Originally Posted by
AsLan
Sadgedjenar yth,
Kesulitan membuktikan suatu hal tidak menjadi pembenaran untuk membuat hipotesa menjadi kebenaran.
Kamu boleh berhipotesa ada barang2 apa saja yg ada di tas saya sekarang misalnya ada buku diary karena saya orang yg suka mencatat segala sesuatu, ada uang karena saya butuh uang, ada ini itu, tapi selama tidak ada pembuktian langsung maka hipotesa mu tetap sebuah hipotesa, bisa benar bisa salah, jangan dimutlakkan menjadi kebenaran yg kemudian di imani.
Menganai anak nabi Adam,
Saat itu sudah pasti antar anak yg satu dan anak yang lain saling menikah.
Bukankah itu incest ? bukankah itu dilarang ?
Larangan nikah antar kerabat dekat baru diturunkan Allah ratusan atau ribuan tahun kemudian, saya lupa ayatnya, tapi ada.
Artinya sebelum larangan itu ada maka perkawinan antar saudara bukan hal terlarang, lagipula dimasa awal2 generasi belum banyak kode genetik yang rusak sehingga perkawinan antar saudara tidak beresiko enurunkan kelemahan genetik yang sama dari ayah dan ibu.
Di jaman sekarang, sebaiknya kita menikah dengan orang yg sangat jauh perkerabatannya, sehingga antar suami istri tidak menurukan kelemahan genetis yg sama, saling melengkapi.
Mengenai ragam etnis manusia, jangan dilihat dari Adam, karena ada air bah yg memusnahkan umat manusia, keberagaman etnis harus dimulai dari nabi Nuh yang memiliki tiga anak: Sem, Ham, Hamid.
Ditulis bahwa tiga anak Nuh berpencar keseluruh dunia dan memiliki keturunan masing2 dengan etnis masing2, itu sebabnya orang yahudi, arab dan sebagian asia disebut sebagai bangsa Semit karena mereka keturunan Sem.
Bangsa barat, negro dll merupakan keturunan anak yg lain, saya kurang ingat penjelasannya.
Yang pasti tiap etnis manusia berasal dari Adam dan Nuh, itu sebabnya meskipun etnisnya berbeda namun tetap manusia dan bisa kawin antar yg satu dengan yang lain.