Quote Originally Posted by jojox View Post
Gw, Bentrok, argument, debat, stand-offs, tiap hari. Tuntutan pekerjaan.

Nothing personal, though. Itu asiknya. Nggak ada barang yg gak enak dibawa pulang. Kl ada, rugi, goreng ati sendiri.

Tpi memang jadi terbiasa ngeliat kyk gimana karakter mitra/lawan kerja kita. Itu penting.
Soalnya baru bisa memetakan kapan harus lebih assertive bertindak, dan lebih aktif berkomunikasi.
Yg jelek itu, rata2 skill untuk berkomunikasi cupu; pasif, nunggu bola, kalo gak ditanya gak jawab, takut bilang sesuatu,
enggan menyampaikan ide/konsep, nggak kritis, malas konfirmasi, dan kebanyakan diam, cuman ngempet dlm hati.

Inti orang kerja padahal cuman gampang bgt; saling berkomunikasi. talk to each other. bisa gosip, tapi gak bisa koordinasi. konyol kan?

Dikiranya gw tuh paranormal kali yho, bisa nerawang pikiran kolega, staff/eselon.
tapi banyak juga yang kalo kita terbuka dianggap ga sopan. banyak yang ga bisa terima kritikan secara langsung. malu banget kalau terlihat salah padahal salah2 biasa asal ga diulang ulang. tapi dianggapnya masukan kita sebagai cara menjatuhkan dll dst dsb.
empet sama yang begini tapi nyatanya banyak terjadi.

gw orangnya apa adanya, jadi biasa dianggap kurang sensitif. padahal mah biasa aja, kalau salah ya minta maaf, kalau lebih tahu mengajarkan.

budayanya akhirnya hanya abs. bukannya bersaing secara sehat dengan mengedepankan kinerja. pusing pusing mau ngubah budaya.
sekarang banyak mingkem dulu, salah satu caranya ya kuliah lagi, minimal dengan modal kuliah jaringan dan pengetahuan lebih luas, metode berpikir lebih terstruktur, ga gampang diremehkan orang