Tadi pagi, seperti biasa dari pintu gerbang utama kantor jalan kakim menuju gedung tempat gw gawe.
Mayanlah. Nyapa security di pos utama. nyapa tukang kebun yang masih nyapu pelataran, nyapa orang2.
Nah pas ngelewatin parkiran, gw melihat kuntum bunga melati sedang berbunga. Banyak.
Kupetiklah bunga-bunga itu. Supaya arwah si earphone tenang di sisiNya.
Lalu gawe seperti biasa.
Trus baca postingan gogon,
Originally Posted by gogon
tapi itu baru satu yah yg kena
berarti sisi satunya lagi masih bisa dipake.
Sempat mencelos. Sedih tiada tara.
Keinget saudara kembarnya pun meninggal dengan cara mengenaskan.
Kejadiannya di rumah. Malam hari sekitar pukul 21.00an.
*sayup2 terdengar lagu lingsir wengi sebagai pengantar untuk mengembalikan ingatan.
Ah ya, pulang kerja. Sudah selesai berberes + ngapa2in termasuk jadi upik abu.
Di atas meja pendek di rumah ala mahasiswa kost2an. Tampak lappie sudah melambai2kan tangannya.
"Yuhuuuuuuuuuuuu nyalakan akuu... aku akan menemanimu malam ini..." ujar si Diaz.
Diaz adalah nama lappie kesayangan saat ini. Dipilih nama agak feminim meski di atas covernya bergambar mobil balap futuristik
Hmmm ah ya, orang rumah sudah tidur saat itu. Tinggal menanti saudara yang belum pulang.
Hal yang mengasyikkan adalah membunuh sang waktu dengan mendengarkan lagu sambil melakukan aktivitas di dunia maya.
Waktu berlalu malam makin larut, kisaran pukul 22.30an saudara datang.
Otomatis aku melepas earphoneku. Dan dibiarkan terjulur di lantai.
Earphone ini sengaja beli yang lumayan panjang dari biasanya.
Karena di kantor kalau ingin mendengarkan musik wajib mendengarkan musik menggunakan earphone.
Dan hanya salah satu yang boleh dikenakan.
Tibatiba mak pet!!!
Yah mati listrik deh..
Kami berdua pun sibuk mencari senter dan lainlain.
Pas kembali ke kamar. Keadaan gelap hanya sedikit cahaya bulan yang temaram masuk dari bingkai jendela.
Aku berjalan menuju lemari dekat lappie.
dan.... "Krieekkk!!"
Hah! Kaki kiriku spontan terangkat.
Aku langsung menyorotkan senter ke arah lantai.
ALAMAK!!!
Kepala earphone retak.. pecah..
Salah satu dari si kembar meninggal dengan tragis.
Its ok gw masih bisa mendengarkan musik dengan kepala earphone yang satunya.
karena toh aturan di kantor hanya boleh salah satu telinga yang mendengarkan musik via earphone.
Tapi ga tahunya kemarin yang si kembar yang satunya sudah menyusul saudaranya ke sorga
setelah meninggal dengan cara ga sengaja ke potong.
Spoiler for penampakan terakhir:
Kini kedua kembar ujung earphone sedang beristirahat dengan tenang.
ada taburan melati di atasnya.
Di makam biru-nya.
Bisa beneran gila gw lamalama kalau nulis cerita beginian
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n