http://www.economist.com/node/10424391
bacaan yang sangat menarik mengenai employment, struktur organisasi, kehidupan kerja, dan budaya kerja di jepang :mikir:
Printable View
http://www.economist.com/node/10424391
bacaan yang sangat menarik mengenai employment, struktur organisasi, kehidupan kerja, dan budaya kerja di jepang :mikir:
http://www.nytimes.com/2012/12/23/wo...anted=all&_r=0
sekian taon yang lalu, seorang yahudi pernah mengatakan padaku mengenai pandangannya bahwa islam adalah agama yang penuh interpretasi. tapi membaca artikel di atas, bukankah judaism juga demikian? atau bahkan, most if not all religions atau pandangan hidup juga demikian. life is all about intepretation. and of all abrahamic religions, kupikir dua agama ini sebenarnya paling mirip antara satu sama lain.
i wonder what he would say mengenai artikel itu. :mikir:
not quite the end of the year yet, but it's almost there. pertanyaan yang sama dengan taon2 sebelumnya, apa yang sudah kulakukan tahun ini? rasanya waktu berlalu terlalu cepat dan saya tidak tau harus mulai dari mana dulu.
biggest highlight of the year tentu saja saat pulang dan jenguk ortu dan kampung dan guru sd setelah hampir delapan tahun ga pulang ke kampung halaman. cuman karena itu terjadi di awal tahun, oh-it-just-seemed-so-long-ago. semakin gede, keadaan hidup setiap orang sudah berubah, alasan untuk pulang kampung rasanya semakin digerogoti waktu, that's a little sad i think. do i really have to find an excuse to go home next time? i hope not. home is home. i hope. on somewhat unrelated note, urusan rumah sempat meledak beberapa kali sepanjang taon ini, beberapa masalah yang di luar kapasitas maupun kontrolku. i know i didn't play any role here, tapi tetep aja menyedihkan melihat orang2 terdekatmu lagi mengalami masalah.
urusan kesehatan, saya berhasil melalui taon ini tanpa mematahkan tulang. sempat follow up mengenai suatu kasus juga yang ternyata tidak apa2. paling bahu yang bermasalah dan mengganggu kerjaan sehari2, but i'm working on it. dan jerawat yang endlessly nongol terus yang ternyata masalah hormonal menurut tes darah dokter. i'm working on it as well. nothing life threatening besides urusan remeh temeh begini.
urusan kerjaan, now there is a change of pace here. dapet kerjaan baru, bahkan dapet my first ever certification. with flying colors if i may add. i wasn't really planning for it, and it wasnt even in my negotiation when i took the job offer, but hey, if the company pays for it, and not a small amount at that, why not ya? just consider myself lucky. :p mengenai personal development, i am learning some new things for sure, hal yang berbeda dengan apa yang pernah terekspose di tempat kerja dulu. ngga se-fast-paced as my old job, dan hal yang dipelajari juga tidak sebanyak my old job. not sure if it is a good or bad thing. tapi saya terima aja deh whatever comes along. selalu ada hal yang bisa dipelajari dari pengalaman.
tentu saja masih banyak hal yang pengen saya pelajari dan lakukan. asal saya bisa buang tabiat malas itu, dan lebih disiplin :cengir: ah, tahun depan saya mungkin masih bakal nge-whine mengenai hal yang sama lagi.
we shall see.
masih di tema tahun baru
cuman mau nge-quote si Harry dari when harry met sally mengenai lagu auld lang syne
you just gotta love this character :mrgreen: one of the best fictional characters out thereQuote:
"What does this song mean? My whole life, I don't know what this song means. I mean, 'Should old acquaintance be forgot?' Does that mean that we should forget old acquaintances. Or does it mean that if we happened to forget them, we should remember them, which is not possible because we already forgot them?"
love the way he thinks :cengir:
hm. you know, looking back, i have come a long way ya :mikir:
suatu hari long time ago, kamu memutuskan untuk melangkah ke arah berlawanan dari sesuatu yang kamu percayai dari kecil. orang2 suka menganggap bahwa pasti ada satu insiden traumatis yang menyebabkannya demikian. padahal kupikir tidak harus selalu begitu. there isn't an on/off switch button when it comes to religion ato pandangan hidup.
coba kita berandai bahwa ada skala dalam mengukur rasa ke-religious-an dan ke-anti-religious-an seseorang. for simplicity sake, kita ikut sistem penggaris.
