Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 50 of 50

Thread: Murudeka 17805

  1. #41
    pelanggan tetap Shaka_RDR's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    1,330
    IMHO, IMHO loh ya...
    jangan benci negaranya (atau penduduk negaranya), benci tindakannya dan tuntut tanggung jawab mereka terhadap korban yang masih ada.
    dan kita juga belajar jangan sampe kita melakukan kesalahan yg sama.

    klo mo benci jepang/belanda, gw sih agak susah yah.
    secara gw ga kenal kakek buyut gw (lha jelas, kakek gw masih kecil saat dia meninggal disiksa jepang) dan gw juga ga tau siapa yg membunuh kakek buyut gw. masa gw harus benci semua orang jepang gara2 itu?
    dosa ayah tidak ditanggung anak. Tapi klo anak mau bantu menebus dosa ayah sih boleh2 aja, kita terima.
    Space available for Ads.
    PM for nego

  2. #42
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    mana neh pengakuan salah ketik si G30S jaman jepang, Giliran salah melipir pergi

  3. #43
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    IMHO, IMHO loh ya...
    jangan benci negaranya (atau penduduk negaranya), benci tindakannya dan tuntut tanggung jawab mereka terhadap korban yang masih ada.
    dan kita juga belajar jangan sampe kita melakukan kesalahan yg sama.

    klo mo benci jepang/belanda, gw sih agak susah yah.
    secara gw ga kenal kakek buyut gw (lha jelas, kakek gw masih kecil saat dia meninggal disiksa jepang) dan gw juga ga tau siapa yg membunuh kakek buyut gw. masa gw harus benci semua orang jepang gara2 itu?
    dosa ayah tidak ditanggung anak. Tapi klo anak mau bantu menebus dosa ayah sih boleh2 aja, kita terima.
    Gw jugaa ga benci jepang/belanda, kalo yg gw tangkap dari Ts, opininya kan seolah2 mengatakan bahwa belanda lebih kejam dari jepang, dan gw juga tahu kok opini gw subyektif, gw ga sesombong itu mengakui opini gw obyektive, nah kalo gw lihat Ts sama beberapa member km kan cuma adu opini? Ga menagajak benci ke salah satu pihak
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  4. #44
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Justru gw ga maen kejam2an siapa. Tapi melihat hasil akhirnya yg mana yg menguntungkan bagi Indonesia.
    Kesimpulan gw, penjajahan belanda membodohkan Indonesia, dan penjajahan jepang membuka mata orang indonesia yg sudah dibodohkan.
    Kalo masalah kejam, ya sama2 kejam lah.

  5. #45
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    ^^^
    Well, my mistake then ::sorry::

  6. #46
    pelanggan tetap sheva's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Ito Junna
    Posts
    1,248
    ini katanya film fiksi ya? kalo ga salah ane pernah baca, katanya ga ada orang jepang yang mendukung indonesia buat merdeka kaya di film itu. tapi masih bisa diperdebatkan

  7. #47
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Bukan begitu. Ada banyak yang terpaksa ikut perang lawan inggris/nica karena ga bisa/mau pulang karena malu. Jadi mereka lebih baik ikut perang walaupun niatnya bukan kemerdekaan tapi ya kepalang tanggung aja. Ada kok kuburan2nya.

  8. #48
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    646
    ^jiwa bushidonya mantap
    yang gw tangkap dr diskusi ini berarti ada wilayah2 tertentu dimana aparat2 pemerintah kolonial yang memperlakukan penduduk asli secara kejam, tapi ada juga wilayah2 tertentu yang tidak menderita kekejaman oleh aparat2 pemerintahan kolonial yang lain. jadi beda orangnya, sikapnya thdp pribumi juga beda. di daerah kakek nenek gw juga yang kejam katanya justru waktu penjajahan jepang, tapi di jaman belanda baik-baik saja tidak ada masalah.

  9. #49
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by sheva View Post
    ini katanya film fiksi ya? kalo ga salah ane pernah baca, katanya ga ada orang jepang yang mendukung indonesia buat merdeka kaya di film itu. tapi masih bisa diperdebatkan
    [MENTION=1387]sheva[/MENTION]
    Filmnya fiksi,
    bahkan sebenarnya bisa dikategorikan propaganda pemerintah Jepang,
    tetapi salah besar kalau tidak ada orang Jepang yang mendukung Indonesia buat merdeka.

    Aku sudah menyebutkan nama-namanya di halaman 2.
    Ada Abdul Rachman (ikut perangnya),
    ada Maeda (menyediakan tempat untuk rapat tertutup pembahasan proklamasi.. bentuk pembangkangan sebenarnya),
    ada Shibata Yaichiro (membukakan gudang senjata untuk Arek2 Surabaya)

    Tadi googling sepintas dapat satu nama lagi Rachmat Sigheru Ono.

    Terpaksa? Aku kurang sepakat.

    Kalau memang karena gak bisa pulang akibat malu, mereka pasti akan memilih untuk bunuh diri.

    Tipe seperti Abdul Rachman berjuang untuk kemerdekaan Indonesia bukan karena terpaksa tetapi karena ia kecewa dengan janji pemerintah mereka. Ia begitu percaya dengan konsep Asia Raya jadi bersedia ditempatkan di Hindia Belanda (sebelum penyerbuan Belanda) sejak 1937 untuk menjadi corong propaganda dan mata-mata. Begitu tahun 1943, ia mulai ragu dengan pemerintahnya sendiri. Begitu pemerintahnya menyerah, ia langsung membelot ke pihak Indonesia.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  10. #50
    pelanggan tetap sheva's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Ito Junna
    Posts
    1,248
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Bukan begitu. Ada banyak yang terpaksa ikut perang lawan inggris/nica karena ga bisa/mau pulang karena malu. Jadi mereka lebih baik ikut perang walaupun niatnya bukan kemerdekaan tapi ya kepalang tanggung aja. Ada kok kuburan2nya.
    oh gitu, thanks penjelasannya gans

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    @sheva
    Filmnya fiksi,
    bahkan sebenarnya bisa dikategorikan propaganda pemerintah Jepang,
    tetapi salah besar kalau tidak ada orang Jepang yang mendukung Indonesia buat merdeka.

    Aku sudah menyebutkan nama-namanya di halaman 2.
    Ada Abdul Rachman (ikut perangnya),
    ada Maeda (menyediakan tempat untuk rapat tertutup pembahasan proklamasi.. bentuk pembangkangan sebenarnya),
    ada Shibata Yaichiro (membukakan gudang senjata untuk Arek2 Surabaya)

    Tadi googling sepintas dapat satu nama lagi Rachmat Sigheru Ono.

    Terpaksa? Aku kurang sepakat.

    Kalau memang karena gak bisa pulang akibat malu, mereka pasti akan memilih untuk bunuh diri.

    Tipe seperti Abdul Rachman berjuang untuk kemerdekaan Indonesia bukan karena terpaksa tetapi karena ia kecewa dengan janji pemerintah mereka. Ia begitu percaya dengan konsep Asia Raya jadi bersedia ditempatkan di Hindia Belanda (sebelum penyerbuan Belanda) sejak 1937 untuk menjadi corong propaganda dan mata-mata. Begitu tahun 1943, ia mulai ragu dengan pemerintahnya sendiri. Begitu pemerintahnya menyerah, ia langsung membelot ke pihak Indonesia.
    oh iya, maeda ane pernah denger namanya. kalo yang lain belum pernah
    btw, penjelasannya lengkap sekali gans thanks a lot

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •