Gara-gara elu [MENTION=41]kandalf[/MENTION] dan buku-buku yang lu kasih, gw justru pingin liat tokoh Sutan Sjahrir nya di pilem ini

Lu bener-bener ngeracunin gw deh, hahaha

'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.
Baca ini gw jadi inget Sjahrir yang tipikal manuver politiknya tidak agresif seperti Soekarno, lebih ke persuasif. Sehingga banyak yang mengira dia antek tiga negara itu ya?