1-----2-----3-----4-----5-----6-----7-----8-----9-----10
dengan 1 sebagai ekstrim religius
dan 10 sebagai ekstrim anti-religius
dan tengah, wherever it may be, sebagai neutral dan tidak peduli.
biarpun dasar pandangan orang bertipe 1 dan bertipe 10 sangat bertolak belakang, mereka mempunyai masalah yang sama, yaitu sama2 extremists yang merasa pandangannya yang paling benar.
hidup di komunitas yang sangat menjunjung agama, yang anything and everything selalu berotasi pada hal yang bernama agama, saya rasa orang yang memutuskan untuk memilih jalannya sendiri ada kecenderungan untuk tergelincir ke ekstrim yang satunya lagi. sepertinya saya juga pernah menjadi korban yang sempat tergelincir juga. and if you think about it, bukankah itu juga yang pernah dilakukan oleh sidhartha gautama? bukannya saya ingin menyamakan diri dengan sang buddha, karena kupikir setiap orang mempunyai personal journey menurut caranya masing2, dan pengalaman hidupku is no where close to his. but the point is, it could be a problem. kamu berpikir dengan membanting setir ke posisi 10, you are all set. but then, apa yang membedakan kamu yang bertengger di posisi 10 dengan orang yang berada di posisi 1? sama aja. kamu mengulangi cara berpikir yang sama lagi.
so where am i right now? i dont know. i would like to think i am getting closer to the middle, and try to. kalo melihat how i can be detached dari kedua partai, menonton 1 dan 10 dengan some level of amusement and hopefully some objectivity, dan memposisikan either 1 ato 10 sebagai non-prioritas hidup, menyadari melepaskan dan stepping away from those, then yea, dibandingkan dengan diriku from many years ago, i think i am making progress getting closer to the middle. di saat demikian, i am glad hidup di komunitas dan lingkungan yang kondusif juga.
small little step at a time
http://news.yahoo.com/app-rewards-ch...162009741.html
rasanya segala hal juga sudah ada appnya. termasuk app untuk ortu dan anak, di mana ortu bisa nge-list tugas2 rumah, dan anak memenuhi tugas2 itu, dan nanti dikasi point dan reward. i wonder apa opini si ibu-no-nonsense, seorang ibu muda 2 anak yang kukenal di tempat kerjaku dulu. dia seorang single parent, imigran dari daerah karibia and one of the few women yang kukenal yang cerdas, witty, quick, no-nonsense, and funny.
kuingat dulu dia sempat mengangkat topik mengenai cara parenting style dalam mengajarkan anak untuk mengerjakan tugas rumah. ada ortu / anak yang pake negosiasi. kalo si anak membereskan kamar sendiri, atau bantu cuci piring, atau bantu buang sampah, dll, maka ntar si anak dikasi es krim, ato boleh maen game se-jam lebih lama, ato kasi uang jajan extra, dll. ato kalo ujian dapet nilai bagus, ntar dapet hadiah ini itu.
sedangkan si ibu-no-nonsense ini merasa cara parenting style itu absurd. anak tidak seharusnya perlu disogok dengan hal itu, karena tugas2 rumah itu sudah seharusnya dan sewajarnya adalah tugas anak dan skill hidup yang harus dipelajari mereka. sekolah dan belajar dan mendapat nilai bagus pun sudah seharusnya tanggung jawab mereka. it is expected. bukan sesuatu yang perlu dijual belikan ato dinego ato disogok. kalo dia mau ngasi anaknya es krim, maka dia ngasi anaknya es krim, tapi bukan sebagai reward karena si anak sudah berbuat ini itu.
diskusi itu tentu menjadi sangat seru dan lucu saat beberapa kolega laen ikut nimbrung dengan pengalaman cara parenting masing2, baik sebagai sesama young parents maupun berdasarkan pengalaman saat kecil dengan ortu masing2.
to each his/her own ya? :cengir: cuman kalo seandainya si ibu-no-nonsense baca artikel ini, i'm sure she has a lot to say :cengir: good times
http://online.wsj.com/article/SB1000...364231346.html
http://news.yahoo.com/facebook-death-172350356.html
di jaman informasi begini, rata2 setiap pengguna internet pasti mempunyai account digital, seperti di yahoo, youtube, gmail, facebook, twitter, tumblr, etc. kuingat beberapa waktu yang lalu, sempat ketemu website yang menyediakan service untuk membantu user memanage akses accountnya, khususnya setelah meninggal. misalnya surat wasiat digital yang dikirim ke yang dipercayakan setelah seorang pengguna meninggal.
tapi apa yang terjadi dengan mereka yang tidak menggunakan service ini? atau bagaimana kalau user yang meninggal itu tidak meninggalkan surat wasiat yang menyatakan secara eksplisit bahwa anggota sodara laen bisa/boleh menggakses account2 digitalnya?
apakah website2 yang ngehost account2 itu berhak menolak request akses oleh keluarga yang ditinggalin? atau mereka harus memberikan akses itu? pihak mana yang mempunyai kontrol atas digital legacy ini? keliatannya ini lah yang lagi dibentuk legislasinya.
kalau saya adalah user yang sudah meninggal itu, would i want to keep it private or accessible to family members?
Yg berhubungan sama aset dan finansial kayaknya perlu dishare deh seingatku. Sisanya biarlah berlalu.
http://news.yahoo.com/singapore-plan...-business.html
is it worth raising country's population by immigration at the cost of public discontent and other social issues? maybe it is for the economy. dalam bbrp taon belakangan saja, jumlah populasi sudah bertambah dengan dramatis. and even then, sudah macem2 masalah sosialnya. at the rate it is going, seperti menunggu bom waktu. di posisi serba salah sepertinya. is it worth it though?
Spoiler for quotes:
http://news.yahoo.com/poor-cages-sho...142611366.html
parah juga kondisi housing di hongkong ya. pake tinggal bergaya kandang begitu. musti bayar biaya sewa lagi. mana banyak manula lagi sebagai penghuninya.
having had a very brief stop on each country recently, topik housing dan immigration yang pasti adalah topik diskusi yang lagi hot. the high cost of housing di kedua kota itu, dan banjirnya imigran orang kaya baru dari mainland china di hongkong, dan banjirnya imigran regional sekitarnya di singapur. yang membedakan hanya saja tindakan mengenai imigrasi di singapur adalah a premeditated move oleh pemerintahan, sehingga infrastruktur pun dibangun sebagai antisipasi walo itu bukan berarti menurunkan biaya housing yang lagi tinggi2nya sekarang. it is just more controlled, and the local gov has done a good job maintaining existing infrastructures. sedangkan hongkong seperti kota yang terlantar, isu housing was neglected for the longest time, aging infrastructure yang keliatan di mana2.
what i am curious is, hongkong yang secara geografis lebih gede dengan populasi a little more than 7 millions, sudah cukup padat dan banyak masalah sosialnya. sedangkan singapur yang relatively jauh lebih kecil berambisi ingin menargetkan populasi 7 juta, mostly by immigration, i think is a pretty bold move. akan sangat menarik untuk diamati. :mikir:
http://www.reddit.com/r/IAmA/comment...melinda_gates/
lucu juga baca iama-nya bill gates di reddit :cengir:
Spoiler for Q&A:
:lololol: :lololol:
^ gu, bisa jelasin ga itu jokenya gimana?
g miss nih....ga nangkep sama sekali ;D
well, hobo dulunya berarti orang yang menjalani kehidupan alternatif, hidup secara nomad, berkelana dari satu tempat ke tempat laen. seperti vagabond. sejarahnya ada di wiki kalo mau tau detailnya
http://en.wikipedia.org/wiki/Hobo
tapi jaman sekarang, istilah hobo biasa dipake untuk menyebut orang gembel, yang homeless, bau ga mandi, tidak ada kerjaan / penganggur, hidup terkatung2, miskin, selalu keliatan hanging around dan ngorek2 tong sampah, karena mereka biasa cari makan hasil buangan orang di sana. kira2 begitu deh.
jadi komentar skiingbeing kedengaran lucu karena it is taken out of context (mengenai kesukaan billgates ke garbage dumps / pembuangan sampah, yang padahal itu kan sala satu isu of interestnya foundation bill+melinda gates ini, yaitu recycling), dan karena hobo biasa adalah homeless, mereka biasa juga suka tinggal di tempat2 umum seperti bawah jembatan sebagai tempat naungan, dan billgates juga -i guess- bisa disebut sebagai penganggur, karena dia sudah tidak aktif di microsoft, fokus kerjaannya lebih ke foundation dan misi filantropinya, hampir seperti selingan aja (he is too rich to work anyway), dan tentu saja istilah wealthiest hobo is an oxymoron, permainan kata2 kontradiktif yang menunjukkan irony-nya ::elaugh::
http://finance.yahoo.com/news/should...144048875.html
http://www.businessweek.com/articles...apore#r=auth-s
so, kedengarannya semakin banyak orang amrik yang melepaskan kewarganegaraannya karena income tax yang semakin tinggi. seperti yang dikatakan oleh penulis artikel kedua, I guess it's true that "Migration is about opportunity, not loyalty" after all. :mikir: there are some high profile cases yang menarik untuk dibaca.
saya inget pernah baca mengenai dia beberapa waktu yang lalu. dan yang paling bikin geleng2 kepala adalah pajak yang setinggi itu untuk income yang cuman $1.4 juta. that's a very high tax dengan threshold yang sangat rendah kupikir :mikir: even bruce willis mengkritik prancis for it :cengir:Quote:
Most recently, actor Gerard Depardieu made headlines for renouncing his French citizenship to become a Russian citizen in order to avoid France’s proposed 75% tax on earned income above $1.4 million. Russia has a flat 13% tax rate.
IF (mind the big IF), i should ever get that rich, it's good to know negara2 mana yang dikategorikan sebagai 'tax haven' :cengir: switzerland, bahamas, singapore, or other middle eastern countries. *nyatet*
beli lotere dulu deh :cengir:
Indonesia bukannnya tax heaven juga ya?
Setidaknya bisa menghindar pajak dengan gampang. ::hihi::
i suppose :mikir:
:cengir:
http://news.yahoo.com/exclusive-appl...182005220.html
it is just a matter of time :mikir:
http://finance.yahoo.com/news/the-25...35.html?page=2
found an interesting article about the 25 most miserable places in the world. parameter yang diambil simpel2 aja sih, cuman berdasarkan inflasi dan unemployment rate. ada beberapa yang stand out di pandanganku.
mengambil posisi pertama - 1. zimbabwe
i find the unemployment rate is just simply mind boggling. man, that's unreal. is it even possible? ::elaugh::Quote:
Misery index score: 103.3
CPI inflation: 8.3%
Unemployment: 95%
Spoiler for zimbabwe:
posisi keempat - 4. belarus
ok. inflasinya memang gila2an. tapi it's not the worst yang pernah kubaca. kayanya dulu zimbabwe inflasinya malah jauh lebih tinggi dari itu. but still, this is very bad. dan kayanya paling parah dibandingkan dengan semua 25 negara yang di daftar ini.Quote:
Misery index score: 71
CPI inflation: 70%
Unemployment: 1%
but what impresses me most is the unemployment rate. whoa. 1%. that's impressive. dan 50% of labor force employed by the gov. that's kinda crazy too.
Spoiler for belarus:
trus yang rada unexpected yang masuk ke dalam daftar juga adalah marshall islands (posisi 15) dan maldives (posisi 22). i mean, bayanganku daerah2 ini adalah surga (buat turis, that is ::elaugh:: ). simply beautiful. yang pasti maldives termasuk sala satu tempat yang ingin kukunjungi sebelum mati, provided blom tenggelam, tentu saja. katanya ini tempat yang setiap tahun semakin tenggelam. and still, it's kinda surprising to see them made into the list
:mikir:
http://www.sensory-processing-disord...g-toilets.html
Kemaren saat lagi google2 nyari info untuk projek kecil, i stumbled upon this site. Ternyata ada juga ya fobia kaya gini, takut sama toilet auto flush ::elaugh:: lucu2 juga baca cerita2 mereka, banyak pula cerita2 dari pihak anak kecil :mikir:
Sensory processing disorder :mikir:
http://finance.yahoo.com/news/groupo...213600999.html
eh? CEOnya groupon dipecat? wah. the time has come ya :mikir: saya masi inget waktu prusahaan ini went IPO, kupingku hampir putus denger orang ngebash bisnis ini. mungkin brita ini bisa jadi vindication for him. bbrp taon yang lalu nonton interview acara tivi dengan ceo ini, dan kuingat dia terkesan sangat confident, although the stock was going south. that's the thing about company going public, harus answer to investors.
can't help but to feel sorry for him. begitu lah hidup ya?
Pernah dengar kasus ini.
Kalau di Islam di Indonesia, perdebatan yang kurang lebih mirip adalah apakah wanita boleh sholat Jumat atau tidak. :D
Ada gerakannya ternyata:
http://www.tzitzitforwomen.com/whatdootherssay.html
yang kontra
http://www.chabad.org/library/articl...r-a-tallit.htm
gara2 kelas kuliah pengenalan filosofi yang saya denger baru2 ini dari hasil download-an audio lectures di itunes univ membuat saya tumben rajin nge-google tentang kehidupan socrates :cengir: dan di wiki, saya ketemu quote bagian ini. i'm not sure if i should be, but i was surprised to come across this. karena persis bagian ini yang sudah lama saya renungkan :mikir:Quote:
Socrates also questioned the Sophistic doctrine that arete (virtue) can be taught. He liked to observe that successful fathers (such as the prominent military general Pericles) did not produce sons of their own quality. Socrates argued that moral excellence was more a matter of divine bequest than parental nurture.
http://en.wikipedia.org/wiki/Socrates
apakah virtue sesuatu yang bisa diajarkan? i think in a major way, it can. dan kupikir mayoritas orang2 pun rata2 berpendapat demikian. kalo begini, maka sophistic doctrine itu ada benarnya.
tapi, kalo ngeliat realitanya, saya kadang meragukan apakah virtue itu murni bisa diajarkan secara 100%. sepertinya minda manusia jauh lebih kompleks dari itu. bahkan sejak dari kecil pun. ada kasus yang saya perhatikan, dua anak dari ortu yang sama tetapi mempunyai virtue yang sangat berbeda. padahal didikannya sama. latar belakangnya sama. bahkan virtue si ortu dan si anak pun berbeda, brarti faktor eksternal seperti didikan ortu sepertinya belum tentu berpengaruh. jadi apakah socrates ada benarnya?
atau, mungkinkah sekian persen adalah divine bequest dan sekian persen adalah parental nurture? :mikir: i've been pondering about it for a long while, tapi masih blom mempunyai gambaran. and honestly, im not even sure if the answer can ever be found. :mikir:
but i will give it a shot anyway
perjalanan hidup masih panjang :cengir:
kurasa, memang begitu lah manusia. pandangan yang dilihat dari kacamata asing dan kacamata orang yang sudah terbiasa, memang berbeda. saat seseorang baru menyaksikan sesuatu yang baru, seperti bayi yang serba baru pengalamannya. semua diserap seperti spons. jauh lebih reaktif dan stimulatif. efeknya, sensasinya, dan pandangannya sangat berbeda dibandingkan dengan orang yang sudah terbiasa diekspose pada pengalaman ini. mungkin jenuh. or simply jaded.
seperti kata epistemologist, ato john locke yang empiris, pengalaman adalah sumber pengetahuan manusia. sedangkan banyak kesempatan2 untuk mendapatkan pengalaman2 baru itu yang saya sia2kan. seperti rencana pergi ke acara pameran minggu lalu yang saya cancel last minute. padahal udah ada tiket gratisnya.
kurasa rasa antusias dan rasa keingintahuanku masih ada. tapi sepertinya tidak sekental dulu. mungkin musim sedikit sebanyak berpengaruh, seperti kalo cuaca dingin ato ujan, pasti meredam keinginan untuk kemana2. ato, mungkin sibuk dan cape. sudah setiap hari bolak balik kerja, weekend rasanya pengen ga napa2in dan ga menggunakan otak. ato mungkin sesimpel malas saja. daripada saya kedengaran mencari2 alasan membela diri. mending ngaku.
well, saya harap musim dingin yang sudah hampir berakhir, membuatku lebih bersemangat untuk mengeksposkan diri dan mencari pengalaman2 baru. ada banyak museum2 baru yang muncul. ato museum2 lama yang selalu ingin kukunjungi tapi tidak sempat kukunjungi. ato museum2 lama yang sudah pernah kukunjungi tapi sudah lama tidak mampir. padahal exhibit2 baru selalu datang silih berganti. dan tentu saja, event2 yang tidak ada habis2nya yang seharusnya lebih kuperhatikan. saya seharusnya mengganti kacamataku dengan kacamata turis lagi, seperti turis yang baru pertama kali melihat kota ini. i need to look around. banyak hal2 yang terlewati dari pandanganku selama ini.
Spoiler for question of identity:
http://news.yahoo.com/pope-revives-l...134354010.html
membaca artikel ini, apakah paus adalah termasuk latino ato ngga? after all, dia adalah murni turunan eropa (itali), cuman lahir gede di argentina (latin america), dan sudah terasimilasi dengan budaya situ. so, apakah dia latino? what is a latino anyway? sepertinya arti ini pun berbeda tergantung di mana kamu mengajukan pertanyaan ini. dan ini mengingatkanku dengan postingan dulu mengenai pertanyaan tentang rasa identitas seseorang :mikir:
dan side note laennya, saya baru sadar kalo bahasa inggris itu turunan bahasa germanic. selama ini kupikir masih termasuk latin ::elaugh::
http://shopping.yahoo.com/news/asian...232234935.html
berawal dari artikel ini di yahoo, saya baru tau kalo sambal ABC itu sebenarnya dimiliki oleh perusahaan saus tomat Heinz. biarpun udah lama ga megang botol sambal ini, my pride was hurt a little. huhuhu. selama ini kukira ini dari perusahaan indo kaya indofood or something. heh, i really wasnt expecting that :mikir: saya sampe google untuk memastikan. and in the process, i learned that heinz is going to be brought out by berkshire hathaway and other brazilian company.
man, interesting turn of things. :mikir:
ABC extra hot sebenarnya masih nggak hot2 amat ketimbang sambal cabe rawit asli. Eh tapi aku juga baru sadar soal ABC punya Heinz. Sekarang sih di supermarket banyak merk sambal botol. Cuman yg paling enak tetep sambel ulek seger *ngelap iler
as i said, sifat manusia memang lucu2 kalo diperhatikan
Setiap ortu ada cara dan pandangan idealnya sendiri bagaimana membesarkan anaknya sendiri. Dan kadang (ato sering) dirasakan caranya yang paling benar, dan mencoba mengimpose (maupun menasehati, biarpun tidak diminta) caranya juga ke ortu2 laen. Itu sama aja mencari brantem :cengir: Who are you to tell me what to do with my kids? :cengir: sudah pasti tersinggung. berhubung saya tinggal di neighborhood yang terkenal sangat besar komunitas young families dan young parents, and pretty well-off and educated ones if i may add, setiap orang merasa dirinya entitled dengan opininya. Bahkan hal yang simpel mengenai apakah memakai stroller anak ato menggendong anak saat kemana2, menjadi perdebatan hebat, dan memecahkan komunitas neighborhoodku menjadi dua kubu school of thoughts. Ibarat perdebatan cara pemberian asix ato ngga ke anak kalo di indo ya. Ini blom ngomongin hal2 laen lagi yang berhubungan dengan raising a kid. Organic, or non organic? Private school, or public school? Stroller, or no stroller?
Ga hanya young parents, pet owners juga saya melihat ada kecenderungan begitu. Try to impose your way to other pet owners, likewise imposing your way in parenting to other parents, ato your way of leading your life, apalagi oleh seseorang tanpa anak apalagi pets, itu seperti mendeklarasi perang *klang*
Ga di dunia nyata ga di dunia maya, self righteous human memang ada dimana2.
For political correctness, (and be turthful to myself), me included :cengir:
Again, manusia memang lucu :cengir:
pagi2, udah membaca 2 artikel yang menarik, yet sangat kontras
http://news.yahoo.com/hotel-living-n...063507348.html
-- mengenai concierge servis untuk melayani orang2 super duper kaya, dan bbrp ilustrasi mengenai gaya hidup orang2 super kaya ini. the ultimate high maintenance lifestyle. private jet untuk mentransport hewan piaraan? last minute request untuk dimasakin celebrity chef privately at home? check check. pelayanan yang biasa hanya bisa ditemukan di hotel2 berbintang pun mulai ditemukan di apt2 pribad super lux.
on the other hand...
http://finance.yahoo.com/news/among-...223649561.html
-- mengenai "trust fund" kids yang mewarisi duit yang tidak sedikit dari keluarganya, memutuskan untuk mendistribusikan hartanya ke komunitas. bahkan ada organisasi, yang buatku kedengaran seperti support group, untuk membantu anak2 orang kaya ini yang bingung bagaimana mau melepaskan kekayaan mereka. di situ bahkan ada bbrp artikel mengenai 'pengakuan' mereka sebagai anak orang kaya.
kajian mengenai social class bukan topik yang baru, tapi selalu menarik untuk dilihat. on one hand, ada yang mengabuse dan memanfaatkan status sosial mereka untuk kepentingan pribadi. on the other, ada pula yang merasa "bersalah" sudah terlahir dengan berbagai privileges hidupnya. mungkin dirasakan kekayaan itu tidak mereka deserve, they didn't earn it, kebetulan aja ortu ato nenek moyangnya yang kaya. mungkin dirasakan ada social injustice di komunitas, kenapa hidup mereka sangat mudah sedangkan masih banyak yang laen yang susah payah hidupnya. mungkin mereka hanya ingin a level playing field seperti warga2 laen. mungkin pula ini bertentangan dengan pandangan politiknya.
rata2 mereka kedengaran apologetic. bukan hanya faktor kekayaan, kadang ras pun membuat mereka semakin merasa tidak adil, terutama kalo mereka ber-ras kulit putih. afterall, it has been known and studied that orang berkulit putih memang lebih mudah hidupnya dalam masyarakat, simply for being who they are.
while their mission in redistributing the wealth is great, but i wonder, are they doing it wisely? having worked indirectly with several non profits dan foundation2 bermisi filantropi, saya bisa melihat nilai positif metode kekayaan yang dimanaged dengan baik supaya social2 programnya bisa terus dilakukan dalam jangka panjang dan continuous. sedangkan anak2 muda ini sepertinya masih cukup idealistik, dan biarpun distribusinya dilakukan dengan pertimbangan (misalnya ke organisasi2 yang misinya sealiran dengan prinsipnya, bukan secara buta), cuman apakah pertimbangannya masih too short sighted? berhubung kekayaan yang diwarisi anak2 muda ini sangat bervariasi, barangkali bisa dikumpulkan dan dimanaged secara kolektif untuk jangka panjang?
i wonder :mikir:
kayanya bener ya, post2 di sini pada kepanjangan.
lama2 thread ini harus di-rename jadi op-ednya ndugu nih ::elaugh::
*mo ngepost lagi, tapi jadi ragu*
gpp kali, gu....
ga ada yg protes kan? ;D
g sih seneng2 aja baca postingan lo yg panjang ::hihi::
abisnya bertele2 po :cengir:
dan ini lama kelamaan juga selalu post mengenai opini mengenai artikel2 aja :cengir:
*silent reader
*silent reply
:cengir:
*silent assasin
(Kayak kolesterol ajah...)
*silencer* - mode pembunuh bayaran ::elaugh::
Vigilante kali
(emang game luwak?)
:lololol:
pemilu malaysia kapan ya? kayanya udah setengah taonan ato mungkin udah setaonan belakangan ini saya ngeliat banyak postingan2 temen di facebook yang anti partai BN (barisan nasional) beserta anggota2nya, ato postingan video2 yang pro anwar ibrahim. apakah partai yang selama ini dominan akan terkikis kuasanya? :mikir: waktu pemilu singapur yang baru2 ini, power partai PAP (people's action party) yang selama ini dominan juga katanya mendapat suara terendah sepanjang sejarah kan, walo tetep masih dominan, cuman ga sedominan sebelum2nya.
apakah south east asian spring lagi berlangsung? :cengir:
seringkali kita tidak menyadari apa yang kita punyai sampai saat kita kehilangannya. sangat klise ya? tapi sangat ada benarnya.
beberapa waktu yang lalu, saya diminta mempelajari sebuah program komputer yang dipakai oleh orang buta. eh? orang buta bisa pake komputer? aha. ternyata bisa. there is an app for that! *ngikut iklan apple* :cengir:
sebagai manusia yang mempunyai 5 indra lengkap, seringkali kita tidak memikirkan terlalu jauh apa yang dialami oleh orang2 cacat. jujur aja, biarpun saya sangat menyadari keberuntunganku akan kelengkapan indraku, dan menyadari akan ada yang namanya kecacatan, saya tidak pernah mencoba menyelami bagaimana rasanya hidup sebagai orang cacat. isu ini mungkin boleh dikatakan sebagai hal di luar zona comfortku, sesuatu yang saya kubur dalam2 di pojokan kepalaku, hal yang tidak mengenakkan, tidak diperbincangkan, tidak dibahas, sengaja tidak terlalu saya pikirkan karena ingin saya lupakan.
