tanpa lingkungan juga tidak ada kesadaran. Usaha manusia untuk mereplikasi jiwa diwujudkan dalam pengembangan di bidang robotika dimana para ilmuan berusaha menciptakan mesin, molekul, atau program yang dapat bertindak sendiri

    Om Aslan mengatakn bahwa kehidupan yg nyata, bisa diamati dan dicatat, apakah jiwa versi Aslan bisa diamati dan dicatat?
    you can also find me here

  19. #79
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    nyawa dan kehidupan bukan bersifat fisik.
    tapi nyawa dan kehidupan benar2 real dan tidak bisa disangkal keberadaannya.
    In what sense?
    Tidak salah bahwa nyawa dan kehidupan adalah real.
    Tapi, terutama nyawa, dalam pengertian seperti apa?
    Manusia memiliki nyawa, ok?
    Apakah bakteri juga memiliki nyawa?
    Apakah batu memiliki nyawa?

    Ketika manusia dinyatakan mati, apakah itu berarti nyawanya telah lepas dari tubuhnya?
    Jika ya, bagaimana dengan nyawa sel-sel penyusun tubuh manusia, apakah sudah lepas juga?
    Ketika manusia tsb mati (nyawanya telah meregang dari tubuhnya),
    apakah serta merta sel-sel tubuhnya juga mati (nyawanya telah meregang dari tubuh sel-sel tsb)?


  20. #80
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    biar gampangnya begini, apa bedanya sel hidup dengan sel mati ? masa ilmuwan gak bisa membedakan kedua hal itu ?

Page 4 of 6 FirstFirst ... 23456 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •