Tapi kalo mereka menempatkan nilai2 agama diatas segala nilai2 yg lain, lha ngapain juga maksain diri untuk menikah? Nyari perkara aja! Emangnya udah ndak ada stok lain di agama masing2? Cinta mati? Gombal mukiyo!
...yang dibold, itu bener banget Entah kenapa nikah beda agama pasti ada aja halang rintangnya, pra dan pasca menikah.
Originally Posted by Alip
Actually sih, saya lebih setuju dengan gaya Indonesia. Yang namanya jadi muslim itu adalah pilihan yang pelaksanaannya semudah membalik telapak tangan, cukup berikrar menyatakan diri muslim, selesai. Yang lama dan menyakitkan adalah proses belajar dan menimbang-nimbang sebelum memilih untuk jadi muslim (atau agama apapun for that matter).
Eike pernah denger nasihat dari salah seorang guru ngaji om, "Islam itu memudahkan, tapi jangan lantas dimudah-mudahkan".
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi