Self-labelling dan Jati Diri
Kerana member KM byk yg sudah tuwir tak ada salahnya saya bertanya :ngopi:
Akhir-akhir ini kita semua tahu ada trit2 macam 'apakah anda spesial?', dan di sisi religius Tuhan menciptkan manusia dgn sempurna.
Bukankah itu berarti kesempurnaan adalah sebuah hal biasa yg jg berarti ketidaksempurnaan?
Kata mama semua orang spesial, terlahir sbg seorang superstar. Saya percaya itu. Saya membayangkan seorang ibu atau seorang ayah adalah superstar bagi anaknya, bagi kekasihnya atau bahkan org yg kita tak mengenalnya. Suri tauladan.
Jadi, apakah perlu adanya self-labeling? saya yakin saat pencarian jati diri kita msh mencari2 baju dan label yg cocok.
meski di akhir kita malah menanggalkan semuanya, telanjang dan menatap cermin sambil bilang 'Aku adalah aku' :ngopi:
kita semua spesial, terutama bagi diri sendiri, dan sebuah label yg dibuat manusia tidaklah cukup untuk membuat, membuktikan, dan menunjukkan betapa spesialnya diri kita.
monggo, pendapat dan pengalamannya mencari jati diri, tua, muda, silahkan :ngopi: