Originally Posted by
ishaputra
Beritanya agak "miring" dan penuh penghakiman. Emang kalo ada anak ateis (dengan syarat si anak sudah dewasa lho!), kenapa? Salahnya di mana? Apakah itu sesuatu yang buruk? Jika YA, maka di mana letak buruknya?
Emang kenapa kalo ateis berkumpul di dunia maya? Tidak suka? Kenapa tidak suka? IRI? Takut kalah ide?
Jujur yah, mereka yang mempermasalahkan eksisensi ateis, baik di dunia nyata maupun dunia maya, cuma faktor IRI saja. Jealous. Takut kalah ide.... Tidak lebih.
Bertahun-tahun saya jadi non-believer, saya tidak punya masalah serius di kehidupan nyata. Tidak pernah terlibat narkoba, tidak punya catatan kriminal, dan sebagian besar teman saya tau bahwa saya non-believer. So what??