menurut gw kalo jokwi mau menang kudu bisa merangkul giku... ::hihi:: ::hihi::
Printable View
waduh
gw bukan mahok
kali aja setelah dirangkul youli jadi mahok gik... ::hihi:: ::hihi::
kan wakilnya cuma 1
cuba youli cek siapa partnernya
Gue gak bilang Jokowi akan disetir PDIP.
Gue bilang, sanggupkah Jokowi menghadapi partainya sendiri bila terpilih menjadi DKI-1.
Ketika di Solo, PDIP masih 'membiarkan' Jokowi dan tidak terlibat dalam perseteruan Jokowi vs Bibit.
Tapi di Jakarta, cepat atau lambat Jokowi akan berhadapan langsung dengan 'para penguasa' PDIP.
Saat ini, belum ada tanda bahwa Jokowi akan 'frontal' bila kelak harus berhadapan dengan partainya sendiri. Atau sudah ada tetapi aku gak menyadari?
gw lebih suka jokowi partneran sama youli gik... ::ungg::
Ini baru seru, perang politik antara forkabi (baca:geng nya si kumis) sama FBR ::ngakak2::Quote:
Originally Posted by raymona
Memang penguasa PDIP punya modal apa? Mereka
Oposisi, dan satu-satunya senjata mereka adalah
menjaga citra mendukung kebijakan pro-rakyat.
Jokowi jangan loe bandingkan dengan SBY... terbuk
ti dia berani hadir di pasar pagi subuh-subuh untuk
inspeksi, bukan ngandelin satgas ini-itu untuk survei
lokasi atau kalau sudah keder, ngendon rapat di Ci
keas.
Orang model Jokowi, kalau sudah mendapat legitima
si dari rakyat ibukota, ngga bakalan takut ama par
tainya... yang ada partainya ngarepin Jokowi meme
nangkan hati penduduk Jakarta, biar bisa numpang
beken di 2014, bisa saja sebagai wapresnya Mega.
@kandalf: PDIP kan selama ini selalu menampilkan diri pro rakyat. selama jokowi melakukan itu, PDIP pasti ikut jokowi
---------- Post added at 08:13 PM ---------- Previous post was at 08:01 PM ----------
gw ngerinya malah ketika jd gubernur n jokowi dibantai DPRD yg dikuasai koalisi. bs jd program2nya jokowi t'hambat
sebenarnya itu bergantung pada karakter si pemim
pin eksekutif, Bund... kalau karakternya kuat, maka
sebawel apapun legislatifnya pasti dapat dikendali
kan...
waktu tahun 2007 Adang Dorodjatun itu hanya kamuflase...
Adang Dorodjatun yang modalin itu si kumis.. agar kelihatan ada tandingan maka Adang Dorodjatun
di munculkan... karena waktu itu gak ada yg tertarik kali yah dengan jabatan gubernur ::arg!::
Jokowi.. mungkin agak sulit lawan si kumis, yg dukung si kumis seabrek + modalnya jga gede :piso:
gw tertarik sama Alex dia mau bebaskan sekolah juga pengobatan bagi warga jakarta loh masa-sih :jempol:
justru skrg om, gw rasa pemunculan ALex Noerdin, Hendardji dan Faisal basri itu hanya kamuflase, untuk mncerai-beraikan suara pendukung Jokowi dan HNW.
klo Golkar emang serius, knapa yg di majukan Alex Noerdin, bukannya Priya Ramadhani yg lebih mumpuni secara logistik? Sepertinya Golkar ngerasa lebih 'enak' klo jakarta dipimpin Demokrat/Foke. denger2, Foke sih luarnya doang yg Demokrat, tapi dalemnya tetep kuning. CMIIW ::ungg::
ini strategi Golkar utk tetap menguasai Jakarta.
2014 kenapa ical dan golkar bukan megawati oom? ::hihi::
gw mau nanya sm fere n mona neh, kalo jokowi jd DKI-1, ga takut solo dikuasai bibit?
seharusnya ga perlu bunda, gubernur kan ga punya kekuasaan di tingkat kota/kabupaten. kecuali di DKI.
tp bibit bs melobi walkot yg baru ato menempatkan orgnya jd walkot solo ::hihi:: itu gw yg blg jokowi sengaja digusur?
wah kalo bener begitu, berarti itu konspirasi tingkat tinggi bun, saya gak mudheng..
tapi yang jelas, dulu ketika bibit membodoh2kan jokowi karena tidak memberikan ijin pendirian mall di bekas
pabrik es sari petodjo, justru walkot solo yang bereaksi keras..
ya itu sama jga... berarti kan dia suka sebut2 nama bapaknya wkwkwkwk ::arg!::
sekarang buat warga DKI, yakinkan diri dulu, begitu jadi penguasa Jakarta, Jokowi masih independen kayak di SOlo gak? jangan2 kemaren2 di SOlo dia emang sengaja dibiarkan bertindak sesuai kebutuhan masyarakat Solo. Sampe Jakarta, dengan penuhnya kepentingan politik, ekonomi...bisa gak elit PDIP tetap membiarkan Jokowi bertindak seperti yang di Solo?
Megawati itu bagus jg kok. Tp nggak utk jadi presiden.
PDIP mnurut gue udah berhasil merubah imej partainya. Klo banyak inteleknya biasanya gitu. Jadi prestise dgn sendirinya tuh partai.
