Errrrr pilem buatannya National Geographic kali ya mbok ;D
benernya kalo udah dibuat ya udahlah, tinggal tayang aja... http://eemoticons.net/Upload/Cute Sh...oticon 004.gif
MVP jadi salah juga ya... udah bikin pilem tanpa persetujuan...
kenapa ya gak kepikiran si Hanung bikin Petra Sihombing jadi Soekarno http://eemoticons.net/Upload/Big Onion/th_104.gif
adem mata gw kalo ngeliat Petra
Kok ya yang aku lihat, yang diributi cuma pepesan kosong.
Tapi mayanlah, ribut2 berarti makin banyak yang penasaran ama filmnya.
[MENTION=125]serendipity[/MENTION]
lebih mirip aktor Soekarno versi Kemendikbud dong...
Dengan biaya pembuatan film 6 Milyar (lebih besar daripada pembuatan film Azrax)
Baim Wong
http://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.ne...23943851_n.jpg
muka baim wong kok nepsong gitu
Rilis DapurFilm tanggal 10 Oktober di Twitter
https://twitter.com/DapurFilm
Semalam, di Multivision tower diselenggarakan preview #filmSukarno bersama pak Guntur Sukarnoputro
Preview #filmSukarno dihadiri cucu, menantu, cicit BK. Juga dihadiri pak Ilham Bintang ketua PWI dan Pak Wahyu dari tempo
Menurut pak Guntur dan keluarga #filmSukarno tidak ada sejarah yg diselewengkan. Film yg bagus buat generasi muda
Bahkan cucu Pak Guntur, sangat menyukai @bayu_ario di #filmSukarno. Ganteng dan gagah seperti eyangnya
Thd pihak2 yg tdk setuju dg #filmSukarno, pak Guntur bilang: siapapun yg bikin Film BK harus siap hadapi kontroversial
Sejak dulu, BK adalah sosok yg dipuja sekaligus dihujat. Jadi apapun karya ttg BK pasti akan kontroversial, begitu kata pak Guntur
Pak Ilham bintang mnambahkan bhw sjk th 92 film ind sdh mereformasi dirinya. Tak ada siapapun yg berhak menghakimi film selain PENONTON
Jika Filmnya tdk bermutu, tdk sesuai norma ataupun sejarah, penonton pasti akan mengkritik. Begitu kata Pak Ilham Bintang
Jika tdk setuju dg #filmSukarno, bikin tandingannya. Smakin byk tafsir ttg Sukarno, smakin Bagus. begitu kata pak Ilham
Sampai saat ini #filmSukarno sudah masuk tahap mixing, grading dan scoring. Semoga desember bisa tayang
Sikap pak Guntur thd #filmSukarno sangat mencerminkan sosok BK. Menghargai kebebasan Individu dalam berkarya
Dalam sejarahnya, BK telah membebaskan 2 karya Film yg saat itu dicekal pemerintah karena dianggap menghasut
Kedua film yg dicekal pemerintah saat itu adlah Tamu Agung karya Usmar Ismail dan Pagar Kawat Berduri.
Film Tamu Agung dianggap mlecehkan BK. Setelah ditonton BK di Istana, Bliau justru bilang: yg CEKAL film ini berarti KontraRevolusioner!
Terima kasih pak Guntur atas waktu dan energinya untuk menonton dan mengkoreksi #filmSukarno. Salam sineas Indonesia
keliatan motifnya rachmawati
Poster:
http://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.ne...96295089_n.jpg
Sinopsis
Dulunya bernama Kusno. Tubuhnya kurus dan sering sakit-sakitan. Oleh bapaknya Nama Kusno diganti dengan Sukarno. Besar harapan anak kurus itu menjelma menjadi ksatria layaknya Adipati Karno. Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Sukarno berhasil mengguncang podium, berteriak : Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak seperti Komunis. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Dia makin menggugat. Pledoinya yg sangat terkenal indonesia Menggugat menghantarkan dia dibuang ke Ende, lalu Bengkulu.
Di kota itu Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal saat itu Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih; Perempuan lebih tua dari Sukarno, yang selalu menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Inggit harus rela melihat sang suami tercinta jatuh cinta dengan gadis lain. Ditengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang memulai peperangan Asia Timur Raya. Berahi politiknya kembali menguat. Belanda takluk oleh Jepang. Sesuatu yg dulu dianggap Raksasa bagi Sukarno, kini lenyap. Kemerdekaan Indonesia seolah diambang mata.
Sementara itu Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno dimasa muda mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dengan Belanda. Tapi Sukarno punya sudut pandang berbeda.
'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.
Kita semua tahu bahwa pada akhirnya Kemerdekaan Indonesia terwujud pada tanggal 17 agustus 1945. Tapi apakah itu kemerdekaan yang diharapkan? Jangan-jangan Kemerdekaan itu semata-mata hadiah dari Jepang? Jangan-jangan apa yang kita peringati setiap tahun itu hanyalah upah bagi Sukarno karena telah bekerja untuk Jepang? Bagaimanakah cara Sukarno mewujudkan kemerdekaan itu? Berapa nyawa yang dikorbankan?
Diatas kereta kuda, haji Cokroaminoto berwejang kepada Sukarno muda: 'Manusia itu sama misteriusnya dengan alam, tapi jika kau bisa menggenggam hatinya, mereka akan mengikutimu'
Kalimat itu selalu dipegang Sukarno untuk mewujudkan mimpinya .... Indonesia Merdeka!
^motifnya, pokoknya anjasmara yang jadi sukarno, titik
Sutan Sjahrir, diperankan oleh Tanta J. Ginting.
http://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.ne...41275048_n.jpg
Gara-gara elu [MENTION=41]kandalf[/MENTION] dan buku-buku yang lu kasih, gw justru pingin liat tokoh Sutan Sjahrir nya di pilem ini ::doh:: :kesal:
Lu bener-bener ngeracunin gw deh, hahaha ::ngakak2::
Baca ini gw jadi inget Sjahrir yang tipikal manuver politiknya tidak agresif seperti Soekarno, lebih ke persuasif. Sehingga banyak yang mengira dia antek tiga negara itu ya? :)Quote:
'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.
Saya termasuk simpatisan ideologinya Sjahrir. Tapi Soekarno memang punya kharisma. Beruntung sekali Indonesia punya trio Soekarno Hatta Sjahrir di waktu yang bersamaan. Eh Tan Malaka ada di mana posisinya ya di masa itu? Orang satu ini agak misterius, belom sempat mengulik2 lebih jauh.
nb: ternyata memang saya pernah menyatakan baim wong muka nepsong, akhirnya ketemu lagi di trit ini :lololol:
Bukan persuasif sebenarnya. Tapi dia percaya politik sebuah negara tidak boleh dilandasi oleh kebencian.
Dan, iya, karena dia ramah terhadap Belanda dan orang asing, apalagi dengan perjanjian Linggarjati, dia dicap sebagai antek-antek Belanda.
Padahal nantinya, pada pasal perjanjian Linggarjati ini yang akan membawa urusan Belanda bukan sekedar urusan domestik Belanda tetapi urusan internasional.
Selain itu, dia lebih menekankan pada diplomasi. Paling terkenal ya, diplomasi beras di mana Indonesia yang masih negara baru, sukses menjual beras dengan harga murah pada India yang sedang kelaparan.
Tapi cerita2 itu kurasa gak ada di filmnya karena terjadi setelah 1945.
Tan Malaka itu seperti bayang-bayang.
Dia memang jauh lebih senior jadi agak kurang dekat dengan mereka bertiga. Tetapi gerak-geriknya membayangi mereka.
Ketika masa Jepang, dia pernah, sambil menyamar, mengritik Bung Karno tentang Romusha.
Pasca proklamasi pun, dia menantang Bung Karno untuk menyelenggarakan rapat besar di Lapangan Ikada, untuk menguji popularitas Bung Karno.
Begitu juga masa Sjahrir sebagai perdana menteri, kelompoknya Tan Malaka adalah penentang besar kebijakan2 Sutan Sjahrir.
Tapi akhirnya cukup tragis sih. Dia salah memilih teman ketika agresi militer II. Bahkan Jendral Soedirman, salah satu pengagum beratnya, gagal menyelamatkannya.
Jadi suka sama Sutan Sjahrir yak, toss dulu ah :minum2:
Kalo Tan Malaka gw sempet baca sekilas doang sih, yang gw tau dia itu emang berkiblat sama komunis dan RRC. Kalo gak salah dia termasup salah satu tokoh penting yang membuat Komunis berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara. Suaminya [MENTION=7]cha_n[/MENTION] si cak DF seinget gw penggemar Tan Malaka deh :D
Yup, setuju. Tidak boleh dilandasi kebencian. Kata-kata yang gw inget dari buku yang lu kasih itu [MENTION=41]kandalf[/MENTION] Sjahrir pernah bilang bahwa apa bedanya bangsa kita dengan bangsa Amerika atau pun Jepang ketika kita berlaku kejam dan semena-mena dengan mereka. Ini bertolak belakang dengan style Soekarno yang gak segan-segan ngomong "Inggris kita linggis! Amerika kita seterika!" :ngopi:
iya, buku2nya ada beberapa.
kemaren sempet diceritain tan malaka itu ngapain ngapain, tapi sekarang lupa lagi ::arg!::
oh iya inget dikit, tan malaka gaya pidatonya itu bagus, setara lah sama soekarno. cuman soekarno lebih kompromistis, kalau tan malaka lebih fatalistik (kalo ga salah, maap gw cuman ngerti sekilas2 doang)
dan nudel juga kasi thanks ya kayanya di post yg itu :lololol:
:minum2: bareng nudel.
di FB profile bagian political view saya ambil aja pokok2 pemikiran sjahrir *sangking ngefansnya
democracy, humanity and social welfare
Pengen baca lebih jauh tentang Tan Malaka kapan2. Kalo nggak salah baru2 ini ketemu jasadnya ya...
Lah gimana enggak? statement lu bener kok.. si Baim Wong keliatan nepsong di poto ituh ::ngakak2::
Beda lah sama Ario Bayu yang gw selalu merinding ngeliat totalitas dia memerankan Soekarno :-bd
Btw [MENTION=253]tuscany[/MENTION] cek PM, gw minta alamat FB :D