Saya kayaknya pernah posting di tret lain soal nikah beda agama. Kalo menurutku, kalo memang keduanya maksa harus dan harus nikah sebaiknya dua2nya "murtad" pindah ke agama lain misalnya Hindu ato Buddhism lalu menikah menurut tata cara agamanya yg baru tsb. Tidak ada pihak yg "dimenangkan" dan tidak ada pihak yg "dikalahkan", baik itu kedua pasangan maupun keluarga besar masing2. Sama2. Lalu keduanya sama2 bikin komitmen bahwa selama mereka masih bersatu sbg pasutri tidak boleh ada yg mbalelo kembali ke agama semula KECUALI berbarengan sama2 memeluk salah satu agama lama, entah itu sama2 masuk Kristen ato sama2 masuk Islam.

Itu namanya "melecehkan agama" dong? So what? Memangnya kenafa? Kalo pernikahan bagi mereka adalah sebuah keharusan, kewajiban, pokoke harus nikah, mutlak, dst itu artinya mereka sudah menempatkan nilai2 agama sekian tingkat dibawah nilai2 pernikahan. So, demi sebuah pernikahan, apa salahnya dgn "murtad" sama2?

Tapi kalo mereka menempatkan nilai2 agama diatas segala nilai2 yg lain, lha ngapain juga maksain diri untuk menikah? Nyari perkara aja! Emangnya udah ndak ada stok lain di agama masing2? Cinta mati? Gombal mukiyo!