kemauan yang tidak ada untuk membuat doble track
padahal ini adalah proyek padat karya
Printable View
kemauan yang tidak ada untuk membuat doble track
padahal ini adalah proyek padat karya
[QUOTE=nodivine;25399]biasa bro. curhat sesama KM regional Bogor :))
kapan kapan ketemu nyok..../QUOTE]
ada KM regional bogor ya?
hayuk, sebagai anak buah saya siap ikut ikutan :D
e-ticket KRL rencananya akan terintegrasi dengan e-ticket transjakarta, dengan stasiun gambir sebagai terminal antar moda, seperti manggarai.
implementasinya sulit bro, card readernya saja hanya ada 1-2 pada setiap stasiun, tidak sebanding dengan jumlah penumpang. Entah siapa yang studi banding e-ticket jadi hasilnya seperti itu :D
kalau trans Pakuan jujur selama ini ga pernah coba, kalau naik umum pasti pilih transportasi tradisional khas bogor, angkot :x
setuju, seharusnya memang tersedia pelayanan kereta cepat, semakin maju suatu negara semakin baik transportasi publiknya. Apalagi KRL merupakan transportasi masal, seharusnya pembangunannya lebih diutamakan
kalau menurut saya sih naik ke atas gerbong itu bentuk ekspresi diri juga bentuk protes mereka secara tidak langsung terhadap buruknya pelayanan perkeretaan.
di dekat pintu rawan sekali kecopetan, saya diberi tahu teman saya kalau biasa naik ekonomi enaknya berkelompok dan menetap di gerbong tertentu agar lebih aman. Sewaktu menggunakan ekonomi saya pernah coba tips dari teman saya, dan benar beberapa gerbong tertentu lebih nyaman, baik dari keadaan gerbongnya maupun orang-orangnya.
Sayang kemauan tidak ada, padahal mendorong pembangunan transportasi masal publik yang merata lebih bermanfaat secara ekonomi daripada membangun mega proyek seperti jembatan selat sunda.
jangan lupa pake rok ya :)
sering ada kejadian lucu di gerbong khusus ini, awal2 bayak bapak2 protes, ga mau geser gerbong, tau sendiri ibu2 lebih ganas. "Pak, laen kali kalo masih ngotot naik ke sini, pake rok dong!"
sekarang tinggal dipelototin aja, biasanya cowok2 yang ga sengaja naek langsung ngacir
wah tinggal gathering nih :))
Indonesia unik bro, apapun yang bisa dibuat cepet, sebaiknya dilambat lambatin atau diperlambat :))
ditambah birokrasi macem macem :))
wah boleh tuh sarannya, di gerbong mana ya? gw jujur bingung juga mau gerak ga bisa, kadang kalo penuh malah pegangan ga bisa sama sekali, malah musti megang langit langitnya biar ga jatuh.
yang pasti HP/ uang dll ga gw simpan di kantong, mau ga mau di tas, itu juga di dalam dalem lagi, kalo bisa diselipin di dalam buku atau apalah.
Dulu saya salah satu penghuni KRL Ekonomi yang berhenti di Tanjung Barat, soalnya yang ekspress kesiangan dari Bogor. Bawa ransel kumplit berisi baju ganti buat ngantor...
... tapi itu mungkin sepuluh tahun lalu :P
Sekarang saya spesialis jalan tol Jagorawi, yang sampai Bulan Agustus ini waktu tempuhnya jadi dua jam gara-gara proyek pelebaran jalan.
Hidup adalah pilihan... tapi dalam hal ini gak ada yang enak :iamdead:
Enjoy dan nikmati :musik:
^
seperti yang gw tulis sebelumnya, kalo bisa cepet di sini, sebaiknya diperlambat atau disusahin ... :P
pengalaman pahit naik kereta waktu rombongan berlima ama teman rencana semarang=weleri malah nyasar semarang solo, gara2 didalam kereta ada temanku jadi aku pikir satu jurusan jadi kita langsung naik aja....eh gak tahunya temanku akan berangkat kuliah bukan mau pulang akhirnya aku diturnkan di grobogan dan ticketnya diminta pula...... padahal kita sdh mohon2 sama kondekturnya tp gak ada tolreransinya....akhrnya pulang dengan naik truk ...... hahahahha
tergantung jam juga sih, yang pernah saya coba, kalau berangkat dari bogor sih gerbong kedua dari belakang. orang-orangnya relatif santai bila dibanding penghuni gerbong-gerbong depan. banyak juga pekerja kantoran, obrolan dalam gerbong pun masih sopan dan enak didengar, dan kalau rutin baiknya kenalan dengan orang-orang tersebut. sekarang saya sudah jarang naik ekonomi.
kalau saya biasa simpan uang di kantong tapi dompet dan hp di tas bagian dalam yang sulit diraih dengan posisi tas didepan, karena kalau di kantong riskan ketika hendak turun ataupun saat berdesakan. karena sudah kebiasaan, walaupun naik ekspres ataupun ketika menunggu di stasiun saya tetap menyimpan tas di depan, dan ketika berjalan dekat stasiun dengan ransel di satu bahu saja karena banyak copet. naik transportasi umum harus waspada selalu
jagorawi sekarang sedang parah-parahnya, kalau ke tempat kerja saya naik bis lama dan harus berganti-ganti, kemarin sempat coba bawa kendaraan sendiri ga tahan juga macetnya. yang ada kaki kram ketika menyetir.
Benar, hidup adalah pilihan. Melihat teman saya yang bekerja di Bogor rasanya nikmat sekali, jam 7 pagi masih bisa bermain-main dengan anaknya, jam 17.30 sudah santai di rumah. Idealnya tempat kerja itu dekat dengan tempat tinggal :)
Penumpang kereta skrg anarkis, ditertibkan malah lempar batu ke petugas.
Rencana tinggal rencana...
Dari dulu Jawa sudah direncanakan punya :
1. Double Track dari Jakarta-Surabaya
2. Jalan Tol full dari ujung barat ke timur
3. Bendungan dan Irigasi yg memadai
Sekarang masih dalam rencana :))
Saking banyaknya pengalihan isu sampe transportasi massal ga diperhatikan
iya... Ah, saya jarang pakai transportasi ini, milih pakai bus..
Baik dulu waktu di jakarta, naik dari bintaro ke jakarta (lupa stasiunnya), bikin kapok.. Padet, gak bisa gerak, belum baju lecek, bau campur ama bau2 lain... Mendingan naik bus, meski lama.. *yah, meski naik trans gak kalah sesak..
Kalau naik yang eksekutif ya nyaman...
^
kalo bus dalam kota sih mayan nyaman, tapi yah kalo penuh tetep aja desek desekan kayak ikan asin :))
bus yang ada sekarang juga udah mulai dikurangi kan? P6 yang mustinya 24 jam diapus (bloon banget ini sih).
gw kadang merindukan UKI :)) ni bus uda AC nya dingin, trus kalo penuh langsung berangkat, ga pake lama.
lagian pemerintah bloon banget, buat terminal kampung rambutan jauh dari strategis, kemana mana susah.
bus? ga deh, lamaaaaaaaaaaaaaa... sudirman- bintaro/ciputat 2.5 jam (amit2) tapi duduk sih biasanya
trans jakarta (arah ragunan) 2 jam, mana ga duduk, empet2annya lebih parah dari kereta.
feeder busway (sudirman-bintaro) 2.5 jam, mahal pulak, kadang berdiri... walau ga empet2an
kereta, cepet, dan lebih lega (kalau arah serpong) harga lebih murah (mulai 1.500-8000)
udah cinta kereta.
kalau ada UKI memang nyaman, mau balik tengah malem dari kantor pun tenang
kereta susah, kampung rambutan jam 10 aja bis ke bogor udah susah banget, di dalam terminal malah udah ga ada
iya, dari sudirman ke bintaro naik transportasi umum memang pas nya kereta, kalau naik bis lama banget, masa ke ciputat 2 jam lebih
sayangnya jadwal kereta ekspres dari sudirman ke serpong terbatas, cuma ada jam pagi dan sore pulang kerja
^
gila aja bro! terminal kampung rambutan kan rawan. kalo UKI sih 24 jam gw jabanin.
pemerintah emang ga bisa ngelola transportasi dengan baik nih, ini nanti banyak yang protes pas kereta pakuan ekspress dihilangin.