Originally Posted by
kandalf
Pertama:
Iklan rokok tidak harus menampilkan rokok. Dia cukup menampilkan citra, entah itu sebagai cowok jantan dan penolong, atau cowok yang suka bergaul ramai-ramai, atau eksekutif muda.
Kedua: Bahasa gambar jauh lebih sampai daripada bahasa tulisan.
Ketiga: Iklan itu dipasang di negara Indonesia di mana tidak semua bisa berbahasa Inggris dengan fasih. Rata-rata orang Indonesia mungkin tahu apa artinya 'Cigarettes' tapi saya tidak yakin jumlah orang Indonesia di sekitar baliho yang melihat baliho tersebut yang tahu arti kata 'Vanish' mencapai 70 % dari populasi.
Besar kemungkinan yang ditangkap adalah kata 'Cigarettes makes your style' dan wanita cantik dengan selera berbusana yang cukup tinggi. Kata 'Vanish in Smoke' bisa jadi diabaikan oleh mayoritas orang yang di pinggir jalan.
Perlukah kita buat survei kecil-kecilan?