tetapi saat saya mencoba mengoperasikan komputer dengan bantuan program itu, saya harus melepaskan mouse/trackpad yang selama ini sangat erat terintegrasikan pada komputer. and i'm not talking about menggunakan text-based OS seperti linux ato unix yang memang tinggal ketak ketik aja. ini kita ngomongin pengoperasian OS dengan full-blown GUI murni tanpa mouse. puluhan mungkin ratusan kombinasi tuts di keyboard yang harus diingat. dan tidak hanya itu, pendengaran pun harus dipertajam. karena di situ lah kuncinya bagaimana orang buta "melihat" apa yang ada di monitor mereka.
saat mempelajari program ini pun saya masih "curang", karena biarpun saya tidak lagi menggunakan mouse, tapi saya masih memanfaatkan mataku untuk melihat apa yang lagi terjadi di monitor. suara2 robot monoton yang membacakan apa yang "kulihat" sama sekali saya ignore. tapi keenggananku untuk mempercayai apa yang kudengar daripada apa yang kulihat, sedikit sebanyak justru membuatku semakin frustasi dan lebih lambat belajarnya. isnt it ironic? let's say old habits die hard. kebiasaanku sebagai able-bodied human masih kebawa2 di saat saya harus mencoba menjadi dan berpikir sebagai orang buta.
hidup sebagai orang cacat, bener2 mempunyai cara berpikir yang berbeda. revelation itu yang kurasakan dari pengalaman itu. i mean, it's common sense, semua orang juga tau bahwa orang cacat tentu saja harus bersandar pada indra2 laennya untuk mengkompensasi apa yang tidak dia punyai. but still. to actually go through that (even though i cheated), it was an enlightening experience.
http://www.youtube.com/watch?v=LsOo3jzkhYA
biarpun sudah ada banyak rekaman2 video sejenis ini, we can only imagine, bagaimana rasanya seorang yang tuli mendapatkan pendengarannya untuk pertama kali. really, how does it feel? :mikir: we can only imagine.
moral of the story, hargailah semua indra2 dan kelengkapan organ2 yang dimiliki kita.
oy!
taxi bluebird is going IPO?
:cengir:
http://www.reuters.com/article/2013/...sSector&rpc=43
sebenarnya renungan ini udah pernah dipost di renungan v1.0
cuman, semenjak berusaha hidup lebih sehat, kok efeknya semakin terasa ya. alias bikin dompet kempes :cengir:
sudah menjadi pengetahuan umum kalo amrik adalah negara yang mempunyai persentase jumlah penduduk dengan kadar obesitas yang tinggi. dulu bahkan ada temen kuliah dari pakistan yang berkomentar, amrik adalah satu2nya negara yang orang miskinnya gendut2 :cengir: isn't that an oxymoron? tapi kalo ngeliat makanan2 sudah-jadi yang dijual di luar sana, ngga perlu heran ya.
fast food seperti mcd, kfc, burger king, dkk, rata2 adalah makanan 'murah' dan cukup kejangkau oleh masyarakat menengah kebawah. tapi kalo kita liat pilihan menunya, paket2 meal-nya yang biasa lengkap ada soda+fries+burger (etc) biasa justru lebih murah daripada paket meal saladnya. how do you expect people to eat healthier? insentifnya sama skali ga ada. udah ga enak, mahal lagi (menurut opini pribadi sebagai seorang yang ngga ngefans sayur :cengir: )
ke tempat jualan makanan yang lebih decent sedikit, yang biasa lebih beragam pilihan makanannya, dan yang ada salad bar ato cold/hot food bar, bagian salad juga sama skali ngga lebih murah, malah mungkin lebih mahal. salad/cold food bar yang biasanya self service, biasanya includes bermacem2 sayur, buah, dll. dan biasa ditimbang dan harganya dicharge tergantung berat. tapi kalo diliat2 ya, some veges ato buah2an bukannya justru berat ya? kandungan airnya tinggi. baru juga taro ga seberapa, berat / harganya langsung meroket. i'm lucky i can afford it. tapi buat orang yang tipis isi dompetnya, jelas akan milih alternatif laen seperti roti yang ringan yet mengenyangkan.
saya mengerti sayur itu bahan yang lebih cepet rusak, mungkin itu yang membuatnya mahal kalo dijual ready-made gitu. but still. the whole system is kinda messed up. kalo begini kondisinya, kurasa amrik masih mempunyai perjalanan jauh untuk mengatasi masalah obesitasnya. :mikir:
kudos to mrs obama to push for healthier food choices in school cafeterias though.