PAN dulu juga kayak gitu. Sayang skrg isinya banyakan artis ::doh::
bukan warga DKI, bukan pula simpatisan Jokowi ato calon2 lainnya, tapi nemu poster yang bagus dari tim kampanye mereka :mrgreen:
Spoiler for poster:
^
itu maksudnya apaan, ga ngerti ;D
^ maksud posternya? bukannya udah jelas, mereka berdua (Jokowi-Basuki) untuk Jakarta yang baru? itu tulisan2nya kan membentuk wilayah administrasi DKI Jakarta
semoga Jokowi sukses... inget!! solo dan jakarta
- penduduk: 1 banding 1000
- modal: 1M banding 1000M
- suku: 1 banding 20 lebih
- kendaraan: ESMKA Jokowi >< FERARRI Hotma (banyaknya kendaraan 1 >< 100.000)
- kejahatan: 1 banding 10.000 kasus
- pengusaha: menengah bawah >< menengah super atas
CMIIW ::ungg::
bisa saja klo mau jadi presiden
Spoiler for :
presidennya PDI-p nanti kan pasti puan maharani, (klo masih hidup & waras)
lah, mega kan udah agak2 pikun mau pensiun
Sepokat bun, gak bisa langsung percaya gitu aja sih. Apalagi kalo dah percaya sama poli-tikus, buanyak tukang bokisnya -_-Quote:
Originally Posted by bundana
Tapi setidaknya daripada milih si kumis yang udah terbukti gak membuktikan adanya perbaikan dan perubahan di Jakarta, mending milih Jokowi deh.
Sepokat om :tunjuk:Quote:
Originally Posted by om ancuur
Good luck Jokowi :why:
Menurut saya Jokowi, dan juga Alex Noerdin mempunyai 3 kelemahan :
1. Kurang menguasai seluk beluk permasalahan di Jakarta. Penguasaan tersebut tidak mungkin bisa diperoleh hanya melalui kampanye selama beberapa bulan.
2. Kurang memiliki jaringan yg kuat di Jakarta. Yg dimaksud jaringan disini bukan jaringan simpatisan atau jaringan partai politik. Jaringan ini berfungsi sebagai sumber informasi yg bisa memberi masukan yg berbeda dari masukan birokrasi, parpol, dan masyarakat.
3. Yg terakhir, Jokowi dan Alex telah mengkhianati amanat para pemilih mereka di daerah asal mereka. Untuk yg terakhir ini saya benar2 geram karena banyak pemilih jokowi di solo (paling tidak di komplek perumahan ortu saya) memilih jokowi itu karena jokowinya pribadi, bukan karena PDIP atau FX Hadi Rudyatmo nya. Kegeraman saya sama seperti kegeraman saya saat mengetahui Gamawan Fauzi meninggalkan Sumbar untuk menjadi menteri disaat kota Padang baru saja dilanda gempa besar.
Ingat Pak Joko, akad dengan istri yg hanya satu orang saja pertanggung-jawabannya berat, apalagi akad dg banyaaaak orang yg telah memilih Anda di Solo.::arg!::
ahok juga meninggalkan pemilihnya di sumatra sana
gini ya bro, kalau ternyata Jokowi itu yang ditakdir
kan memimpin negeri ini untuk maju, berarti loe ego
is banget, cuma pengen ngekepin Jokowi buat loe
dan warga Solo doang.
Semua Presiden AS yang berasal dari Gubernur, ju
ga meninggalkan tugas ke-Gubernurannya. Mening
galkan satu amanah untuk amanah yang lebih ting
gi, itu bukanlah perbuatan yang salah.
Ya beda dong oom ronggo, itu kan gubernur jd presiden, yg ini kan walikota A jadi gubernur Z ya ga nyambung blas.
Jokowi jadi presiden ya gpo, pasti rakyat solo bangga, tp kalo malah jadinya mimpin daerah lain yg ga ada kaitannya ama solo, ya pasti ada yg sakit hati lah. Bukan egois itu.
gw koq merasa curiga bhw Foke ini modalin para pesaingnya semua ::doh:: :iamdead:
seperti yg dilansir oleh pengamat impotainment spears... iklannya di TV jga pasti cukongnya Foke :piso:
klo gak salah liat mendagri itu kan kakaknya Foke CMIIW ::ungg:: (muka sama nama mirip Fauzi)
note: gw kemana aja yah ::arg!::
Betul, kalau situasinya kritis dan darurat, dan Jokowi it's the only solution.
Tapi kan gak begitu?
Emangnya semua pemilih Jokowi di solo rela dipimpin rudi?
Banyak yg gak akan milih cawagub rudy kalau cagubnya bukan Jokowi.
Orang solo rela, bahkan kalau bisa jadi presiden sekalian.
Tapi kalau yg ditinggalkan buat mereka si rudy, banyak yg gak rela, dan mereka berhak untuk tidak rela.
Jangan2 nanti 2014 pun (kalau terpilih jadi Gubernur DKI), jokowi akan meninggalkan DKI untuk maju nyapres.
Apa susahnya bersabar menyelesaikan amanah yg sudah ada, untuk kemudian menerima amanah berikutnya yg lebih besar.
Tergesa2 seperti ini bukan karakter Jokowi. Pasti ada provokatornya.
Beda dg Alex Nurdin yg memang ambisius.